Aku punya Boneka Barbie

Bonekanya lucu sekali

Mata Bulat Rambut Keriting

Bajunya juga warnanya blink-blink


Ketika mendengar lirik lagu Boneka Barbie milik Juma di atas, saya jadi flash back ke masa kecil, dimana dulu saya ngefans sama Sherina, Meisyi, Chikita Meidi, Trio Kwek-Kwek, Joshua, Geovany dan Saskia, dan masih banyak lagi penyanyi cilik lainnya. Setiap hari Minggu juga gak pernah saya lewatkan acara seru Dunia Anak di TV, yang isinya akan memutar lagu anak banyak sekali. 


Kalau kita melihat hari ini, rasanya sudah gak ada lagi yang namanya artis atau penyanyi cilik dan acara khusus anak yang memutar lagu anak di TV. Sepertinya, kita kehilangan mereka pasca hadirnya internet dan smart phone dalam kehidupan kita. Sekarang, akses hiburan di internet jadi milik siapa saja, tak kenal batas usia, termasuk anak-anak.


Gak sedikit anak-anak yang hafal, lagu dan personilnya BTS atau Blackpink, plus dengan koreografi ala boy band dan girl band tersebut. Belum lagi serangan aplikasi joget atau dance challenge, duh yang ini bikin saya miris, lagu dan gerakan koreografinya beneran bukan untuk anak, bahkan beberapa waktu yang lalu, ada lirik lagu yang jelas mengisahkan tentang pornografi.


Sebagai orang tua, kita pun kecolongan.


Dibilang sedih, tentunya saya sangat sedih dengan fenomena ini. Anak-anak seperti kehilangan jiwa kanak-kanak mereka, karena terlalu sering mengonsumsi hiburan orang dewasa termasuk lagu anak-anak. Dan faktanya memang, kita kehilangan generasi penerus untuk membawakan lagu anak-anak yang sesuai dengan jiwa dan fitrah seorang anak.


Baca juga: Review Kelas Coding untuk Anak


Dalam sebuah Jurnal Pendidikan, dituliskan bahwa, lagu anak bisa menjadi salah satu media pembelajaran karakter untuk anak. Beberapa fungsi lagu anak diantaranya:


1. Melatih keterampilan motorik kasar anak, karena pada saat anak bernyanyi, dia akan bergerak seperti menari, berjoget, dll.


2. Menumbuhkan rasa percaya diri anak. Jangan salah, bernyanyi bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak, karena bernyanyi adalah aktivitas yang menyenangkan. Anak bisa meniru dan mengikuti lagu dan ikut bernyanyi, sehingga memunculkan rasa percaya diri. Jangan lupa, kita juga bisa memuji anak setelah bernyanyi.


3. Menemukan bakat anak. Bernyanyi juga bisa menjadi media untuk menemukan bakat anak. Kita bisa melihat anak menunjukkan bakat kecerdasan musikalnya melalui aktivitas bernyanyi.


4. Melatih kognitif dan perkembangan bahasa anak.


5. Musik juga bisa mengembangkan kreativitas anak sejak dini. Anak bisa memainkan barang atau benda apa saja untuk mengiringinya saat bernyanyi.



Pendidikan karakter merupakan wacana yang harus dikenalkan sejak dini.

Keberadaannya menjadi penting dalam membentuk manusia yang beradab dan

bermartabat, senada yang diungkapkan dalam pasal 3 UU Sisdiknas. Berbagai cara

dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan pendidikan

karakter, salah satu caranya melalui lagu anak. Lagu anak merupakan lagu yang

diciptakan khusus untuk anak-anak. Keserderhanaan birama, lirik, dan melodi

menjadi ciri khas dari lagu anak. Pada akhirnya, keberadaan lagu anak penting

untuk selalu dikembangkan dan diperbaharui. Menyoal pendidikan karakter, perlu

direvitalisasi lagu anak-anak yang sudah dimodifikasi, dan diciptakan yang baru

sesuai dengan perkembangan  zaman.


(Pendidikan Karakter Melalui Lagu Anak-Anak, Heni Kusumawati, 2013. https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/3839/0)


Tahun ini pun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan KITA Indonesia menyelenggarakan kegiatan Kontes Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2021. Acara ini menjadi salah satu rangkaian dari perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021 yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan lagu anak Indonesia.


Bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, Jumat (23/7), Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan kontes Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2021 sebagai wadah ekspresi untuk mengembalikan ketersediaan lagu anak-anak Indonesia yang bermutu dan berkarakter Pancasila.


Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra mengatakan bahwa lagu anak Indonesia menjadi salah satu media untuk membantu anak-anak menjadi dekat dengan identitasnya, menumbuhkan rasa percaya diri, dan bangga sebagai anak Indonesia.


(Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/07/mengembalikan-kejayaan-lagu-anak-indonesia-melalui-kontes-kita-cinta-lagu-anak-kila-2021)


Dari artikel jurnal dan berita di atas, dapat kita ketahui bahwa banyak pihak yang mendukung lagu-lagu anak untuk menjadi salah satu pendidikan karakter bagi anak, tentunya lagu-lagu yang sesuai dengan usia dan fitrah anak itu sendiri.


Baca juga: Mengajak Anak Bermain, sambil Belajar, yuk!


Perkenalkan Juma Si Boneka Barbie!




Begitu melihat video klip lagu Juma yang berjudul Boneka Barbie, duh kok rasanya gemes banget ya. Hari ini sudah jarang sekali anak-anak yang bernyanyi senatural ini. Gayanya khas anak, pakaiannya sopan, tidak make up berlebihan, dan liriknya pun memang kegiatan anak sehari-hari. 


Lagu Juma Boneka Barbie ini liriknya memang keseharian Juma sebagai anak perempuan yang senengnya main Boneka Barbie. Bersama teman-temannya, Juma bermain dan bercerita bahwa ia sayang sekali dengan bonekanya itu.


Lagu Boneka Barbie ini diciptakan oleh Wahyu WHL yang pernah terkenal dengan lagu Tenda Biru, hayo, masih inget ngga sama lagu yang hits pada zamannya ini?  Lagu Boneka Barbie ini mengingatkan kita semua tentang gaya lagu pada tahun 1990-an dimana penyanyi dan lagu anak-anak menjadi musik dan hiburan terbaik bagi anak-anak.




Wahyu WHL sendiri adalah penata musik lagu-lagu karya Papa T. Bob, dan merupakan pamannya Juma, lho. Sampai hari ini, beliau tetap aktif bernyanyi dan menciptakan lagu-lagu untuk anak-anak.


Lagu Boneka Barbie ini ditayangkan di Channel Youtube ya, dan dalam waktu 3 hari, sudah berhasil menembus 11 ribu penayangan. Wah, keren ya.




Lagu Boneka Barbie


Selain lagu Boneka Barbie, Najma Ayla Taufik atau Juma ini menyanyikan lagu berjudul Cerita Juma. Lagu ini diciptakan oleh ibunya sendiri. Liriknya sederhana, yakni tentang kebesaran Sang Pencipta, namun menurut saya, lagu ini mengajarkan karakter baik kepada anak, yakni tentang rasa syukur kita kepada Allah SWT.




Juma sendiri kini berusia 8 tahun dan sekolah di Sekolah Dasar. Menurut saya, gaya Juma ini alami dan tidak dibuat-buat. Tidak centil dan tidak berlebihan. Juma menyanyikan lagu anak sesuai dengan apa yang dia rasakan sehari-hari, seperti bermain Boneka Barbie dan bersyukur dengan hal-hal yang ia rasakan setiap hari melalui panca inderanya.




Lagu Cerita Juma


Juma sendiri bahkan suka beramal sosial, lho. Ia memiliki program Senin Berbagi, dimana Juma memberikan makanan kepada abang Ojol dan pemulung. Masya Alloh, semoga makin banyak anak-anak yang terinspirasi dari Juma untuk berbuat kebaikan yaa. 




Saya optimis dan mendukung Juma untuk selalu berkarya lewat lagu-lagunya. Anak-anak kita perlu diselamatkan dari bahaya lagu-lagu yang tidak sesuai usianya, lagu-lagu yang memiliki lirik yang bahkan mengarah pada pornografi.


Yuk, perdengarkan lagu anak-anak untuk anak-anak

Anak-anak kita perlu tontonan yang menjadi tuntunan, bukan hanya hiburan dan pengalih perhatian semata. Kadang saya miris juga, anak-anak diberikan hiburan hanya untuk membuat anak ‘anteng’ semata, tapi orang tua tidak aware dengan isi dari lagu atau musik yang dikonsumsi oleh anak-anak.




