Tips Membeli Bouncer Bayi dan Cara Menggunakannya agar Aman untuk Bayi

| On
September 10, 2018

Halo, Assalamu'alaikum.

Gak kerasa, bulan ini sudah masuk minggu ke-36 dikehamilan yang ketiga. Beberapa produk dan perlatan bayi sudah mulai saya kumpulkan.

Ada yang sudah lengkap, tapi ada juga yang belum. Masih mempertimbangkan faktor kebutuhan dan efisiensi.

Karena waktu hamil Aldebaran dulu, banyak barang yang akhirnya tidak terpakai dan akhirnya dihibahkan kepada orang lain.

***

Sebagai ibu rumah tangga, kadang-kadang kita merasa begitu lelah karena harus melakukan berbagai pekerjaan sendirian terutama jika tidak ada pembantu dan apabila suami (pasangan) bekerja di luar rumah. 

Terpaksa, kitalah yang harus memasak, mencuci pakaian dan perabotan dapur, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut seringkali tertunda dan bahkan tidak terselesaikan apabila kita punya bayi.


Jika punya bayi, saat hendak mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, kadang-kadang bayi yang tadinya terlihat tidur lelap tiba-tiba terbangun dan membutuhkan kita di sisi-nya. 

Entah itu sekedar untuk ditemani atau ditimang hingga disusui. Begitulah pengalaman yang sering dirasakan oleh ibu-ibu. Tidak peduli pagi, siang, bahkan malam sekalipun.

Terus menerus menggendong bayi tentu saja bukan alternatif terbaik. Mengingat banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan dengan cepat agar tak menyita waktu dan tenaga. 

Susahnya kalau bayi udah "bau tangan" Mamanya

Tapi masalahnya, jika diletakkan begitu saja di tempat tidur, bayi kadang-kadang tidak bisa tidur nyenyak tanpa ditemani atau tanpa ditimbang.

Karena alasan tersebut, biasanya banyak ibu-ibu yang memilih menggunakan ayunan untuk menidurkan bayi agar bayi bisa lebih lelap dan tidur lebih lama. 

Tapi sayangnya, terbiasa menggunakan ayunan membuat bayi jadi cenderung manja. Kondisi ini akan lebih merepotkan lagi apabila kita sering bepergian atau sering menginap di rumah keluarga terutama orang tua maupun mertua.

Karena tidak hanya bayi dan berbagai perlengkapannya yang perlu di boyong, melainkan ayunan pun perlu juga dibawa. Kondisi tersebut semakin merepotkan jika tempat untuk menggantung ayunan tidak ada.

Selain itu, ayunan juga perlu digerak-gerakkan atau digoyang-goyangkan (diayun-ayunkan) setiap waktu. Terasa sangat merepotkan.

Tapi itu dulu.

Sekarang ibu-ibu sudah bisa bernafas lega karena sudah ada ayunan elektrik yang tersedia dengan harga cukup terjangkau. Tapi tetap saja kalau kita membutuhkan tempat untuk menggantung ayunan. 

Jika ingin lebih simpel dan modern, Mama bisa melirik bouncer bayi.

Sumber gambar: https://thoroughlyreviewed.com/baby/best-baby-bouncer/

Apa itu baby bouncer?

Bouncer bayi atau baby bouncer sesuai dengan namanya adalah ayunan bayi namun didesain lebih praktis, lebih modern, dan ergonomis. 

Ayunan bayi modern ini menggunakan tenaga listrik untuk memberikan ayunan secara otomatis sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk mengayun bayi setiap kali bouncer tersebut berhenti berayun.

Aldebaran usia 1 bulan, seneng kalau diboboin di Bouncer


Meskipun banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika menggunakan alat ayun seperti ini, namun kita tidak boleh latah dan tetap harus waspada. 

Pasalnya, seaman apapun peralatan yang digunakan untuk bayi, tetap membutuhkan pengawasan ekstra dari orangtua (Mama).


Walau demikian, sebagian besar bouncer bayi yang dijual di toko online maupun offline sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi bayi. Jika faktor kenyamanan dan keamanan yang menjadi concern utama.

Pastikan Mama tidak hanya tergiur karena harganya yang murah saja. Melainkan, perhatikan juga fitur safety dan kualitas bouncer yang ditawarkan. 

Agar tidak salah membeli, berikut beberapa tips yang bisa dijadikan sebagai panduan untuk membeli bouncer yang bagus.

1. Belilah bouncer yang didesain dengan penyangga yang kokoh dan stabil terutama saat dalam keadaan hidup (on).

2. Pilihlah yang alasnya dilengkapi dengan karet yang tidak licin sehingga bayi tidak akan mudah tergelincir

3. Pilih bouncer sesuai dengan kebutuhan. Bouncer tipe rak cocok untuk bayi yang sudah memasuki usia MPASI. 

4. Sedangkan bouncer tipe penjaga cocok untuk menidurkan bayi dalam waktu lama agar bisa ditinggal bekerja, bouncer manual cocok untuk bayi kurang dari 5 kg

5. Semakin banyak kunci (sabuk pengaman) yang tersedia pada bouncer maka akan semakin baik dan semakin aman untuk bayi.

6. Beberapa fitur tambahan (musik, getar, dan penggerak elektrik) membuat harga bouncer kadang-kadang meningkat drastis. Jika tidak dibutuhkan, pilihlah bouncer yang minim fitur.

