Ayo Hidup Sehat Bebas Diabetes

| On
November 29, 2017


Halo temen-temen, sehat semua kan hari ini? 

Rabu, 29 November 2017 saya diundang ke Simposium Hari Diabetes Dunia 2017 yang bertempat di Ball Room 1 dan 2 Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta.

Ngomongin soal diabetes, saya baru tau soal diabetes itu waktu awal-awal nikah. Yaitu karena Bapak mertua saya ternyata punya penyakit diabetes.

Sekilas, bapak mertua saya itu tampak sehat dan baik aja loh. Tiap pagi, bapak pasti nyempetin buat lari pagi keliling stadion UPI Bandung. Setiap jam 7 pagi dan itu rutin.

Kalau kita-kita anaknya ada di rumah, Bapak pasti bilang, "hayu geura lumpat." Kata Bapak. Artinya, ayo cepetan lari.

Misalnya kita lagi mudik pun, Bapak selalu komen, "Badan jadi gak enak ya? Pasti jarang lari, jarang olah raga ya." Gitu kata Bapak.

Dan kalau Bapak lagi nginep di Bogor, di rumah saya. Bapak pasti tiap pagi bilang,  "Mau lari dulu ah, keliling kampung. Biar keringetan."

Sedangkan kita anak-anaknya pada leha-leha deh sambil nyarap bubur, mandi aja kadang belum, mwahaha.

Beneran deh, Bapak gak keliatan sakit kalau ga lagi minum obat. YESSS Kemana-mana Bapak pasti bawa kantong obat, karena kata Bapak, obat diabetesnya harus dimakan sebelum makan, dan ada yang dikonsumsi di tengah makan.

Diabetes adalah PTM alias Penyakit Tidak Menular, tapi jangan tanya efeknya. Diabetes adalah salah satu penyakit yang mematikan dan paling ditakuti di dunia.

Menurut Bu Menteri Kesehatan, dr.Nila Moeleok, penyakit diabetes adalah pangkal dari penyakit tidak menular lainnya.

Oleh karena itu, Bu Menkes sangat menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Yaitu dengan cara CERDIK.

Cek kesehatan secara rutin.

Enyahkan asap rokok.

Rutin melakukan aktivitas.

Diet yang sehat.

Istirahat yang cukup.

Kelola stres.

Cara CERDIK tersebut adalah rumus untuk menerapkan gaya hidup sehat bagi kita, agar terhindar dari Penyakit Tidak Menular yang mematikan.

Sejauh Mana Kita Tahu Penyakit Diabetes Melitus?

Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor.

Seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin dengan simtoma berupa hiperglekimia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Bagaimana Gejala Diabetes Melitus?

1. Sering berkemih
2. Haus berlebihan
3. Lapar sekali
4. Kehilangan berat badan
5. Nafas berbau buah
6. Kelelahan
7. Kehilangan perhatian dan konsentrasi
8. Muntah dan nyeri lambung
9. Kaburnya penglihatan
10. Sering terinfeksi
11. Penyembuhan luka yang lambat
12. Mengompol di waktu tidur, pada anak dan dewasa

Siapa saja yang beresiko terkena diabetes?

1. Kelompok usia tua (45 tahun ke atas)
2. Kegemukan, BB (kg) > 120% BB ideal
3. Tekanan darah tinggi, >140/90 mmHg
4. Riwayat keluarga DM, ayah, ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit Diabetes Melitus.
5. Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi >4.000 gram
6. Riwayat DM pada kehamilan
7.Dislipidemia (HDL< 35 mg/dl) dan atau Trigliserida >250mg/dl
8. Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu).

Diabetes pada Wanita.

Ini yang paling menarik buat saya, lebih dari 199 juta wanita hidup dengan diabetes di dunia ini. 1 dari 7 kelahiran diprediksi akan menderita diabetes. Hmm, berarti ini diabetes yang diturunkan dari ibu ke bayi.

Saya sebagai perempuan tentu takut terkena diabetes, amit-amit sampai diturunkan ke bayi.

Posbindu PTM



Pemerintah sendiri mendirikan Posbindu di tiap desa untuk menekan angka Penyakit Tidak Menular di masyarakat.

Pos Pembinaan Terpadu PTM ini merupakan salah satu upaya kesehatan berbaris masyarakat yang bersifat promotif dan preventif  dalam rangka deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM yang dilakukan secara terpadu, rutin, dan periodeik.

