Sebagai ibu rumah tangga, saya kerap merasa hidup saya tidak seimbang. Apalagi jenuh yang melanda dikala mood sedang turun, rasanya errrr banget.

Walaupun kesannya sepele, ‘hanya’ tinggal di dalam rumah setiap harinya, seorang ibu rumah tangga, wajib menjaga keseimbangan hidup demi menjaga ‘kewarasan’ dalam ‘bertugas’ dan bertanggung jawab menjaga keutuhan dan kebahagiaan seluruh anggota keluarga.

Karena ada yang bilang, ibu atau istri itu jantung hatinya keluarga. Kalau suasana hatinya sedang baik, maka seluruh keluarga akan merasa baik dan bahagia. Tapi sebaliknya, kalau suasana hatinya sedang buruk, seluruh keluarga deh yang kena semprot omelannyan seharian. Hahaha. 

*Gue banget itu mah

Bicara soal hidup seimbang, ketika saya kuliah dulu, saya pernah mendapatkan materi kajian Islam mengenai Tawazun (yang berarti seimbang). Sebagai seorang muslim, justru kita dituntut untuk hidup seimbang setiap waktu.

Contoh yang paling mudah diingat adalah hidup seimbang antara dunia dan akhirat, antara ibadah dan ikhtiar mencari penghidupan di dunia.

Makanya ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa:

“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah berilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah memiliki ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah memiliki ilmu.”

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa sebagai manusia, kita tidak bisa condong pada salah satu sisi saja. Hidup itu mesti seimbang, tidak saling melupakan salah satu aspek kehidupan. 

Begitu pun dengan hidup kita sehari-hari, kita selalu diingatkan untuk Habluminnallah dan Habluminannas. Yaitu intinya kita harus memiliki hidup yang seimbang ketika menjalin kehidupan dengan Allah SWT dan menjalin hubungan dengan manusia lain.

Dan  salah satu Ayat Al-Qur’an yang paling “Menampar” bagi saya tentang konsep hidup seimbang adalah “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” [QS. Al-Jumu’ah:10]

Allah SWT tidak menyuruh kita beribadah terus menerus. Setelah beribadah, Allah SWT pun menyuruh manusia untuk bertebaran di muka bumi, berikhtiar dan bekerja untuk mencari karunia Allah SWT. 

Panjang sekali yah ini muqadimah-nya, gak apa lah, anggap aja edisi Mamah Dedeh.

Jadi, apa saja keseimbangan hidup yang harus dijaga oleh seorang Ibu Rumah Tangga?

1.Ruhiyah/Jiwa

Saya sengaja menempatkan ruhiyah atauh keseimbangan jiwa ini sebagai salah satu keseimbangan yang harus dijaga oleh seorang Ibu Rumah Tangga pada posisi pertama. Karena sejatinya, jika ruhiyah atau jiwa seorang ibu itu kuat, sehat, dan baik. Maka atmosfer dalam keluarga pun akan mengikutinya.

Ada yang mengatakan bahwa, selayaknya tubuh, ruhiyah atau jiwa kita ini juga harus “diberi makan” jika tidak, ia akan sakit bahkan akan mati.

Lalu, bagaimana cara memberi makan ruhiyah atau jiwa kita?

Tentunya dengan beribadah kepada Allah SWT. Dari ibadah yang sederhana, hingga ibadah yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang cukup besar.

Selain itu, makanan ruhiyah atau jiwa kita ini adalah nasihat, ilmu, materi, kajian keagamaan yang bisa kita dapatkan dalam majlis-majlis ilmu atau majlis dzikir. Di sanalah ruhiyah atau jiwa kita akan kembali mendapatkan charge atau nutrisi yang akan menyehatkannya atau bahkan menghidupkannya kembali.

2.Emosi

Emosi pun erat kaitannya dengan ruhiyah atau jiwa. Emosi seorang ibu harus benar-benar dijaga. Apalagi dengan karakter perempuan yang “Mood Swing” kadang kala emosi jadi tak terkendali, baik kepada pasangan atau pun terhadap anak.


Menjaga keseimbangan emosi demi anak-anak
Saya sendiri cukup sering mengalaminya. Apalagi ditengah kelelahan dalam mengurus anak atau pun rumah. Ada kalanya emosi terpicu hanya karena hal-hal yang sepele. Misalkan, si kakak yang gak mau makan, atau si adik yang buang air di sembarang tempat.

Karena kelelahan dan mood swing itu, saya “kelepasan” marah-marah dan emosi berlebihan kepada anak. Walaupun setelah itu saya seringkali menyesal, tapi kok ya capek kalau harus marah-marah atau emosi terus setiap hari.

Maka dari itu, keseimbangan emosi agar saya meraih live balance ini harus saya perjuangkan dann saya kelola dengan baik. Bukan hanya demi anak-anak atau pasangan, tapi demi diri saya sendiri juga.

Bukan kah begitu, Mak?

