Resolusi Wirausaha (Gak Muluk-Muluk) di Tahun 2019

| On
January 09, 2019


Tahun Baru. Kamu punya resolusi apa nih di tahun baru ini? Apa masih berusaha menunaikan beberapa resolusi tahun-tahun kemarin?

Kalau iya, tenang, kamu gak sendirian. Saya sendiri gak punya resolusi khusus di tahun ini. Karena toh banyak resolusi yang tertunda karena banyak hal. Makanya, tahun ini, kalau bisa ada sebuah satu resolusi, gak perlu banyak, yang penting bisa dijalani.

Salah satunya adalah resolusi berwirausaha (kembali).

Yaps, dulu, di tahun 2012-2013 saya sempat berwirausaha pakaian muslimah, yaitu hijab. Awalnya saya ragu, coba-coba dan akhirnya jualan saya ternyata laris manis, banyak yang suka dengan produknya. Sebenernya sih, sebelum bisnis hijab, saya dan suami juga berjualan jus buah dan burger di salah satu kantin perguruan tinggi negeri di Bandung. Namun, karena satu dan lain hal. Kami harus melepaskan bisnis tersebut, tapi alhamdulillah-nya bisnis itu gak berhenti begitu saja. Masih ada Bibi yang melanjutkannya hingga sekarang.

Setelah bisnis kuliner itu diteruskan oleh saudara saya sendiri, kemudian saya beralih ke bisnis fashion, yaitu hijab. Lebih tepatnya menjual pashmina dengan ukuran yang lebih lebar dari biasanya. Karena pada saat itu, di tahun 2012, bisnis hijab sedang meroket sekali. Desainer seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, benar-benar sedang naik daun. Semua produknya laris manis di pasaran.

Ternyata, lahirnya tren hijab muslimah yang modern, membawa dampak yang cukup positif untuk iklim wirausaha. Apalagi waktu itu saya masih tinggal di Bandung yang terkenal sebagai kota yang kreatif, apalagi untuk berbisnis.

Waktu itu, saya sama sekali tidak kesulitan memperoleh bahan baku maupun konveksi untuk memproses produk hijab saya. Di Bandung memang sangat terasa sekali semangat untuk berwirausaha, beda ketika saya tinggal di kawasan Jabodetabek seperti sekarang, karena mayoritas penduduknya (terutama di lingkungan saya) bekerja sebagai karyawan di perusahaan atau negara.

Kembali ke proses wirausaha waktu itu ya.


Sebenernya, sudah lama saya ingin kembali memulai kembali wirausaha yang sudah tertunda 6 tahun lamanya itu, hoho lama juga ternyata. Karena banyak kendala seperti hamil dan melahirkan, dan juga sulitnya menemukan bahan baku di sini, keinginan saya itu terus-terusan pending. Maka dari itu, saya bertekad di tahun 2019 saya ingin kembali merintis usaha saya sendiri.

Ujian Keuangan di 2018




Satu lagi sih sesungguhnya alasan saya ingin berwirausaha, yaitu agar tidak collaps ketika keuangan sedang menurun. Karena saya hanya mengandalkan pemasukan dari suami, maka ketika pendapatan suami terganggu, maka terganggu pula lah kondisi keuangan keluarga.

Di tahun 2018 kemarin, kondisi keuangan keluarga saya mengalami ujian ke titik terendah yang sempat membuat kami mengelus dada dan berdo’a agar segera diberikan jalan keluar. Alhamdulillah, di penghujung tahun 2018 semua sudah berangsur normal dan kembali kepada sedia kala.

Nah, ujian keuangan seperti itu sangat ingin saya hindari di tahun-tahun mendatang. Gak enak kan kalau kondisi keuangan gak stabil? Rasanya bingung dan galau, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan beberapa keperluan lainnya yang tidak bisa ditunda pemenuhannya.


Syukur-syukur kita masih punya harta yang bisa dijual atau digadaikan, kalau nggak, bagaimana? Haruskah kita berhutang sana-sini? Apalagi hutang yang mengandung riba. Yang ada bukan tambah tenang, tapi hati tambah gelisah dan pikiran pun pasti gak akan tenang.

Membantu Sesama



Yesss. Menurut saya, berwirausaha akan membuka peluang untuk membantu sesama, minimal tetangga atau saudara dekat yang memang sedang kesulitan secara finansial.

Bukannya sok-sok jadi pahlawan atau merasa berlebihan yah. Saya selalu berfikir, bahwa berwirausaha bisa menjadi ladang amal dan pahala untuk membantu orang terdekat kita menuju kesejahteraan finansial.

