Copyright by tettytanoyo. Powered by Blogger.

LRT City: Solusi Mengembalikan Quality Time yang Hilang

review LRT City PT Adhi Karya

"Home is Where Your Story Begins" Anonymous

“Mi, tahu ga? Si Kang itu, kasihan deh. Anaknya katanya gak kenal loh sama dia, sama Bapaknya sendiri.” Abbiy berkisah suatu hari.

“Wamasa? Kok bisa?” Saya menjawab kaget.

“Iya. Katanya dia setiap hari pergi pagi buta, sebelum anaknya bangun. Dan pulang udah larut malam, pas anaknya udah tidur.”

T_____T

Dalam hati, saya bersyukur karena Abbiy gak begitu “jungkir balik” untuk bekerja, masih bisa mengantar kifah ke sekolah, dan masih bisa main sama anak-anak sebelum tidur.

Lain lagi cerita tetangga saya dulu. Setiap hari, sebelum adzan Shubuh berkumandang, suara motor sudah meraung di teras rumah.

“Bu, kok Bapak pergi kerjanya pagi banget, jam 4?” Saya beranikan diri untuk bertanya.

“Iya, Mi. Soalnya kalau telat 5 menit aja naik keretanya, bakal telat berjam-jam nyampe kantor.”

“Sholat Shubuhnya gimana?” Tanya saya lagi.

“Bapak sholat Shubuh di stasiun.”

*Speechless

Satu lagi, ketika sambutan ketua RW di lingkungan tempat saya tinggal dulu ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Mohon maaf Bapak dan Ibu warga sekalian, saya seringnya tidak bisa sholat Shubuh berjamaah di Mushola, karena saya harus berangkat kerja sebelum Shubuh, jadinya ya saya sholat Shubuh di jalan.” Ucap Bapak RW.

“Sholat kok di jalan? Di mushola atau mesjid, Pak. Nanti ketabrak loh Sholat di jalan begitu.” Seorang Ustadz menimpali.

Gelak tawa memenuhi mushola yang dipenuhi jamaah.

Pak RW juga ikut tertawa.



Tertawa getir.

...

Macet dan Kebiasaan ‘hidup susah’

Sudah jadi makanan sehari-hari lah ya macet di ibu kota Jakarta. Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pada tahun 2016, jumlah kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ke DKI Jakarta sekitar 1,4 Juta/hari.

Dengan detail:

423.000 unit (31%) dari Tangerang
426.000 unit (31%) dari Bogor
571.000 unit (38%) dari Bekasi

Ayo, warga Tangerang, Bogor, Bekasi, mana suaraanyaaa?

Jakarta makin macet karena jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta makin banyak setiap harinya. Menghempaskan segala keruwetan yang menyertainya juga.

review LRT City PT Adhi Karya
Kiri ke Kanan. Mas Setya Adji Pramana perwakilan PT. Adhi Karya, Mbak Nuniek Tirta Life Style Blogger, dan Bunda Tika Bisono, Psikolog.

Secara ekonomi, kerugian akibat kemacetan di Jakarta itu mencapai Rp. 28,1 triliun per tahun. Mbak Nuniek Tirta Ardianto, seorang ibu dua anak, pengusaha, juga seorang Life Style Blogger mengakui bahwa kemacetan di Jakarta memang sangat menguras energi dan merugikan.

Selain kerugian secara ekonomi, kemacetan juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat yang setiap harinya menghabiskan waktu rata-rata 5 jam di jalan raya.

“Pengaturan lalu lintas, infrastruktur di Jakarta memang belum tertata dengan baik. Sehingga membuat masyarakat seakan ‘terbiasa’ dengan kemacetan.” Ucap Tika Bisono.

Ya, saya sepakat.

Kita ini terlalu terbiasa ‘hidup susah’, ketika macet yaudah pasrah, mau gimana lagi. Mau ngeluh gak enak, nggak ngeluh ya stres juga sepanjang jalan pergi dan pulang kantor.