Biasanya saya mencoba memperbaiki kondisi emosi dengan membaca buku parenting, mendengar seminar parenting di youtube, atau sharing dengan teman alias curhat. Atau dengan menulis blog, bagi saya sangat bisa me-release energi negatif yang menguasai diri.

Fiuhhh.

3.Ilmu

Eiitssss, siapa bilang ibu rumah tangga itu udah cukup ilmunya? Saya pribadi Justru makin hari rasanya makin kurang ilmu aja bawaannya. 

Pengennya ikut seminar ini, seminar itu, talkshow parenting, kesehatan, keuangan, pokoknya buat nambah skill saya sebagai ibu rumah tangga.

Karena jujur aja, makin banyak kegiatan, makin banyak anak, makin banyak lupanya dan khilafnya. Ilmu-ilmu yang udah pernah didapat harus diasah lagi. Apalagi ilmu yang belum punya, harusnya mah semangat buat dikejar.

Ini kepala rasanya udah beku, mwehehe. Terakhir mikir ya pas sidang skripsi, beberapa tahun yang lalu, dan ketika kuliah di pasca sarjana walau hanya sebentar. Rasanya otak kok udah jarang banget dipakai buat mikit kritis, hihihi.


Kangen ngampus di Bumi Siliwangi
Padahal, upgrade ilmu ini penting banget buat ibu rumah tangga zaman sekarang.

Apalagi ada hadits yang mengatakan, “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.” Mau gak mau, ilmu pengetahuan seorang Ibu Rumah Tangga wajib diupgrade dan diupdate setiap waktu. Demi menjaga keseimbangan hidup.

4.Keuangan atau finansial

Sebagai seorang ibu, melek finansial alias keuangan dan mengerti cara mengelolanya adalah satu hal yang sangat penting.

Karena apa? Karena kalau kita gak bisa mengelola keuangan dengan baik, maka yang terjadi adalah stres. 

Yaps stres menghadapi pemasukan yang tidak kunjung seimbang dengan pengeluaran. Bahkan hingga terbelit hutang dengan pihak lain.
Dududu jangan sampai deh kayak gini.

Ibu Rumah Tangga harus bisa menjaga keseimbangan pengeluaran dan pendapatan, baik dari gaji suami maupun pemasukan yang bisa dihasilkan oleh diri sendiri, dari hasil wirausaha misalnya. Agar tidak terjadi besar pasak dari pada tiang.

5.Fisik 

Tidak bisa dipungkiri, sebagai Ibu Rumah Tangga, saya sendiri sering abai dengan keseimbangan fisik. Seperti jarang olah raga, makan makanan yang kurang sehat, terlalu banyak mengkonsumsi gula dan garam, yang suatu saat mungkin jadi bom waktu terhadap kesehatan saya sendiri.


Emak-emak paling susah jaga pola makan, apalagi kalau udah kulineran gini

Sedangkan seperti yang kita tahu, yang namanya ibu itu kan gak boleh sakit. Harus senantiasa sehat wal ‘afiat. Karena kalau ibu udah sakit, semua tanggung jawab dan pekerjaan di rumah akan berantakan, dan berimbas pada anggota keluarga juga.

Ceritanya, beberapa waktu sebelum hamil, saya sering banget sakit. Kalau saya hitung, hampir setiap bulan, saya pergi ke dokter. Sakitnya emang sih gak berat-berat amat, seperti flu, batuk, demam, tapi kok saya merasanya ganggu banget.

Sampai saya tanya ke teman-teman, “Apa sih multivitamin yang paling bagus? Badanku kok cepet banget drop. Sebentar-sebentar sakit dan ke dokter.” 

Hingga pernah suatu saat saya gak kuat untuk mengurus rumah, dan akhirnya Aldebaran saya titip di rumah Mamah. Hiks.

Terinspirasi oleh Pristine  8+ tentang Live Balance

Pertama kali liat Pristine 8+ jatuh cinta sama kemasannya
Ada yang pernah coba minum Pristine 8+ belum?

Pertama kali saya coba minum Pristine 8+ itu waktu sepulang nganter Kifah sekolah. Rasanya haus banget dan saya mampir ke mini market. Karena udara lagi panas-panasnya, saya langsung berjalan menuju lemari minuman dingin, dan memilih minuman apa yang mau dibeli.

Dan pas banget waktu itu pertama kali liat Pristine 8+, botolnya langsing dan warna botolnya biru muda agak ke torquise gitu, kalau sepenglihatan saya sih. Karena kemasannya langsing dan warnanya lucu itu lah akhirnya saya coba beli Pristine 8+.

Pristine 8+ merupakan air alkali
Pertama kali saya minum, rasanya seperti minum air mineral kemasan pada umumnya. Rasanya enak dan segar. Saya belum tau tuh kalau ternyata Pristine 8+ ini BERBEDA dari air minum dalam kemasan biasanya.

Setelah membaca penjelasan dari beberapa tulisan teman-teman blogger yang sudah mencoba Pristine 8+ lebih dulu, ternyata Pristine 8+ ini adalah air alkali. 

