Jadi Ibu Harus Jorok!

| On
February 11, 2016
review lifebuoy clinishield 10






Saat seorang bayi dilahirkan, sang ibu juga merasa dilahirkan. Ia tidak pernah merasa ada sebelumnya. sebagai seorang wanita ia ada, tapi bukan seorang ibu. Menjadi ibu sungguh hal baru. (OSHO)


Kehadiran seorang bayi mampu merubah segalanya. Saat pertama kali menikah, kita pasti merasa menjadi seorang yang berbeda, ada laki-laki yang mendampingi kehidupan kita sehari-hari, ada seseorang yang harus kita jaga di tiap detiknya. Dan semua berubah lebih lagi ketika kita mendapatkan sebuah tangisan bayi di atas pangkuan. 

Kata orang, jika kita mau dewasa, maka menikahlah dan punya anak. Karena dengan menikah dan punya anak, tanggung jawab dan keberanian kita akan diuji. 

Sebelum menikah dan punya anak, seorang perempuan bebas melakukan apa saja. Bekerja, jalan-jalan, makan bareng teman, belanja, apapun hal yang membuat bahagia pasti dilakukan. Namun semua berubah ketika kita perempuan memiliki suami dan juga seorang anak. 


Walau memang pada kenyataannya kita masih bisa berlibur bersama suami dan anak, tapi tetap saja ada rasa yang berbeda ketika berlibur bersama teman-teman dulu. Iya apa iya? 

Entah jauh lebih seru atau lebih riweuh karena harus urus ini itu. Baik itu keperluan sendiri, suami, dan juga anak-anak. 


Setelah punya anak, kita pun sulit menghindari hal-hal yang tidak kita sukai. Contoh kecilnya tentang membersihkan kotoran bayi. 

Dulu sih jangankan memegang dan membersihkan kotoran bayi atau anak-anak, ketika jalan kaki kemudian menemukan kotoran hewan di jalan pun saya langsung bergidik. Berharap sepatu  yang saya pakai tak menginjaknya barang sesenti. Tapi sekarang? setelah punya anak, rasa jorok itu pun sirna seketika.

Ketika bayi kita menangis buru-buru kita menyusui atau melihat bagian bawah bayi, kering atau basah. Kalaupun bayi menggunakan diapers, buru-buru kita buka untuk cek and ricek apakah bayi kita pup atau tidak? yang penting tangisan bayi segera reda, karena kotorannya telah kita bersihkan secepat kilat. 

Baca juga:  ASI vs Skripsi

Lain lagi setelah beranjak besar, ini cerita saya ketika menyapih Kifah dari diapersnya, yakni di usia masih balita. Waktu itu Kifah masih menggunakan diapers hingga ulang tahunnya yang ketiga, dan menurut saya ini adalah waktu yang tepat untuk segera melepaskannya dari diapers. 

Pertama, karena Kifah sudah makin besar, sudah makan makanan orang dewasa, otomatis kotorannya pun menyesuaikan. You know what I mean.

Kedua, melepaskan ketergantungan. Anak yang masih menggunakan diapers menurut saya cenderung lebih malas untuk bergerak, karena dia bisa melakukan "pembuangan" dimana saja dan kapan saja. Lalu bagaimana kita mengajarkan tentang kemandirian? 

Maka dari itu, saya putuskan untuk melepaskan diapers Kifah, apapun konsekuensinya. 

Hari pertama Kifah lepas diapers, jujur saya merasa khawatir, walaupun sebelumnya sudah diajarkan toilet learning. Ya waktu itu Kifah masih belum bisa mengontrol rasa ingin kebelakangnya dengan maksimal. Kifah masih merasa bisa membuang kotoran dimana saja.. 

Hingga di hari itu Kifah masih bisa pup di atas karpet ketika sedang main. Duh, saya pun langsung pasang kuda-kuda dan menyiapkan peralatan tempur. 

Belum lagi saat ketika Kifah diare, pertempuran dengan yang jorok-jorok pun kembali berkibar. Rasanya indera penciuman saya sudah kebal dengan aneka aromanya. 

Ya pokoknya begitulah, ketika jadi seorang ibu, mau tidak mau, suka nggak suka, kita harus berani jorok! Pegang kotoran bayi dan balita, membersihkan muntahnya, dan membersihkan aneka permainan anak yang membuat rumah tampak seperti sebuah kubangan. Dan itu kita lakukan SETIAP HARI YES!

Jadi yang berani kotor itu baik bukan hanya anaknya ya, ibunya juga. 

Nah, kalau udah begini, otomatis salah satu alat tempur yang saya miliki di rumah adalah sabun yang mengandung anti kuman. Yaiya dong, sebagai ibu kita harus tetap higienis. Karena selain membersihkan kotoran ini dan itu, kita juga masih harus melakukan pekerjaan yang lain, seperti memasak, mencuci piring, dan berbagai pekerjaan yang menuntut kita bersih dari berbagai kuman di telapak tangan dan juga seluruh tubuh. 

