10.000 Kado Terbaik Untuk Orang Tua

| On
December 22, 2017


Kasih ibu kepada Beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia


Sungguh lagu sederhana yang dalem banget maknanya, dan terasa ketika saya sekarang menjadi orang tua untuk Kifah dan Aldebaran.

Sejak menikah dan positif hamil anak pertama, otomatis perasaan saya berubah, antara was-was, takut salah, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak yang ada di dalam kandungan.

Makan ini takut salah, ngelakuin ini takut berimbas pada janin, hingga sampai Kifah lahir dan terus bertumbuh besar, perasaan was-was takut tidak bisa memberikan yang terbaik kepadanya selalu saja ada.

Misalkan, salah memberikan pendidikan, salah mengarahkan bakat, dan lain sebagainya.

Di titik ini saya sadar, bahwa ketika saya kecil dulu, mungkin saja perasaan ini pun ‘menjangkiti’ kedua orang tua saya. Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk saya, tapi sayanya aja yang gak ngerasa, cuek, bahkan suka ‘gak tau terima kasih’

*Kray

Dan saat menjadi orang tua, barulah terasa, perkara mencari diapers aja jadi masalah. Takut kulit anak ruam, takut anak gak nyaman, takut sakit kulit, dan lain sebagainya. Sampai rela putar otak demi memberikan diapers yang terbaik untuk anak, meski harus mengurangi berbagai jatah atau keperluan diri sendiri.


Cinta untuk Orang Tua

Saya bersyukur masih memiliki kedua orang tua yang lengkap dan sehat. Begitu pun mertua, alhamdulillah Bapak dan Ibu masih bisa beraktivitas seperti biasanya.

Sedih rasanya mendengar cerita temen-temen yang orang tuanya sudah meninggal, atau yang hanya bisa terbaring sakit di tempat tidur, yang hampir membuat mereka ‘kewalahan’ mengurusnya.

Saya paham dengan kondisi beberapa orang teman yang harus merawat kedua orang tua yang sakit di tengah urusan keluarga yang tidak kalah menguras tenaga dan pikiran, apalagi anak masih kecil-kecil, butuh perhatian dan juga biaya yang besar. Sementara orang tua pun sangat perlu perhatian.

Saya ngerti, pasti dilema besar merawat orang tua yang sudah sepuh atau sakit itu.

Pasti terlintas dipikiran, dulu orang tua sekuat mungkin memberikan kita yang terbaik, masa iya kita tak mau ‘balas budi’ dengan cinta yang besar?

Walau kita sama-sama tau, yang namanya cinta orang tua, gak akan ada yang pernah bisa membalasnya hingga lunas.

10.000 Testimoni Untuk Confidence

Para ibu usia senior ini bersemangat untuk menyaksikan penganugerahan rekor MURI kepada Confidence

Rabu, 20 Desember 2017 lalu, saya menjadi saksi mata penyerahan rekor MURI kepada Confidence popok dewasa karena telah berhasil mendapatkan 10.000 testimoni dari pelanggan setia Confidence selama kurun waktu Juni hingga Oktober 2017.

Penyerahan rekor MURI yang bertempat di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan ini membuktikan bahwa ada 10.000 kado terbaik yang diberikan oleh anak kepada orang tua mereka juga kado terbaik bagi para pelanggan Confidence yang berhak mendapatkan produk terbaik dalam menunjang aktivitas mereka setiap hari.

Rekor MURI untuk Confidence

Selamat untuk Confidence
Confidence adalah salah satu brand popok dewasa dari PT. Softex Indonesia yang selalu berusaha untuk memberikan kenyamanan terbaik untuk para penggunanya, dan menjadi produk popok terbaik di Indonesia dengan cara mencari tahu kebutuhan konsumen dan selalu berinovasi.

Menjadi Lansia yang Produktif

Menjadi seorang Kakek atau seorang Nenek, membuat seseorang merasa minder atau rendah diri karena sudah memasuki usia senior yang identik dengan aktivitas yang kurang produktif.