Nah loh, apa lagi itu air alkali?

Dulu, ketika saya masiih tinggal di Bandung, sempat Booming banget yang namanya air alkali. Dimana air ini diolah oleh mesin tertentu menjadi air yang baik untuk kesehatan, yakni memiliki pH atau kadar keasaman diatas angka 8 (bersifat basa).

Gunanya adalah untuk menetralisir racun dalam tubuh, menyegarkan badan, dan bahkan bisa digunakan untuk merawat kesehatan kulit.

Dengan pH 8 yang bersifat basa, Pristine 8+ mampu menetralkan racun dalam tubuh
Nah, ternyata Pristine 8+ ini adalah air alkali yang diolah oleh mesin berteknologi  Jepang sehingga menghasilkan air yang memiliki pH 8. Makanya kenapa dinamakan Prsitine 8+ itu karena pH airnya adalah 8 yang merupakan pH baik untuk tubuh.

Pristine 8+ sendiri merupakan air alkali yang diproses oleh mesin khusus berteknologi Jepang. Di Indonesia, Pristine 8+ diprodukasi oleh PT. Super Wahana Techno, anak perusahaan dari Sinar Mas yang bekerja sama dengan Nihon Trim.

Sumber mata air yang digunakan berasal dari Gunung Gede Pangrango. Kemudian diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan air dengan pH 8 yang sangat baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan menjaga tubuh agar tetap sehat dan seimbang.

pH 8 adalah pH yang baik untuk tubuh
Dulu agak susah kalau mau beli air alkali, harus order ke agennya dulu, alhamdulillah adanya Pristine 8+ ini mempermudah saya untuk membeli air alkali karena banyak tersedia di mini market di dekat rumah.

Pristine 8+ sendiri tersedia dalam ukuran 400ml, 600ml, dan 1500ml. Ada juga isi ulang dalam bentuk galon. 

Harganya sendiri, untuk ukuran 400ml berkisar antara Rp.3.000-Rp.3.500.

Pristine 8+ memberikan saya inspirasi untuk hidup seimbang, netral dari racun tubuh maupun racun jiwa, karena memang sebagai Ibu Rumah Tangga, hidup seimbang harus diusahakan, salah satunya dengan cara yang saya utarakan di atas.

Siapa yang sudah konsumsi Pristine 8+ di rumah?
Hidup sehat dan hidup seimbang, khususnya Ibu Rumah Tangga, baik secara jiwa, emosi, maupun fisik tentunya akan menciptakan suasana bahagia di rumah, dan semua anggota keluarga bisa berikhtiar maksimal mencapai semua cita-cita yang diinginkannya.

Nah, kalau hidup seimbang versi Emak gimana? Sharing yuk di kolom komentar :)

Menjadi seorang traveler memang menyenangkan. Kita bisa melihat berbagai pesona dunia dengan mata kepala sendiri. Tidak lagi melalui sebuah layar. 

Namun traveling tidaklah semudah itu. Sebab, tidak jarang traveler harus berhadapan dengan berbagai kendala yang tidak terduga. Bagi Kamu yang ingin memulai hobi sebagai traveler, tentunya tidak ingin menghadapi situasi-situasi itu bukan? 

Untuk itu, berikut ini beberapa kesalahan umum para traveler yang bisa Kamu hindari.

1. Membawa terlalu banyak barang

Bisa jadi, Kita traveling ke tempat yang sama sekali baru, sehingga Kita tidak bisa memperkirakan barang apa yang akan diperlukan selama traveling. 

Jadi, besar kemungkinan Kita akan membawa terlalu banyak barang untuk berjaga jaga. Untuk itu, sebaiknya Kitaa hanya membawa barang yang memang benar-benar diperlukan. 

Tidak perlu membawa barang-barang yang mungkin diperlukan. Selain tidak efektif, bagasi Kita pun bisa kelebihan beban.

2. Terlalu boros 

Selama traveling pasti Kita akan merasakan euforia yang bisa menjadi bumerang apabila tidak dikelola dengan baik. 

Meskipun Kita adalah tipe orang yang hemat, bukan tidak mungkin Kita berubah menjadi orang yang boros ketika sedang traveling. 

Sebab, rasa senang dari traveling ini membuat mengeluarkan uang jauh lebih ringan. Sehingga tidak sering para traveler ini kehabisan biaya di tengah-tengah masa liburannya. 

Hasilnya banyak traveler yang berubah menjadi pengamen ataupun pekerja kasar.

3. Tidak menyiapkan salinan dokumen penting

Ketika sedang traveling, Kita adalah pendatang. Jadi, sebisa mungkin harus selalu membawa dokumen-dokumen penting yang bisa membuktikan identitas Kita. 

Baik ketika traveling ke luar maupun di dalam negeri, identitas diri sangatlah penting. Selain untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal darurat, dokumen-dokumen penting ini dapat mencegah Kita untuk dipulangkan secara paksa oleh pemerintah setempat.