Karena apa? Karena kesejahteraan finansial itu sangat penting. Ekonomi rumah tangga yang bergejolak, sangat mungkin memicu terjadinya KDRT, pengabaian terhadap anak, bahkan memicu terjadinya kriminalitas.

Saya gak muluk deh beneran. Di lingkungan tempat tinggal saya demikian. Banyak para suami yang tidak bekerja, akhirnya istrinya yang harus banting tulang mencari nafkah. Jangan ditanya tentang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah sama mereka. Urusan perut hari ini pun masih jadi bahan pertengkaran rumah tangga.

Oleh karena itu, dengan berwirausaha, saya sangat bercita-cita untuk membuka peluang sebanyak-banyaknya. Terutama bagi kaum perempuan (istri dan ibu) memiliki tambahan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Resolusi Wirasusaha yang Gak Muluk-Muluk

Buat apa punya resolusi tapi gak dikerjain? Ya itu mah sih saya ngomong sama diri sendiri sih. Buat apa nulis banyak banget harapan, tapi ga ada yang dikerjain sama sekali.
Makanya resolusi wirausaha di tahun ini saya bikin gak muluk-muluk.

Pertama. Gak usah nunggu modal banyak.


Kalau kita mau wirausaha pasti deh yang dipikirin pertama kali adalah modal. Setelah pengalaman usaha kuliner dan fashion hijab beberapa tahun lalu, saya berkesimpulan bahwa modal secara materi atau uang bukanlah hal utama.

Dulu pernah saya mau bisnis kuliner juga. Modal ada banyak di tangan. Eh tapi malah jadi bingung loh, kita mau beli apa dan bagaimana memulai bisnisnya. Kita malah jadi pusing ketika modal di tangan cukup banyak. Yang ada malah boros, barang yang seharusnya gak perlu malah dibeli. Ujung-ujungnya gak terpakai dan mubadzir.

Modal bisa dicari dengan koneksi atau kepercayaan dari orang lain. Banyak kok bisnis reseller dan dropshiper yang sukses meraup banyak keuntungan. Dan saat ini pun saya sedang melakukan hal demikian.

Berbekal modal kepercayaan dari salah seorang teman, saya menjual pakaian rumahan bagi perempuan atau ibu di rumah. Harga barang cukup kompetitif sehingga laris manis di pasaran. Beberapa kali repeat order dan testimoni kalau pakaian yang saya jual itu berkualitas dengan harga yang ramah kantong.


Apakah saya perlu modal banyak? Jawabnya nggak, berbekal kepercayaan itu lah saya bisa melakukan penjualan. Karena inti dari bisnis itu ya memang penjualan, ada barang yang terjual, dan ada cash yang selalu berputar.

Sebagai bocoran saya jual apaan, boleh deh save kontak Whatsapp 085887062489 namain aja kontaknya ‘Tetty Jualan’ nanti bakal tau deh apa yang saya jual, mau jualan bareng juga boleh.

Hehehe sekalian promosi dong ah.

Kedua. Jangan Malu Mempromosikan Barang Dagangan Kita.



Kalau niat wirausaha sudah bulat, urat malu emang harus segera diputusin deh. Masa giliran nawarin dagangan malu-malu, giliran dapet untungnya senyum-senyum sendiri.

Saya sendiri udah merasa gak perlu malu lagi sama yang namanya dagang selagi barang dagangan kita ini baik dan menjadi solusi masalah bagi orang lain. Insya Alloh, kalau memang baik dan jadi solusi barang kita akan laku di pasaran, tinggal pinter-pinternya kita promosi.

Dulu ketika bisnis fashion hijab, saya sering buka lapak dagangan di acara-acara kemuslimahan atau pun acara wirausaha. Tujuannya, selain buat jualan, kita juga sekaligus melakukan branding dan promosi kepada orang lain.

Makanya waktu itu saya siapkan kartu nama supaya bisa dibagi-bagi ke peserta acara. Dan alhamdulillah, ada yang nyantol beberapa orang lah setelah acara itu selesai.


Dan kalau mau lebih serius lagi, bukan hanya nyebar kartu nama aja sih. Kita juga harus berani jemput bola. Bikin kartu pos dan melakukan penawaran kepada beberapa orang misalnya?

Takut ditolak?

Ish, kan namanya wirausaha mah gitu, harus berani, gak boleh malu. Kalau dibully woles aja. Kan kata beberapa pakar wirausaha juga gitu. Kalau sekarang kita dibully, suatu saat kita butuh mereka buat nonton dan kasih tepuk tangan saat kita sudah sukses, hehehe.

Ketiga. Gak Selalu Manis, Tapi Gak Usah Takut Berujung Pahit.



Guru saya dulu pernah bikin quotes di buku tahunan sekolah, “Manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan” Saya kira ini relevan banget sama niat resolusi wirausaha saya di tahun ini.