Macet dan Hilangnya Quality Time

Quality time, family time, me time, dan time lainnya.

Time yang begitu berharga ini kadang menguap begitu saja, dan parahnya menguap di jalan raya hampir SETIAP HARI.

Jika rata-rata seseorang bekerja dimulai dari usia 25 tahun hingga usia pensiun 50 tahun, berarti total lama bekerja itu sekitar 25 tahun ya. Menghadapi macet dengan rata-rata 5 jam perhari berarti menghadapi macet 1.825 jam per tahun. Dan jika dikonversi dengan rentang lamanya kerja yaitu 25 tahun, maka kita menghadapi macet selama 45.625 jam atau setara dengan 5,2 tahun.

Wow!

Berarti usia produktif bekerja kita rata-rata hanya 20 tahun, sisanya yaitu sekitar 5 tahun dihabiskan untuk menghadapi macet di jalan. 5 tahun, macet mencuri Quality time kita dengan keluarga.

Apa akibatnya jika seseorang terus menerus menghadapi kemacetan?

“Walaupun terlihat sabar, setiap orang pasti memerlukan ‘sesuatu’ untuk menyalurkan emosi. Penyaluran emosi itu biasanya terlihat di tempat seseorang itu berada, di kantor misalnya. Dan yang paling fatal, jika orang rumah terkena imbas oleh emosi di jalan raya.” Lanjut Tika.

Mas Adji pun menambahkan, "Sebenarnya, jika kita tinggal di titik nol kilometer dari stasiun LRT dan tidak terjebak dalam kemacetan, "ongkos" hidup kita akan lebih hemat dan kita bisa berinvestasi baik secara materi atau pun waktu bersama keluarga untuk jangka panjang."

Adhi Karya Hadirkan LRT City

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City, persembahan PT. Adhi Karya (tbk) untuk masyarakat urban Jakarta

Bicara tentang kota Jakarta, kita sebagai masyarakat tentunya menginginkan adanya tata kota yang nyaman, hunian yang ‘layak’, transportasi yang cepat dan mengakomodir kebutuhan masyarakatnya.

PT. Adhi Karya (tbk), sebagai pengembang properti yang sudah ikut serta membangun bangsa selama puluhan tahun ini memiliki sebuah gagasan yang unik dan menjadi solusi kemacetan kota Jakarta.

Layaknya sebagai kota megapolitan, Jakarta membutuhkan Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi bagi kemacetan yang ada. Dengan adanya kawasan TOD, masyarakat akan memiliki tata kehidupan yang baru, dimana kawasan hunian atau komersil akan terintegrasi dengan sistem transportasi masal.

Konsep TOD yang di usung oleh PT. Adhi Karya ini merupakan solusi penataan kota yang tepat bagi masyarakat Jakarta sebagai solusi jangka panjang atas masalah lalu lintas selama ini. Dengan konsep yang mengedepankan Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify dan Cycle, kawasan TOD akan menjadi solusi baru untuk masyarakat Jakarta.

LRT City merupakan sebuah upaya PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Untuk memberikan tata kehidupan baru bagi kaum urban di Jakarta, dimana hunian dan wilayah komersil akan terintegrasi langsung dengan stasiun LRT (Light Rail Transit) di Jabodebek.

FYI: PT. Adhi Karya (tbk) merupakan perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk membangun proyek kereta api ringan atau LRT Jabodebek sesuai dengan Peraturan Presiden No 65 tahun 2016, yang akan dijadwalkan rampung pembangunannya pada tahun 2018.


Nol Kilometer

Posisi LRT City ini akan terkoneksi langsung dengan stasiun LRT. Cukup berjalan atau naik sepeda ke stasiun LRT. Selain menghemat waktu dan menepis kemacetan kota, cara ini juga akan membuat gaya hidup kita semakin sehat bukan?

Dimana saja akan dibangun LRT City?

