Rezeki: Setengah Kosong Setengah Isi

| On
January 22, 2015
Pernah baca buku Setengah Kosong Setengah Isi karya Parlindungan Marpaung? Kalau saya sendiri sih belum. (hehe). Tetapi Alhamdulillah saya pernah bertemu langsung dengan penulisnya ketika menjadi panitia sebuah pelatihan di PT.Kereta Api Indonesia. Dan ternyata beliau (penulis SKSI:red) adalah seorang karyawan di PT.KAI. Saya tidak akan membicarakan isi buku tersebut, apalagi penulisnya (yaiyalah), saya hanya menyukai judul buku tersebut yaitu Setengah Kosong Setengah Isi. Why? kalimat tersebut memberikan suatu cara bagi kita dalam menilai suatu masalah, yakni dengan positif thinking kah? atau negatif thinking kah?
semua itu tergantung apa yang kita yakini. Betul tidak?


Beralih kepada konsep rezeki, mengapa saya menganggapnya setengah kosong setengah isi? ya, karena kadang kita memandang rezeki sebagai setengah kosong setengah isi. Kebanyakan dari kita sibuk untuk menunggu dan menantikan rezeki yang akan datang kepada kita.  Karena sibuk menghitung-hitungnya, maka kita lupa untuk mengkalkulasi apa yang sesungguhnya telah kita terima. 
Kebanyakan dari kita juga menganggap rezeki adalah sebuah angka atau nominal yang selanjutnya dikaitkan dengan selembar kertas bernama uang. Wajar memang, karena uang dengan sangat mudah kita hitung. Berbeda dengan rezeki lain yang "kasat mata" alias "tidak tampak". Seperti, kesehatan, keamanan, kenyamanan, kecerdasan, dan lain sebagainya. 

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa rezeki itu sedang berada disekitarnya bahkan didalam dirinya. Jika saat ini kita masih mampu bernafas dan melakukan banyak aktifitas dengan begitu mudahnya, maka sesungguhnya kita sedang menerima rezeki yang tidak putus-putusnya dari Alloh SWT. Sebagai seorang Young Wife dan Young Mom pun saya menyadari begitu banyak rezeki yang saya terima dari Alloh SWT. bukan berupa nominal uang memang, namun jika dikonversi dengan mata uang rezeki yang saya terima itu sangatlah besar. Contohnya ketika saya hamil dan melahirkan hingga menyusui sekarang. Alhamdulillah kehamilan saya tidak mengalami gangguan sedikit pun. Padahal diluar sana banyak sekali wanita hamil yang harus berjuang mati-matian mempertahankan kehamilannya agar selalu sehat bahkan hingga harus dirawat di rumah sakit. Tentunya cost rumah sakit tidaklah murah. Kemudian saat melahirkan, tidak sedikit wanita yang melahirkan dengan cara caesar karena faktor kondisi tubuh ibu, kondisi bayi, dan lain sebagainya. Tentunya ini juga mengeluarkan cost yang tidak sedikit dibandingkan melahirkan dengan cara normal. Selanjutnya pada saat menyusui. Disaat banyak ibu yang memberi buah hatinya susu formula (yang tentunya tidak murah harganya), justru Alloh memberikan ASI yang melimpah bagi bayi saya. 

Subhanallah... Wal Hamdulillah.. Alloh telah memberikan banyak rezeki kepada saya. Yang mungkin jika dikonversi kedalam bentuk uang memiliki nominal yang sangat tinggi. Maka dari itu, saya menyebut rezeki itu setengah kosong setengah isi. Yakni menghitung yang akan datang (belum ada) atau mensyukuri yang sudah kita terima (walaupun bukan dalam bentuk uang). 

"....dan jika kamu bersyukur maka akan Ku tambahkan. Dan jika kamu kufur, maka azabku sangat perih" (Al-Qur'an)

Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D