***

Gimana nih, Ma? Sudah punya pilihan Bouncer seperti apa yang akan digunakan untuk bayi nanti? Atau punya pengalaman seputar memilih Bouncer?

Sharing yuk, di kolom komentar.
19 comments on "Tips Membeli Bouncer Bayi dan Cara Menggunakannya agar Aman untuk Bayi"
  1. Pernah liat baby bouncer yg retnohening itu bagus, yg bisa berayun2 sendiri, anak jadi anteng di atas bouncer. Tapi kayaknya harganya juga sebanding ya. tfs tipsnya teh...

    ReplyDelete
  2. Noted Tips-nya, nuhun yaaa, kebetulan aku belum pernah beli, waktu Alfath dipinjemi belas Kakak sepupunya yang udah gak kepake soalnya, dan memang berguna banget terutama waktu dibawa mudik ke Garut saat lebaran. Kepikiran buat beli tapi masih dalam perancanaan :))

    ReplyDelete
  3. Bouncher ini memang bermanfaat banget bagi yang punya bayi, bisa memantau bayi saat kita sedang beraktifitas sebagai IRT masak cuci dll, biasanya bayi lebih nyaman dibouncer daripada di tempat tidurnya.. itu sih pengalaman aku.. masih ada nih bouncer anak pertama dan kedua.. tambah anak lagi apa ya? hehe

    ReplyDelete
  4. Iya juga ya mbak, meskipun terlihat aman emang harus tetap dalam pengawasan kita juga. Ternyata praktis juga nih ayunannya

    ReplyDelete
  5. Bouncher punya ku hasil warisan kk ipar mba sekarng msih di pakei adik.. praktis juga buat nyuapin ini

    ReplyDelete
  6. Jaman anakku dulu kayaknya nggak ngeh ada bouncer. Hehhehe. Jadi ya biasanya aku naruh di kasur kecil gitu. Tapi pas tahu ada bouncer, ih teryata emang membantu banget buat ibu ibu jagain anak. Trus kan anak juga tenang banget. Warna warnanya juga ceria

    ReplyDelete
  7. Enak ini kalau si kecil mau ditaro di bouncher, anakku Syadid cuma sebentar pakenya, selebihnya maunya digendong. Pas udah gedean baru mau duduk lagi di situ

    ReplyDelete
  8. Bouncher bantu ringankan tugas ibu ya, efisien dan kayanya yang aku lihat sih sebagian besar bayi menyukainya

    ReplyDelete
  9. Ya Allah..Al ganteng bangeeet. Enduuut, moga dedeknya kayak Al yaaa. Aku pakai bouncer pas Pendar aja karena hadiah dari teman, Alhamdullilah kokoh, bisa buat naruh baby klo pas aku ngetik, gosok

    ReplyDelete
  10. Dulu Keke dan Nai pakai ayunan lungsuran dari omnya alias adik saya. Mamah saya memang apik banget sama barang. Jadi awet meskipun usianya udah bertahun-tahun. Anak-anak biasanya senang kalau didudukin di bouncer, ya :)

    ReplyDelete
  11. saya pernah liat bouncer yang mengunakan listrik, terlihat lebih keren, ibunya juga tidak perlu mengoyang-goyang, alatnya bergerak sendiri

    ReplyDelete
  12. Zaman Fakhri bayi, aku beliin dia bouncer warna biru. Lucu deh ada getara2annya, ada musiknya kita bisa pilih lagunya. Trus ada gantungan mainan2 gitu hihii. Jadi ga bosan duduk manis baby kita, bisa sambil disuapin makanan atau apa lah. Pokoknya bouncer membantu bikin babyi bahagia deh.

    ReplyDelete
  13. Dari anak 1 sampai 3, blm pernah punya bouncer. Bapake anak2 ini irit banget wkwkk... sedikit punya perlengkapan bayi.

    ReplyDelete
  14. Hahaha dulu aku juga ada nih mba emang keder milihnya byk jenis. Sekarang jadi pagam nih kebutuhannya untuk apa

    ReplyDelete
  15. Thanks for sharing mba... aku walaupun belum punya anak, suka mupeng sama peralatan bayi. Kalau saudara dekat minta kadoin bouncer, biasanya aku minta referensi merknya sama mereka...


    sehat sehat ya mba, semoga proses melahirkannya lancar tanpa gangguan.

    ReplyDelete
  16. Dulu aku bouncer dikasi mertua, eh harganya sejuta lebih, tau gtu aku request pompa asi wkwkwkw. Skrng bouncernya dimasukin dus, mau dijual sayang, msh bagus, rencananya mau kasi ponakan kelak :D

    ReplyDelete
  17. wah udah mendekati hpL yaa, sehat-sehat bumil sampai launching babynya nanti, boleh juga nih info bouncernya, adikku baru lahiran, bisa untuk ponakan

    ReplyDelete
  18. Waktu Mada bayik gak beli bouncer haha soale bocahnya cepet gede. Enak klo bayik ditaruh di bouncer, bisa bikin anteng

    ReplyDelete
  19. semoga sehat selalu ya bumil dan dapat bouncer yang paling aman buat debay .. aamiin

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D