Berbekal pengalaman yang lalu pun saya jadi belajar bahwa memang tahun-tahun pertama membangun bisnis memang jatuh bangun dulu. Jangankan nyari untung, udah BEP alias balik modal pun udah bagus. Kuncinya emang sabar, sabar, dan sabar. Kalau jatuh, bangun dan bangun lagi.

Wah, udah panjang aja nih.

Itulah resolusi wirausaha saya di tahun 2019. Dan saya merasa gak muluk-muluk untuk mencoba memulainya lagi. Karena memang bisnis yang sukses adalah bisnis yang dijalankan. Dimulai dari langkah kecil yang pertama. Bukan bisnis yang cuma jadi ide semata ya gaesss.



Dan jujur aja sih, dengan memulai beriwirausaha begini, saya mencoba keluar dari zona nyaman yang katanya suatu saat bisa melenakkan.

Yaps bener banget, zona nyaman itu melenakkan sekali. Buktinya, ujian keuangan di 2018 kemarin membuat saya mendapatkan pukulan telak. Bahwa selama ini saya hanya mengandalkan sesuatu yang kurang pasti juga sebenernya, gak mau berusaha membangun dan mendidik diri menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih produktif.




Tahun ini, saya juga akan mulai merintis bisnis kuliner seperti yang dulu pernah lakukan. Do’akan terlaksana ya, dan semoga hasilnya pun sesuai dengan yang saya harapkan. “Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?” Mwahaha itu mah #Nurhadi yaaks.

Maksudnya kalau orang lain bisa sukses berwirausaha, kenapa saya gak bisa. Sabisa-bisa kudu bisa, Insya Alloh Pasti Bisa. Amiinn.

Kalau kamu, tahun ini punya resolusi apa? Apa punya niat berwirausaha juga? Kalau iya, mau wirausaha dibidang apa nih? Sharing yuk di kolom komentar.


29 comments on "Resolusi Wirausaha (Gak Muluk-Muluk) di Tahun 2019"
  1. Semoga resolusinya dapat tercapai :)

    ReplyDelete
  2. Wah resolusinya bagus banget, semoga dapat tercapai ya kak

    ReplyDelete
  3. Semoga yang diinginkan dapat tercapai ya kak

    ReplyDelete
  4. Semangat kak,semangat semangat semangat :D

    ReplyDelete
  5. Nih kebanyakan orang lama memulai usaha ya karena nunggu modal banyak dulu. Kayak aku. Akhirnya mandeg L(. Moga kita bisa punya usaha ya mbaa :)

    ReplyDelete
  6. Sekian tahun lalu juga saya pernah jualan online. Trus, berhenti karena masih rempong punya anak kecil. Pengen juga bikin usaha lagi meskipun belum saya jadikan resolusi unyuk tahun ini.

    Semoga niatan untuk berbisnis lagi dilancarkan, ya. Aamiin

    ReplyDelete
  7. Ingin menambah usaha nih, agar banyak pemasukan.

    Bisnis hijab okjuga

    ReplyDelete
  8. Semoga harapannya cepat terlaksana tahun ini ya mba, bisnisnya bisa lancar dan jadi berkah. Aku juga pingin berbisnis biar keuangan benar2 kokoh, tapi masih bingung, kebanyakan ide, tenaganya yg gak ada hahaha

    ReplyDelete
  9. Haha jlebb banget bagian orang-orang yg bully kita suatu saat dibutuhkan utk ngasih tepuk tangan atas kesuksesan kita.

    Saya termasuk yg masih malu-malu buat jualan. Apa ya. Selama ini selalu dibilang sama ortu kalau keluarga kami ga bakat berbisnis. Udah jadi karyawan aja.

    Padahal kan 9 dari 10 pintu rezeki datangnya dari berwirausaha. Kalo gitu saya juga mau nulis resolusi bisnis saya deh hehe. Biar didoakan banyak orang :)

    ReplyDelete
  10. Samaa..aku juga tahun ini resolusinya lebih banyak meneruskan resolusi 3018 yang masih tertunda hehe. Btw,tahun ini aku juga merencanakan untuk berwirausaha, masih mikirin kira-kira yang cocok apa :)

    ReplyDelete
  11. Wah mba tetty jualan apa sih? Hihi kepoo..
    Ngomong2 soal wirausaha Saya juga sudah memulainya dahulu, walau terputus bersambung. Tahun 2019 pun ingin kembali menghidupkan..semangat mbaaa!