Ada 5 lahan yang akan dibangun oleh PT. Adhi Karya untuk mengembangkan konsep LRT City ini, yaitu LRT City Sentul, LRt City Bekasi, LRT City Jati Cempaka, LRT City Ciracas, dan LRT City MT Haryono.

1. LRT City Sentul yaitu Royal Sentul Park

Terletak di kawasan Sentul Kabupaten Bogor, berlokasi tidak jauh dari Sentul International Circuit.

Fasilitas:

Infinity Pool, Iconic Skylight Garden, Tematic Cafe, Green Connectivity, Butterfly Garden, Sky Lounge, Street Culinary, Ramp Garden, Family Play Ground, Bicyle and Segway Sport, Jogging Track, Multipurpose Room.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 22,7 meter persegi, 1 Bed Room: 33,00 meter persegi, 2 Bed Room: 52,0 meter persegi.

Marketing Gallery:

Exit Tol Sirkuit Sentul Km. 33 Jalan Sentul Raya, Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 021-82671111


2. LRT City Bekasi yaitu Eastren Green

Fasilitas:

LRT Station, Swimming Pool, Cinema, Mall, Commercial Area, Gym and Spa, Plaza/Landscape, Security Guard.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 27,21 meter persegi, 1 Bed Room: 38,43 meter persegi, 2 Bed Room: 50,51 meter persegi.

Marketing Gallery:

Jl. H.M. Joyomartono. Exit Tol Bekasi Timur Km. 16 Indonesia. 021-2908 5555.


3. LRT City Jaticempaka yaitu Gateway Park

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City Jati Cempaka Gateway Park


Fasilitas:

Function Room, Swimming Pool, Security, Mushola, Play Ground, Commercial Area, Convenience Store, Gym, Resto and Cafe, Stasiun LRT Jati cempaka.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 24,50 meter persegi, 1 Bed Room: 36,75 meter persegi, 2 Bedroom 49,00 meter persegi.

Marketing Gallery:

Ruko Green Terrace No. 8i Jalan Raya Kalimalang, Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur. 021-82671010.


4. LRT City Ciracas yaitu Urban Signature

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City Ciracas Urban Signature


Fasilitas:

Function Room, Swimming Pool, Security, Mushola, Play Ground, Commercial Area, Convinience Store, Gym, Resto and Cafe, Surrounding Area (Stasiun LRT Ciracas, Taman Mini Indonesia Indah, RS. Jantung Bina Mulya, Jakarta International Korea School).

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 24,5 meter persegi, 1 Bed Room: 36,75 meter persegi, 2 Bed Room: 49 meter persegi.

Marketing Gallery:

Jalan Pengantin Ali No. 88 Ciracas Jakarta Indonesia. 021-228 222 11.


Silakan kunjungi www.lrtcity.com  untuk mengakses informasi seputar LRT City, atau kamu bisa melihat lebih dekat proyek LRT City ini dengan mengunjungi Properti Expo di JCC Senayan Hall A tanggal 11-20 Agustus 2017 mendatang.

Psssttt, buat kamu yang datang ke Booth LRT City dan membeli unit di LRT City akan mendapatkan kesempatan hadiah langsung Motor Yamaha N Max, Mio Fino, dan hadiah menarik lainnya.

review LRT City PT Adhi Karya
Suasana Booth Departemen TOD PT. Adhi Karya, LRT City.


***
Tata kehidupan baru masyarakat urban Jakarta dan suburban kota penyangga Jakarta sudah di depan mata. 

Pilihan untuk menginvestasikan waktu lebih berkualitas bersama keluarga atau menghabiskannya sia-sia di jalan, ada di tangan kita masing-masing. Sudahkah kamu menentukan pilihan?



Yuk nonton video keseruan Blogger Gathering kemarin!






Pertanyaan Kifah #Part-5 Neraka, Jerawat, Cangehgar



What, udah Part 5 aja nih.

Yang mau baca Part 1, Part 2, Part 3, Part 4 silakan tinggal klik yaa.


