I'tikaf: Pitstop dari Perjalanan

| On
July 09, 2015
 
sumber


Alhamdulillah,

Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir, dimana Allah telah menyisipkan satu malam yang menjadi rebutan semua muslim dan muslimah di seluruh dunia, yakni lailatul qadar.

Mesjid-mesjid pun mulai sesak oleh para jamaah yang ingin melakukan i'tikaf. Berdiam diri di rumah Allah, mengingatNya, menyebut namaNya, bersyukur padaNya, mohon ampun padaNya, mengharap hanya RidhoNya.

Malam-malam panjang itulah yang dirindukan, malam dimana manusia bermuhasabah atas perjalanan selama 11 bulan.  Perjalanan duniawi yang menyita banyak energi, perjalanan duniawi yang menguras banyak materi.

Ini saatnya, beristirahat dalam Pitstop-Nya.

11 bulan bukan waktu yang singkat. 11 bulan yang lalu, kehidupan banyak diwarnai dengan perubahan, persaingan, kegelisahan, keterpurukan, kegalauan, kebahagiaan, kesyukuran, kesedihan, dan macam rasa yang ada di hati tiap manusia.

11 bulan adalah perjalanan yang melelahkan. Mungkin, setiap hari kita shalat, tapi tak pernah benar-benar bertemu denganNya. Mungkin selama ini kita tilawah, tapi tak pernah benar-benar mengerti pesan dariNya.

11 bulan adalah ujian. Kesedihan, duka, keterpurukan, kerap kali mengingatkan kita akan kehadiranNya, tapi tidak jarang, ujian yang terjadi justru membuat jarak antara kita dan sang Maha Pencipta.

11 bulan adalah nikmat. Kebahagiaan, jabatan, rezeki, anak, harta, menjadi pundi-pundi yang membuat kita tersenyum. Merasa puas akan kehidupan yang kita jalani, merasa puas akan pencapaian diri. Tapi apakah semuanya sudah benar-benar kita syukuri? atau hanya berterima kasih pada diri sendiri?

10 hari, ya hanya 10 hari dalam 1 bulan istimewa ini, biarkan air mata jatuh diantara sajadah panjang. Biarkan hati menangis bersimpuh rasa malu kepadaNya. Atas kesombongan, atas kekufuran.

I'tikaf adalah masa untuk memetik hikmah atas 11 bulan yang begitu melelahkan. 11 bulan mengarungi duniawi yang kian gemerlap membutakan mata hati. 

I'tikaf adalah sebuah pemberhentian dari perjalanan panjang. I'tikaf adalah waktu yang tepat untuk mengisi kembali ruhiyah yang lama kering kerontang.

I'tikaf adalah cara terbaik untuk kita kembali padaNya. Mengenali apa yang harus kita cari dalam hidup, menggali makna atas apa yang kita jalani selama ini.

I'tikaf adalah sebuah pitstop. Jangan ditinggalkan, jangan disia-siakan. 


#SelfReminder Pisan 

 
3 comments on "I'tikaf: Pitstop dari Perjalanan "
  1. 10 hari terakhir yang begitu berharga, sayang jika di sia-siakan.

    ReplyDelete
  2. Iya betul, apalagi blm tentu kita bertemu ramdhan tahun depan :)

    ReplyDelete
  3. Postingan yang indah, Mbak .... terima kasih, ini mengingatkan saya ...

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D