32 Tahun, Mau Apa?

 

Assalamu'alaikum, apa kabar semuanya pasca lebaran Idul Fitir? Semoga semua dalam keadaan sehat ya.


Hmmm, dari judulnya, saya memang mau cerita aja, sih, di blog ini. Bahwa, bulan ini, saya akan berusia 32 tahun, dan dengan usia pernikahan 12 tahun. Jadi, ya dulu saya nikah usia 20 tahun ya berarti, hahaha. Nikah semester 5 kuliah dalam status masih mahasiswa aktif.

Ramadan kemarin membuat saya banyak berfikir tentang banyak hal, berkontemplasi, mengevaluasi diri, mau dibawa kemana hidup ini?

Melihat banyak rekan saya yang punya jalan masing-masing, saya jadi memikirkan jalan saya sendiri, jalan yang saya pilih, walau saya tahu, saya pun masih samar dan ragu, apa jalan yang saya pilih sudah benar dan terbaik untuk saya?

Kembali ke Ramadan kemarin, saya banyak berfikir, memikirkan dunia ini dan seisinya (HAHAHA). Padahal biasanya, saya orangnya malah berfikir, just let it flow my life. Ramadan kemarin, alhamdulillah saya mulai intens berinteraksi dengan Al-Qur'an. Connecting Mama mengadakan ODOJ (One Day One Juz) dan kajian mengenai Al-Qur'an secara online via zoom meeting.

Dari sana saya banyak merenung dan belajar kembali, hakikat hidup ini, apa yang seharusnya dikejar? karena ada kalimat yang membuat saya tertegun, "Apa sih yang dikejar di dunia ini sampai sebegitu capeknya? Padahal yang dikejar ternyata ngga dibawa sebagai bekal 'pulang' nanti?

Ya, banyak dari kita (saya sih sebenernya), yang merasa lelah mengejar dunia, tapi kita ga tau, apa dunia itu adalah bekal untuk akhirat?

Banyak yang mengejar materi, popularitas, harta, benda, kedudukan, namun 'Wusssshhh' semua menghilang dalam sekejap mata, dunia menjadi hening seketika, jika waktu kita telah tiba.

Duh, omongannya serem aja. Haha.

Bukan untuk nakut-nakutin, sih, (walaupun sebenernya ya saya juga takut), hanya saja untuk mengingatkan diri dan 'mengerem' langkah, kalau-kalau ternyata jalan yang kita pilih ini ternyata salah. Atau lelah yang kita lakukan, ternyata tidak lillah, semua sia-sia.

Sedangkan di dalam Al-Qur'an, banyak diceritakan tentang kehidupan kita kelak yang sesungguhnya. Dimana banyak manusia menyesal, dan berandai-andai jika mereka diberi kesempatan kembali hidup di dunia, mereka akan beramal sebanyak-banyaknya dan menyesali semua perbuatannya, naudzubillah.

Islam itu sangat adil, tak ada kasta dalam agama ini. Kita semua memiliki kesempatan yang sama tanpa  memandang jabatan, golongan, harta, materi, kedudukan, keturunan. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk memilih.

Dan semua pilihan itu, akan benar-benar kembali kepada diri kita masing-masing.


Jadi, 32 tahun ini mau apa?

Tentunya saya ingin terus memperbaiki diri, mengambil langkah yang benar, membawa bekal pulang yang benar, dan tidak menyia-nyiakan hidup saya dengan sesuatu yang semu dan tak bernilai apa-apa di hari kemudian.


Di usia kamu sekarang? Apa yang sedang kamu pikirkan?


I love to read your sharing bellow 💖

Comments

  1. Di usia kita yang sekarang kayaknya cuma butuh materi dan kebahagiaan. Pernah ingin punya teman tapi sadar dunia itu jahat, udah banyak yang dilewati dan ga semua bisa membahagiakan sih. Jadi, intinya cuma mau sesuatu yang menyokong kita untuk bertahan hidup.

    ReplyDelete
  2. Eh kita beda 2 tahun ya Mak, 2 tahun lebih tua dikit. Lagi mikir job digital makin minta usia yang muda-muda nih, jadi sadar diri aja kalau semakin menua, hahaha. Lebih mikir masa depan anak-anak aja sih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D