Akhirnya balik lagi nyeritain "keluguan" anak 6 tahun yang sudah masuk kelas 1 SD ini. Tadinya saya udah gak mau ngelanjutin, karena anaknya udah makin gede, tapi ternyata ya ada-ada aja pertanyaan sama pernyataan dia yang bikin ngikik sendiri.



48. Gak Mau Meninggal

Kifah: "Mi, kalau udah tua kita meninggal ya?"

Ummi: "Ya iyalah."

Kifah: "Aku gak mau, takut." *sambil masang muka takut*

Ummi: "Ya, gimana lagi, semua manusia pasti meninggal, Kif."

Kifah: "Nggak ah, nggak mau meninggal. Aku mah mau langsung ke luar angkasa aja."

Ummi: *lah, apa hubungannya meninggal ama keluar angkasa*


49. Neraka di Instagram

Kifah: "Mi, neraka itu kayak gimana sih?"

Ummi: "Banyak apinya, nanti dibakar kalau banyak dosa."

Kifah: "Coba, Mi. Liat di Instagram, ada yang ngaplod foto neraka gak?"

Ummi: T__________T


50. Gak Mau Kelas 2

*Percakapan di atas motor*

Kifah: "Ummi, aku nanti kelas 2 sekolah di sini lagi?"

Ummi: "Iya, emang kenapa?"

Kifah: "Gak mau ah! Aku gak mau sekolah di sini lagi! Aku gak mau naik ke kelas 2!"

Ummi: "Lah, emangnya kenapa?"

Kifah: "Gak mau ah, aku gak mau jadi imam. Mau jadi makmum aja kayak kelas 1."

Ummi: *Rrrrrrrr, kirain apaan*


51. Pelatih Karate

Kifah abis latihan karate.

Ummi: "Gimana tadi latihannya?"

Kifah: "Mmmm enak."

Ummi: "Seru gak?"

Kifah: "Mmmm, seru."

Ummi: "Bagus-bagus."

Kifah: "Mi, kalau nanti sabuk aku jadi ganti warnanya? Gak putih lagi?"

Ummi: "Iya nanti kalau udah ujian kenaikan tingkat."

Kifah: "Jadi warna apa?"

Ummi: "Kuning."

Kifah: "Ohhh, tadi juga si abangnya, sabuknya udah warna item."

Ummi: *SI ABANGGGGGNYAAAAAA, lukate tukang somayyy*

Ummi: Simpei Kif Simpei pelatihnya, bukan abangggg -_______-


52. Mau Bonceng Aldebaran

Kifah: "Aku kalau udah gede mau bonceng ade."

Ummi: "Iya."

Kifah: "Nanti Mi, kalau aku udah kuliah, kan udah bisa bawa motor."

Ummi: "Yah kan Aldebarannya udah gede atuh Kif."

Kifah: "Aku kan kakaknya, harus bonceng ade, di depan."

Ummi: "Iya, tapi Aldebaran kan udah gede juga, udah gak bayi."

Kifah: "Ihhh, pokoknya aku mau boncengin Aldebaran di depan kalau udah gede."

Ummi: "Kumaha kamu weh."


53. Jerawatan

*Kifah lagi main polisi-polisian dengan adegan menelepon*


Kifah: "Ya Halo pak polisi. Ini Kifah, tolong ya tangkap orang yang bernama Ummi. Ciri-cirinya adalah pakai baju orens, pakai celana biru, dan mukanya jerawatan."

Ummi: "KIFFFAAAAAHHHHHHH."

*nangisss di atas meja setrikaan*


54. Dokter di UGD

Asma Kifah kambuh, subuh-subuh ke UGD buat diuap.

Kifah: "Tadi aku di uap sama dokter."

Ummi: "Laki-laki apa perempuan dokternya?"

Kifah: "Perempuan lah, cantik lagi."

Ummi: "Cantikkan mana sama Ummi?"

