Bersama BNI Memajukan Pendidikan Indonesia

| On
August 03, 2015


"Di depan menjadi pemimpin, di tengah mampu memimbing dan mengarahkan, di belakang memberikan dorongan yang kuat" -Ki Hajar Dewantara-

Begitulah bunyi petuah yang diberikan oleh Ki Hajar Dewantara kepada seluruh pendidik di Indonesia. Petuah bijak yang saya dengar dan kemudian saya pelajari dengan sungguh-sungguh tujuh tahun lalu di Universitas Pendidikan Indonesia.

Petuah yang sederhana dan sarat makna yang menjadi landasan oleh para pendidik Indonesia dalam mengemban tugasnya untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Singkat, jelas, dan padat. Namun pada kenyataanya, petuah bijak ini sangat sulit dan perlu 'keahlian' khusus dalam mengaplikasikannya di dunia pendidikan.

Universitas Pendidikan Indonesia adalah salah satu universitas milik pemerintah yang secara khusus mencetak tenaga pendidik dan kependidikan yang mumpuni, cerdas, dan berkualitas baik secara lahir maupun batin. 

Tenaga pendidik dan kependidikan ini seringkali disebut guru, dosen, pengawas, pengembang kurikulum, widyaiswara/trainner di lembaga Diklat, pustakawan, dan lain sebagainya. 

UPI dengan motto "Leading and Outstanding University" memiliki tanggung jawab yang besar untuk mencetak tenaga pendidikan dan kependidikan yang mampu memajukan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Menjadi Mahasiswa UPI

Awalnya saya tidak menyangka sama sekali akan kuliah di kota kembang Bandung, Jawa Barat. Dan menjadi salah satu mahasiswa di kampus yang seringkali disebut ex. IKIP Bandung.

Pertama kali saya menginjakan kaki di kampus UPI Bumi Siliwangi Bandung, hal yang pertama kali saya lakukan adalah melakukan registrasi mahasiswa baru. Dan disitulah awal mula saya mengenal Bank BNI.

Antrian mahasiswa baru saat itu mengular di gedung BAAK kampus UPI Bumi Siliwangi Bandung. Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah membuat antrian dari pagi hingga sore hari dengan dilayani oleh para petugas Bank BNI.

Kami melakukan pengisian data diri, pengarahan dan juga melakukan sesi 'pemotretan' untuk membuat Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Semuanya dilayani dengan sabar oleh petugas Bank BNI bersama staff administrasi kampus.



csr Bank BNI
Buku Tabungan BNI-ku

csr Bank BNI
KTM pertama ku disponsori Bank BNI *So Happy*

Perjalanan kuliah saya di Bandung diawali dari sini, senang sekali saatnya ketika bocah yang baru saja lulus SMA mendapatkan Kartu Tanda Mahasiswa yang disponsori oleh Bank BNI. 

Yang membuat saya salut adalah ketika melakukan registrasi, antrean yang sangat panjang sepanjang hari tidak membuat petugas BNI lelah melayani kami. Mereka masih tersenyum walaupun saya tahu kami semua (baik mahasiswa baru dan petugas Bank BNI) sudah sangat kelelahan.

Saya sendiri berdiri di gedung BAAK sejak pukul 10 pagi hingga jam 5 sore. 

KTM Pertamaku

Seperti yang saya bilang sebelumnya, memiliki KTM pertama itu benar-benar suatu hal yang luar biasa. Saya simpan baik-baik di dompet hijau kesukaan saya. Walaupun suatu hari dompet saya raib kena copet.

Awalnya saya sangat sedih dan bingung ketika KTM saya hilang dan buru-buru saya membuat laporan ke Customer Service Bank BNI. Alhamdulillah, pelayanan yang nyaman membuat saya tenang, dan selang seminggu kemudian saya memiliki KTM yang baru.

Selain sebagai kartu identitas mahasiswa, KTM BNI bisa digunakan untuk menarik tunai di ATM. Sebagai mahasiswa rantau seperti saya, mempunyai kartu 'ajaib' yang bisa menerima uang transfer dari orang tua sangat penting. 

Designed by Me, Icon by www,freepik.com



Selain untuk tarik tunai di ATM, KTM BNI UPI milik saya ini juga digunakan untuk menjadi anggota perpustakaan. Sehingga saya bisa meminjam buku-buku penunjang perkuliahan dengan sangat mudah.

