Ini Dia 20 Topik yang Selalu Bikin MOM WARS!

| On
August 10, 2015


Sumber Gambar


Hallooo bu ibuuu sekaliaannn...

Apa kabbaarrr....

Bahasan kali ini keknya sesuatu banget yah, dan tentunya sudah sering sekali malang melintang di telinga dan kepala seorang ibu. Apalagi ibuk-ibuk yang hobi nge-gadget dan nge-medsos.

Apalagi kalau bukan MOM WARS!!!

Iya MOM WARS, alias 'perang' para ibu di dunia maya ataupun di dunia nyata. Saya sendiri pernah lihat (dan sesekali pernah terlibat juga) sama perang-perang dibawah ini.


Saya hanya merangkumnya berdasarkan apa yang pernah saya lihat dan saya baca di internet (di berbagai media sosial) dan yang juga terjadi secara off line di dunia nyata. Buat yang mau nambahin, boleh. Mau komentar, juga boleh banget.

Saya tulis secara random seingetnya saya, nggak berdasarkan urutan besar frekuensi terjadinya MOM WARS ini. 


Selamat membaca....




1. ASI vs SUFOR


Ini kayaknya topik yang palinge NGEHITTTTSSSSS dikalangan ibu-ibu. ASI vs SUFOR. Dunia ibu-ibu gak berwarna rasanya kalau belum bahas yang satu ini. 

2. Vaksin vs Antivaksin

Ini juga gak kalah NGEHITTTSSSS. Sampai-sampai Ikatan Dokter Indonesia, KEMENKES, Ulama juga turun tangan untuk mengatasai mom war yang satu ini. 

Kelompok anti vaksin yang beranggapan bahwa vaksinasi adalah sebuah tindakan irrasional yang dilakukan pemerintah untuk mencegah timbulnya penyakit. Bahkan dikaitkan dengan isu konspirasi, rekayasa, zionis, dan sebagainya.

3. Ibu Bekerja vs Ibu di rumah

Cung siapa yang belum pernah berdebat soal ini? Hebat-lah!!!

Tapi saya gak yakin. Minimal pasti pernah lah ngoment soal yang kek gini di media sosial. Atau malah sampai ngeposting blog tentang ibu bekerja dan ibu di rumah.

Hayooo ngaakuuuu???

4. MPASI Rumahan vs MPASI Instan

Ibu-ibu juga selalu berantem masalah beginian. Masalah MPASI yang bikin sendiri dan yang beli instan di super market. Ada yang saling tuduh males lah, apa lah, macem-macem deh pokoknya.

5. Gula Garam vs Anti Gula Garam

Selain MPASI rumahan dan MPASI instan, para ibu juga berdebat soal penambahan gula dan garam ke dalam makanan bayi. Ada yang percaya kalau gula garam membuat anak menjadi pemilih dalam hal makanan, gula garam belum bisa dicerna bayi. Dan ada juga ibu yang berpendapat bahwa gula garam tidak apa-apa dimasukan dalam MPASI.

6. Pospak vs Clodi

Pospak alias popok habis pakai yang biasa dijual di warung atau super market juga jadi bahan gunjingan ibu-ibu. Katanya pospak itu gak ramah lingkungan dan gak ramah kantong. Tapi ada juga ibu-ibu yang bilang kalau Clodi itu justru gak efektif karena cepat basah dan lama keringnya kalau dicuci.

7. Ke Dokter vs Cara Alami

Masalah ke dokter atau ngga ke dokter juga jadi masalah ibu-ibu banget. Ada yang anak sakit sedikit harus ke dokter supaya aman, takut kenapa-kenapa soalnya. Ada juga ibu-ibu yang slow kalo mau ke dokter, gejala sedikit mah bisa ditangani sendiri. Gitu katanya.

8. Obat Kimia vs Obat Herbal

Selain ke dokter, obat-obatan dokter juga jadi masalah bagi ibu-ibu. Ada yang gak suka kasih obat kimia ke anak atau bayi, lalu lebih milih obat herbal. Ada yang percaya banget sama khasiat obat kimia dari dokter. 