*teuteup ya, naluriah emak-emak pasti nanya kek begini"

Kifah: "Ya cantikan Bu Dokter lah."

Ummi: "Kifah jaaahaaatttttt T______T"


55. Cangehgar

Kifah lagi seneng dengerin cangerhgar di Youtube, dan dialog ini kayaknya yang paling sering dia ulang-ulang.

*warning: Sunda only iyeu mah.

Kifah:

"Pak, ai belo teh naon."
"Belo teh anak kuda."
"Ai eneng?"
"Ai eneng mah, anak Bapak."
"Naha saur bu guru mah eneng teh anak munding."
"Ah, itu mah bu guru na wae heurey."

Ummi:

*Wkwkwkwk* *ngakak bari ngabayangkeun anak munding*

[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte (No.3) dan Oh So Nud* (No.11)

[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!

Assalamu'alaikum

Halo halo pecinta lipstik Matte warna nude. 

Kali ini saya akan mereview lipstik matte warna nude dari Wardah yang sudah terkenal dan malang melintang di jagad perlipstikan di Indonesia.

Sebelumnya saya pernah share tentang 5 lipstik warna nude yang bisa dicobain. Dan salah satunya produk dari warda ini yaitu Exclusive Matte Lip Cream See You Latte.

Waktu itu saya hanya mereview satu aja, yaitu yang See You Latte. 

Nah, sekarang saya mau review dua lipstik matte warna nude dari wardah yang warnanya menurut saya kaleum banget, manis banget, dan gak gonjreng kalau dipake.

Baca post sebelumnya:

5 Rekomendasi Lipstik Warna Nude


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Warda Exclusive Matte Lip Cream See You Latte

πŸ’„πŸ’„πŸ’„

Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte No.3

Di postingan yang sebelumnya itu, saya baru review lip cream matte warna nude dari wardah yang See You Latte ini.

Menurut saya ini adalah warna yang cukup natural dan manis buat dipakai sehari-hari atau pun buat acara tertentu. Kondangan misalnya.

Warna Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte ini meskipun agak kecoklatan/krem, masih punya nuansa pink yang terlihat. 

Teksturnya creamy dan "agak tegang" sedikit, makanya saya saranin rajin pakai lip balm atau repairing jelly dulu sebelum pakai lip cream matte. Supaya bibirnya gak jadi kering nantinya.


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte


Untuk yang Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte ini masih ada nuansa pinknya menurut saya. Dan memang produk wardah itu lipstick atau lip creamnya lebih dominan warna pink dihampir semua shade.

πŸ’²Harganya IDR 59.000 dan masih bisa lebih murah kalau lagi diskon.


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
 Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte masih ada nuansa pinknya sedikit

πŸ’„πŸ’„πŸ’„

Exclusive Matte Lip Cream Wardah Oh So Nud*! No.11

Sebenernya warna Exclusive Matte Lip Cream Wardah Oh So Nud*! ini gak jauh beda, ya beda setingkat doang sih, setingkat lebih gelap. Jadi, warna Exclusive Matte Lip Cream Wardah Oh So Nud* ini agak lebih kecoklatan dari yang See You Latte.

Aku akui lah, Matte Lip Cream wardah ini emang bagus-bagus warnanya.

πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Baca juga: Review Wardah White Secret


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!



Harganya pun tidak jauh dengan Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte tentunya, berkisar di angka 50-60 ribu rupiah saja.

Baca juga: Review Make Over Intense Matte Lip Cream 02 Heiress


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Exclusive Matte Lip Cream Wardah Oh So Nude!

Bisa diliat kan?

Warnanya beneran gak jauh dari Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte. Sekilas malah samaan banget deh warnanya. 

πŸ’„πŸ’„πŸ’„

Perbandingan Exclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte dan Oh So Nud*!


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Perbandingan Ekclusive Matte Lip Cream Wardah See You Latte dan Oh So Nud*!

Kalau kamu lagi galau mau pilih warna yang mana dari dua lip cream wardah ini, ni aku kasih gambaran ya.


