Menghadiri Event Launching Bebelac Baru, Apa Sih Definisi Anak Hebat?

| On
April 17, 2018


Assalamu’alaikum. Selamat pagi, Mak! Apa kabar semangatnya hari ini? Mudah-mudahan masih tetep ON ya untuk menjalani berbagai aktivitas di hari ini, termasuk menemani anak belajar, bermain, anter jemput sekolah, dan rutinitas lainnya. Semoga selalu SETRONG ya, Mak! *angkat galon*

Di blogpost kali ini, saya mau bercerita sedikit nih tentang event susu Bebelac Baru yang saya hadiri, Selasa 10 April 2017 lalu.

Acaranya berlokasi di Plataran Menteng Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh para Blogger, Selebrity Mom, Bebelac Moms dari facebook, dan gak lupa Brand Ambassador Bebelac yang baru Mommy Gisella Anastasia dan si imut nan menggemaskan Gempita Noura Martin.

Saya datang ke event peluncuran Bebelac Baru ini bersama Kifah. Wah jangan ditanya, Kifah seneng luar biasa waktu tahu bakalan diajak ke event Bebelac ini. Karena Kifah sudah lumayan hafal nih, biasanya acara gathering bersama ibu dan anak itu selalu seru, ada play ground, games, dan banyak ketemu temen-temen yang baru.

Selain dihadiri oleh Mommy Gisel dan Gempi, acara launching Bebelac Baru juga diisi dengan talkshow yang menarik seputar parenting bersama dokter Nuril dan Psikolog yang sering wara-wiri di televisi yaitu Mbak Vera.

Mereka memberikan ilmu kesehatan dan psikologis anak secara cuma-Cuma kepada saya dan Moms yang lain, tentang bagaimana menumbuhkan anak yang hebat di zaman sekarang ini.


“Anak zaman now, tidak boleh hanya memiliki satu kecerdasan kognitif saja, tetapi juga harus memiliki kecerdasan sosial, mengelola emosi, dan memiliki rasa peduli.” Ungkap Mbak Vera.

Setujuuu Mbak, zaman sekarang IQ memang penting, tapi tidak kalah penting kecerdasan yang lain. Seperti EQ dan juga kecerdasan SQ.

“Kayaknya anak sekarang juga harus punya kecerdasan sosial dan emosional yang baik ya, gak hanya kecerdasan IQ aja, sebisa mungkin anak juga memiliki daya tanggap yang lengkap.” Mommy cantik Gisella Anastasia menambahkan.

The Multiple Inetelegence

Buat para Mamak generasi 90an pasti pernah ngalamin deg-degan waktu bagi raport di sekolah? Deg-degan kita kebagian rangking berapa di sekolah?

Pendidikan zaman dulu memang belum sefleksibel zaman sekarang ya. Dulu, rangking adalah segalanya. Anak pinter adalah anak yang selalu rangking 1 di kelas, selalu jadi bintang pelajar di sekolah. Bahkan ada orang tua yang sampai stres mencari cara agar anaknya masuk minimal 10 besar di kelas.

Tapi kini, zaman terus berubah. Sistem rangking seperti itu udah gak dipakai lagi. Kita tidak boleh membandingkan anak satu dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, atau lebih sering disebut The Multiple Intelegence.

Kiri ke kanan: Mbak Andi Airin Head of Brand bebelac, mommy Gisella dan Gempita,
Mbak Vera, dr. Nuril, dan MC Mbak Melisa Karim


Multiple Intelegence atau kecerdasan majemuk ini dipahami sebagai cerminan bahwa setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Yaitu kecerdasan Logis Matematis, Naturalis, Linguistik, Musikal, Kinestetis-Jasmani, Visual Spasial, Interpersonal, dan Intrapersonal.

Setiap anak pasti memiliki kecenderungan yang berbeda-beda, contohnya anak saya sendiri Kifah. Dia adalah anak yang dominan Kinestetik, dan Musikal. Dia sangat senang bergerak, beraktivitas, dibandingkan duduk diam membaca buku atau mengerjakan soal matematika, hehehe.



Kifah juga suka musik dan mudah menghafal lirik lagu dan bernyanyi sesuai nada, makanya sekarang Kifah ikut ekstrakulikuler Karate dan Marawis supaya kecerdasan kinestetik dan musiknya terus terasah.

Bagaimana menstimulasi kecerdasan anak?

Menurut Psikolog, Mbak Vera, salah satu tugas orang tua adalah menstimulasi kecerdasan anak-anak kita. Salah satu kecerdasan yang jangan lupa distimulasi adalah kecerdasan sosial dan emosi anak. Agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cepat tanggap terhadap temannya, lingkungan sosialnya, dan lingkungan masyarakat ketika kelak ia dewasa.