Namun membawa dokumen penting saja belum cukup. Sebaiknya, Kita juga menyiapkan salinan dari dokumen-dokumen ini untuk berjaga-jaga.

4. Itinerary terlalu padat

Tidak ada orang yang mau travelingnya kacau. Jadi, banyak dari traveler yang sudah merancang itinerary jauh-jauh hari.

Tempat apa yang harus dikunjungi, kuliner apa yang harus dicicipi, atau siapa yang harus ditemui. Namun, sayangnya banyak dari traveler yang justru terlalu banyak merancang rencana, hingga itinerary mereka sangat berdekatan satu sama lain.

Padahal banyak hal tak terduga yang bisa terjadi selama traveling. Misalnya saja penerbangan delay, cuaca buruk, atau transportasi darat yang terjebak kemacetan. 

Untuk itu, sebaiknya sediakan jeda waktu yang wajar dalam itinerary yang Kita buat. Kita juga tidak harus mengunjungi semua tempat menarik di destinasi traveling yang telah Kita rancang sebelumnya.

5. Memilih maskapai yang memiliki jeda transit terlalu pendek

Apabila Kita akan traveling ke luar negeri, besar kemungkinan Kita harus transit terlebih dahulu. 

Transit ini pun dilakukan bukan di negara tujuan, melainkan di negara lain. Jadi, bisa saja Kita memerlukan visa tersendiri agar bisa transit di negara tersebut. Untuk mendapatkannya tentu saja tidaklah sebentar. 

Oleh karena itu, banyak para traveler yang gagal terbang dengan penerbangan selanjutnya hanya karena masalah administrasi itu. 

Jadi, sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu saat memilih tiket penerbangan. Apabila negara yang menjadi transit memerlukan visa dan keperluan administrasi lainnya, sebaiknya pilih penerbangan dengan masa transit yang cukup panjang. 

Dengan demikian, Kita dapat mengurus dokumen-dokumen penting dengan lebih leluasa. 

Namun kalau tidak ingin repot mengurus visa transit, sebaiknya memilih penerbangan direct saja. Misalnya, Kita akan berlibur ke Hong Kong, maka Kita bisa memilih Cathay Pacific. 

Selain nyaman, maskapai ini juga menyediakan penerbangan langsung. Sehingga Kita bisa langsung traveling bebas repot.

"Aku pengen resign, tapi masih belum bisa. Orang tua gak kasih izin, keluarga juga masih perlu sokongan ekonomi tambahan. Tapi jujur aja, aku galau banget sama anak."

"Sedih, aku merasa useless banget di rumah. Ibu nyuruh aku kerja, karena udah capek-capek sekolahin aku sampe sarjana, tapi malah di rumah terus, cuman momong anak. Aku merasa sakit hati dan gak berguna jadinya."

...

Dialog curhat seperti di atas itu seperti familiar. Yaps, familiar di kalangan perempuan atau ibu yang memutuskan bekerja di kantor atau tinggal di rumah, full ngasuh anak dan beberes setiap harinya. 

Kegalauan seperti ini sering sekali saya dengar dari teman-teman. Walau sekedar update status media sosial, atau curhat langsung ke saya. 

Saya ngerti kenapa mereka galau, toh saya pun pernah berada di posisi mereka. Sama-sama bingung antara anak dan eksistensi diri melalui pekerjaan.


Ujung-ujungnya, para perempuan atau ibu ini melakukan pembelaan diri dan pembenaran, atau kita kenal istilahnya Mom War, antara ibu bekerja dengan ibu rumah tangga.

Mom war yang tak kunjung usai, bahkan sampai muncul kata-kata ataupun gambar yang menyakitkan, baik untuk ibu bekerja maupun ibu rumah tangga.

Sebenernya, kalau saya boleh ngajak temen-temen berpikir sejenak, semua kegamangan dan pertarungan opini antara ibu bekerja vs ibu rumah tangga, gak harus terjadi jika kurikulum pendidikan di Indonesia agak diretouch sedikit mengenai peran gender atau jenis kelamin. Yaitu laki-laki dan perempuan.

Jadi, semata bukan karena pribadi masing-masing yang senengnya war atau gontok-gontokan, tapi lebih jauh lagi, ini semua dikarenakan kurikulum pendidikan Indonesia yang masih sangat kurang dalam memberikan edukasi tentang peran laki-laki dan perempuan di dalam hidup ini, tsahh.

Sex Education emang sering digembar-gemborkan, tapi lebih ke arah edukasi sex secara fisik, seperti pengenalan alat reproduksi, bagaimana menjaga tubuh kita dari orang lain, dll. 

Bagus sih, tapi menurut saya tetep kurang. Karena anak perempuan dan laki-laki juga perlu diberi tau sejak dini, peran perempuan dan laki-laki secara sosial, apa saja tanggung jawabnya, apa saja kewajibannya, dan apa saja tantangannya.

Baca juga: Dari Si Tomboy Jadi Si Feminim

Balik lagi ke peran perempuan dan laki-laki di masyarakat.

