Mampukah Kita Selalu Husnudzon?

| On
May 29, 2015
Image Source


Rasulullah dan Buah Jeruk

Cerita ini saya dengar dari salah satu teman saya ketika mengaji dalam sebuah majlis ta'lim, cerita ini sangat sederhana namun sangat inspiratif untuk disimak.

Suatu hari Rasulullah SAW sedang berkumpul bersama para sahabat. Kemudian datanglah seorang perempuan yang membawa keranjang berisi jeruk.

Perempuan tersebut datang ke tempat dimana Rasulullah SAW dan para sahabat sedang berkumpul dan kemudian memberikan sekeranjang buah jeruk tersebut kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW pun menerima pemberian tersebut dengan senang hati.

Kemudian Rasulullah SAW memakan satu per satu buah jeruk pemberian perempuan tadi. Sambil menyunggingkan senyum, Rasulullah SAW terus memakan buah jeruk tersebut sendirian.

Ya, sendirian.



Rasulullah SAW tidak memberikan satu buah jeruk pun kepada para sahabatnya. Beliau memakan buah jeruk itu hingga habis sendirian saja.

Lalu, mulai ada 'kasak-kusuk' diantara para sahabat.

"Kenapa Rasulullah SAW tidak membagi jeruk tersebut kepada kita? Biasanya, ada sedikit makanan pun, Rasulullah SAW tak pernah alfa untuk membagikannya kepada para sahabat"

Para sahabat pun mulai resah dan kemudian timbulah perasaan buruk sangka alias Suudzon kepada Rasulullah SAW.

Setelah semua jeruk tersebut habis, Rasulullah SAW mengucapkan terima kasih dengan senyum berseri kepada perempuan yang tadi telah memberi beliau sekeranjang jeruk.

Namun, perempuan tersebut pergi dengan raut wajah yang murung dan tampak kesal.

Salah satu sahabat bertanya.

"Ada apa ya Rasulullah? kenapa engkau sama sekali tidak memberikan buah jeruk itu kepada kami?" 

Rasulullah SAW kemudian menjawab.

"Sesungguhnya semua buah jeruk tadi terasa masam dan tidak enak"

Sahabat pun bertanya lagi.

"Lalu kenapa engkau memakannya dan menghabiskannya sendiri?"

Rasulullah SAW menjawab dengan nada lembut.

"Sesungguhnya perempuan itu menginginkan aku mencela buah jeruk itu, dan kemudian mempermalukan aku di depan kalian wahai para sahabat, namun siasatnya itu tidaklah berhasil"

"Aku juga tidak ingin berbagi buah jeruk masam dengan kalian, biarlah aku saja yang merasakannya sendirian" Rasulullah SAW melanjutkan.

Mata para sahabat berkaca-kaca, mereka sungguh menyesal telah berburuk sangka kepada Rasulullah SAW. Padahal beliau sedang melindungi mereka dari satu hal yang buruk.

--------

Semoga husnudzon selalu menjadi penghias akhlak kita sehari-hari, agar hati sellau bersih, agar pikiran tidak ternodai. Allah SWT pun telah melarang kita untuk berburuk sangka terhadap orang lain.



“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.” (Al-Hujurat : 12)




Semoga Bermanfaat :)
4 comments on "Mampukah Kita Selalu Husnudzon?"
  1. subhanalloh. saya baru dengar kisah ini di sini mbak. tfs ya.

    ReplyDelete
  2. Thanks for sharing, Mak :D

    ReplyDelete
  3. masya Allah, begitu indahnya akhlak rasulullah. Jazakillah mbak sudah mengingatkan saya mengenai kisah ini kembali.

    ReplyDelete
  4. sederhana namun penuh makna. makasih teh :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D