[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Perbandingan Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nud*!


Bisa diliat, See You Latte lebih pink, sedangkan Oh So Nud*! lebih kecoklatan ya, ya walau gak coklat-coklat banget sih, masih ada pinknya dikit juga.

Baca juga: Review Emina Creamate Fuzzy Wuzzy (02) dan Mauvelous (03)

Mwahahah, malah jadi pusing kan ngebedain warna lipstik doang. and this is a women's life.  

πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€



[Review] Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte dan Oh So Nude!
Ini dia perbedaannya, coba deh diterawang
Untuk ketahanan sendiri ya lumayan lah, cuma kalau dipakai makan atau minum tetep ilang-ilang dikit.

πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Rekomendasi untuk kamu:

Kalau kamu suka warna lip cream matte yang masih agak ngepink sedikit, lebih baik pilih Wardah Exclusive Matte Lip Cream See You Latte, dan kalau kamu suka yang nud* banget agak ke arah coklat pilih Wardah Exclusive Matte Lip Cream Oh So Nud*!

Dan kalau aku sendiri lebih suka yang OH SO NUD*!

❤❤❤

Karena warnanya naturalll banget di warna kulit saya yang gak putih-putih amat ini.

Tapi sebenernya sih, dua-duanya bagus sih, makanaya aku beli dua-duanya, wkwkwk. Gimana sih ini ngereview.

✌✌✌
Selamat Weekend, selamat jajan lipensetip baru yaa!

Btw, kalau kamu lebih suka yang mana?

Blogging Tanpa Tekanan



Akhir-akhir ini saya merasa bahwa blog ini mulai menjenuhkan.

😧😧😧


Kenavaah? 

Karena saya nulis mulai disebabkan deadline tulisan. Ya, deadline lomba blog, deadline reportase, deadline review, dikejar page view, komentar dan lain sebagainya.

Ya walau kadang deadline pun sebenernya cukup membantu supaya mau gak mau ya harus buka laptop dan blog. Allohuma paksakeun kitu lah istilahna. Gak ada waktu santai, gak ada waktu buat mager leha-leha gak posting sama sekali.

Awalnya saya gak nyangka juga sih, perjalanan blogging saya bisa sejauh ini. Padahal, dulu mah postingan suka-suka, nulis suka-suka, dan ada yang komentar satu pun senengnya luar biasa.

Bahkan nama blognya pun aspun banget, asal punya nama.



Fiuhhh.


Ya tapi itu tadi, ada kalanya kita jenuh dengan apa yang kita lakukan, pasti pengen punya suasana baru, rasa baru, sensasi baru, dan pastinya semangat baru.

Lahhh yang dikantor aja setahun sekali upgrading ke luar negeri, ya ngeblog pun sama lah, ada jenuhnya, perlu upgrading juga.

Saya jadi mikir, kira-kira supaya refresh lagi mood ngeblognya, apa yang harus saya lakukan?

1. Travelling 🚣

Kayaknya sebagian besar blogger akan jalan-jalan kalau bosen dengan rutinitas blog di rumah. 

Ada yang travelling keluar negeri, keluar kota, atau stay cation di hotel bareng keluarga. Lumayan lah supaya otak gak mumet terus di rumah.


2. Ngopi ☕

Gak sedikit blogger yang hobi minum kopi, dan melampiaskan seluruh kejenuhannya lewat secangkir kopi. Ya emang asiknya blogger begini, 'bisa ngantor dimana aja'. Jenuh di rumah, bisa ke kafe atau ke Mall buat sekedar ngopi-ngopi cantik.

3. Ngobrol πŸ‘­

Mau ngobrol dengan sesama blogger atau bukan, rasanya bisa deh balikin mood buat nulis lagi di blog. 

Biasanya, kalau habis ngobrol itu ada ide atau inspirasi. Bisalah buat next postingan, curhatan temen juga kadang bisa banget buat nongol di blog.

