Ketika Ramadhan Tak Memanggilmu

| On
March 27, 2018

Rasulullah SAW Bersabda, "Bulan Ramadhan telah datang kepada kalian, di dalam bulan ini, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."

(Musnad Imam Ahmad rahimahullah dengan sanad dari Anas bin Malik)

Hari-hari sebulan kebelakang (waktu tau lagi hamil) saya gak pergi kemana-mana, senengnya di rumah, mager dan jarang berinteraksi dengan gadget. Makanya ada juga yang komplain karena WAnya gak saya balas, dan banyak notifikasi yang saya abaikan.

Entahlah, hamil kali ini kepinginnya diam, mikir (mudah-mudahan), dan berkontemplasi, eleuh bahasan kontemplasi aslina mah ngahuleung.

Dan satu lagi, saya jadi suka lagu Maher Zain lagi. Ya emang dari dulu suka sih, tapi sekarang lebih sering saya puter lagunya Maher dari Youtube, lagu yang zaman dulu dan sekarang.

Lagu yang sedang saya suka yaitu lagu Ramadhan. 

Ya karena sebentar lagi, bulan suci Ramadhan itu akan tiba, kurang lebih 40-an hari lagi. Sungguh tak terasa. 

Kalau lihat suasana dan suhu udara sekitar, di bulan Rajab ini, hawa-hawa Ramadhan sudah mulai kecium. Dan euphoria bulan Ramadhan di beberapa tempat juga mulai berumunculan.

Kayak waktu sore kemarin saya ke Cibinong, ada banyak orang yang jual kurma di pinggir jalan untuk dana usaha atau dana sosial gitu. Duh, langsung deh seketika rasanya kok ini berasa lagi ngabuburit ya di bulan Ramadhan. Banyak lapak kurma dan jajanan buat buka puasa.


Bulan puasa memang ngangenin, banyak yang hal yang gak kita lakukan di bulan lainnya, tapi kita kerjakan di bulan Ramadhan, terutama ibadah shaum dan tarawih. Di luar bulan Ramadhan, shaum kita bisa dihitung jari, bahkan mungkin kita shaum hanya untuk mengqodho shaum yang terlewat di bulan Ramadhan sebelumnya.

Tapi satu hal, yang saya pikirkan dari kemarin. Ucapan guru ngaji, ustadz, guru agama saya dulu sejak SD hingga SMA. 

Kita selalu bahagia menyambut Ramadhan, insya alloh, tapi apakah umur kita akan sampai pada bulan Ramadhan tersebut? Jawabannya belum tentu.

Saya jadi teringat musibah yang baru saya alami kemarin. Uwa atau Kakak ibu saya meninggal dunia. Padahal usianya belum terlalu sepuh, bahkan sebelum meninggal dunia pun masih bisa pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan warungnya.

Ketika Ashar pulang ke rumah, Uwa mengeluh sakit di bagian punduk dan kepala, dan ketika Maghrib tiba, takdir Alloh SWT. Uwa meninggal dunia. 

Dari musibah kemarin, saya makin gelisah. Ya Alloh, ternyata benar. Usia atau umur seseorang adalah rahasiaMu. Bahkan untuk sampai ke bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba pun belum tentu sampai.

Padahal, angan-angan kita, di bulan Ramadhan nanti mungkin ingin memperbanyak ibadah sunnah, tilawah, hafalan qur'an, sedekah, silaturahmi, dan lain sebagainya.

Namun apalah jika takdir berbicara lain, ternyata umur atau usia kita tak sampai ke bulan yang selalu kita rindukan.

Sungguh sebenarnya ini adalah nasihat untuk diri saya pribadi. Hingga bulan Rajab ini, apakah amal perbuatan yang baik sudah bertambah, atau sebaliknya? Apakah di hati masih penuh urusan akhirat atau sebaliknya? 

Karena bulan mulia untuk tempat dan waktunya bertaubat belum tentu sampai didatangi. Karena Ramadhan, ternyata tak memanggil kita.

Semoga umur kita semua disampaikan hingga bulan Ramadhan tahun ini, amiinn. Insya alloh.


Ini video klip lagu Ramdhan Maher Zain yang suka bikin saya berurai air mata, tsaaah.


















1 comment on "Ketika Ramadhan Tak Memanggilmu"
  1. Amiiin, kok sedih bacanya yaa Mbaa, mata saya sampe berkaca-kaca nih..

    semoga kita termasuk hamba-hamba beruntung yang masih diberi kesempatan untuk merasakan indahnya ramadhan tahun ini, amiiin..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D