Copyright by tettytanoyo. Powered by Blogger.
Showing posts with label Personal Branding. Show all posts

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding

“Branding is what people say about you when you are not in the room” Jeff Bezos, Founder and CEO Amazon.com 
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar istilah personal branding? Eksistensi atau sebuah pencitraan? Atau sebuah karakter yang dibangun di depan khalayak umum?

Saya sendiri udah lama banget kepingin dapet materi tentang personal branding ini. Lewat buku ataupun seminar. Pernah sekali beli buku tentang personal branding di Gramedia, entahlah siapa penulisnya.

Tapi saya gak dapet apa-apa, bukunya agak zonk gitu. Mungkin sang penulis belum punya banyak pengalaman mengenai materi personal branding dan seluk beluknya.

Bersyukur saya tergabung dalam komunitas Mombassador SGM Eksplor Batch 5. Awalnya saya ikut karena memang ingin ikutan gatheringnya di Jogjakarta, tapi saya gak nyangka ternyata SGM dan Sari Husada juga memberikan banyak pelatihan kepada kami para Mombassador hingga saat ini.


Dan jujur, pelatihan atau seminar yang diberikan SGM untuk kami sangat bermanfaat. Banyak materi yang keren dan dibawakan oleh pemateri yang keren juga, termasuk materi mengenai personal branding.

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding
Nadia Mulya bersiap memberikan materi mengenai personal branding di media sosial

Yaitu Nadia Mulya, kenal dong presenter dan aktris cantik ini. Saya kagum dengan Kak Nadia Mulya, karena selain aktris, ia pun penulis dan juga bisa dibilang seorang public speaker dan trainner yang sukses. Waktu beliau menyampaikan materi, semua mata terhipnotis dan fokus mendengar apa yang ia sampaikan.

Nadia Mulya adalah perempuan kelahiran Jakarta, 19 Februari 1980 yang merupakan penulis, MC, presenter, Duta diet kantong plastik, Fasilitator i4, dan Tenaga ahli lactamil.Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta. Bachelor of Business Administrations (with honors), Edith Cowan University, Perth Australia. Master of Science International Management, The University of Reading, England. Dan Master Practitioner Neuro Linguistic Programming – Neo NLP.

Jadi, apa itu personal Branding? Apa Fungsinya?

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding
Nah, kalo ini personal brandingnya apa ya?


Personal branding bisa diartikan dengan proses menciptakan sebuah identitas/siapa diri kita yang dikaitkan dengan emosi.

Fungsinya adalah:

1.Memperjatam citra diri seseorang

2.Memudahkan orang lain untuk mengingat siapa kita

3.Memudahkan dalam menentukan pilihan

4.Memfokuskan diri pada apa yang ingin dicapai

Lalu, apa bedanya eksistensi dan perncitraan?

Eksistensi adalah citra diri yang apa adanya, tidak dibuat-buat. Sedangkan pencitraan adalah citra diri yang dibuat-buat. Maka untuk mengetahui apakah seseorang sedang menunjukkan eksistensinya atau melakukan sebuah pencitraan semata, maka waktu lah yang akan membuktikan semuanya.

A.Merumuskan Personal Branding Diri Kita

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding

Yang pertama harus dilakukan adalah merumuskan kira-kira siapa saja orang yang akan kita wakili? Apakah agama, keluarga, suami, brand misalnya.

Anggap diri kita adalah sebuah produk, maka bayangkanlah kita ini sebagai produk apa, berapa harganya, apa kegunaannya, apa kandungannya, bagaimana distribusinya, bagaimana strategi promosinya dan siapa konsumennya.

Untuk menjabakan itu semua, mari kita isi rumusan sebagai berikut:

1.Menyiapkan Grand Plan

Apa passion kamu?

Apa tujuan kamu?

Kamu ingin dikenal sebagai apa?

2.Diri atau internal

Bagaimana karakter kamu?

Apa keunggulan kamu? Jika sudah mengetahui, maka asah terus keunggulan kita.

