Assalamualaikum Beijing: Legenda Cinta Ashima

| On
January 02, 2015


Akhirnya.. Alhamdulillah kesampaian juga saya nonton film Assalamualaikum Beijing. Dan ternyata filmnya sesuai dengan ekspektasi saya, apik dan sangat bersahaja. Tidak ada adegan yang membuat saya jenuh dan setting tempat nya benar-benar memanjakan mata dan tentunya membuat hasrat Travelling ke Negeri Bambu itu makin meningkat. Lokasinya bikin Melted lah pokoknya. 

Sebagian besar penonton mungkin sudah tahu kalau film ini diangkat dari novel yang berjudul sama dari sang penulis bertangan dingin Asma Nadia. Sudah banyak tulisan-tulisannya yang ditayangkan di layar lebar dan televisi. Tapi memang drama ini yang paling bikin hati greget, karena ceritanya romantis abis ala film Korea. Apalagi aktor dan settingnya memang di negeri yang tidak jauh beda dengan cerita-cerita di drama Korea. Kalau temen saya bilang sih, yang jomblo hati-hati aja kalo abis nonton film ini. Saking bikin envy-nya sama yang namanya kisah cinta mereka berdua.


Baru kali ini saya review film lewat Blog ini. Berikut review film Assalamualaikum Beijing yang diangkat dari novel Asma Nadia. Semoga bermanfaat.


1.Story

Asmara adalah gadis yang dikhianati calon suaminya. Teganya menjelang hari pernikahan, sang calon suami Dewa mengkhianatinya dengan bermain api dengan gadis lain. Asmara sangat kecewa dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Dewa untuk selamanya. Namun, semua bukan tanpa hikmah, karena batalnya proses pernikahan, Asmara berhasil mendapatkan pekerjaan barunya sebagai jurnalis di Beijing. Dan ini membuat episode kehidupan baru Asmara di Negeri Tiongkok dimulai.

Asmara tidak sendiri di Beijing, sahabatnya Sekar dan suaminya Ridwan menjadi keluarga kecilnya di Beijing. Di tengah kesibukan pekerjaannya di kantor, Asmara berkeliling Beijing untuk mendapatkan informasi untuk bahan tulisannya. Tak sengaja ia bertemu seorang penduduk lokal bernama Zhong Wen di dalam bus. Zhong Wen yang berprofesi sebagai pemandu wisata sangat ramah dan supel, ia pribadi yang sangat menyenangkan. Dan akhirnya pun mereka saling mengenal dan berteman. 

Zhong Wen menceritakan berbagai hal tentang Beijing dan kebudayaan-kebudayaan yang ada di China. Salah satunya mengenai legenda Ashima dan Ahei. Dalam legenda rakyat China, mereka adalah sepasang kekasih yang memiliki kisah cinta sejati. Bahkan di Yunan, terdapat patung Ashima yang dipercaya sebagai perwujudan Ashima yang telah berubah menjadi batu. Ketika merindukan Ashima, Ahei selalu datang. Menatap Ashima-nya yang telah  membantu dan merasakan cinta mereka berdua. Zhong Wen menceritakan kisah ini karena saat berkenalan dengan Asma ia mendengar kata Asma sangat mirip dengan Ashima. Dan Zhong Wen diam-diam berharap Asma lah yang akan menjadi Ashima-nya kelak. 



Ketika Asmara telah memulai hidup barunya, setelah Move On dari kisah cintanya yang kandas di tengah jalan, kehadiran Zhong Wen ini dianggap oleh Sekar sahabatnya sebagai God's Sign, bahwa Zhong Wen adalah orang yang dikirim Tuhan untuk mengganti apa yang telah hilang. Namun, karena Zhong Wen yang bukan merupakan seorang muslim membuat hati Asmara bimbang untuk menerima "pertanda" itu atau tidak. 
Di lain sisi, Dewa juga masih mengharapkan Asmara kembali kepadanya.



Di tengah kegalauannya, Asmara harus kembali ke Jakarta. Ia mengidap penyakit aneh yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia sering menderita serangan kelumpuhan mendadak. Hal ini membuat ia semakin tak percaya diri untuk membuka hatinya lagi untuk menerima cinta. Apalagi cinta dari Zhong Wen. Asmara tak ingin Zhong Wen tahu bahwa dirinya tidak seperti yang ia kenal sebelumnya.

Zhong Wen yang mengaggap Asmara sebagai Ashima-nya itu semakin gelisah ketika ia tak kunjung bisa bertemu dengan Asmara. Ia ingin mengungkapkan bahwa Asmara telah banyak menuntunnya menuju jalan cahaya-Nya. Dari sekian email yang tidak pernah dibalas oleh Asmara. Suatu hari ia sangat kaget dan melonjak kegirangan karena Asmara memintanya untuk bertemu di Jakarta. 

Zhong Wen tak pernah tahu bahwa Asmara sedang sakit keras, tapi kenyataan itu tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk tetap mencintai Asmara bagaimanapun keadaannya. Zhong Wen tetap ingin mencintai Ashima-nya walaupun apa yang terjadi. Sama halnya kisah cinta Ahei pada Ashima. 