Padahal, dunia lansia tidak senegatif itu loh. Di usia senior, sebenarnya seseorang masih bisa tetap produktif dan beraktivitas normal asalkan mampu menghalau berbagai kendala atau gangguan kesehatan yang menghampiri, salah satunya adalah inkontenensia urin.

Apa itu inkontinensia urin?

Talk show mengenai penyakit inkontinensia urin, dihadiri pula oleh Bunda Dewi Yul

Inkontenensia urin adalah salah satu gangguan dalam sistem urin, yaitu kesulitan dalam menahan buang air kecil, yang disebabkan oleh melemahnya otot-otot kandung kemih.

Ada 3 tipe inkontinensia urin, yaitu:

1.Overflow, yaitu urin dalam kandung kemih sudah terlalu penuh, gejalanya adalah rasa tidak puas saat bekemih karena urin sedikit keluar dan pancarannya lemah.

2.Stress, saat batuk, tertawa, atau bersin, urin akan keluar karena terjadinya peningkatan tekanan dalam perut.

3.Urge, ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena otot kandung kemih (otot destrusor) tidak stabil.

Menurut dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp.U yang menjadi narasumber pada talk show yang diadakan dalam acara penyerahan rekor MURI kepada Confidence kemarin, 200 juta penduduk dunia mengalami inkotinensia urin, dimana paling banyak diderita oleh wanita, dan dapat dialami oleh semua orang berbagai usia, baik anak, dewasa, ataupun lansia.

Seringnya urin keluar diluar kehendak, membuat seseorang tidak nyaman dan cenderung malu, karena urinnya membasahi pakaian, dan khawatir diketahui oleh orang lain. Maka dari itu, sering kali orang yang terkena inkontinensia urin ini merasa tidak percaya diri ketika bergaul atau bersosialisasi di tengah masyarakat.

Ternyata wanita lebih mudah terkena penyakit inkontinensia urin 

Dokter yang akrab disapa dr. Tyo ini menambahkan, ada beberapa gejala orang yang terkena penyakit inkontinensia urin, diantaranya:

1.Urgensi, tergesa-gesa untuk berkemih.
2.Frekuensi berkemih lebih dari 8 kali sehari.
3.Norturia atau kencing di malam hari lebih dari satu kali.
4.Strainning atau mengedan saat berkemih.
5.Intermitensi yaitu urin menetes atau terputus-putus.
6.Hesitensi yaitu menunggu lama saat berkemih.
7.Inkontinensia/mengompol.

Apa sih penyebab inkontinensia urin itu?

Pada Wanita:

1.Paritas (jumlah anak yang lahir)
2.Cara melahirkan
3.Kehamilan
4.Kegemukan
5.Hormon (Menopause)

Pada Pria:

1.Pembesaran prostat
2.Merokok
3.Trauma/cedera saluran kemih

Pada kedua jenis kelamin:

1.Usia
2.Riwayat operasi
3.Masalah/penyakit syaraf
4.Diabetes Melitus/kencing manis
5.Batuk-batuk lama
6.Aktivitas fisik
7.Infeksi saluran kemih


Apa akibat yang akan dialami oleh penderita inkontinensia urin?
67% pasien menghindari bepergian jauh. 2/3 wanita merasa cemas, malu, gugup karena bau tidak sedap. 60% pasien merasa sulit tidur. 1/3 pasien terganggu hubungannya dengan lawan jenis

Apa yang biasanya menjadi solusi ketika menderita inkontinensia urin?

1.Sering pergi ke toilet
2.Mengurangi jumlah minum
3.Mengurangi asupan minuman tertentu seperti kopi, teh, atau soda
4.Hanya mengunjungi tempat yang mudah toilet
5.Membatasi olah raga
6.Menggunakan popok dewasa

Rasanya malu ya kalau kita sendiri ternyata terindikasi menderita penyakit inkontinensia urin, apalagi usia masih sangat muda, kok berasanya kayak orang tua aja, ‘beser’ banget dan gak bisa nahan pipis.