Apa kemampuan kamu?

Apa kelemahan kamu? Jika kita telah mengetahui kelemahan diri, carilah solusinya.

3.Lingkungan atau eksternal

Kompetitor, siapa saja kompetitor kita, apa kelebihan atau keunggulan mereka, apa kelemahan mereka.

Idola, siapa idola kita, apa saja yang bisa kita tiru dari mereka.

Audiens, siapa audiens kita, berapa rentang usianya, bagaimana karakter mereka.
Klien, siapa saja yang akan menjadi klien kita, bagaiaman karakter mereka, apa yang mereka butuhkan.

Be Unique
“In order to be irreplaceable. One must always be different.” Coco Chanel.

Untuk menjadi seorang yang dikenal, maka jadilah unik. Jika kita bukan aktris atau aktor yang memiliki banyak kelebihan dari segi fisik atau materi, teruslah cari sisi keunikan yang kita miliki. Ada banyak media saat ini untuk mempublikasi diri. Ada instagram, youtube, facebook, dan social media lainnya.

Orang lain pasti akan melihat siapa kita. Jadilah unik, dan jeli lah melihat peluang. Seperti yang dilakukan oleh Kim Kardashian (dibagian ini kita meniru caranya untuk menangkap peluang dan mempublikasi diri). 

Kim Kardashian bukanlah orang yang terkenal, ia sama sekali tidak dikenal publik sampai akhirnya ia menemukan moment yang tepat untuk mempublikasi siapa dirinya dan apa saja kelebihannya. Hingga akhirnya sampai saat ini ia menjadi salah satu orang yang dikenal oleh khalayak umum.

B.Personal Branding in Social Media

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Content is King

Sering denger lah ya kalau konten adalah raja. Dalam bermedia social pun sama. Berikan konten yang terbaik yang akan disukai oleh publik. Gunakan visual yang indah, tulislah dengan cerdas. Tulisan yang dibuat di social media harus dipilih gaya bahasanya, kosa katanya, strukturnya, dan lain-lain.

Pemilihan kosa kata dan gaya bahasa ini tentunya menunjukkan tingkat intelejensi seseorang, kematangan emosional, latar belakang pendidikan dan gaya asuh keluarga, serta menunjukkan banyak hal lainnya.

Ingat bahwa akun social media kita adalah identitas/CV/Resume= asset=BRAND

Bagaimana cara membuat tulisan/caption yang menarik untuk instagram atau social media lainnya?

1.Relevance, buat orang tertarik atau orang merasakan manfaat dari tulisan kita.

2.Attention, buat judul yang membuat orang tertarik.

3.Consistent, konsisten dalam melakukan posting.

4.Responsible Content, buatlah konten yang bertanggung jawab. Jika ada perdebatan dalam konten yang kita buat, hindarilah perdebatan yang memicu tindakan negatif.

5.Give Credit to reference, jangan lupa memberikan keterangan jika kita mengutip kata atau apapun dari seseorang.

Struktur Ci-Luk-Ba

Membuat tulisan yang memukau, memang susah-susah gampang. Tapi Nadia Mulya memberikan tips ini untuk kita membuat sebuah tulisan, atau lebih mudahnya seperti kita membuat KulTweet di Twitter.

Yaitu struktur Ci Luk Ba. Contoh dalam membuat kul tweet.

Bagian Opening terdiri dari 2 tweet
Bagian Content terdiri dari 6 tweet
Bagian Summary terdiri dari 1 tweet

Mengapa summary hanya 1 tweet? Karena orang biasanya terpukau hanya pada 1 tweet kesimpulan terakhir. Jika kesimpulan di tweet terlalu banyak, maka orang sudah tidak terpukau lagi dan merasa biasa-biasa saja.

C.Action Plan

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Begini langkah untuk melakukan action plan dalam merumuskan dan membangun personal branding.

1.Kapan Posting? Buatlah waktu untuk kita posting di social media atau blog.