Yuk, para orang tua, kita kembalikan lagi kejayaan lagu anak-anak yang sesuai dengan usia dan fitrah anak. Jangan sampai kita kecolongan atau bahkan menyesal, ketika memberikan lagu atau hiburan yang tidak sesuai dengan fitrah anak-anak, sehingga membentuk karakter anak yang menyalahi fitrahnya sendiri.


Punya pendapat tentang lagu anak di masa sekarang? Yuk, tulis di kolom komentar.







 



Assalamu’laikum teman-teman on line, apa kabarnya hari ini? Sehat kah?

 

Pertanyaan seperti itu, sebelumnya nampak sekedar ‘basa-basi’. Naum, dikala Pandemi seperti ini, pertanyaan tersebut menjadi sangat berarti. Apakah kawan, saudara, atau bahkan keluarga kita, benar-benar sedang dalam keadaan sehat wal 'afiat atau tidak.


Karena setiap harinya, banyak sekali kabar teman atau keluarga kita yang terkena Covid-19 bahkan hingga meninggal dunia. Sungguh, keadaan Indonesia sedang sangat mencekam, karena adanya Pandemi Covid-19 ini.


Kondisi Indonesia terkait Pandemi Covid-19 sekarang adalah banyaknya kasus baru karena masuknya varian Delta Covid-19. Kenaikan kasus ini tentunya membuat masalah demi masalah hadir dan menjadi tantangan bagi kita untuk bertahan.


Salah satu kendala yang banyak diberitakan di media massa atau media online salah satunya yakni kurangnya ketersediaan tabung oksigen di Rumah Sakit. Padahal, tabung oksigen ini merupakan kebutuhan yang sangat urgent bagi para penyintas covid-19.


Kelangkaan oksigen ini juga membuat harga oksigen per tabungnya mengalami kenaikan harga tak terkendali. Karena semua orang ‘berebut’ mendapatkannya, baik yang sedang dirawat di Rumah Sakit maupun yang sedang melakukan Isolasi Mandiri di rumah.


Penyerahan donasi senilai 50 juta rupiah untuk pengisian 1.100 tabung oksigen


Kamis, 22 Juli 2021 kemarin, PT Trimegah Karya Pratama Tbk, perusahaan pelopor dan aggregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia dengan platform bernama Ultra Voucher, memberikan donasi senilai total Rp 50 juta melalui Relawan Siaga untuk pengisian tabung oksigen ukuran 1m3 . Hal ini sebagai bentuk kepedulian Ultra Voucher membantu masyarakat penyintas Covid-19 dan membutuhkan oksigen untuk proses pemulihannya.


Pengisian tabung oksigen akan dilakukan selama 15 hari, setiap harinya akan mengisi tabung oksigen berukuran 1m3 . Dengan demikian, total tabung yang akan diisi dari dana Ultra Voucher sebanyak kurang lebih 1.100 tabung oksigen ukuran 1m3 . Seluruh tabung yang sudah berisikan oksigen ini nantinya akan diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Relawan Siaga.


Direktur Utama Ultra Voucher Hady Kuswanto, mengatakan bahwa: “Ultra Voucher tergerak untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk pengisian tabung oksigen, karena melihat kondisi Pandemi yang menyebabkan kelangkaan oksigen. Kami mengucapkan terima kasih kepada Relawan Siaga yang bersedia menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat.”




 

Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, Ketua Umum Relawan Siaga, mengapresiasi bantuan dari Ultra Voucher kepada masyarakat untuk pengisian tabung oksigen melalui Relawan Siaga. Pihaknya akan menjaga amanah yang dititipkan untuk menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami senang sekali dapat berkerjasama dengan Ultra Voucher. Saat ini memang oksigen sangat dibutuhkan masyarakat mengingat angka penderita Covid-19 di Indonesia yang membutuhkan oksigen sangat tinggi dan masyarakat kesulitan mengakses oksigen tersebut. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak memberikan bantuan seperti Ultra Voucher ini untuk masyarakat terdampak Covid-19 dan kami siap mendukung,” kata Agus. 


Agus menambahkan hingga kini Relawan Siaga telah menyalurkan donasi total Rp 4,26 miliar dari 79 relawan dengan masyarakat penerima manfaat sebanyak 704.402 di 36 kota yang disinggahi. Program donasi Relawan Siaga yakni Lumbung Pangan – program berbagi paket sembako, selanjutnya Lets ’Qurban - optimalisasi ibadah qurban secara syari, Nutri Santri - program pemenuhan kebutuhan makanan bernutrisi pondok pesantren yang darurat akan kebutuhan pangan bernutrisi, Program Wakaf, Ramadhan Gemilang, Taman Cendikia, Gathering Santri, Sejuta Kurma, dan Food Care.