For Your Information Gaes, di Jepang sendiri justru 80% penggunaan popok dewasa ini justru oleh kalangan yang masih bisa bergerak aktif, dan mereka sudah memasukkan popok dewasa ini sebagai gaya hidup yang menunjang aktivitas keseharian mereka.

Di Indonesia memang masih agak tabu, dan justru 80% pengguna popok dewasa adalah orang yang sedang sakit (terutama di kalangan lansia).

Memilih Popok Dewasa

//
Bagaimana memilih popok dewasa yang tepat?

Dalam memilih popok dewasa sebaiknya mengacu pada tips berikut ini:

1.Pilih bahan popok dewasa yang lembut atau cloth like, sehingga nyaman digunakan.
2.Sudah teruji secara klinis, tidak menimbulkan iritasi atau bahaya lainnya.
3.Dapat menampung urin dengan baik
4.Bersirkulasi udara agar kulit tetap sehat dan nyaman
5.Pas di badan ketika dipakai

Salah satu pengguna popok dewasa adalah Bunda Dewi Yul, yang pada saat penganugerahan rekor MURI kepada Confidence ini hadir beserta putranya.

Bunda Dewi Yul mengatakan ia sudah menggunakan popok dewasa sekitar 2 tahunan, karena aktivitasnya yang sering menyanyi, bersholawat di majlis taklim yang ada di pelosok daerah membuatnya harus menggunakan popok dewasa ini karena minim sekali toilet dan jauhnya jarak perjalanan.

Confidence Popok Dewasa

Kemasan Confidence yang baru

Confidence adalah salah satu merk popok dewasa yang sudah kita kenal ya. Di mini market atau super market, banyak sekali produk ini dijual. Produsennya sendiri adalah PT. Softex Indonesia.

Popok Dewasa Confidence adalah satu-satunya popok dewasa yang teruji klinis oleh Australian Dermatologist sebagai popok dewasa yang aman bagi kulit sensitif dan telah tersertivikasi halal.

Popok Dewasa Confidence juga telah mendapatkan penghargaan Top Brand selama 6 tahun berturut-turut dan Digital Popular Brand Award selama 2 tahun berturut-turut.

Ada dua tipe popok Confidence yang dijual dipasaran, yaitu tipe celana dan tipe perekat. Tipe celana biasanya digunakan untuk yang masih aktif, sedangkan tipe perekat biasanya digunakan oleh yang sedang sakit atau diharuskan bed rest.

Keunggulan tipe perekat adalah:

1.Soft Breathable Cotton Care. Yaitu bahannya selembut kain dan bersirkulasi udara sehingga nyaman dan sejuk.

2.Extract Aloe Vera. Yaitu mengandung ektra aloe vera alami.

3.Durable Absrobent Care. Yaitu menyerap cairan lebih ekstra sehingga permukaan tetap kering.

4.Side Leak Guard. Yaitu dengan perlindungan gandanya dapat mencegah kebocoran.

5.Anti Bacteria. Yaitu dapat mencegah timbulnya bakteri.

6.Frontal Tape dan Reseable Tape. Yaitu tetap merekat kuat walau sering dipasang berulang kali.

Sedangkan keunggulan tipe celana adalah:

1.Slim & Fit. Yaitu pas di badan dan tidak menggembung saat dipakai.

2.Ultra Soft Cover. Yaitu permukaannya ekstra lembut dan kering.

3.Extra Absorbency. Yaitu menyerap cairan ekstra sehingga permukaan tetap kering.

4.Side Leak Guard. Yaitu perlindungan ganda yang mampu mencegah bocor samping.

5.Breathable Waist. Yaitu bersirkulasi udara sehingga cegah terjadinya kelembapan.


