Selalu Ada Hadiah Dari Kebaikan

| On
June 03, 2015
Image Source

Kami berdiri di depan Baby Zoo. Membuka peta lokasi. Membaca arah kemana kita harus pergi. Suasana masih ramai, mobil-mobil diparkir berjajar, pejalan kaki sibuk mencari lokasi yang akan dikunjungi. Anak-anak berlarian. Para pedagang sibuk menjajakan makanan dan aneka cindramata oleh-oleh khas Taman Safari Indonesia.

Langkah kaki membawa kami ke 'rumah' Kanguru. Segera saja kamera poket saya keluarkan dari saku. Potret sana, potret sini. Berharap ada gambar bagus yang tertangkap oleh lensa kamera.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahu.


"Mbak, bisa tolong fotoin kita?" Seseorang bermata sipit dan berkulit putih bertanya kearah saya sambil menyodorkan kamera.

"Hmmm, boleh" Saya mengangguk.

Mbak bermata sipit tadi membuat barisan bersama rekan-rekannya yang memakai kaos berwarna merah marun. Ramai dan siap berpose. 

"Oke, satu.. dua.. tiga.." 

Saya meminta mereka tersenyum pada hitungan ketiga. 

Klik. 

"Mbak, boleh fotoin lagi pake hape gak?" Salah satu rekan si Mbak Sipit tadi menyodorkan handphone.

"Hmmm.. okelah" jawab saya.

Selesai berfoto mereka tersenyum kepada saya seraya mengucapkan terima kasih. Saya pun membalasnya, tentu dengan senyuman pula. 

"Ummi kok mau sih disuruh ngambil foto mereka? Udah gitu banyak lagi ngambilnya? kenapa gak salah satu dari mereka aja yang ngalah untuk gak difoto" Kata Abbiy.

"Ya biarin aja lah, mudah-mudahan berbalas kebaikan lagi" 

Kami kembali menyusuri jalan. Sambil sesekali melihat peta lokasi pada brosur. Rumput hijau dan suara binatang membuat sore itu semakin segar. Beberapa turis mengantri untuk berfoto bersama bayi orang utan dan bayi harimau.

Kami hanya bisa bertatapan satu sama lain.

"Berani Mi?" tanya Abbiy.

Dan saya pun hanya bisa menggeleng dan melanjutkan perjalanan, kandang demi kandang.

----------------

Atraksi Naruto si Lumba-lumba membuat kami takjub. 

Lompatannya ke udara berhasil menyihir penonton untuk bertepuk tangan dengan keras dan juga berhasil membuat Kifah ketakutan. Tubuh ikan lumba-lumba yang 'tidak standar' layaknya ikan pada umumnya membuat Kifah berteriak dan meminta keluar dari arena pertunjukan.

Begitupun dengan atraksi Singa dan Harimau. Penampilan mereka membuat arena pertunjukan penuh sesak. Sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam untuk menonton pertunjukan.

Setelah setengah hari berkeliling di arena Taman Safari, kami sangat kelelahan. Kaki lecet. Perut pun keroncongan. Mau tidak mau kita harus mencari tempat istirahat sebelum pulang.

Matahari berwarna kuning. Membuat langit menjadi keemasan. Kami bertiga, saya, Abbiy, dan Kifah sudah duduk manis di sebuah kafe. Sambil menunggu pesanan datang, saya melemparkan pandangan ke sekeliling. Suasana makin nyaman.

"Bad News" Kata Abbiy, sambil membawa segelas Vanilla latte dan Green Tea dan menaruhnya di meja.

"Kenapa?" 

"Mobil bis buat pulang ke gerbang depan cuman sampe jam 5 sore" 

Seketika itu pula saya melihat jam di tangan, waktu menunjukkan jam 17.40 waktu setempat.

"Yah, gimana dong?" Saya mulai panik.

"Yaudah tenang aja dulu, nanti kita tanya-tanya lagi" Kata Abbiy.