 

Penyerahan secara simbolis dilakukan secara virtual


Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Riky Boy Permata, Direktur Ultra Voucher kepada Ketua Umum Relawan Siaga Letjen TNI (purn) Agus Sutomo, disaksikan oleh manajemen Ultra Voucher dan perwakilan pengurus pusat dari Relawan Siaga.

 

Direktur Ultra Voucher Riky Boy Permata mengatakan bahwa Ultra Vopucher siap berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR Ultra Voucher sendiri fokus pada meringankan kebutuhan masyarakat disaat tertentu, seperti yang dilakukan saat ini, pengisian tabung oksigen yang akan diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.


Pak Menteri Sandiaga Salahudin Uno (sekaligus Ketua Dewan Pengawas Relawan Siaga pun mendukung kegiatan saling tolong menolong ketika masa Pandemi seperti ini.


 

Sekilas tentang Ultra Voucher




Trimegah Karya Pratama adalah perusahaan teknologi yang bergerak di industri voucher belanja/gift card, baik berupa fisik maupun digital. Berdiri pada tahun 2014, Perseroan berperan sebagai generator voucher yang disebarluaskan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.


Tahun 2017, Perseroan mengeluarkan platform utama yang digunakan untuk mendistribusikan voucher ke konsumen yang bernama Ultra Voucher. Ultra Voucher adalah aplikasi yang menjual berbagai macam voucher fisik dan digital dari merchant yang telah bekerja sama dengan Ultra Voucher. Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan masih akan bertambah yang tersebar lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia.


Ultra Voucher dapat diunduh di Apple App Store dan Google Play Store. Per Desember 2020, total downloader aplikasi Ultra Voucher sudah lebih dari 200.000 baik di perangkat Android maupun iOS. Di mana terdapat lebih dari 10.000 pengguna yang melakukan transaksi setiap bulannya.



Ultra Voucher tengah menjalani proses menuju Initial Public Offering (IPO) yang rencananya listing pada 27 Juli 2021 di Bursa Efek Indonesia. Saat ini proses penawaran umum perdana pada 19 – 23 Juli 2021. Ultra Voucher termasuk sebuah aplikasi dan features pelengkap atau supporting dari berbagai platform, perusahaan dan bank digital.


Per Desember 2020, total downloader aplikasi Ultra Voucher sudah lebih dari 200.000 baik di perangkat android maupun iOS. Di mana terdapat lebih dari 10.000 pengguna yang melakukan transaksi setiap bulannya. Saat ini, Ultra Voucher telah menjalin kerja sama dengan 300 brand dan lebih dari 40.000 outlet di seluruh Indonesia. Adapun merchant yang bekerjasama dengan Ultra Voucher saat ini dari berbagai segmen, yakni Beauty & Relaxation, Departement Store, E-Commerce, Entertainment, Food & Beverage (F&B), Hotel & Travel, Accessories & Jewelry, Lifestyle, Investment, dan lain-lain.

 

Sekilas tentang Relawan Siaga

 



Relawan Siaga berdiri 10 November 2019. Relawan siaga adalah sebagai satu Ormas yang bergerak dalam bidang relawan, kemanusiaan dan sosial. Relawan Siaga selalu siap siaga membantu Ketika Indonesia mengalami musibah. Terakhir, bantuan diberikan di Flores Timur, yakni  di Adonara. Setiap bencana, relawan siaga hadir membantu masyarakat. Personil Relawan Siaga direkrut dengan baik, ada tes psikologi, dan juga pelatihan secara mental dan fisik.

 

Bagaimana Relawan Siaga akan Melakukan Proses Distribusi Oksigen?


Relawan Siaga mengumpulkan data keperluan oksigen melalui website resmi Relawan Siaga. Masyarakat bisa melakukan request atau permintaan melalui website tersebut, kemudian Relawan Siaga akan mendata dan  menyebarkan ke masyarakat/melakukan pelayanan dengan melakukan analisis prioritas masyarakat yang paling membutuhkan oksigen tersebut.