Untuk Orang Tua Berikanlah yang Terbaik


Seperti yang sudah saya bilang di atas. Waktu kita kecil dulu, orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk kita hingga tetes darah penghabisan. Mungkin saatnya, kita sebagai anak, jika suatu saat orang tua kita membutuhkan perawatan dari anak-anaknya, giliran kita yang memberikan yang terbaik untuk orang tua kita.

Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada Confidence karena telah berhasil memecahkan rekor MURI. Memberikan 10.000 kado terbaik dari mereka yang tulus hati menyayangi orang yang sangat mereka cintai, salah satunya orang tua.

Sedih ya kalau udah bahas orang tua, tisu mana tisu.

Semoga orang tua kita selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah SWT baik di dunia dan di akhirat yaa, amiin yaa robbal ‘alamiin.



15 comments on "10.000 Kado Terbaik Untuk Orang Tua"
  1. DUluuu waktu nenek sakit BAK dan BAB di kasur, dulu kayanya belum kenal adanya popok dewasa :(

    ReplyDelete
  2. Aku denger juga pakai popok dewasa ini mulai dipake dalam situasi tertentu seperti berpergian jauh ya. Jadi lebih praktis.

    ReplyDelete
  3. Ngeri juga ya dengan penyakit mengompol ini. Karena rawan terkena najis akibatnya. Najis dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  4. Di jepang sekitar 80 persen dipakai oleh orang yang aktif lho, bukan yang sakit kayak di indonesia

    ReplyDelete
  5. Waah.. Mama mertuaku juga makein ini ke ibunya (alias nenek) kalau pergi pergi niih..

    ReplyDelete
  6. Aku pernah mbaaa pakai popok dewasa dan memang harus nyari yang nyaman ya karena bagaimanapun unsur kenyamanan yang utama. Setuju banget kalau kita memang harus berikan yang terbaik untuk orangtua kita :p

    ReplyDelete
  7. Untuk orangtua memang harus memberikan yg terbaik ya mba.. Ayah mertuaku pakai ini, karena beliau ada indikasi Inkontinensia urin dan lebih percaya diri beraktifitas

    ReplyDelete
  8. Sepertinya pemakaian popok dewasa ini gak mesti utk orang tua sih. Seumuran aku juga bisa apalagi pas batuk batuk, itu kan sering keluar urin gak sengaja. Praktis klo pake popok, tinggal buang aja dan gak mesti ganti pakaian dalam setiap mo sholat.

    ReplyDelete
  9. Aku pakaikan pada ibu yang sakit popok ini. Pun ibu masih bisa dipapah ke kamar mandi. Tapi kasian kalau bolak/lik. Jadi yg sakit dan merawat sama sama nyaman

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah ya mbak ada Confidence. Utk orangtua knapa tidak? Tentunya harus beri yg terbaik

    ReplyDelete
  11. Wah hampir serupa dengan popok bayi ya kelebihannya. Salah satunya slim and fit. Pas dibadan dan tidak mengembung. Hmm..

    Menjadi tua itu kembali lagi menjadi bayi. Mengurus ortu apalagi yg sampai dibilang "kewalahan" insya Allah jadi pintu surga buat kita.

    ReplyDelete
  12. Nyaman ya tinggal slup. Ssssttt, aku sendiri pernah pake ini pas nifas, haha, enakeun darahnya ga nembus...

    ReplyDelete
  13. Kriteria pemilihan popok dewasa sama kayak milih popok bayi.

    Makanya aku ga mau nahan-nahan pipis. Meskipun aku naik gunung waktu itu, tetep aku harus pipis, cari tempat yang aman pastinya.

    ReplyDelete
  14. Kenyamanan orang tua juga kunci kenyamanan anak-anaknya. Jadi kalau buat orang tua semua bermanfaat dan praktis juga kan jadi lebih cepat dan nyaman

    ReplyDelete
  15. Dulu eyangku saat kena stroke sempat pakai popok itu mbak. Alhamdulillah setelah terapi skrng bisa jalan ke kamar mandi. TFS

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D