Sadar kah kita kalau dari kecil  kita diajarkan hal yang sama dengan laki-laki, ibarat kata, gak ada bedanya dengan teman laki-laki kita.

Secara materi semua plek ketiplek sama. Guru-guru berbasis mata pelajaran tentunya mengajarkan materi pelajaran yang sama seperti Trigonometri, Arus listrik, Penyerbukan, Reaksi Kimia, dan lain sebagainya.

Semuanya sama, tak ada perbedaan bukan? Bahkan kadang yang perempuan lebih jago ngitung jumlah rantai karbon dibanding laki-laki, padahal yang banyak kerja di pertambangan kan Bapak-bapak, yang bersinggungan sama bidang tersebut.

Menurut saya, tetap harus ada pendidikan/pembelajaran yang "membedakan" antara laki-laki dan perempuan. Terutama dalam memahami peran gendernya ketika ia terus beranjak dewasa.

Jangan sampai ketika dewasa anak perempuan itu berpikir "Ya emang dari kecil, gue diajarin ilmu x y z, ya mau gak mau, gue harus pake buat kerja."

Kita, orang dewasa ini macam disuruh mikir "lah kan emang begini seharusnya, lah kan emang sekolah itu buat kerja." Thats it.

Hmmmmm.

Kurikulum Indrustial

Indonesia memang menganut sistem kurikulum Industrial dimana terinspirasi dengan adanya Revolusi Industri.




Makanya, sejak dulu, kalau kita perhatikan semua mata pelajaran yang kita terima adalah berbasis kompetensi alias keahlian melakukan sesuatu yang sudah tersistem. Apalagi kurikulum SMK, mata pelajarannya adalah untuk melakukan hal tertentu yang terstruktur dan terorganisir. 

Kenapa seperti itu? Karena memang, kurikulum Industrial itu menyiapkan lulusannya menjadi seorang pekerja.

Bahkan, waktu kecil, saya kebayangnya kalau udah gede bakal jadi kasir di supermarket loh, suwer

Ya ampun itu kalau inget jadi ngakak sendiri.

Oleh karena itu, dengan adanya kurikulum 2013 berbasis karakter, saya sungguh gembira. Pemikiran akan kognitif yang agung sudah mulai berkurang. Anak-anak lebih dibina karakternya selain kognitifnya. Walau pun tetep sih, di lapangan ada yang tetap mengagung-agungkan  nilai ulangan, nilai ujian, nilai matematik, dsb.

Tetep ya, orang tuanya terbawa nuansa zaman dulu pas sekolah, dimana nilai kognitif dan rangking yang jadi acuan kecerdasan anak.

Galau Akan Masa Depan

Coba deh, siapa yang cita-cita masa kecil, gak sinkron sama kerjaan atau pun kondisi masa kini? Berapa banyak sih orang yang sukses meraih cita-cita masa kecilnya? Dan beneran happy dengan keadaannya sekarang?

Ya mungkin ada, tapi ga banyak. Trus kita termasuk yang mana?

Ada gak sih yang mikir, "kok tiba-tiba gue jadi guru ya? Tiba-tiba gue jadi PNS? Tiba-tiba gue jadi blogger?" Semuanya bak diluar rencana.

Tak Tahu Peran, Tak Punya Pilihan

Karena ketika kita gak tau siapa diri kita, apa peran kita, ujung-ujungnya kita gak punya pilihan, ketetapan hati, dan keputusan di masa depan.

Dosen saya dulu pernah nyeletuk, "Udah gak zaman tuh sekarang Ibu memasak di dapur, ayah berangkat ke kantor. Karena sekarang, ibu juga bisa berangkat ke Kantor dan Ayah bisa masak di dapur."

Iya sih, tapi kok saya dengernya gak enak ya waktu itu. Seakan-akan gak ada batasan lagi antara tanggung jawab laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Susahnya Menikah

Karena pesan pendidikan yang blur tentang peran perempuan dan laki-laki ini, jujur aja, saya pun merasa jadi korban dan menjadi generasi yang kebingungan.

Gak punya pandangan, pemahaman, dan keputusan sejak kecil. Kehidupan dijalani dengan let it flow tanpa gambaran yang jelas tentang masa depan akan seperti apa, pekerjaan apa yang bisa dilakukan, peran apa yang harus saya "mainkan" semuanya tak terencana sejak di bangku sekolah dasar.

Padahal kita sekolah lama loh, TK 1 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, Kuliah 4 tahun. 17 tahun yang sia-sia kalau sampai gak tau tujuan hidup sendiri *so sad

Peran Guru

Di sekolah, memang pelaksana kurikulum yang paling utama adalah guru. Tapi, dengan beban mata pelajaran yang begitu berat, apa masih bisa mengakomodir hal lainnya dengan segala keterbatasannya?