    ReplyDelete
  12. Mba Tetty semoga langkah dan perjuangannya memiliki usaha dikabulkan ya. Kadang kita harus berjuang lebih kuat untuk mempromosikan produk kita sendiri. Tetap semangat

    ReplyDelete
  13. Semoga dimudahkan ya mbak resolusinya. Aku resolusinya tahun ini juga ga muluk2 pengen banyakin postingan organik terutama.

    ReplyDelete
  14. Haii mbak tetty wah sekarang mau merintis wirausaha di bidang kuliner yaaaa keren skali mba semangat yaaa

    Aku setuju tuh soal gausah nunggu modal banyak baru mulai , harus step by step ya biar segera terlaksana.

    Aku masih tetap di bidang jasa nih hehehhe jasa fotografi ehehe

    ReplyDelete
  15. Wadew malah bingung kalo modal banyak di tangan ya. Mungkin mesti pinter menej keuangannya. Atau mo kasih saya aja wakaka *dijitak
    Baidewei emang sih networking juga bisa dijadikan modal. Sukses untuk usahanya nanti ya, Mba :)

    ReplyDelete
  16. Semangat Mbak Tettyyyyyy!!!!
    Semoga bisa lancar-lancar ya resolusi untuk bisnisnya di tahun 2019 ini.
    Aamiin...

    ReplyDelete
  17. Mau juga dooonk kak...dikasih tips berjualan yang cerdas.
    Aku yang duluuu...pernah jualan baju anak-anak ples asesoris gitu.
    Alhamdulillah, lumayan laris.

    Tapi aku berhenti karena sepertinya ada yang salah dari cara jualanku.
    Hiiks~

    ReplyDelete
  18. Saya juga mau nih nambah2 usaha juga..lg nyari2 proroduk nih, belum nemu yg pas...

    ReplyDelete
  19. Aku juga lagi pengen merintis bisnis. Tapi bingung antara kuliner atau jasa.

    ReplyDelete
  20. Beli gembok buat dompetnay dimana tuh mbak? hehehe buat gembk dompet aku
    Aku pingin wirausaha tapi masih bingung dibidang aoa ya mbak

    ReplyDelete
  21. Aku pernah usaha bikin lunpia dan pisang coklat. Laris sih sebenarnya, tapi aku hentikan karena kecapaian. Ya masih kerja, bikin lunoia sendiri jadi nya kayak gak fokus.

    Btw, semoga terwujud resolusi bisnisnya di tahun 2019 ini ya

    ReplyDelete
  22. Semoga sukses Usahanya yah kak. Kalau tahun ini saya rencana pengen buka lapak buku online mudah2an tercapai juga 😄

    ReplyDelete
  23. Wah jadi sekarang ada WA jualannya juga ya. Benar-benar serius jualannya nih tapi kemarin aku ke rumah koq ga ada barang dagangannya?

    ReplyDelete
  24. Kalau aku lagi bikin usaha dompet dan booksleeve kak, sosialisasinya share di teman-teman blog dan WA :)

    ReplyDelete
  25. Wah bisnis kulinernya apa nih? Mau donk testernya #dikeplak haha.
    Kalau jualan online termasuk wirausaha gak ya? hehe. AKu dulu pas zaman Maxy kecil msh jualan2 gtu mayan, skrng blm kepikiran lg. Moga sukses ya resolusi bisnisnya :D

    ReplyDelete
  26. senaaang kalau liat semangat teman-teman yang ingin berwirausaha. Bagus mbaaa..karena memberdayakan diri kita dan membantu ekonomi keluarga serta membawa manfaat ke lingkungan. Semoga sukses yaaa

    ReplyDelete
  27. Tahun ini saya pengen berbisnis juga, Mbak.. Untuk jual beli buku anak sih sudah saya mulai sejak 2 tahun lalu. Tapi ya cuma sekadar iseng-iseng saja, jadi nggak tertarget. Harus dibenahi ya kayaknya..

    Lalu pengen juga mulai jadi mmanager-nya suami. Beliau kebetulan seorang arsitek, tapi agak keteteran kalau pas ada order gambar dari luar kantor, karena kerjaan kantor aja udah cukup padat. Jadi pengen meng-hire mahasiswa gitu.

    Ah, semoga mimpi kita jadi kenyataan di tahun ini ya, Mbak. Aamiin aamiin aamiin YRA..

    ReplyDelete
  28. Aku pun ingin segera bisa memulai kembali wirausaha yang dulu sempat kutekuni. Segala kerempongan ngantor bikin usahaku dulu akhirnya keteteran. Semoga setelah resign ini bisa kembali menggiatkan semangat berwirausaha.

    ReplyDelete
  29. Sukses selalu mba, ak nggak bisa melihat perkembangan bisnis apa yang sedang naik daun.. Tp untuk fasion muslim dan kuliner nggak ada matinya ya mba, hanya perlu berinovasi saja

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D