4. Mencari Kembali Jati Diri Blog πŸ’»

Hmm, ini PR banget memang. Saya harus bisa nambah postingan yang sesuai dengan niche, sesuai dengan pengalaman, sesuai dengan kesukaan. Intinya harus bisa lah mengimbangi berbagai varian tulisan dalam blog ini. 

Kesian juga sama yang baca kalau akhirnya kalau blog ini isinya cuma iklannn aja. Mwahaha.


5. Menambah Hobi πŸ‘§

Karena blog kadang ada rasa jenuhnya, saya harus punya hobi baru nampaknya. Kayak Mak Gaoel, Mak Winda. Dulunya Blog banget, dan sekarang hand lettering banget, dan kayaknya Mak Winda nikmatin banget hobi letteringnya ini. 

Dan akupun nampaknya harus menambah beberapa hobi dan bisa jadi bahan tulisan juga di blog. 

Enaknya nambah hobi apa ya? 

Coba tolong dibantu yaa, *prok prok prok* 

Kira-kira hobi apa yang cocok buat saya ini?


***

Oke lah, segitu aja. Kayaknya jaka sembung naik gojek, kagak nyambung jek ama judulnya. Wkwkwk.


Yasudalah, yang penting "Eta terangkanlaahh.."


Selamat Hari Rabuuuu. Moga harimu makin seru yaaaa :D


πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

Tentang Keramahan



Sewaktu saya dan Abbiy masih LDR Bogor-Bandung, Abbiy pernah curhat kalau dia gak dapet pelayanan yang baik di tempat travel. 

"Salah satu karyawannya judes alias gak ramah, berasa dicuekin." Keluh Abbiy.

Rrrr. Ya saya pikir, oh itu lagi "apes" aja kali ya. Travel itu ngehire orang yang salah buat jadi front office di perusahaannya.

πŸ’”πŸ’”πŸ’”

Tapi suatu hari, Abbiy lanjutin ceritanya.

"Tau gak yang waktu itu petugas travel yang jutek abis? Masa setelah diajak ngomong pake nada 'agak tinggi' baru dia melayani dengan ramah."

What, jadi dia nunggu 'dikasarin' dulu istilahnya, baru deh dia ngeh akan tugasnya untuk melayani customer dengan baik. 


Sebenernya saya masih mikir itu mah di sana aja kali pelayanannya begitu, sementara di tempat lain mah nggak.

Tapi, makin kesini kok saya juga jadi punya banyak pengalaman yang gak enak seputar keramah tamahan orang-orang. 

Gak maksud bandingin sama waktu tinggal di Bandung sih, tapi dulu tuh ngerasanya di Bandung orang-orang someah (ramah) satu sama lain. Malah kadang saya sendiri suka malu kalau ada tukang parkir atau kasir yang kelewat ramah melayani pembeli. Saya suka kikuk sendiri.


Nah, semenjak tinggal di sini, kenapa agak jarang ya saya dapetin orang-orang yang ramah. Meskipun kita berusaha ramah, banyaknya ya tetap jutek aja gak ada senyum-senyumnya. 

πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

Apa gegara di sini hawanya panas? di Bandung mah dinging? Ngaruh gitu?

Bukannya pengen dibaik-baikin terus sama orang ya, tapi ini masalah pembentukan karakter kita. 

Ya sering kan denger istilah kalau kita tersirami aura positif maka tubuh kita akan positif. Pun sebaliknya, kalau kita terhujani aura negatif, maka tubuh dan jiwa kita pun akan ikut-ikutan negatif.

Sampai Abbiy juga pernah bilang, "Merasa gak sih? Kok kita jadi agak kasar gini ya sekarang?"

Hmmm, iya sih, saya merasa lebih cuek dan 'kasar' sekarang, padahal dulu sih boro-boro ngomong nyolot ke orang, udah takut duluan deh. Takut orangnya marah atau tersinggung.

Pernah saya sendiri ngalamin beberapa kasus.