Misalkan, mengajarkan anak sharing mainan dengan temannya. Membiasakan anak untuk berbagi dengan lingkungan sosial, apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan, kita bisa memanfaatkan moment puasa Ramadhan untuk menstimulasi kecerdasan sosial dan emosional anak dengan cara banyak bersedekah, berbagi menu buka puasa, dan lain sebagainya.

Sampai kapan kecerdasan sosial harus diasah? “SEUMUR HIDUP.” Jawab Mbak Vera. Yaps, setuju sekali. Berapa banyak orang yang cerdas secara IQ tapi minim sekali memiliki kecerdasan sosialnya. Terbukti masih banyak sekali orang yang terjerat kasus kolusi, korusi, dan nepotisme. Yang jelas-jelas merenggut kesejahteraan masyarakat banyak hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri.

*berat sekali pembicaraan hari ini*

Peran Gizi dan Nutrisi

Dokter Nuril yang juga turut hadir di acara launching Bebelac Baru kemarin juga memberikan penjelasan bahwa nutrisi dan gizi yang baik, yang mampu dicerna oleh anak akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan diri anak.

Sesama rekan bumil, penting nih info seputar gizi dari dokter Nuril.

“Kecukupan gizi adalah hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua, bahkan semenjak di dalam kandungan. Karena itu lah modal bagi anak untuk menjadi anak yang cerdas dan tumbuh optimal.” Dokter Nuril menjelaskan.

Salah satu gizi dan nutrisi yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta otak anak adalah minyak ikan, omega 3 dan 6, FOS GOS, berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.

Fungsi minyak ikan yang mengandung Omega 3 dan 6 sendiri yaitu untuk meningkatkan kecerdasan anak, meningkatkan pertumbuhan tulang, meningkatkan daya ingat anak, menjaga tubuh anak dari peradangan, menjaga kesehatan jantung dan menjaga mata agar tetap sehat.

Bebelac dengan Formula Baru mengandung Minyak ikan, Omega 3 dan 6 yang ditingkatkan, agar pemenuhan gizi anak lebih baik dan optimal. Bebelac Baru juga mengandung HIQ EQ+ yang berfungsi sebagai Brain Development, Healthy Gut, and Optimum Growth.


Mommy Gisel dan Selebrity Mom lainnya

Jujur, saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk datang di acara launching Bebelac Baru, karena saya mendapat banyak insight dan masukan dari Psikolog, dokter, dan pengalaman para Mama lainnya untuk terus bisa mengasuh dan memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah.

Karena manusia kan tempatnya salah dan lupa, salah satunya saya ini. Jadi, harus sering-sering diingatkan oleh para expert dan orang tua lainnya dalam hal pengasuhan anak.

Termasuk dalam hal menstimulasi kecerdasan anak, yang kadang saya sendiri sebagai orang tua kadang ‘suka baper’ melihat perkembangan anak atau teman sebayanya Kifah. Saya harus terus belajar, bagaimana menstimulasi bakat dan kecerdasannya.

Selain itu, informasi seputar gizi yang baik untuk anak juga harus terus saya gali, mengingat Kifah ini anaknya ‘spesial’ dan ‘menantang’ dalam urusan makan di rumah. Saya harus punya solusi untuk memberikan dia gizi dan nutrisi yang tepat, sehingga dia menjadi anak yang cerdas, cepat tanggap, dan peduli akan lingkungan sosialnya.

Jadi, kesimpulannya, anak hebat itu bukan hanya cerdas secara IQ, tetapi EQ, dan SQnya juga. Anak hebat adalah anak yang tanggap terhadap lingkungan sosial, memiliki rasa peduli dengan sekitar, dan mampu mengelola emosinya dengan baik.

Anak hebat adalah anak yang memiliki daya tanggap yang lengkap, harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan otak, kecerdasan emosional, juga kecerdasan sosial. Sehingga, sangat penting bagi orang tua untuk mengembangkan dan mesnstimulasi ketiga aspek ini. 

Terima kasih yaa Bebelac atas undangannyaaa.

Dan kalau mau sharing di kolom komentar juga boleh banget, biar kalau ada yang suka baper soal pengasuhan dan tumbuh kembang anak seperti diriku, bapernya bisa berjamaah *hwalaahh*


Makasih udah baca sampai siniiii.

*Salam sayang dari balik jemuran*

**Disclaimer: Saya pro ASI, dan susu formula/pertumbuhan saya berikan ketika anak saya sudah berusia 2 tahun. 

3 comments on "Menghadiri Event Launching Bebelac Baru, Apa Sih Definisi Anak Hebat?"
  1. Enaknya ketemu sama gempi yaa, hihi gemes.

    Sayang banget ankku gak mau minum susu formula, hmm maunya full asi aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anakku juga minum susu formula/pertumbuhan selepas sapih ASI mak.

      Delete
  2. jadi orangtua belajr tiada henti y

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D