Sabun Batang 

Untuk keperluan tertentu, saya masih suka menggunakan sabun batang. Alasannya sih karena harganya masih sangat ekonomis, dan juga mudah di dapat di warung-warung terdekat. 

review lifebuoy clinishield 10


Tapi saya sudah sangat jarang menggunakan sabun batang, hanya sesekali saja. Sabun batang tidak praktis untuk disimpan, harus menggunakan tempat sabun khusus. Belum lagi teksturnya yang licin membuat sabun batang sering jatuh ke dalam bak mandi. 

Beralih ke Sabun Cair 

review lifebuoy clinishield 10


Semenjak ada sabun cair, saya lebih suka pakai ini untuk keperluan mandi dan bersih-bersih. Kemasannya mudah disimpan dan tidak berceceran. Refillnya juga mudah di dapat di mini market. Selain itu, sabun cair juga lebih mudah menjangkau seluruh tubuh dan menghasilkan busa sabun yang lebih banyak ketimbang sabun batang. 

Sabun Konsentrat 

Ada yang sudah pernah pakai di rumah? 

Setelah mencoba sabun cair, ternyata ada lagi sabun yang lebih simpel dan praktis untuk digunakan. Namanya sabun konsentrat. Cara penyimpanannya jauh lebih mudah, tidak gampang tumpah,  tidak membutuhkan space yang besar, dan lebih hemat. 

Salah satu variannya adalah Lifebuoy clini-shield 10. 

Penampakan:

review lifebuoy clinishield 10




Bentuknya konsentrat, lebih pekat dari sabun cair. 

Ada dua varian, fresh (hijau) dan complete (merah). Cukup satu tetes, usapkan di telapak tangan, digosok sampai berbusa kemudian bisa digunakan untuk membersihkan seluruh tubuh saat mandi. 

Opini: 

*Kemasan pas, 100ml, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, seukuran facial foam untuk wajah. Jadi mudah disimpan di kamar mandi atau dibawa berpergian. Karena bentuknya konsentrat, tidak tumpah/beleberan. 


review lifebuoy clinishield 10
Pas di tangan
review lifebuoy clinishield 10


review lifebuoy clinishield 10
Ukurannya gak beda jauh dengan sabun batang kan?

*Lifebuoy Clini-shield 10 bentuk konsentrat ini cocok dibawa untuk pergi keluar rumah. 

review lifebuoy clinishield 10
Penampakan tutup tube-nya
review lifebuoy clinishield 10
Cukup aman, gak khawatir tumpah

Pengalaman saya membawa sabun cair untuk jalan-jalan atau berenang, masih suka ada kesan licin di kemasannya ketika kena air, dan masih suka tumpah ruah kemana-mana kalau tutup kemasannya terbuka. 

*Saya lebih suka varian Fresh. Karena wanginya memang bikin fresh banget!

review lifebuoy clinishield 10


*Busa cukup banyak. Walaupun cuma setetes, tapi busanya banyak. Asalkan setelah diteteskan ke telapak tangan digosok-gosok dulu hingga muncul busa yang banyak. 

review lifebuoy clinishield 10


Untuk keperluan bersih-bersih di rumah atau di luar rumah, produk lifebuoy terbaru ini saya rasa sangat cocok. Praktis, mudah digunakan, efektif membunuh kuman 10 kali lebih baik walau hanya satu tetes. 

Sebagai ibu-ibu yang hobi jorok-jorokan di rumah, lifebuoy clini-shield 10 bisa lah jadi andalan sehari-hari. Dan sekarang Produk baru Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel Konsentrat ini akan segera hadir di HappyFresh


Kalau Mommy yang lain, lebih suka sabun jenis apa sebagai alat tempur di rumah? 



Share Yuk !
9 comments on "Jadi Ibu Harus Jorok!"
  1. Aku juga butuh nih...sabun kayak gini, lebih suka pake cair daripada padat. Terutama kalo pas mau renang atau bepergian, kan lebih praktis sabun cair daripada sabun batangan...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak ika, sabun batangan skrg krg praktis.. lebih enak pake sabun cair..

      Delete
  2. Kalau di rumah, kami suka pakai sabun batangan. Kalau bepergian, suka pakai sabun cair. Dan baru tahu kalau ada sabun konsentrat. Sepertinya lebih praktis kalau dibawa bepergian. Eh, kami pakainya lifebuoy juga... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya konsentrat lebih simpel untuk dibawa keluar rumah :)

      Delete
  3. Kalo yang bentuknya konsentrat kayak gitu aku belum pernah nyoba.. Kayaknya kalo dipakai agak lebih irit ya dibandingkan sabun cair..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak rita, pakainya sedikit aja :)

      Delete
  4. Di sini belum ada yang jual kayanya. Capek pakai sabun cair, cepet habis karena tumpah

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D