2. Aktor dan Aktris


Revalina S. Temat sebagai Asmara

Revalina bukan aktris yang asing bagi kita, perannya sebagai wanita muslimah juga pernah ia lakukan di Perempuan Berkalung Sorban. Perannya yang apik, tenang, tegar, dan bersahaja ini mewakili sosok Asmara. Seorang jurnalis yang juga hobi traveling ini. Perannya sebagai Asmara membuat penonton terharu, apalagi ketika ia berjuang melawan sakitnya. Ia berperan sebagai perempuan yang mengalami stroke, serangan jantung, kebutaan, dan juga bisu. Two thumbs up untuk Revalina!



Morgan Oey sebagai Zhong Wen

Fantastis! Walaupun ini debut pertamanya di layar lebar, Morgan sang mantan personel boy band SMASH ini sangat baik dalam memerankan Zhong Wen. Aktingnya sangat apik, sederhana (tidak terkesan dibuat-buat) dan sangat mengalir. Peran Zhong Wen ini cukup menantang baginya, ia memerankan seorang warga lokal China yang tertarik kepada perempuan Indonesia yang beragama Islam. Dan sekaligus tertarik pada ajaran Islam itu sendiri. 



Ibnu Jamil sebagai Dewa

Menjadi tokoh dewa dalam film ini, Ibnu Jamil keluar sebagai sosok laki-laki yang mudah tergoda oleh nafsu sesaat. Ia malah mengkhianati Asmara pada hari-hari menjelang pernikahan. Ia menyesal, namun Asmara tak ingin lagi memberinya kesempatan. Tapi, setelah tahu Asmara mengidap penyakit aneh dan ada Zhong Wen disisinya, Dewa berpikir ulang akan semuanya. 




Laudya Cynthia Bella sebagai Sekar


Sekar adalah sahabat Asmara yang tinggal di Beijing bersama suaminya Ridwan yang diperankan Dedi Mahendra Desta. Sekar adalah sahabat Asmara yang sangat mendukung hubungannya dengan Zhong Wen. Ia sangat hobi nonton drama Korea, sehingga ia menganggap kisah cinta Asmara dan Zhong Wen seperti kisah cinta di drama Korea di dunia nyata. 


Desta, Bella, Revalina


3. Setting Tempat

Saya tidak menyangka kalau China memiliki pemandangan yang sangat exotis dan menawan. Tembok China, Patung Ashima di Yunan, Mesjid dengan arsitektur China yang menawan benar-benar membuat kita tidak bisa berpaling ketika menyaksikan film ini. Kalau buat yang hobi travelling pasti bisa jadi destinasi baru untuk menjelajah dunia. 



lokasi patung Ashima




How? Keren kannnn!!!!



4. Perbandingan dengan Novel

Setiap kali kita nonton film yang diangkat dari novel, pasti kita akan membanding-bandingkan film tersebut dengan isi novel sebenarnya. Menurut saya, secara keseluruhan 80 % film ini sangat sesuai dengan apa yang ditulis di dalam novel. Mungkin karena faktor durasi, memang ada beberapa potongan-potongan cerita yang tidak seluruhnya dijadikan cerita di film ini. Saya sendiri nonton film Assalamualaikum Beijing ini setelah membaca novelnya. Di dalam novel, cerita yang dikemas panjang dan detail. Jadi ketika saya menonton filmnya saya faham arah dari cerita secara jelas. Tapi mungkin bagi orang yang belum membaca novel akan "ketinggalan" beberapa cerita yang mendasari sebuah cerita yang ditampilkan dalam adegan film.




Overall...
Keseluruhan film ini sangat bagus dan layak untuk dijadikan tontonan yang sekaligus menjadi nasehat. Islam yang rahmatan lil alamin tergambar di film ini, begitu juga indahnya cinta yang terbingkai dalam pernikahan. Lika-liku kehidupan yang dialami seseorang pasti mengandung banyak hikmah ketika ia memutuskan untuk Move On dari masa lalu nya yang unlucky.


Selamat menonton film ini!

JIKA TAK KAU TEMUKAN CINTA, BIAR CINTA MENEMUKANMU
10 comments on "Assalamualaikum Beijing: Legenda Cinta Ashima"
  1. Aktor dan setting tempat sepertinya memang sangat memanjakan mata ya mbak :D

    ReplyDelete
  2. Iya mbak Fenny.. ga nyangka China itu bagus.. Soalnya kalo film sering liatnya Jepang sama Korea yang punya tempat bagus-bagus :))

    ReplyDelete
  3. kemaren sudah nonton, setting nya kerennn =)

    ReplyDelete
  4. Iya mak.. mau banget lah ke Beijing...

    ReplyDelete
  5. kenapa ya ibnu jamil di kebanyakan film berperan antagonis ? *gemes sama orang ini XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah karakternya bgitu kali ya mbak.. dari wajahnya.. hihi

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D