Relawan Siaga pun akan mengantisipasi kendala yang mungkin akan terjadi di lapangan. Seperti memilih siapa yang sedang benar- benar membutuhkan oksigen. Kemudian mengantisipasi masyarajar  jangan sampai ada yang menyerobot. Relawan siaga harus bisa mengatur dengan baik dan melakukan evaluasi setiap harinya.

 

Distribusi oksigen pun akan dilakukan dengan melihat wilayah mana yang paling membutuhkan, dan Relawan Siaga akan memetakan daerah mana yang akan menjadi prioritas dalam pendistribusian oksigen tersebut.

 

Ultra Voucher sendiri akan terus berkolaborasi dan berkomunikasi dengan Relawan Siaga, terkait dengan penanganan kondisi darurat covid, dan juga untuk program kemanusiaan lainnya. Semua kemungkinan bantuan dan kolaborasi selanjutnya sangat terbuka, karena Ultra Voucher ingin sekali bisa terus membantu masyarakat melalui program CSR-nya.

 

Terima kasih Ultra Voucher dan Relawan Siaga, saya sangat mengapresiasi kerja sama yang sangat baik ini. Sebagai masyarakat biasa, saya sangat bersyukur, masih banyak orang/lembaga dan juga organisasi kemanusiaan yang ingin membantu korban bencana, musibah, dan khususnya dikala Pandemi seperti ini, masyarakat penyintas Covid-19 sangat banyak membutuhkan bantuan.

 

Semoga Ultra Voucher terus konsisten melakukan program-program kemanusiaan kedepannya, dan bagi Relawan Siaga, terima kasih banyak atas dedikasinya untuk masyarakat, dan semoga tetap kuat dan semangat terus membantu seluruh masyarakat Indonesia.

 

Semoga Pandemi Covid-19 segera berlalu ya, dan kita kembali hidup dalam keadaan sehat dan tenang, amiin yaa robbal 'alamiin.

 

 

Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Selama Pandemi, transaksi pembelian skincare di beberapa E-Commerce mengalami kenaikan

 

Beberapa berita di media online yang saya baca kemarin, pembelian skin care di E-Commerce mengalami kenaikan. Setelah pembelian makanan, ternyata, selama Pandemi ini, banyak orang yang menjadikan skin care menjadi kebutuhan selanjutnya untuk menjaga kesehatan wajah dan juga menjadikan skin care routine sebagai aktivitas baru atau bisa juga untuk merelease stres karena Pandemi.

 

Begitu pun dengan saya, awalnya saya takut membelanjakan uang selain makanan dan kebutuhan pokok, karena memang kondisi ekonomi negara kita dalam masa Pandemi sedang tak menentu. Namun, nyatanya, membiarkan wajah tidak terawat karena gak pakai skin care juga bisa membuat stres. Lho!

 

Lihat jerawat di pagi hari ketika bangun tidur, atau liat wajah kusam ketika difoto itu juga malah bikin stres tersendiri. Karena walaupun kita tidak sering keluar rumah, pikiran kita, makanan yang kita konsumsi, dan juga faktor hormonal, juga bisa mempengaruhi kondisi kulit.

 

Menurut berita di Kompas.com, terjadi pergeseran gaya hidup diakibatkan karena Pandemi. Tren pembelian skin care menjadi melonjak ketimbang pembelian make up. Karena memang banyak orang yang melakukan Work from Home.

 

Bahkan, dari berita lainnya yang saya baca, kaum pria pun kini banyak membeli produk skin care, lho! Wah, pandemi ini memang sedikit banyak  mengubah gaya hidup kita ya, termasuk dalam urusan merawat wajah.

 

Bagaiamana cara menjaga kesehatan wajah selama Pandemi?

 

1.Tetap makan makanan yang bergizi seimbang


Jangan sampai karena stres, kemudian kita jadi banyak mengonsumsi makanan ‘sampah’ atau junk food, ya. Atau karena mager, setiap hari memesan makanan via ojek online. Untuk mendapatkan kulit yang tetap terjaga kesehatannya, tetap makan makanan yang bergizi seimbang. Buah dan sayur jangan sampai dilupakan.

 

2.Banyak minum air putih


Ini pun menjadi PR untuk saya pribadi. Minum banyak air putih. Karena memang kita seringkali lupa (karena banyaknya pekerjaan) konsumsi air putih pun menjadi berkurang. Padahal air putih ini sangat baik untuk menghidrasi kulit kita, termasuk kulit pada area wajah.