Untuk rekening BNI sendiri, selain digunakan untuk menyimpan uang, rekening BNI digunakan untuk proses autodebet SPP setiap semester. Tidak terbayang jika kampus UPI masih melakukan proses pembayaran SPP secara manual. Akan seberapa panjang antrian mahasiswa yang ingin membayar uang kuliah?

Untung saja ada rekening BNI, setiap waktunya pembayaran SPP (kisaran bulan Mei-Juni dan November-Desember) mahasiswa UPI tinggal menyetor uang ke rekening masing-masing sejumlah biaya kuliah per semester dari kantor cabang BNI manapun. Kemudian Bank BNI akan meng-auto debet jumlah tabungan sesuai dengan biaya perkuliahan.

Sangat mudah bukan? 

Apalagi kondisi mahasiswa UPI yang datang dari Sabang sampai Merauke. Dimana ketika saatnya membayar SPP Semester sedang asyik liburan di kampung halaman. Dengan kerja sama ini, mahasiswa sangat dimudahkan dalam membayar biaya perkualiahan. Tak perlu berlelah-lelah datang ke kampus.


Pojok BNI di Perpustakaan UPI

POJOK BNI di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia
Gedung Perpustakaan UPI

Ada yang menarik perhatian saya ketika pertama kali masuk ke perpustakaan kampus UPI. Yakni Pojok BNI. Apa itu pojok BNI? 

POJOK BNI di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia
POJOK BNI di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Ketika pertama kali masuk ke gedung perpustakaan ada sebuah tempat yang dinamakan Pojok BNI. Karena penasaran, kemudian saya mencoba untuk "menjelajahi" Pojok BNI tersebut.

Ada beberapa mahasiswa yang juga sedang beraktivitas di Pojok BNI, sebagian dari mereka sibuk menatap layar monitor.

Setelah saya mencoba fasilitas Pojok BNI di Perpustakaan, ternyata Pojok BNI adalah sebuah fasilitas yang disediakan BNI untuk mempermudah mahasiswa untuk memperoleh informasi terkait tentang buku-buku yang tersedia di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia.

Mahasiswa dapat menggunakan fasilitas Pojok BNI untuk mencari ketersediaan koleksi buku, nomor rak buku tempat buku yang ingin kita cari, dan juga status peminjaman buku tersebut.

Tentu saja fasiltas ini sangat memudahkan mahasiswa dalam mencari informasi buku dengan sangat efisien. 

POJOK BNI di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia
Designed by Me, icon by www.freepik,com

Manfaat yang paling terasa adalah ketika saya pertama kali mengawali perkuliahan. Sebagai mahasiswa yang awam tentang ilmu pendidikan, saya banyak menggunakan pojok BNI untuk mencari beberapa referensi buku yang ingin saya cari.

Selain itu, moment yang paling berkesan ketika menggunakan Pojok BNI adalah ketika menyelesaikan skripsi. Hihi, mungkin ini semua dialami oleh seluruh mahasiswa UPI.

Dimana ketika kewajiban menyelesaikan skripsi atau tugas akhir lainnya itu datang, kebutuhan untuk membaca literatur atau referensi buku menjadi berkali lipat dari sebelumnya. 

Bagaimana cara menggunakan fasilitas Pojok BNI? Caranya sangat mudah, mahasiswa tinggal memasukkan keyword judul buku, kata, kalimat yang relevan dengan buku yang dicari, ataupun dengan cara mengetik nama pengarang buku tersebut pada komputer yang telah disediakan oleh BNI.

Dan dalam hitungan detik, puluhan bahkan ratusan judul buku yang kita inginkan tampil di layar monitor.


Dengan adanya Pojok BNI dari CSR BNI di perpustakaan UPI beberapa manfaat yang saya dapat adalah:

1. Kemudahan mengetahui status ketersediaan buku

Dengan mengetahui status ketersediaan buku, kita tidak perlu berlelah-lelah mencari buku diantara rak-rak apabila memang buku tersebut tidak tersedia atau semua 'sold out' tanpa tersisa satu pun.

Untuk beberapa buku yang memang menjadi buku rujukan utama, kondisi ini seringkali tejadi. Ketersediaan buku sangat terbatas sedangkan mahasiswa yang ingin meminjam berbondong-bondong dari berbagai fakultas.

Pojok BNI dari CSR BNI mampu meberikan informasi akurat ketersedian buku yang ingin kita cari sehingga kita sebelum menjelajah isi perpustakaan kita bisa memastikan buku apa saja yang tersedia dan sedang dipinjam oleh mahasiswa lain.

