Antara Blogger dan Job Review

| On
May 26, 2015
Image Source


"Salah satu peran seorang blogger adalah penghubung antara brand dan customer"


Definisi di atas saya dengar dari seorang blogger yang memang kerap kali menerima job review dari beberapa brand.

Pernah mendengar atau bahkan sering seorang blogger kerap menerima job untuk mereview produk tertentu?

Saya sendiri sempat merasa 'penasaran' kenapa blogger seringkali diminta oleh sebuah brand untuk mereview atau mengulas suatu produk dari brand atau perusahaan tertentu.

Review produk pun sangat beragam, mulai dari produk makanan, produk kecantikan, produk kesehatan, produk bayi dan anak-anak, jasa hotel dan perjalanan, tempat wisata, gadget dan masih banyak lagi.

Begitu pun aneka perlombaan Blog, banyak sekali dimeriahkan dengan kompetisi dalam mengulas suatu produk tertentu, dan tentunya dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah.

Beberapa blogger yang sudah memiliki titel 'Blogger Profesional' bahkan sudah bisa 'pasang tarif' untuk sekali mereview produk tertentu di blognya. Bahkan beberapa blogger memasang tarif yang sangat 'fantastis'  hingga puluhan juta rupiah. 

Lalu, memangnya seberapa penting sih review produk itu bagi para brand atau perusahaan?



Rasa penasaran saya memang tidak saya turuti lebih lanjut. Saya hanya berpikir oh mungkin itu hanya ajang promosi dari sebuah brand kepada masyarakat. Ya sebatas itu.

Tapi, setelah saya jalan-jalan ke toko buku dan 'tidak sengaja' menemukan buku The Little Book Advertising yang ditulis oleh Steve Lance dan Jeff Woll ada ilmu pengetahuan baru yang saya dapat, dan khususnya tentang dunia 'advertising dan blog'

*padahal harga bukunya cuman 10 ribu, karena waktu itu ada bazar buku yang  di sebuah toko buku*

Alhamdulillah, ternyata di dalamnya ada beberapa pembahasan tentang advertising dan penggunaan blog untuk mendukung sebuah brand dalam melakukan 'iklan' produknya.

Di dalam buku ini, pembahasan mengenai blogger terdapat dalam dua bab. Walaupun babnya pendek-pendek, tetapi informasinya cukup padat dan berisi.

Dengan jutaan blog yang bermunculan di internet, Anda dapat menemukan sumber daya baru untuk mendapatkan umpan balik customer. Perusahaan-perusahaan riset baru dapat melacak situs-situs blog yang menyebutkan tentang produk dan jasa Anda. Ini adalah cara yang luar biasa dan lincah untuk melakukan survey sejenis kelompok fokus- dan mendapatkan apa yang dibicarakan orang tentang Anda ketika Anda sedang tidak mendengar.

*kalau saya beranggapan bahwa kelompok fokus itu adalah blogger*

Jika digunakan secara tepat, kelompok fokus dapat membawa Anda menelusuri benak dan hati khalayak dengan cara-cara yang tidak mungkin dilakukan oleh periset kuantitatif. Kelompok fokus dapat memberi Anda gambaran tentang reaksi customer terhadap produk atau jasa Anda. Mereka dapat memberikan masukan berharga bagi para staf pemasaran, media, riset, dan kreatif Anda. Mereka dapat memberi tahu manfaat emosional apa yang mereka peroleh dari produk atau jasa Anda.

Mereka membantu memecahkan masalah mendesak: "Sejauh mana pendapat customer terbaik kami tentang apa yang sedang atau akan kami lakukan?" Mereka juga merupakan atribut penting yang cepat dan relatif murah dalam praktik bisnis masa kini. Jadi, mereka dapat berperan baik dalam proses pengembangan, asalkan Anda menjadikannya "non-muzz" dan benar-benar dapat dimanfaatkan bagi orang-orang Anda.

Dengan memanfaatkan kelompok fokus sejak tahap awal proses pengembangan strategis, Anda dapat memberikan masukan dan pola pandang bagi setiap orang di tim Anda, yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain. Bahasa customer. Proses penggunaan produk. Apa yang mereka suka dan tidak suka. Informasi yang dapat sangat berharga ketika Anda mencari cara untuk berbicara dengan penonton ini.

Jika digunakan secara tepat, ada begitu banyak pengetahuan yang dapat dipelajari dari kelompok fokus. Namun ingat, bahwa kelompok fokus bersifat kualitatif, bukan kuantitatif. Bahkan sifat kualitatif ini diduga lebih baik daripada perangkat riset brand internet yang sedang dikembangkan.

Jadi, apa arti semua ini? Sederhana. Kelompok fokus memiliki tempat tersendiri. Tempatnya adalah pada tahap awal proses. Gunakan kelompok fokus dengan hati-hati. 

Gunakan kelompok fokus secara bijak. Gunakan kelompok fokus pada tahap awal, atau jangan gunakan sama sekali.

---------

Nah, sekarang saya jadi punya gambaran kenapa para brand 'mengejar-ngejar' para blogger untuk melakukan review pada produk mereka. 

Jawabannya, para brand tersebut memerlukan 'testimoni' dari para customer. Seperti yang ditulis pada buku ini bahwa kelompok fokus (atau saya memahaminya adalah blogger) bukan profesional pemasaran atau periklanan, melainkan customer.

Selanjutnya, hal menarik lainnya adalah bagaimana seorang blogger melakukan 'pekerjaan ini' untuk para brand atau penguasaha yang memerlukan informasi mengenai produknya langsung dari mulut customer?

Ya caranya adalah dengan mereview produk brand tersebut. Tapi, adakah 'rambu-rambu' bagi seorang blogger untuk mengeksekusi tugas ini?