Kegiatan Posbindu ini seperti, mengecek kesehatan masyarakat secara berkala, seperti kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah tinggi, pengukuran lingkar perut, dan lainnya.

Apabila ditemukan "hal yang aneh dan mencurigakan" maka pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cegah Resiko Tinggi Diabetes dan Hipertensi



Rabu 29 November 2017 bertempat di Hotel Riltz Carlton, Menteri Kesehatan dr. Nila Moeloek meresmikan gerakan Cegah Resiko Tinggi Diabetes dan Hipertensi, didampingi oleh Perdana Menteri Negara Denmark pada Simposium Hari Diabetes Dunia 2017.


Bu Menteri Kesehatan, lagi-lagi menekankan pentingnya pola hidup sehat melalu CERDIK dan GERMAS. Bu menteri juga berharap agar kita senantiasa mengkonsumsi sayur, buah, dan memperbanyak makan ikan.

4 Pilar Pengendalian Diabetes

Ada 4 pilar penting untuk mengendalikan penyakit Diabetes Melitus, yaitu:

1. Edukasi, diabetes tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikendalikan.

2. Makanan, konsumsi makanan sehat dan mencukupi kebutuhan diet tubuh.

3. Olah raga teratur.

4. Obat, hanya dikonsumsi ketika dibutuhkan.


Cegah Diabetes Dimulai dari Diri Kita.

Penyakit tidak menular menjadi salah satu concern pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

GERMAS dan CERDIK adalah gaya hidup yang digulirkan pemerintah untuk mencegah resiko tinggi diabetes dan hipertensi.

Yuk ah Hidup Lebih Sehat!

...

Sumber: wikipedia
Dinkes.inkuhab.go.id

13 comments on "Ayo Hidup Sehat Bebas Diabetes"
  1. Iya nih, mesti segera ngubah pola hidup lebih sehat biar gk gampang kena penyakit ntar... terima kasih

    ReplyDelete
  2. Ini nih yang saya cari bisa menginpirasi lewat tulisan. makasih banyak tips nya yh mba

    ReplyDelete
  3. jadi ngeri kalau ingat almarhumah eyang saya yg meninggalnya juga karena diabet. memang penderita diabet struggling banget di hidupnya. pakde saya juga meninggal karena diabet :'' jadi insecure, akhirnya saya sejak lama mengurangi konsumsi gula tebu. anw salam kenal mba tetty ^^

    ReplyDelete
  4. mba tulisannya bermanfaat sekali, saya baru tau gejala diabet itu ada riwayat mengompol juga yaa, sebagai anak keturunan diabet memang saya lebih banyak mengurangi karbo khususnya yang manis-manis. Jeleknya saya susah untuk mengatur pola istirahat karena selalu sulit tidur cepat.

    salam kenal mbaa :D

    ReplyDelete
  5. Kebetulan bapak dan ibu saya juga diabetes mbak, mangkanya sejak remaja saya sudah sangat menjaga pola makan.

    ReplyDelete
  6. Aku baru tau kalau salah satu gejala penyakit diabetes melitus ini adalah napas berbau buah. Hhhmmm.... mudah lapar juga ya tetnyata. Memang kita mesti rajin check up demi menjaga kesehatan ya mbak Tetty 😊

    ReplyDelete
  7. Wah langkap banget infonya mba.. bakal jadi redensi bacaanku tentang diabetes nih, thanks for sharing ya mba

    ReplyDelete
  8. Diabetes pangkal dari segala penyakit yang bisa muncul di badan kita. Makanya ada istilah komplikasi ya.Makanya sekarang gaya hidup sehat deh ya. CERDIK.

    ReplyDelete
  9. Ini Cerdik nya beda lagi ya mba, sama kayak mainan digital anak. Diabetes ini emang mengkhawatirkan semoga kita semua terhindar dari penyakit ini

    ReplyDelete
  10. Udah sering banget nih dapat pengetahuan ttg diabetes. Semoga konsisten hidup sehat

    ReplyDelete
  11. makin kesini makin banyak yang support agar masyarakat waspada terhadap diabetes, ga hanya perusahaan lokal dan luar negeri, juga dari pemerintah denmark

    ReplyDelete
  12. Kuncinya bener pola hidup sehat itu penting, biar kita terhindar dari PTM terutama diabetes

    ReplyDelete
  13. Diabetes penyakit ngga menular tapi berbahaya :(

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D