Guru Bimbingan Konseling

Memang sih, guru BK paling pas untuk jadi konselor atau orang tua yang mengarahkan anak didik diluar mata pelajaran, tapi kadang guru BK lebih identik dengan kasus anak, kedisiplinan, dll. Dan guru BK juga hanya ada di tingkatan sekolah menengah saja, padahal di tingkat sekolah dasar pun, fungsi dan peran perempuan dan laki-laki itu penting disampaikan.

Ini bisa jadi salah satu solusi, peran guru BK ini harusnya lebih diarahkan untuk memberikan gambaran peran dan tanggung jawab anak-anak di masa depan nanti, termasuk peran gendernya sebagai perempuan dan laki-laki. Perannya dalam membangun keluarga, masyarakat, membangun bangsa dan lainnya.

Bukan hanya soal profesi atau cita-cita sebagai seorang xxxxx, tapi berbagai peran yang akan disandang oleh manusia dewasa harus bisa dijelaskan oleh seorang guru BK di sekolah. 


Jangan Meremehkan Anak Usia Sekolah Dasar

Karena di usia ini lah anak-anak akan sering bertanya "eksistensinya" di dunia ini. Mulai dari "asalnya dari mana" "terbuat dari apa" "kenapa kita ada"  dan bahkan anak-anak suka berimajinasi ingin jadi apa kelak dia ketika dewasa dengan cara belajar dari lingkungan sosial.

Mengenal Peran Gender Sejak Kecil, Meminimalisir Kegalauan di Masa Depan


Seperti yang sudah saya katakan di atas, kita menjadi generasi yang kebingungan karena kita kurang atau bahkan tidak paham tugas dan fungsi kita masing-masing.

Sebagai perempuan, sejak kecil kita tidak menerima pendidikan yang lengkap mengenai tugas dan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.  Tidak semua keluarga mengerti bagaimana mengedukasi anak-anaknya akan perannya sebagai perempuan dan laki-laki.

Bersyukurlah kalau kamu dilahirkan dari keluarga yang memang mengerti dan paham cara mengarahkan anak. Sehingga, ketika dewasa, anak sudah tidak kebingungan dan mantap mengambil peran di masyarakat.

Lah kalau ngga?

Agar Perempuan Tidak Berujung Pada Kegalauan

Andai peran dan fungsi perempuan di keluarga dan masyarakat diajarkan sejak dini, mungkin Mom war tentang ibu bekerja dan ibu rumah tangga akan bisa diminimalisir.




Pertama, mental perempuan akan lebih siap. Karena sudah ada gambaran akan masa depan. Jika bekerja akan lebih siap mempersiapkan mental, diri, kompetensi, dan pengetahuan tentang seluk beluk ibu bekerja.

Kedua, begitupun dengan Ibu rumah tangga. Memilih jadi ibu rumah tangga karena pilihan dan kesiapan mental, bukan hanya nasib semata. Dan sudah tau, apa yang akan dilakukan jika saya tidak bekerja di kantor. Menjadi seorang wirausahawan kah, menjadi seorang relawan di dunia pilantropi kah, atau menjadi pelayan masyarakat dengan aktif di komunitas.

Baca juga: 5 Inspirasi Wirausaha Bagi Muslimah dari Brand Tas Heejou

Coba deh bayangin, jika pendidikan kita sudah berpikir sejauh ini. Khususnya bagi perempuan, maka hidupnya akan lebih bahagia dan jauh dari kegalauan, antara bekerja atau tidak.

Karena semuanya sudah dipersiapkan sejak kecil, mentalnya disiapkan, diberikan informasi yang lengkap tentang kemungkinan atau resiko dari pilihan yang akan diputuskan. Perempuan pun gak akan saling "serang", saling menjatuhkan karena alasan pilihan hidup.

Ibu bekerja bahagia dan mantap dengan keputusannya, ibu di rumah pun bergembira karena ini merupakan gambaran kehidupan idealnya sejak kecil.

Gak galau dan gak merasa salah dalam ambil keputusan.

"Karena ibu yang bahagia itu adalah koentji untuk melahirkan generasi yang bahagia, dan semuanya sudah dipersiapkan dengan baik bahkan semenjak sang ibu masih belajar mengeja namanya sendiri."


Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi berdasarkan pengalaman dan pengamatan, dan tidak menerima perdebatan dalam bentuk apapun. Terima kasih :D


Harapan orang-orang terhadap fasilitas hotel dapat berbeda yaa. Bahkan setelah menginap di hotel yang sama, akan ada pemandangan yang sedikit berbeda dari dua orang yang berbeda.

Namun ada beberapa hotel, yang menjadikan hal ini sebagai masalah. Terlebih lagi jika Kita berada di hotel bintang 5 di Jakarta yang memang ada beberapa hal yang harus Kita perhatikan, termasuk pelayanan yang seharusnya Kita dapatkan dari hotel mewah.

Inilah keuntungan yang akan Kita dapatkan dari hotel bintang 5, yaitu:

Layanan penuh pertimbangan, tidak mengganggu dan dapat diandalkan.