9. Calistung Balita vs Anti Calistung  Balita

Ngehitsss juga ini kemaren-kemaren, soal balita yang diajarin calistung sama yang ngga diajarin calistung. Komentarnya macem-macem, ada yang nge-calistung-in balita karena ikut sekolah luar negeri, ada juga yang ngga nge-calistung-in anak karena merasa memang belum saatnya.

10. Home Schooling vs Sekolah Umum

Kaget juga sama komentar seorang ibu yang bilang: "aku gak mau nyekolahin anakku di TK, karena kerjaanya cuman nyanyi-nyanyi aja. Haram itu hukumnya!" Jadi dia akhirnya nge-home schooling anaknya karena sekolah umum tidak sesuai syariat agama (menurutnya). 

Gak sedikit juga ibu-ibu yang masih pro dengan sekolah pada umumnya, karena mengingat home schooling itu ribet, banyak mengeluarkan biaya, dan juga merasa kurang kompeten untuk mendidik dan membelajarkan anak sendiri.

11. Gadget vs No Gadget

Ada aja orang tua yang bebas banget ngasih gadget ke anak, tapi ada juga orang tua yang ngga boleh ngasih anak gadget sama sekali. Toh kata alm Steve Job, beliau gak pernah sama sekali ngasih gadget ke anaknya. 

Orang tua yang pro sama gadget buat anak biasanya membiarkan anak main gadget asal mainan gadgetnya yang positif-positif aja. Sedangkan yang kontra tetep keukeuh kalo gadget akan membuat anak ketagihan.

12. Day Care vs Pengasuh Rumahan

Salah satu kebutuhan ibu bekerja adalah tentang pengasuhan anak. Ini juga salah satu war yang tak kunjung usai. Ada yang milih punya pengasuh di rumah karena cenderung lebih aman, apalagi diasuhnya sama kerabat atau saudara sendiri. 

Tapi ada juga yang lebih milih day care karena lebih praktis, ditambah ada program edukasi dari lembaga daycare untuk anak-anak (bisa sambil belajar). Dan di daycare anak-anak lebih mudah bersosialisasi dengan anak yang lain.

13. Beli Baju Lebaran vs Gak Beli Baju Lebaran

Yang satu ini kocak juga, masa cuman gara-gara gak beli baju lebaran doang jadi ribut. 

*tepok ketupat*

Ada ibu yang gak mau beli baju lebaran, soalnya gak mau membiasakan anak untuk membeli barang yang serba baru di hari lebaran. Ada juga ibu yang memang suka beli baju baru untuk sekedar memberikan hadiah atau sebagai apresiasi jerih payah anak ketika berpuasa di bulan Ramadhan.

14. Car Seat vs Dipangku 

Balita kalo naik mobil harus pake car seat lho! Supaya aman! 

Ini juga, ada yang idealis banget pake car seat di mobil buat anak balitanya, tapi ada juga yang lebih milih dipangku aja, kasian anak-anak duduk sendirian dan anaknya juga gak akan merasa nyaman.

15. Baby Led Weaning vs Disuapin

Bayi makan sendiri alias BLW adalah metode pemberian makan bayi yang membiarkan bayi atau balita "ngacak-ngacak" sendiri makanan yang mau dia makan. Gak mesti disuapin ibunya. Katanya sih, BLW bisa membuat anak mandiri dan melatih motorik anak.

Apa semua ibu setuju? Gak juga tuh, ada yang bilang BLW bikin repot dan berantakan. Apalagi kalo di rumah tanpa ART dan ada beberapa kakak si bayi. Mending tinggal ciat... ciat.. ciat.. makanan dari tangan ibu masuk ke mulut bayi. Selesai.

16. Baby Chair atau Makan sambil Keliling

Memandirikan anak untuk makan juga jadi masalah buat beberapa ibu. Ada sebagian ibu yang nyinyir banget sama ibu lainnya yang masih nyuapin anak sambil digendong.