 

3.Tetap memakai tabir surya


Walaupun di rumah aja, tabir surya tetap diperlukan untuk menjaga wajah dari radikal bebas, debu, dan sengatan matahari. Apalagi sebagai ibu rumah tangga, saya tetap keluar untuk menjemur pakaian, atau untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari ke mini market, toko, atau ke tukang sayur langganan.

 

4.Membersihkan wajah


Duh, jangan lupa membersihkan wajah ya, walaupun banyak di rumah aja. Karena saat keringat ada di wajah, atau pun wajah berminyak, debu dan kotoran tetap bisa menempel dan membuat wajah menjadi kusam atau berjerawat.

 

5.Menggunakan skin care yang tepat


Banyak sekali varian skin care yang dijual di pasaran. Ada yang lokal, ada yang dari luar negeri, ada yang harganya menguras kantong, dan ada juga yang ramah (low budget). Tapi memang, yang penting dalam memilih skin care, jangan lupa dilihat kandungannya, bebas merkuri dan Hydroquinon,  jaminan keamanan dari BPOM ya. Supaya kita tetap aman dan nyaman dalam menggunakan skin care dalam merawat kesehatan wajah kita.

 

Review Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Mencoba pakai Scarlett lagi



Saya udah gak asing lagi dengan produk Scarlett ini. Karena saya sudah coba Body Care dan Serumnya juga. Keduanya produknya bagus-bagus. Paling suka sama Body Carenya, wajib coba pokoknya!

 

Dan sekarang saya mau review produk Brightly Ever After Day and Night Cream. Saya pilih produk ini, karena wajah saya alhamdulillah udah gak terlalu berjerawat, jadi saya fokus ke produk yang membuat wajah cerah aja. Males aja kan liat wajah kusam, hahaha.

 

Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Kali ini, coba Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Brightly Ever After ini ada dua macam, yaitu Day Cream dan Night Cream. Saya pakai rutin setiap hari, hampir dua minggu ini. Saya review satu-satu berdarkan wangi, tekstur, dll.

 

1.Aroma


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Creamnya  memiliki aroma lembut, tidak menyengat.


Selain Body Care-nya yang enak wanginya, ternyata wangi Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini enak banget. Kalau serumnya itu cenderung gak ada wanginya, nah, kalau Brightly Ever After Day and Night Cream ada wanginya, dan wanginya soft. Saya suka.

 

2.Kemasan


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Kemasannya cukup elegan


Isi Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini masing-masing 20 gram. Kemasannya cantik dan cukup eye catching kalau menurut saya. Walaupun produk lokal, Brightly Ever After Day and Night Cream ini sama sekali gak jauh beda dengan kemasan-kemasan skin care luar negeri.


Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini berawarna PINK, ya. Kalau untuk yang Acne series itu warnanya ungu.

 

3.Tekstur


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini pastinya bertekstur cream ya. Etapi, ada bedanya ini. Wajah saya kan berminyak, biasanya itu gak terlalu cocok dengan produk cream, karena akan membuat wajah semakin berminyak. Nah, Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini beda. Walaupun teksturnya cream, dia tetap bisa menyerap maksimal di kulit wajah dan gak menyisakan minyak-minyak berlebihan gitu di wajah. Karena saya pernah pakai produk skin care cream, kok malah jadi berminyak banget. Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini ngga ternyata, alhamdulillah.

 

4.Kandungan dan Manfaat


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream



Kandungan Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream adalah Niacinamide, Hexapeptide-8, Gluthatione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, Natural Vit C dan Green Cavair.


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Manfaatnya adalah meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas-bekas jerawat, menyamarkan pori-pori, garis halus, dan mengencangkan kulit wajah.

 

5.Progres Pemakaian


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Selama pemakaian, saya pakai pagi dan malam hari sebelum tidur. Selama dua minggu pemakaian, rasanya gak ada break out atau efek samping apapun, alhamdulillah berarti cocok di kulit wajah saya.  Yang paling saya rasakan adalah kulit menjadi lebih lembap, terutama ketika bangun tidur. Untuk kesan ‘bright’ atau mencerahkan sendiri, masih saya tunggu progresnya. Insya Alloh, akan saya pakai sampai produknya habis dalam beberapa pekan ke depan.

 

Harga


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Terjangkau, kan harganya?