Tentunya salah satu hal yang penting dan menentukan adalah hotel mana yang dapat menawarkan fasilitas yang kita inginkan. Karena hotel bintang 5 yang benar-benar hebat, menjadikan fasilitas yang diinginkan pelanggan ini tertanam ke dalam benak staf mereka. 

Mendapatkan staf pembersih misalnya dari seorang manajer untuk memberikan pelayanan apa pun yang diperlukan oleh pelanggan, bukanlah hal yang mudah. Terutama ketika orang menganggap karyawan di bisnis perhotelan ini memiliki perputaran yang cepat.

Jika staf tidak peduli maka para tamu juga tidak akan merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh hotel bintang 5 tersebut. 

Seorang staf yang pro-aktif, menawarkan layanan yang penuh perhatian dan dapat diandalkan, sepadan dengan harga mahal yang dibayar oleh para tamu.

Hotel mewah akan memanggil dengan nama Kita.

Hotel yang bagus akan memanggil pelanggannya dengan nama Kita secara personal. Bahkan jika ini adalah pertama kalinya Kita menginap di sana. 

Diterima dengan nama, dengan cara yang tulus, memberi Kita pelayanan yang dipersonalisasi sehingga menambahkan perasaan senang ketika Kita menginap di hotel teraebut.

Tentu saja, jika Kita pelanggan tetap, lagi-lagi, orang akan mengharapkan ucapan pribadi, tetapi lebih dari itu, pelayanan pribadi akan lebih membekas di hati.

Kenyamanan murni.

Jangan lupa mengapa kita memilih hotel tersebut. Kita akan tetap di sana baik untuk bisnis atau liburan. Apa yang kebanyakan orang pikirkan tentang hal pertama di pagi hari? 

Sebuah hotel mewah atau hotel bintang 5 di Jakarta harus menawarkan tempat tidur yang sangat baik, dengan tempat tidur yang bersih dan relatif baru. 

Jika Kita tidak dapat tidur, berarti Kita akan menghabiskan waktu dengan lelah, marah, sia-sia dan tidak akan menikmati apa yang dapat ditawarkan hotel.

Perhatian terhadap detail.

Hotel-hotel terbaik di dunia tidak murah tetapi Kita berharap mereka dapat menawarkan semua yang Kita butuhkan, termasuk layanan transfer. 

Hotel mewah juga akan menawarkan layanan berupa mobil mewah gratis atau paling tidak hotel tersebut memiliki koneksi dengan sopir taxi, sehingga pada saat Kita membutuhkan alat transportasi, pihak hotel dapat langsung menghubungi Kita dengan cepat tanpa membuat Kita menunggu terlalu lama. 

Selain itu layanan penjemputan atau pengantaran bandara lagi-lagi sangat berharga, tidak hanya menghemat waktu Kita untuk mengatur taksi, tetapi memberi Kita keamanan selama menggunakan alat transportasi tersebut.

Pelayanan hotel bintang 5 yang baik dan memuaskan bagi tamu tentunya mampu mendatangkan rasa kepuasan tersendiri bagi para tamu yang datang. 

Dari segi fasilitas dan pelayanan itulah yang membedakan antara hotel bintang 5 dengan hotel bintang 1, 2, 3 maupun 4. 

Dari segi harga pun hotel bintang 5 di Jakarta juga memiliki harga yang jauh lebih mahal. Sehingga dibalik dari harganya yang cukup mahal itulah yang menjadikan pihak hotel haruslah lebih mengedepankan pada pelayanan dan fasilitas untuk para tamu agar para tamu juga merasa puas atas pelayanan yang diberikan.

Karena mengingat bahwa tamu adalah raja. Agar Kita tidak kecewa, tak salah rasanya jika membaca travel blog terlebih dahulu agar mendapatkan referensi yang cukup.

Alhamdulillah, kandungan saya memasuki trimester terakhir yakni di usia 36 Weeks. Menurut prediksi, Hari Perkiraan Lahir adalah minggu awal Oktober 2018. Sedangkan ketika USG kemarin, perkiraan persalinan adalah akhir September 2018.

Seneng campur deg-degan sih, ternyata 9 bulan itu gak berasa sama sekali. Tau-tau, dede bayi udah mau launching bulan ini, Insya Alloh.

Ada yang berbeda di kehamilan pertama dan kedua, yaitu saya ikut senam atau yoga hamil.

Entah dulu saya kurang update atau gimana, yang jelas dulu tuh saya belum pernah ikutan yoga untuk ibu hamil, baik waktu hamil Kifah maupun hamil Aldebaran.

Alhamdulillah banget, dikehamilan ketiga ini bisa kenal yoga hamil di klinik bidan deket rumah. Tempatnya dekat, gak nyampe 15 menit udah nyampe. Harganya pun terjangkau, hanya 35 ribu rupiah saja setiap kali kita datang ke klinik untuk melakukan yoga ibu hamil. Jadwalnya Sabtu atau Minggu, durasinya sekitar 1,5 jam.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, yoga bagi ibu hamil ini memiliki banyak manfaatnya, yaitu:

1.Membantu tubuh tetap sehat dan bugar selama kehamilan. Yaps, benar sekali. Banyak yang salah sangka kalau hamil itu kita gak boleh berolah raga. Hal tersebut justru salah kaprah. Ibu hamil harus tetap banyak berolah raga asal tidak membahayakan dirinya dan janin yang dikandungnya.