Apalagi digendong sambil muter-muter komplek. Debu-debu pada masuk ke makanan semua, katanya. 

Ya tapi gimana, orang bayinya gak suka makan di baby chair. Yang ada malah ngamuk-ngamuk. Eh, pas dia diajak makan sambil keliling makanannya malah jauh lebih banyak. Bye-bye baby chair

17. Weaning With Love vs Sapih Tradisional

Dilema besar seorang ibu adalah ketika menyapih anaknya. Menghentikan anak untuk nge-ASI itu susahnya bukan main, bukan hanya susah secara teknis, tapi juga susah secara mental.

Pasti ada aja ibu yang gak tega buat menyapih anaknya, malah kadang gak disapih, nunggu anaknya lepas ASI sendiri. Sehingga masa ASI anaknya lebih dari biasanya (2 tahun).

WWL menggunakan pola yang gak biasa. Anak diajak komunikasi terus supaya berhenti nge-ASI dalam keadaan tidak terpaksa. Tapi,  sebagian ibu ada yang gak berhasil dengan cara ini dengan berbagai alasan, dan akhirnya menggunakan metode sapih tradisional.

Biasanya ada ibu yang menggunakan obat merah, kayu putih, brotowali, supaya anaknya merasa ASI-nya gak enak lagi.

Perbedaan cara menyapih model gini juga bikin PERANG LAGI.


18. Melahirkan Normal vs Operasi Caesar

Aduh, ini juga sama aja, ada ibu-ibu yang OVER bangga karena melahirkan normal dan suka mem-bully yang melahirkan dengan operasi caesar. Ada juga ibu-ibu yang melahirkan caesar merasa LEBIH WAH karena melahirkan dengan cara operasi. 

Suka bikin pusing nih yang kek gini. 

19. Pakai ART vs Gak Pakai ART

Idealisme ibu-ibu yang gak pake ART perlu diacungin jempol, tapi kalo berlebihan akhirnya memicu Mom Wars juga loh.

Ada ibu yang merasa bahwa jika kita menggunakan ART berarti kita bukanlah ibu yang sejati, ibu yang malas urus rumah lah, ibu yang gak bisa menej waktu lah, and bla..bla...bla..

Sedangkan ibu yang menggunakan ART jelas-jelas membela diri bahwa menggunakan jasa ART itu bukan berarti pemalas. Tapi ada hal-hal tertentu yang membuatnya menggunakan jasa ART, misalnya kewalahan karena terlalu banyak anggota keluarga, bisa menyiasati produktifitas waktu, atau karena sibuk bekerja.

20. Poligami vs Anti Poligami

Beberapa waktu lalu media sosial sempet geger juga gara-gara ada seorang perempuan yang 'mencak-mencak' di facebook karena merasa jodohnya tak kunjung datang dikarenakan perempuan yang tidak mau dipoligami. Ia merasa bahwa populasi perempuan sudah semakin banyak, sedangkan lelaki semakin sedikit di muka bumi.

Baginya poligami itu solusi, untuk perempuan yang sulit menikah diusia yang semakin matang. 

Saya juga pernah liat sebuah akun facebook yang memang mempropagandakan poligami. Akun tersebut bilang bahwa kalau seorang istri belum punya 'adik' itu katanya gak keren. 

Hihihi..

Kalau ada yang setuju poligami, pasti ada juga yang gak setuju. Gak usah disebutin lagi lah ya alasan gak setujunya, yang jelas, tema poligami juga bikin War buat ibu-ibu masa kini. 

Coba aja liat di facebook, masih ada juga yang debat masalah dukung poligami dan anti poligami. 

-----

stop mom wars
Sumber Gambar


Note:

Kalau saya pribadi jelas-jelas saya menolak adanya mom wars diberbagai media sosial ya, apalagi ini tentang pilihan hidup masing-masing orang, yang ada baiknya kita saling menghargai satu sama lain.