Siang tadi kami memarkir motor di gerbang utama dan berkeliling menggunakan bis yang telah disediakan, lalu kami turun di shelter A untuk menikmati berbagai fasilitas dan wahana bermain yang disediakan oleh Taman Safari.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat saja, dan akhirnya kami ketinggalan bis untuk 'pulang' ke gerbang utama.

Ditengah kepanikan, sambil menyeruput kopi dan green tea, kami melihat ke arah shelter A. Tidak ada bis bermotif zebra yang lewat atau stand by disana. Jangan-jangan benar apa kata kasir tadi, bis wisata hanya beroperasi hingga pukul 17.00.

"Gimana kita pulang Bi? Masa numpang pake mobil orang?"

"Sebentar, mikir dulu"

Ide tak kunjung datang. Sementara Adzan Magrib siap berkumandang. Senja semakin redup. Gelap segera datang. 

"Bi, itu ada petugas lewat, naik motor" Saya menunjuk ke arah jalan. Seorang petugas Taman Safari berbaju hijau menggunakan sepeda motor melintas.

Abbiy bergegas keluar dari kafe yang masih riuh dengan pengunjung. 

Selang beberapa menit Abbiy kembali, nafasnya masih 'ngos-ngosan' karena mengejar petugas tadi.

"Gimana Bi?" Saya penasaran.

"Tenang aja, katanya masih ada bis kok"

Alhamdulillah. Lega. Kami segera menuju Shelter A. Menunggu bis bermotif zebra warna hijau datang menjemput. Beberapa 'calon penumpang' pun sudah duduk di shelter. Semoga saja bisnya segera datang.

Tak sampai sepuluh menit bis yang dinanti akhirnya datang juga. Para turis yang hendak menuju gerbang utama bergantian naik ke dalam bis. 

"Untung aja masih ada bis, mungkin aja ini balasan karena jadi tukang foto dadakan tadi ya, kita masih bisa naik bis, gak jalan kaki sampe depan sambil gelap-gelapan. Hiii sereemm" 

"Iya sih, kalau jalan lumayan juga nih"

"Akan selalu ada hadiah dari kebaikan. Selalu dicatat, dan selalu dibalas" Suara hati ikut berbisik. 

Dan kemudian saya semakin yakin, bahwa Dia tak pernah 'melupakan' amalan yang kita lakukan walau seberat zarrah pun. Baik itu amal baik atau pun amal buruk.

Obor-obor mulai dinyalakan. Malam ini malam minggu. Taman Safari siap-siap melakukan Safari Malam untuk pengunjung yang ingin menguji nyali plesir ke kandang Phantera alias keluarga macan, jaguar, dan kawan-kawannya. 

Suhu udara mulai menurun. Dingin menggigit kulit. Ingin rasanya segera pulang ke rumah, menuruni jalan raya puncak dengan kuda besi berwarna merah yang kini sedang menunggu sendirian.

Tunggu kami, 

Kami akan segera datang.

10 comments on "Selalu Ada Hadiah Dari Kebaikan"
  1. Alhamdulillah ya mba, setiap kebaikan yg kita bagi psti ada balasannya dg cara yg tidak terduga ya mba :)

    ReplyDelete
  2. Sekecil apapun kebaikan yakin selalu ada balasannya. Entah langsung atau tidak ya mbak

    ReplyDelete
  3. Hal jaza'ul ihsani illal ihsan (Ar Rahman:60) :)

    ReplyDelete
  4. setuju banget dengan judulnya dan balasan kebaikan itu bisa berupa apa sja ya mba

    ReplyDelete
  5. Ketika berbuat baik..pastilah akan dibalas dengan kebaikan juga ya mba...dan caranya pasti berbeda-beda.

    ReplyDelete
  6. setuju, Mbak. Itu kejadiannya di TSI, ya?

    ReplyDelete
  7. lagi baca baca nihh artikelnya .. hhee
    karna mau liburan kesana nanti hari senin :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D