2.Melatih pernafasan. Latihan pernafasan ini beneran ngefek loh. Pertama, tubuh kita jadi relaks dan santai. Pikiran jadi tenang dan mood pun lebih baik. Dan yang gak kalah penting lagi adalah latihan pernafasan ini sangat baik untuk mempersiapkan persalinan nanti. Karena, latihan pernafasan yang baik dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi dan memudahkan proses mengejan.

3.Membantu meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi sakit pinggang. Ini pun benar saya rasakan sendiri loh. Waktu hamil Aldebaran, pinggang rasanya sakit banget. Bahkan pernah ketika saya tidur terlentang, saya gak bisa bangun lagi karena saking sakitnya. Dikehamilan kali ini, karena ikut kelas Yoga untuk ibu hamil, nyeri pinggang berkurang dan tubuh terasa nyaman.

4.Melatih diri dan mempersiapkan area pinggul untuk melahirkan. Dalam gerakan yoga ibu hamil, banyak gerakan yang membantu kita untuk mempersiapkan otot pinggul agar menjadi lebih lentur. Tentunya ini sangat membantu untuk persiapan persalinan nanti.

5.Membantu merelaksasi tubuh dan melatih diri mudah beristirahat. Ibu hamil kadang sangat cemas dengan kondisi janin yang dikandungnya, sehingga sering merasa was-was dan tidak nyaman. Selain mengatur asupan makanan, tingkat stres, yoga bagi ibu hamil pun membantu ibu hamil secara psikologis. Biasanya, dengan rutin melakukan yoga, ibu hamil akan lebih mudah untuk tidur dan beristirahat.

6.Ikhtiar untuk Mengubah posisi janin. Ketika memasuki usia kandungan 6 bulan, posisi janin saya masih sungsang, alias kepala di atas dan kaki di bawah. 

Kemudian, bidan di klinik yang menjadi instruktur Yoga menyarankan beberapa posisi yang bisa mengubah posisi janin yang seharusnya (yaitu kepala di bawah dan kaki di atas). Alhamdulillah, tidak lama kemudian, setelah rutin melakukan gerakan yang diajarkan ketika Yoga, dede bayi di dalam kandungan berpindah posisi ke posisi yang seharusnya.


Yoga hamil bersama sungguh menyenangkan


7.Bisa bersosialisasi dan curhat sesama ibu hamil. And whaatttt, ini adalah salah satu manfaat yang sangat penting. Ngobrol sesama ibu hamil itu bikin bahagia dan plong. Apalagi ketika ada masalah dengan kondisi janin dan lain sebagainya, kita bisa saling curhat dan saling memberikan masukan dan juga saran.

8.Lebih dekat dengan janin. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ketika memasuki usia kandungan 6 bulan, dede bayi posisinya masih sungsang. Nah, ketika yoga, ibu hamil pun disarankan untuk selalu berkomunikasi dengan janin agar ia berpindah posisi ke posisi yang seharusnya.

Sebenernya, Yoga bagi ibu hamil ini gak mesti kita lakukan di klinik bidan aja sih. Di rumah pun sangat mungkin kita melakukan Yoga untuk ibu hamil. Tinggal putar musik yang bisa merelaksasi, dan menggelar matras, siap deh buat Yoga di rumah.

Agar makin nyaman melakukan gerakan Yoga, enaknya emang pakai matras sih, apalagi ada gerakan table top yang mengharuskan kita membentuk gerakan seperti bayi merangkak gitu. Telapak tangan dan tumit bisa sakit kalau gak pake matras.

Ada matras biasa, ada juga air track for pool (yang bisa dipakai di atas air atau di kolam renang gitu). Sedangkan yang biasa dipakai di rumah atau ditaruh di lantai itu airtrack tumbling mat, nah ini sih yang lagi saya cari buat latihan Yoga di rumah.


Mint Green Airtrack Tumble Cheerleaders Mat

Dan ada juga inflatable air track gymnastics, hampir sama sih dengan yang airtrack tumbling mat, bisa dipakai di lantai atau di tanah/rumput sekalipun. Dan ini keliatannya empuk banget kalau dipake buat Yoga di rumah.


airtrack tumbling mat

Pengennya sih punya salah satu di rumah, biar makin semangat Yoga ibu hamilnya. Karena manfaatnya bisa saya rasakan dan memang benar mengurangi ‘tantangan-tantangan’ selama kehamilan.

Kalau, Mommies sekalian, pernah atau sedang ikutan Yoga hamil juga kah sekarang? Cerita-cerita Yuk, di kolom komentar :D