Jawabannya adalah ADA.

Pada buku ini, di bab selanjutnya dibahas pula mengenai 'Bagaimana seharusnya sebuah blog mengulas suatu produk dari brand tertentu?"

Di dalam buku ini ada beberapa saran yang harus diketahui oleh para blogger dalam mereview produk, yaitu:

1. Kenali khalayak sasaran. Jangan berusaha menjadi segalanya bagi semua orang.

2. Pastikan komunikasi Anda jelas dan padat.

3. Jangan berlebihan. Ceritakan apa adanya. Sesuatu yang berlebihan akan dianggap hal yang tidak jujur oleh sebagian besar pembaca. Jangan sampai dicaci oleh karena Anda terlalu bersemangat.

4. Katakan sejujurnya atau jangan menulis apa-apa. Bahkan 'dusta putih' dapat menyerang balik setiap saat karena semua orang adalah kritikus yang berwawasan dunia.

5. Jawablah komentar secepat mungkin. Yang baik, yang buruk, tetapi terutama yang buruk.

6. Katakan siapa sponsor atau investor Anda. Reputasi Anda dan reputasi sponsor Anda menanggung resiko.

7. Bukalah mata dan telinga Anda. Dunia sedang berubah dan akan terus berubah dengan kecepatan luar biasa.

8. Selamat berjuang!


--------

Jadi, menurut para brand owner , sebuah blog dapat menjadi sumber daya berharga untuk melacak tren. Karena sebuah blog adalah peluang untuk berbicara langsung dengan customer.

Peluang bicara ini lah yang akan dijadikan 'data' untuk melakukan terobosan dan inovasi baru agar brand mereka semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat. 



Semoga Bermanfaat :)




21 comments on "Antara Blogger dan Job Review"
  1. Waah, makasih ilmunya yaaa, jadi tahu lebih banyak tentang dunia blogger

    ReplyDelete
  2. makasih infonya mb tetty,, aq jg msh belajar nulis utk review produk :)

    ReplyDelete
  3. dusta putiihhhh white liesssss *lucu translate-nya yaaaa* :)))

    ReplyDelete
  4. Belum pernah ngreview produk. Thanks infonya mak....

    ReplyDelete
  5. @Rany makasih mbak rany sudah mampir kesni :)

    @Ria masama mbak Ria, sama aku juga, kebeneran dapet ilmu bagus, jadi ditulis aja deh disini :)

    @Annisa: Mwaaa.. aku mah malah gak kebayang itu tulisan aslinya apa (soalnya bukunya udah diterjemahin) Kalau pun belum aku gak bakal ngerti deh apa maksudnya 'dusta putih' itu. Semoga dusta lainnya gak makin warna warni :)

    ReplyDelete
  6. @Ika: Sama mak aku juga belum pernah ngereview produk. Kemaren ada tawaran, tapi malah aku salah kasih alamat. Yaaaahhh gak profesional banget ini jadi blogger :)

    ReplyDelete
  7. Wiiii mantep banget ini ilmunya, "Kenali khalayak sasaran. Jangan berusaha menjadi segalanya bagi semua orang.", NANCEP! :D

    ReplyDelete
  8. hihihi aku sering itu terlalu berlebihan...xD jadi buat nyamarin mending dikurangi yang nggak bagusnya...cm sekilas...sisanya bagus semua...apalag klo dibayar --" draftnya g akan acc kalo g kita bagusin wekekek

    ReplyDelete
  9. Karena marketing sekarang tidak cuma sekedar jualan barang. Pemasar atau penjual pengen tahu juga emotional journey-nya konsumen. Katanya begitu ^_^

    ReplyDelete
  10. Menarik nih
    Oh ya diantara saran yang terberat itu point nomor 3. Terutama kalo produknya ngga "sesuai di hati" tapi ngga enak juga kalo bilang frontal di blog.

    ReplyDelete
  11. Siiippp keren dan bermanfaat postingannya : <3

    ReplyDelete
  12. wah ada lagi ga ya buku lain yang membahas lebih detil dan dalam jadi pengen lebih mendalami ^_^...Coba hunting ah...

    ReplyDelete
  13. iyeees, jadi lebih paham mengenai ripiu...yuuuk ngeripiu apa ajaaa, hehee eh nulis pengalaman dink

    ReplyDelete
  14. Ini bukunya terjemahan ya mbak? Agak-agak susah mencerna bahasanya hehehe tapi menarik sih bukunya

    ReplyDelete
  15. Waduhh.. ini yang komen para senior semua :) Mwaa..

    Makasih semua yang telah berkomentar disini. Mak @Pungky @Suria Riza @Ratna @Rizka @Ndah @Titi @Tatit @Ida @Handriati @Astin @Gusti @Leyla

    Maaf gak bisa balas komentar satu-satu, ini kolom reply nya lagi error. Bukunya kecil, iya terjemahan, ngebahas tentang Blog nya gak banyak, tapi lumayan mencerahkan.

    Makasih ya udah mampir sini semuanya, muach muach ;)

    ReplyDelete
  16. Buku yang bagus ya Mbak, thanks sudah sharing disini :)

    Dunia blogger penuh ripiu kalau dari kita gak bisa selektif dalam hal menerima ripiu..aku maunya seimbang sih...

    ReplyDelete
  17. naiiisss post mbaaakkkkk :)

    ReplyDelete
  18. Sepakat mak, yang diburu memang testimoninya. Sebagai bukti kalau si blogger ini mencoba produk tadi.

    ReplyDelete
  19. Waahh kalau bahasa terjemahan gini kurang enak yaa dibacanya, agak lebih susah dipahami. jadi pengen baca versi aslinya

    ReplyDelete
  20. padat ilmu mbak..makasih ya sharingnya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D