2. Kemudahan mencari berbagai jenis koleksi buku

Kemudahan ini sangat terasa ketika pertama kali melakukan perkuliahan pada semester awal. Dimana setiap mahasiswa hanya dibekali Kartu Rencana Studi yang berisi sebaran mata kuliah.

Dari sebaran mata kuliah itu lah mahasiswa dapat 'melacak' buku-buku apa saja yang mampu menunjang mata kuliah tersebut. Cukup dengan mengetik keyword seperti judul mata kuliah, kata, kalimat, ataupun beberapa penulis buku yang dikenal, maka sejumlah buku dengan keyword yang kita maksud akan bermunculan di layar monitor.

Andai saja hal ini dilakukan secara manual, menyisir rak demi rak buku tentunya akan memakan waktu yang tidak sebentar dan energi yang tidak sedikit.

Dengan memanfaatkan Pojok BNI di perpustakaan UPI, mahasiswa tinggal membawa secarik kertas dan pulpen atau smartphone untuk mencatat lokasi buku pada rak buku yang telah disediakan.

3. Efisiensi waktu

Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika mahasiswa masih melakukan pencarian buku secara manual, tentu saja akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Perpustakaan UPI yang sangat luas pasti akan membuat kita kebingungan untuk memilih buku apa saja yang tersedia untuk menunjang proses perkuliahan.

Banyaknya kegiatan di kampus juga membuat mahasiswa harus membuat manajemen waktu dalam melakukan berbagai aktivitas. Seperti pembagian waktu untuk mengikuti proses perkuliahan, mencari bahan atau referensi, mengerjakan tugas, berorganisasi, dan lain sebagainya.

Proses pencarian referensi atau literatur yang cepat, mudah, dan akurat tentunya sangat mendukung dalam manajemen waktu aktivitas kampus bagi kami selaku mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.

4. Ramah lingkungan 

Satu lagi manfaat yang sekilas tidak tampak, yakni ramah lingkungan. 

Pada era sebelumnya, perpustakaan manual masih memberlakukan katalogisasi cetak untuk membantu proses pencarian referensi dan literatur perkuliahan. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, katalogisasi buku berpindah ke era digital menggunakan komputerisasi.

Salah satu manfaatnya adalah meminimalisir penggunaan kertas ketika membuat daftar katalog buku yang tersedia di perpustakaan. Dengan adanya bentuk katalog digital ini, kegiatan ramah lingkungan terus bisa dilakukan.


Sekilas tentang CSR BNI 

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang diantaranya konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. (Wikipedia)

BNI sendiri adalah sebuah perusahaan perbankan yang berdiri sejak tanggal 5 Juli 1946 telah memiliki berbagai program CSR untuk berbagai kalangan masyarakat.


csr bank bni
Berbagai Jenis Program CSR BNI
Designed by Me, Icon by www.freepik.com
1. Bina Lingkungan

Program bina lingkungan mencakup bantuan bencana alam, pendidikan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan pra sarana umum, pengentasan kemiskinan, dan pelestarian alam.

2. Program Kemitraan

Program kemitraan terdiri dari program kampoeng BNI untuk memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat pedesaan, membawa UMKM Indonesia Go Internasional, melakukan pendampingan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat khususnya industri kreatif.


3. PK. Kampoeng BNI

Kampoeng BNI adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di berbagai daerah. Tujuan pembentukan Kampoeng BNI adalah untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal di daerah tersebut.

4. PK. Mitra Binaan Usaha Kreatif

5. PK. Kerajinan
6. PK. Fashion

Kerja sama BNI dengan UMKM fashion di Indonesia. Produk fashion yang bercita rasa Indonesia dari berbagai UMKM tanah air. 

7. BNI Go Green

Fokus BNI dalam mendukung pelestarian alam dan lingkungan hidup diwujudkan melalui beberapa kegiatan program seperti sebagai berikut:

Program Biogas Rumah BNI mendukung pelaksanaan program BiRu (Biogas Rumah) di Pulau Sumba, Nusa tenggara Timur, dengan mendonasikan 40 unit biogas digester. Dengan memanfaatkan kotoran sapi, alat biogas digester dapat menghasilkan gas sebagai sumber daya terbarukan untuk kompor rumah tangga.

