Stop Multitasking! [Tips Manajemen Waktu di Rumah Agar Tetap Produktif]

| On
November 18, 2021

 


Biasanya, seorang ibu itu kalau mengerjakan sesuatu itu maunya cepet beres, akhirnya semua dikerjakan sekaligus, karena konon katanya seorang perempuan/ibu itu bisa multitasking (mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu).


Apa benar seperti itu? Saya punya beberapa fakta tentang multitasking itu sendiri.





Fakta tentang multitasking:

1.Multitasking membuat otak bekerja lebih berat

2.Multitasking bisa menurunkan 40% prduktivitas

3.multitasking menurunkan IQ sebanyak 10 point

 

Sebenarnya, apakah kita (perempuan/ibu) itu beneran bisa multitasking? Jawabannya adalah yang kita lakukan sesungguhnya adalah switching atau berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Bukan multitasking, yakni mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Karena pada faktanya, hanya sedikit sekali orang ‘istimewa’ yang bisa melakukan multitasking.

 

Lebih Baik Singletasking

 



Yaps, setelah tahu bahwa sebenarnya kita gak pernah bisa benar-benar multitasking, maka yang saya lakukan adalah single tasking atau mengerjakan suatu pekerjaan satu-satu, sampai beres, baru berpindah ke pekerjaan lainnya.

 

Bagaimana cara melakukan singletasking yang efektif?

 

1.Membuat Jadwal dengan Kelompok Waktu


Dari pada membuat jadwal dengan rundown (seperti membuat acara) lebih baik mengerjakan pekerjaan dengan kelompok waktu. Biasanya saya membagi kelompok waktu dalam sehari menjadi empat bagian.


Pengelompokkan waktu tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut:




Catatan: Biasanya, sebelum tidur, saya melakukan pekerjaan rumah ringan terlebih dahulu, seperti cuci piring, sapu lantai, cuci baju (ringan kerena pakai mesin cuci), menyimpan barang pada tempatnya. Supaya apa? Supaya ketika bangun pagi mood kita jadi bagusssss.

 

Kenapa saya gak pakai jadwal ala Rundown acara? Karena pernah pakai dan seringnya jadwal jadi meleset, dan kalau meleset saya jadi stres, wkwkwk.

Dengan kelompok waktu, pikrian juga gak terlalu rumit menghafal jadwal, yang penting direntang waktu tersebut, tugas-tugas bisa selesai.

 

2. Fokus!

Apa yang membuat pekerjaan gak bisa selesai dengan cepat? Ya karena kita gak fokus! Bentar-bentar cek HP/Sosmed.


Gunakan mode silent atau getar saja, jadi notifikasi handphone gak selalu terdengar. Aktifkan suara handphone untuk panggilan penting saja. Sisanya bisa dibisukan atau dibuat mode getar.




Lakukan teknik Pomodoro. Teknik Pomodoro (Pomodoro ini artinya tomat, hehe) yaitu dengan cara, 25 menit melakukan pekerjaan, 5 menit istirahat. Di waktu istirahat bisa melihat handphone siapa tau ada hal penting, atau bisa beristirahat dengan minum teh manis hangat atau segelas susu.


Tapi ingat ya, kalau batas istirahatnya 5 menit, ya 5 menit aja. Jangan sampai, karena stalking sosial media, eh bablas jadi satu jam, haha.

 

3. Mindfulness

Lakukan kegiatan atau pekerjaan dengan se-mindfulness mungkin. Lakukan dengan penuh kesadaran dan kebermaknaan. Usahakan jangan mengeluh atau menggerutu. Fokus dan mindfulness ini jadi kunci kita untuk menikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan. Karena sayang sekali jika kita menggerutu/tidak menyukai pekerjaan tersebut.


Pada akhirnya, pekerjaan itu memang akan kita kerjakan berulang setiap harinya. Jika kita tidak bahagia mengerjakannya, sama saja kita membuang waktu dengan percuma.


