Antara Cita-Cita Kifah dan Saos Tomat

| On
June 09, 2015
Kifah dan Abbiy, waktu nungguin pesawat lepas landas di Bandara Husen Bandung

Sebentar lagi Kifah ulang tahun, yang ke-4. Tepatnya tanggal 12 Juni 2015 nanti. Lahir di Bandung dengan berat 3,4 kg di tahun 2011. Kemudian kami beri nama Muhammad Kifah Abdullah Sidik. Dengan harapan dan do'a semoga kelak putra kami menjadi Hamba Alloh yang senantiasa memperjuangkan kebenaran. Aamiin.

Karena sudah tau sebentar lagi ulang tahun, Kifah suka merengek minta dibawakan kado yang banyak. Supaya sama dengan teman-teman. 

Kifah sering menghadiri acara ulang tahun temannya, dan sering pula memberikan hadiah atau kado. Ceritanya sih minta balas kado juga di hari ulang tahunnya nanti. 

Tapi, kami tidak menyiapkan pesta apapun untuk Kifah. Rencananya hanya akan ada syukuran kecil di rumah nenek. Masak masakan sederhana, kemudian memanjatkan do'a bersama. 

Karena sekarang Kifah semakin tumbuh besar. Bahkan sudah mau masuk TK A. *baca juga tentang mempertimbangkan anak masuk TK disini* Kifah semakin bisa diajak ngobrol. Obrolannya sudah 80% nyambung, 20% nya lagi masih suka ngalor ngidul kalau ditanya tentang sesuatu hal.

Suatu hari sebelum tidur,

K: "Ummi, nanti kalau udah gede aku mau beli dompet yang gede"
U: "Buat apa?"
K: "Buat nyimpen uang yang banyak"
U: "Uang buat apa?"
K: "Buat belanja. Jadi nanti kalau ummi belanja, Kifah yang bayarin"
U: "Oh gitu, OK"

Hari lainnya,

K: "Ummi, kalau udah gede aku mau punya motor"
U: "Boleh"
K: "Nanti aku bonceng ummi ya"
U: "Ok, Siap"



*kemudian terharu*

Kifah senang mengutarakan impiannya suatu saat jika sudah besar nanti. Tapi, kalau diliat-liat kok mimpinya matrealistis amat ya? Punya uang banyak, punya motor. 

Hihi.

Mungkin karena kesehariannya sering nemenin Ummi-nya belanja. Sering dibonceng abbiy naik motor. Jadi, gambarannya tentang orang dewasa semacam itu lah.

Anak-anak kan hanya tau sesuatu yang bersifat real alias nyata. Belum bisa berfikir secara abstrak.

Lagian kalau Kifah ngomong,

"Ummi, kalau Kifah udah gede, Kifah akan membahagiakan ummi dan abbiy"

*toeng* 

Lebih aneh kan ya? Absurd banget. 

Tapi, tahukan pemirsa sekalian. Apakah indikator 'dewasa' menurut Kifah?


Suatu hari Kifah pernah ngomong gini,


K: "Ummi, kalau udah gede, aku nanti makan saos cabe"
U: " Loh kok nunggu gede?"
K: "Iya, soalnya orang gede makannya saos cabe, kalau anak kecil makannya saos tomat"


Jadi, selama ini Kifah gak pernah berani makan saos cabe. Karena gak suka pedes. Kifah cuma berani makan saos tomat. 

Kifah berasumsi bahwa indikator seseorang sudah dewasa adalah ketika berani makan saos cabe, bukan saos tomat lagi. Dan dia berharap suatu saat bisa menjadi dewasa ketika berani makan saos cabe.


*Cerita Random tentang Kifah, suatu hari mungkin aku akan sangat merindukannya*





8 comments on "Antara Cita-Cita Kifah dan Saos Tomat"
  1. Hihi lucu banget Kifah dah bisa diajak ngobrol. Cerita randomnya penting didokumentasi buat nostalgia hehe

    ReplyDelete
  2. Haha...Kifah lucu dan smart ya... kecil2 sdh tahu tuh manfaatnya dompet...sama dong keinginannya sama Bunda Rita ini... hehe...

    ReplyDelete
  3. Aduh Kifah...cobain deh saos cabe dikit2 hehe... Rara aja suka yang pedes2 lho...

    ReplyDelete
  4. hihi...iya kayak ponakanku jg makanya pk saos tomat...
    jadi dewasa identik dg saos cabe ya kata kifah hihihi...

    ReplyDelete
  5. celoteh anak2 selalu membuat rindu ya mak...apalagi nanti jika mereka besar

    ReplyDelete
  6. @Mbak Nay. Iya mbak, cerita random harus ditulis, suatu saat jadi kenangan :)
    @Mbak Rita: hehe, manfaat dompet sangat penting keknya. hihi :)

    ReplyDelete
  7. wah kifah, semoga menjadi anak sholeh ya

    ReplyDelete
  8. Hihii lucunya Kifah, tante sudah gedhe juga masih suka saos tomat loh :p

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D