Di E-commerce, Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini harganya terjangkau banget, apalagi sedang Pandemi gini ya, kita perlu produk yang bagus dengan harga yang ramah di kantong. Harganya hanya 75ribuan aja per-Pcsnya, beneran ramah di kantong, kan?


Link pembelian, bisa diakses di sini ya: https://linktr.ee/scarlett_whitening

 

Kelebihan Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Krimnya gak membuat wajah lengket dan berminyak


Menurut saya, kelebihan Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini dari sisi komposisi yang banyak manfaatnya bagi kulit wajah, harganya bisa terjangkau, itu nilai plus banget. Karena memang disaat kondisi ekonomi yang gak stabil seperti ini, kita masih punya opsi produk yang bagus tapi gak mesti mahal.


Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream
Untuk kulit wajah yang cenderung berminyak seperti saya, krim dari Scarlett ini cukup masuk ya


Kemudian, ini creamnya bagus teksturnya. Bukan cream yang bikin wajah jadi makin berminyak. Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini langsung menyerap dengan bagus di kulit wajah.

 

Masukkan saya buat Scarlett


Kalau bisa, next, bikin kemasan pump juga untuk series Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini. Karena kalau saya pribadi, lebih seneng kalau pakai ckin care yang dipump. Lebih mudah aja dipakenya. Dan kayak lebih gaya aja gitu, hahaha (GAYAAAA).

 

Review: Scarlett Face Care Brightly Ever After Day and Night Cream


Baeklah, itu saja review dari saya kali ini. Alhamdulillah, udah coba semua produk Scarlett, dari Body Care, Face Wash, Serum, sampai Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream juga. Sampai sekarang, Body Care, Serum, Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream masih saya pakai.


Baca: Review Serum Scarlett Brightly Ever After dan Review Body Care Scarlett

 

Buat yang belum coba Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream boleh dicoba, deh. Karena memang produknya bagus, kok. Produk lokal tapi kualitasnya tetep juarak!

 

Sebagai informasi tambahan Scarlett Brightly Ever After Day and Night Cream ini sudah terdaftar di BPOM dengan Nomor Registrasi NA18200107908 (Day Cream) dan NA18200107912 (Night Cream).


Dan saya juga mau menekankan, hasil dari produk ini mungkin akan sangat bervariasi bagi setiap orang, ya.

 

Siapa yang udah coba produk dari Scarlett untuk merawat kesehatan wajah saat Pandemi ini?

 

 

 

 

 

 

Review kelas coding untuk anak educourse


“Didiklah anakmu sesuai zamannya”


Sebuah nasehat lama bagi para orang tua, yang kedengarannya sederhana, namun realisasinya sungguhlah tak mudah. Kenapa tak mudah? Karena pergantian zaman atau masa tentu memiliki tantangan sendiri-sendiri. Tantangan yang harus ditaklukan oleh kita sebagai orang tua dalam rangka mendidik anak-anak, mempersiapkan mereka untuk dewasa kelak. Seperti, sistem pembelajaran abad 21 yang harus ditaklukan, pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) dan pembelajaran lainnya yang memicu Critical Thingking dan kreativitas lainnya.


Apa tantangan mendidik anak zaman sekarang? Menurut saya, adalah tantangan dalam dunia digital dan informasi. Bagaimana tidak, anak-anak kita sudah fasih sekali dengan kehadiran gadget dan internet. Juga mudahnya mengakses informasi dalam genggaman tangan.


Masalah terbesarnya adalah, bagaimana agar teknologi digital dan informasi tersebut, mampu dimanfaatkan untuk kebaikan, bukan sebaliknya.


Istilah kecanduan gadget, internet, dan lain sebagainya tentu sudah sangat kita kenal. Banyak orang tua yang mungkin akan menghindari hal tersebut demi kebaikan anak-anaknya. Namun, sebagai orang tua, saya rasa kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi terus menerus, yang harus kita lakukan adalah membekali anak pengetahuan dan juga sikap (akhlak), untuk hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi.

 

Anak-anak dan Rasa Ingin Tahu


Kita juga pernah kecil, dan disaat itulah rasa keingintahuan kita sangat tinggi. Mencoba hal baru, kemudian merasakan sensasi menyenangkan ketika apa yang membuat kita penasaran terungkap oleh tangan kita sendiri.


Setuju?