2.Seberapa sering update? Update blog atau social media lainnya salah satu faktor penting untuk menunjang personal branding kita. Pastikan kita selalu update ya gaes. Minimal posting itu 1-2 kali dalam sepekan.

3.Reguler atau tematik? Kita memposting hal yang biasa saja, tidak bertema atau ingin memposting tema tertentu di hari tertentu? Misalkan Selasa Masak. Maka setiap hari selasa kita mengupdate seputar dunia masakan, atau hasil otak atik menu di dapur.

4.Tingkatkan engagement. Buatlah postingan yang menarik orang untuk berinteraksi dengan kita. Seperti membuat kuis atau giveaway.

5.Platform lain. Gunakan platform lain untuk menyebarkan postingan kita. Kalau blogger biasanya sih menggunakan berbagai social media lain seperti instagram atau twitter untuk membranding diri.

6.Manfaatkan komunitas. Jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas yang akan menunjang personal branding kita.

7.Kolaborasi. Berkolaborasi dengan ‘teman seprofesi’ ini layak untuk diperhitungkan untuk mempertajam personal branding kita.

8.Konsisten. Bab ini biasana syuseh ye, hehehe. Sulit sekali rasanya untuk konsisten, tapi ya jika kita ingin sukses melakukan personal branding, maka konsistensi itu adalah salah satu koentji kesuksesan.

9.Upgrade. Perbanyak ilmu, informasi dan wawasan baru. Penting loh untuk mengupgrade diri itu.

10. Review dan Evaluasi. Setelah kita melakukan sembilan hal di atas, baiknya kita review dan evaluasi kembali apa yang harus kita pertahankan, tambahkan, atau bahkan kita kurangi.

Nadia Mulya sendiri menginginkan kami para Mombassador membuat action plan dengan membuat jadwal ‘konten media sosial’ apa saja yang harus kami tulis selama 1 bulan. Jadi memang baiknya, kita sudah punya nih, rencana publikasi konten selama 30 hari ke depan. Bisa kita buat di gadget atau pun ditulis manual di notebook.

D.Think Before You Post

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Setiap tulisan akan mengandung konsekuensi dan diperlukan tanggung jawab dari kita penulisnya. Maka dari itu kita harus THINK sebelum menulis, hindari isu SARAP (Suku, Agama, Ras, Antar golongan dan Politik) biarlah itu semua menjadi konsumsi pribadi kita seorang.

THINK: True, Helpful, Inspiring, Nice, Kind

E. Apa yang harus dilakukan ketika kita melakukan kesalahan?

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


1.Review situation, lihat dulu situasi yang terjadi apakah sudah genting atau tidak.

2.Apology, mintalah maaf jika memang melakukan kesalahan.

3.Avoid Confrontation, hindarilah konfrontasi atau pun hal yang akan membuat gesekan/benturan dengan pihak lain.

4.When to respond, when to block, when to delete. Kita boleh merespond komentar yang ada di social media kita, memblocknya jika mengganggu atau menghapus komentar yang bisa memicu pertikaian atau perdebatan lainnya.

5.Monitor, terus pantau keadaan, apakah masalah sudah mereda atau belum.

Terakhir, adalah:  Jadilah, The Complete Package.

Ini yang saya suka. Pencitraan hanya akan berhasil dan bermakna bila otentik dan konsisten, maka perlu adanya keselarasan antara citra di dunia “online” dan juga “offline”.

Bener banget ya kan, buat apa capek-capek ngebranding diri di dunia maya sebaik dan sesempurna mungkin. Kalau di dunia nyata, karakter yang kita miliki berbanding terbalik dengan apa yang terpampang sempurna di dunia maya. So, jadilah the complete package.

Wihhh udah panjang ya, semoga materi yang saya terima di Kelas Bunda Mombassador 2017 bermanfaat untuk teman-teman semua.

Nah, kalau kamu udah mulai membuat personal branding kah di sosial media? Atau baru mulai kepikiran? Sharing yuk di kolom komentar.  



 *Image from pexel.com