Jadikanlah pekerjaan kita menjadi sebuah hobi yang menyenangkan dengan mindfulness ini.

 

4.Reframing


Setelah melakukan semua pekerjaan dengan mindfulness, jangan lupa juga kita melakukan reframing. Hal ini kita lakukan untuk melihat semua pekerjaan atau aktivitas kita menjadi lebih positif, tidak membuat kita stres.


Reframing sendiri berarti mengubah sudut pandang dalam melihat suatu masalah yang terjadi, atau memaknai ulang sebuah peristiwa.


Ada sebuah ungkapan, “tidak ada kejadian yang baik dan buruk, yang ada, pikiran kita lah yang memaknai itu semua”


Reframing ini adalah teknik yang sudah banyak digunakan agar kita selalu berpikir positif. Walaupun kita ini ‘hanya ibu rumah tangga’ berpikir positif ini harus selalu dilakukan, karena banyak sekali penelitian yang mengatakan bahwa memang ibu rumah tangga itu mudah sekali stres karena banyaknya pekerjaan yang dilakukan di dalam rumah.


Contoh reframing dalam pengasuhan:

Ketika anak merusak mainan/barang dan suka marah-marah

Ubah menjadi “Mungkin ada kebutuhan sensorik yang belum distimulasi dengan baik, sehingga tubuhnya ‘menagihnya’ atau mungkin anak sedang belajar mengeluarkan emosinya, namun belum tersalurkan dengan baik”

 

Reframing dalam urusan domestik:


Ketika lelah selalu memasak setiap hari.

Ubah menjadi “Alhamdulillah masih ada bahan makanan yang bisa saya masak. Mungkin ini adalah tantangan, bagaimana menyederhanakan proses memasak. Misal dengan mencoba food/meal preparation

 

Reframing dalam pendidikan anak:

Ketika anak belum memiliki nilai sekolah yang bagus menurut kita.

Ubah menjadi “Alhamdulillah ia masih bisa belajar, dan ini adalah tantangan bagi saya untuk menemukan gaya belajar yang tepat untuknya dan menggali potensi terbaik yang ia miliki.”

 

Dengan teknik reframing (menyederhanakan atau meminimalisir pikiran kita yang ruwet). Insya Alloh kita akan lebih bisa menjalani hari-hari dengan lebih positif. berpikir sederhana/tidak ribet dalam mengasuh, mendidik, dan menjadi ibu rumah tangga.

 

Tips Manajemen Waktu di Rumah Agar Tetap Produktif

 

Di atas sudah saya singgung tentang stop multitasking dan mulailah untuk singletasking. Memang tidak mudah untuk menerapkan singletasking, awalnya pasti akan terasa aneh dan kaku. Pikiran dan tangan ini rasanya ‘gatal’ untuk mengerjakan pekerjaan lainnya saat kita mengerjakan satu pekerjaan.

Coba ditahan ya, Bu. Insya Alloh pasti bisa.

Nah, di atas juga sudah saya tulis tentang bagaimana mengerjakan pekerjaan rumah dengan kelompok waktu. Silakan dibuat kelompok waktu tersebut, dan saya punya tips bagaimana agar bisa lebih produktif dengan menggunakan kelompok waktu tersebut.

 

Namanya, Jam Emas!




Jam emas adalah waktu-waktu dimana energi kita sedang ‘naik’, sedang semangat-semangatnya. Istilah gampangnya, mood kita sedanga sangat bagus kondisinya.

Jam emas ini saya sering artikan dengan waktu PRODUKTIF. Dimana saya harus memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Seperti menulis out line blog, sosmed, menulis draft tulisan, mencatat ide, membuat caption, mendesain visual menggunakan canva, dll.

Pokoknya, di waktu ini, saya sedang merasa sangat ‘hidup’ dan bersemangat.

 

Jam Emas dari waktu ke waktu


Jam Emas ini gak mesti stagnan ya, karena kehidupan kita pun sangat dinamis. Tahun ini punya satu anak, tahun depan dua anak, dan seterusnya. Jadi gak ada waktu pasti untuk jam emas ini. Biasanya sangat menyesuaikan dengan kondisi dan situasi.



