Ramadhan ditengah Pandemi Virus Corona, Apa yang Berbeda?

| On
May 07, 2020

Assalamu'alaikum, apa kabar puasa di hari keempat belas? Mudah-mudahan masih lancar yaa.

Seperti kita tahu bersama, Ramadhan kali ini benar-benar berbeda, kita tengah berada dalam Pandemi Virus Corona yang sudah menginfeksi jutaan manusia di seluruh dunia.

Sedih.

Satu kata yang bisa saya bilang, biasanya Ramadhan begitu meriah, tapi sekarang Ramadhan terasa sepi, kurang semarak.

Tarawih berjamaah ditiadakan, silaturahim bersama keluarga dan saudara pun dilarang. Karena kita harus #DiRumahAja dan menjaga jarak dengan orang lain.

😭😭😭

Semenjak pertengahan bulan Maret 2020 lalu, kita semua diminta bekerja dari rumah, sekolah libur dan belajar pun dari rumah.

Kifah sekolah dari rumah sejak pertengahan Maret 2020

Namun yang paling parah, ekonomi perlahan ambruk dan terdampak signifikan. Banyak pekerja dirumahkan, pedagang kehilanga  pelanggan.

Bisnis travel, jasa, transportasi, barang mewah, bisnis besar hingga mikro semua merasakan dampak dari Pandemi Virus Corona ini.

Jujur, sejak awal adanya pemberitaan Virus Corona di Wuhan China, saya sudah merasa khawatir. Diperparah dengan ketidakseriusan pemerintah dalam menghadapi wabah ini.

Tapi yaudah, saya hanya bisa pasrah, toh wabah ini sudah kadung menginfeksi negeri ini. Mengutuk keadaan pun bukan solusi, tapi kinerja pemerintah akan jadi catatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi wabah ini.

Apa yang berbeda?

'Maskeran' is the new normal


Selain aktivitas yang dibatasi, tentunya saya sedang memikirkan Hari Raya Idul Fitri nanti.

Gak mudik ke Bandung, gak ketemu orang tua, gak bisa shalat di Hari Raya.

Duh, gak kuat nulisnya aja ini mau nangis. Mudah-mudahan kuat nahan sedih di Hari Raya nanti Ya Alloh.

Ramadhan kali ini benar-benar beda kan?

Gak nyangka kalau tahun 2020 ini adalah tahun penuh ujian dan akan jadi catatan sejarah untuk kita di masa depan.

Dan buat anak-anak yang mengalami pandemi pasti jadi 'kenangan' ketika dia dewasa nanti.

Sekolah dari rumah, puasa tanpa tarawih di mesjid, menahan bosan demi hilangnya virus corona.

Semoga Pandemi ini segera berakhir, kita bisa hidup normal kembali.

Bagi teman-teman yang terdampak, baik secara ekonomi ataupun yang lainnya, semoga segera mendapatkan jalan keluar. 



Semoga Alloh memudahkan jalan rezeki kita semua, Alloh hindarkan kita dari virus yang membuat kehidupan kita lumpuh itu.

Amiiinnn.
18 comments on "Ramadhan ditengah Pandemi Virus Corona, Apa yang Berbeda?"
  1. Iya ya, ga menyangka kalau virus corona bisa datang juga ke Indonesia :( ANak2 LFH, suami WFH. Aku jadi makin sibuk di dapur, masak2 dan berbenah. Menjaga kebersihan diri yang utama dan jangan lupa pakai masker jika terpaksa keluar rumah.

    ReplyDelete
  2. Semoga mba. Paling terasa sektor ekonomi ya. Alhamdulillah dirumah aja masih bisa wfh, belajar dan beribadah dalam ramadhan yang luar biasa ini. Sehat selalu.

    ReplyDelete
  3. Sedih kalau mengingat penanganannya hingga efek yang ditimbulkan di berbagai sektor. Ya saya berharap banget semoga ini segera berakhir. Meskipun saya seneng banget bisa full berkumpul dengan suami dan anak-anak selama Ramadhan

    ReplyDelete
  4. Aamiin. Smg segera berlalu ya mbak pandemi ini, soalnya banyak banget yg kena dampaknya, sampai2 ada yg meninggal krn gak makan krn gak dapat bantuan 😭😭

    ReplyDelete
  5. terkadang sedih mbak, kita yang menahan diri nggak kemana2, ga mengunjungi ortu, dll tapi masih banyak manusia egois yang keluar rumah tanpa memikirkan orang lain, ga heran pandemi ini lama berakhir nya :( di daerahku, kab bandung jalanan macet kayak ga ada apa2 mbak

    ReplyDelete
  6. Berbeda banget mbak Ramadhan tahun ini subhanallah sedih tapi enggak boleh sedih karena setiap kejadian ada hikmahnya. Gak bisa tarawih di masjid dan gak bisa mudik itu bikin sedih mbak.

    ReplyDelete
  7. Semoga pendemi ini cepat berakhir agar bisa aktivitas seperti biasa lagi

    ReplyDelete
  8. Jujur aku sedih dan takut Mbak...tapi aku coba alihin itu dengan menulis dan mencoba ambil hikmahnya. Semoga Allah segera musnahkan corona ini.

    ReplyDelete
  9. Aamiin mbak....bener Ramadhan tahun ini beda banget....sedih rasanya, apalagi saat lebaran nanti tidak bisa mudik....mungkin inilah ujian kesabaran dan keikhlasan....semoga Allah senantiasa melindungi kita dari wabah ini...dan pandemi segera berakhir. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. Semuanya kena dampak wabah covid 19 ini ya, mba. Ramadhan sungguh terasa berbeda. Ga kebayang malam Idul fitri nanti.
    Semoga wabah ini segera berakhir dan aktivitas kembali normal.

    ReplyDelete
  11. meski ramadhan kali ini agak sedikit berbeda tapi alhamdulillah masih bisa melewati ramadhan yaaa, semoga kondisi ini bisa segera membaik dan berlalu

    ReplyDelete
  12. Jam tidur jadi berubah, jam kerja berubah juga. Semoga kita selalu diberi perlindungan yaa mbaaaa

    ReplyDelete
  13. semangat mbaaa.. semoga pandemi segera berakhir ya biar bisa mudik ke bandung, jumpa keluarga lagi.. huhu..

    ReplyDelete
  14. Baru saja kemarin sore kami sekeluarga membahas tentang virus corona. Saya dan suami juga bilang ke anak-anak, pandemi ini nanti jadi sejarah yang bisa diceritakan kepada anak cucu mereka

    ReplyDelete
  15. jujur sedih banget bun kalau diratapi mah, kaga ada tarawih, ngabuburit juga takut takut, kaga ada bukber bareng temen. tapi pastinya ada hikmah ya bun di balik musibah ini..

    ReplyDelete
  16. Aamiiin YRA untuk semua doanya mbaa. This pandemic teaches us a lot of things, particularly about the importance of taking care of our health and hygiene. and stay at home is the best policy for now

    ReplyDelete
  17. Hiks, tadinya bakalan terasa berat menjalani Ramadan di tengah Pandemi, tapi life must go on dan ga terasa sudah tinggal seminggu lagi kita berpamitan sama bulan Ramadan ya mba.

    ReplyDelete
  18. Iya, baru kali ini merayakan Ramadan di tengah pandemi. Semoga menjadi sekali seumur hidup ya mengalaminya. Semoga diberi kesehatan utk lebaran di thn depan. aamiin.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D