😌😌😌

Di KasirπŸ“ 

Saya antri seperti biasa, nunggu giliran. Yang depan belanjaannya masih banyak. Ya namanya ngantri ya sabar aja kan, mau gimana lagi. 

Eh, tiba-tiba ada ibu-ibu dorong trollynya ke depan saya, nyerobot gitu. Matanya ngeliatin berikut bahasa tubuh yang gak enakeun banget. 

"Bu, saya duluan tadi di sini." 

Saya coba beraniin diri buat negur. Si ibunya sih hare-hare aja gak ada respon.

Pernah juga, ujug-ujug ada ibu-ibu yang naruh belanjaanya di meja kasir, padahal belanjaan saya aja masih ada di tangan saya dan baru mau saya taruh di meja buat di bayar.

Sradak-sruduk di kasir, begitulah kira-kira.

😞😞😞


Di TokoπŸͺ

Ceritanya saya mau beli suatu barang, dan saya pasti milih-milih dong beberapa model yang mau saya beli.

Eh, tiba-tiba ada anak ABG yang nyosor ngambil barang yang saya mau beli.

"Lah, kok dibawa." Celetuk saya. 

Saya dan Mbak SPG barang tersebut saling tatap.

Si anak ABG itu kemudian berjalan ke arah ibu-ibu yang sepertinya mamahnya, yang lagi liat-liat barang di area lain.

"Mah ini mah." Kata anak ABG itu.

Setelah dikasih liat ke mamahnya, perempuan ABG itu naruh lagi barang ke depan saya. 

Ya otomatis saya ambil dong, kan emang tadi lagi saya pilih.

"Bu, itu kan tadi anak saya yang bawa." Kata mamah si anak ABG itu.

"Iya Bu, tapi saya duluan tadi yang pegang dan pilih, mau saya beli. Ya kan Mbak?" Saya tanya ke Mbak SPG.

Mbak SPGnya ngangguk.

"Iya betul, Bu." Kata Mbak SPG.

Si Mamah dan anaknya itu melengos sambil bersungut-sungut. 

"Yaudah! Kita beli di R*M*Y*N* aja!"

πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘

Mwahaha, aduh jadi geli sendiri di dalem hati. Dan bener sih dalam Islam, bahwa kita gak boleh menawar barang yang sedang ditawar oleh saudara kita, dan laki-laki gak boleh melamar perempuan yang sedang dilamar orang.

*loh kok jadi kesono

Sakitnya tuh di sini. Bisa rusak deh hubungan silaturahim kalau coba-coba.


Di Parkiran🚘

Saya mau ngeluarin motor. Kebetulan parkiran lagi penuh-penuhnya. 

Tiba-tiba ada seorang ibu naik motor dan berhenti di jalan keluar. Kemudian dia celingak-celinguk, seperti mencari-cari sesuatu.

Duh, feeling mulai gak enak.

Kemudian saya beranikan diri ngomong, "Bu, maaf. Jangan parkir di situ, itu jalan keluarnya."

Si ibu itu pun menoleh ke arah saya dan bilang, "Iya, nggak! nggak!" dengan nada ketus banget sambil tancap gas.

Astagfirullohal'adzim.

*elus jilbab

😭😭😭

Kenapa setiap berusaha ramah sama orang kok "balesannya" begini. Mungkin benar adanya, udah lah jangan berharap apapun sama orang. Ya kalo mau baik-baik aja, nggak ya nggak aja, gak usah ngarep entar jadi baperrr.


***

Jadi, pesan moralnya, kalau mau ramah ya ramah aja, jangan ngarep diramahin balik. Karena subhanalloh susahnya minta hampun. Kalau mau negur orang ya negur aja, pakai cara baik-baik, kalau respon orangnya jelek, yaudah lah itu urusan dia sama dirinya sendiri.

Karena teko hanya mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Terserah kita, mau pilih jadi teko yang seperti apa isinya.

😘😘😘

Selamat hari Selasa. 
Selamat menebar aura positif.