 

Enaknya punya jam emas:

1.Tahu kapan waktu terbaik, paling semangat, mood, untuk melakukan sebuah pekerjaan.

2.Berasa punya GOALS atau tujuan hidup/mimpi yang setiap hari bisa dicicil.

3.Berasa Happy, karena kita sudah mengisi ‘satu slot’ waktu kita, untuk melakukan hal produktif.

4.Lebih santai, minim stres dalam mengasuh anak, karena energi kita tersalurkan untuk hal yang kita senangi.

 

Tips!




1.Lakukan PEKERJAAN YANG BERAT (seperti menulis draft blog, sosmed, caption, membuat konten, dll) di waktu dimana energi/mood kita dengan FULL POWER!

2.Lakukan hal yang MEMBOSANKAN ketika energi kita sedang SURUT. Kalau saya mencuci baju di malam hari, sudah agak low batt, tapi kan cuci bajunya pakai  mesin, jadi no problemo.

 

Akhirnya, dengan memiliki jam emas, saya punya ‘jatah waktu’ untuk membuat diri saya bahagia dan merasa produktif. Walau itu hanya membuat out line atau draft blog (satu dua paragraf) tapi saya merasa lebih berdaya dan bahagia. Mood jadi bagus, aktivitas lebih ringan dan bawaanya gak emosian, hahaha.


Jika tidak ada pekerjaan rumah sebelum tidur, berarti saya mendapaatka BONUS waktu, yeay! Biasanya saya gunakan untuk nonton vlog ibuk-ibuk Korea yang lagi beberes seperti HamiMommy, Haegreendal, Sisletter, Honey Jubu, dll. Nonton satu episode Drama Korea, atau bermain game.

 

Saya punya rekomendasi game yang bisa digunakan untuk megisi waktu bonus ini:

Solitaire

 


Solitaire ini sebenernya game jadul di PC Windows tahun 90’an, inget deh dulu games di PC ya cuma solitaire ini. Cara mainnya yaitu mengurutkan kartu bernomor besar ke kecil dengan warna selang-seling merah dan hitam. Sekarang, permainan Solitaire bisa dimainkan secara online.

 

Mahjong




Saya suka main mahjong waktu pertama kali punya gadget. Yaitu main mencocokkan gambar gitu aja, mirip-mirip sama Onet. Iya, saya kalau main game sereceh itu, gak pernah main game yang sulit, haha. Supaya bisa happy-happy aja, gak mau  malah jadi stres karena main game.

 

Hidden Object




Ini games yang paling saya suka, karena menguji ketajaman mata, jadi memang dari kecil saya lebih suka games dengan model uji ketajaman mata atau daya ingat. Lumayan kan ibu rumah tangga memang paling diuji ketajaman matanya dan daya ingatnya, wkwkwk.

 

Tapi ada satu pengecualian, kalau saya sedang sakit, sangat lelah, nggak saya paksakan untuk mengisi jam emas saya dengan hal yang biasa saya lakukan. Tetap ya, kita juga harus tahu batasan kapasitas diri kita.

 

Bagi saya, jam emas ini sangat penting. Agar kita tidak tersiksa dan merasa dikejar-kejar pekerjaan rumah tangga. Karena semua ada porsinya masing-masing. Karena ibuk-ibuk di rumah kadang lupa akan kebahagiaan dirinya sendiri.

 

Jadi, begitulah saya mengatur waktu saya di rumah agar tetap bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah dan tetap bisa produktif ngeblog dan bersosial  media.


Semoga bermanfaat yaa :)

 

 


1 comment on "Stop Multitasking! [Tips Manajemen Waktu di Rumah Agar Tetap Produktif]"
  1. Hehe yang kebiasaan multitasking sampai ga bisa cuma ngerjain satu pekerjaan saja, harus dibarengin yang lain cuma bisa cengar-cengir.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D