Program Kali Ciliwung Bersih Program Kali Ciliwung Bersih bertujuan untuk membersihkan lintasan sungai Kali Ciliwung dan dikerjakan secara sukarela oleh beberapa kelompok komunitas masyarakat, dimana dana bantuan dari BNI dipergunakan untuk menyediakan peralatan pengangkut sampah sungai serta memberdayakan penduduk setempat untuk aktif mengelola kebersihan Kali Ciliwung. 

8. Kerja Sama Lembaga

Salah satunya adalah BNI menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang menjadi anggota signatory UNEP-Finance Initiative tahun 2005. BNI dan WWF menandatangani kerjasama pelestarian penyu dan kerjasama mutual lainnya. Penandatangan dilakukan di Manado pada saat event WOC bulan Mei 2009. 

Untuk informasi lebih lanjut klik disini.


csr bni upi
Bani BNI cabang Universitas Pendidikan Indonesia foto 2015

Kecil Bermakna Besar

Bagi sebagian orang, bantuan yang diberikan CSR BNI merupakan hal kecil yang bermakna besar. Termasuk saya.

Pojok BNI yang tersedia di perpustakaan UPI sekilas merupakan fasilitas yang sederhana dan dapat dibuat oleh siapapun. Namun bagi saya, sesungguhnya dari hal yang sederhana terkandung nilai filosofi yang sangat besar.

Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia, sebagian besar berperan menjadi garda terdepan pendidikan di Indonesia, yakni menjadi seorang pendidik. Tidak sedikit lulusan Universitas Pendidikan Indonesia yang mengabdi hingga ke pelosok dan kepulauan.

Memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni sebagai tenaga pendidik dan kependidikan adalah hal yang mutlak. Salah satu cara mendapatkan ilmu pengetahuan adalah dengan melahap berbagai literatur ilmiah yang tersedia di perpustakaan.

Pojok BNI di perpustakaan UPI layaknya sebuah kunci awal untuk mencari berbagai sumber informasi dan ilmu pendidikan yang kelak akan dibawa para alumni untuk memajukan pendidikan Indonesia dari Sabang hingga ke Merauke.

Menjelajah berbagai 'kata kunci' di Pojok BNI seperti sedang mencari harta karun diantara deretan rak-rak buku yang berjajar rapi, dan diantara ribuan buku ada di dalamnya.

Harta karun yang terbawa hingga pengabdian menjadi seorang pendidik demi bangsa dan tanah air menjadi sebuah semangat yang tak tergantikan. Sama halnya seperti semangat BNI 'Menjadi yang Terdepan' kami pun para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki semangat yang sama untuk memajukan pendidikan Indonesia.






 Terima kasih Universitas Pendidikan Indonesia, Terima kasih Bank BNI.


Maju terus Pendidikan Indonesia!
17 comments on "Bersama BNI Memajukan Pendidikan Indonesia"
  1. ktm fenny juga di sponsori bni :)

    ReplyDelete
  2. keren nih mak.
    Good luck yak

    ReplyDelete
  3. Kereeeeennnnnn....Juara lagi ini mah.....Semangat mba tetty :)

    ReplyDelete
  4. Mbka Fenny dulu kuliahnya dimana mbak? :)

    Makasih mak Nurul, supporter sejati nih, makasih banget ;)

    Handdriati: aamiiinnnnn... ikutan juga ngga?

    ReplyDelete
  5. Lengkap banget mba... sukses ya ngontesnya...

    ReplyDelete
  6. Banyak yg bahas dari sisi KTM yah sepertinya.. *ok note* gambarnya bagus mak.

    ReplyDelete
  7. Dulu pas masih kuliah di undip KTMku juga berfungsi sbg ATM BNI. Keren mak tulisannya..semoga sukses ya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama mak.. tulisan mak arifah jg bgus bgt.. :)

      Delete
  8. Kaa... Mau tanya dong, tolong dijawab yaa. Saja juga baru masuk upi 2016 dan di kasih ktm juga. Kalo ktm bisa dipakai buat transfer uang ga???

    ReplyDelete
  9. @Meyla: Wah selamat ya, bisa. KTM itu sama banget fungsinya ky ATM :D

    ReplyDelete
  10. mba mau tanya kalo tabugan bni khusus ktm (mahasiswa upi) terkena biaya admin ndak tiap bulan nya.. trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. seinget aku ngga kena biaya admin mbak

      Delete
    2. seinget aku ngga kena biaya admin mbak

      Delete
  11. mbak.. mau tanya kalau tabungan BNI khusus KTM (mahasiswa UPI)terkena biaya administrasi ndak tiap bulan nya. trims

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D