Mudah-mudahan kedepan gak ada lagi mom wars macam kek di atas itu. Malah ada baiknya sebagai ibu kita saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Jika niat diskusi adalah edukasi, mungkin bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih santun.



Bukankah niat yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik?

Yuk Ah, STOP MOM WAR :)
16 comments on "Ini Dia 20 Topik yang Selalu Bikin MOM WARS!"
  1. Duh moms :D Saya masih calon emak-emak, semoga nggak ada yang ngajak perang soal-soal beginian :D

    ReplyDelete
  2. iya baiknya dihindari sih, aku juga suka nyesel kalo dulu suka ikut nyinyir ke orang, padahal kan yang dinyinyirin blm tentu lbh buruk dari apa yg kita sangka... hadeuuhhh

    ReplyDelete
  3. saya mah cinta damai...sering merasa tersudut dengan pandangan salah satu pihak krn sy ada dipihak lain, tp ah toh mereka tidak selalu tahu yang sebenarnya...sekarang mulai dibawa santai. paling nyesey buat sy adalah soal working mom n stay at home mom, sensiiii tingkat dewa hahaha.
    trus saat ada bully-an soal cesar n normal sy nyengir aja, krn mrk tp perlu tahu kenapa 3 kali sy harus cesar...
    kenapa sih harus ribut...kita berbeda agar kita belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kan ya.. pasti ada aja yg diributin.. padahal alasan tiap org tuh macem macem.. jgn diukur sama diri sendiri aja.. wah mak.ophi caesar 3x.. salut..

      Delete
  4. Mom war ini makin marak smenjak adanya socmed ya mbak

    ReplyDelete
  5. saya tambahi mbak. ini ngehits ga ya?

    sunat di usia dini vs sunat di usia tamyiz.

    ReplyDelete
  6. Kayanya sekarang semua topik jadi moms war deh.. kaya ga da keejaan aja. Suka heran sama orang2 yg hobi war .. kenapa sih ga menghargai pilihan orang toh yg ngejalanin bukan dia? Kenapa ikutan repot??

    ReplyDelete
  7. Iya nih ada aja yang bisa bikin MOM WARS, tiap orang kan beda-beda, keadaannya juga beda-beda, pasti pilihannya juga beda-beda. Hargailah pilihan orang lain. Tapi yang pasti semua ibu berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuu bgt sama komen Mba Dona :) Do the best and stay positive aja deh.

      Delete
  8. Nyimak dulu. Belum jadi mom soalnya hehehe :D

    ReplyDelete
  9. Saya gak pakai car seat karena ngirit hihihi.. Iya nih mom war bikin geleng2 kepala.

    ReplyDelete
  10. halaaah, banyak banget ya mba. terus terang males ikutin mom war hehe...tiap orang pasti ada alasannya melakukan sesuatu. so...kita dengan apa yg kita anggap benar, dan mereka dengan keyakinannya juga...perbedaan itu indah

    ReplyDelete
  11. Damai2 ajalah ya mbak biar enak :)

    ReplyDelete
  12. Ini yang paling saya hindari. Saya paling tidak suka berada dalam situasi "WAR".. meski saya tidak setuju terhadap satu hal atau bertentangan dengan topik itu. Saya lebih memilih menjadi silent reader. WAR itu membuang waktu dan energi karena nggak akan ada yang puas dan nggak akan berhenti untuk mencari pembenaran diri. Pro dan Kontra itu hal biasa. Lebih baik saling menghargai keputusan masing-masing. Toh, semua resiko akan ditanggung sendiri. Ya kan, maaak cantik? ;))

    ReplyDelete
  13. Kalau pada dasarnya orangnya suka terlalu mempermasalahkan pilihan orang lain, mandiin anak pakai air hangat vs air dingin aja bisa jadi topik war Mbak he he.

    By the way saya sudah follow blog nya #74 (ngarep di follow balik he he), baru manjat thread follow-follow an di KEB. Terima kasih :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D