Di saat pandemi seperti sekarang ini, rasa ingin tahu anak-anak saya di rumah pun tetap tumbuh. Hampir setiap hari, Kifah mencari informasi tentang dunia sepak bola di internet (dia ingin sekali jadi pemain sepak bola, tapi gak bisa latihan karena terhalang pandemi). Dia juga suka main game, dan mencari bahan belajar via internet ketika melakukan sekolah daring.


Hmm, baiklah, memang anak-anak akan tetap berinteraksi dengan gadget dan internet pada waktunya.

 

Belajar di Kelas Coding


Review kelas coding untuk anak educourse
Kifah seneng di rumah punya kegiatan positif baru



Sudah jatuh ke air, yaudah mandi aja deh sekalian. Hehe. Sudah kepalang sering berinteraksi dengan gadget dan internet, mari kita pelajari saja lebih lanjut ‘Apa saja yang bisa dilakukan oleh teknologi?’ Salah satunya adalah dengan belajar bahasa pemrograman atau coding.


Menurut Menteri Pendidikan Nasional, Nadiem Anwar Makarim. Ada tiga skill Bahasa yang harus dikuasai anak-anak untuk mempersiapkan diri di masa depan, yakni:


1.Bahasa Inggris. Tentunya kita sudah tau, bahwa bahasa inggris adalah bahasa internasional yang wajib kita kuasai.


2.Bahasa pemrograman atau coding. Yakni bahasa mesin, bahasa untuk memerintah mesin atau komputer menjalankan program-program yang kita inginkan.


3.Bahasa Data. Yaitu kemampuan membaca dan menganalisis data statistik.

 

Terima kasih Bapak menteri atas wejangannya, sehingga saya memiliki ‘arah’ dalam memberikan edukasi atau bekal hidup untuk anak-anak. Karena saya rasa, sekolah formal saja tidak cukup, kita juga harus membekali anak-anak kita dengan lifeskill dan pengalaman yang memotivasi mereka agar ingin belajar lagi dan lagi.


“Emangnya kalau dari kecil anak sudah diberikan les coding, akan langsung jago jadi programer?


Jawabannya adalah, nggak.


Tujuan saya memberikan Kifah kelas coding adalah untuk MENSTIMULASI terlebih dahulu minat dan daya pikirnya akan suatu hal yang baru. Saya ingin, dia menemukan pengalaman, motivasi, dan wawasan baru. Bahwa ada beragam ilmu pengetahuan yang bisa digali dan mungkin bisa dijadikan passion atau profesi di masa depan. Who knows, bahkan pekerjaan jenis apa di masa depan untuk anak-anak kita pun kita gak tau, kan?


Maka dari itu, fokus saya sebenarnya bukan menjejali Kifah berbagai les atau hal-hal yang bersifat materi semata. Tapi lebih ke stimulasi, agar ia bisa menkonstruk pemikiran baru dan mendapat motivasi untuk menggali ilmu pengetahuan lebih dalam lagi.

 

Belajar Coding di Educourse


Review kelas coding untuk anak educourse
Tiap hari makin pensaran sama materi baru 



Akhirnya Kifah belajar coding di Educourse, yaitu kelas belajar coding for kids berbasis daring atau online tentunya, via zoom meeting.


Belajarnya codingnya gimana? Bikin pemrograman? Ya, betul! Namun, bahasa pemrograman yang diberikan kepada anak, menyesuaikan dengan usia anak-anak. Bukan seperti bahasa HTML, Java, PHP, Phyton, C++ dan lain sebagainya. Duh, ini mah level emaknya juga gak bisa, wkwkwk.

 

Review kelas coding untuk anak educourse
Ms. Zia, gurunya Kifah di Educourse



Kelas coding for kids di Educourse sangat menyesuaikan dengan usia dan kemampuan anak-anak. Daftar kelasnya, yaitu:


1.Usia 5-8 tahun (menggunakan stratch) Level Junior One dan Junior Two.


2.Usia 9-12 tahun (menggunakan sctratch) Level Intermediate dan Pre Advance.


3.Usia 10-14 tahun (menggunakan Tynker) Level Intermediate.

 

Pembelajaran Kelas Coding di Educourse


Review kelas coding untuk anak educourse
Makin penasaran juga sama coding


Setelah mengikuti kelas coding di Educourse, saya mengamati progres belajar Kifah (10 tahun) setiap pekannya. Ada beberapa yang saya garis bawahi, yakni:


1.Belajar mengenai logika


Ketika belajar coding atau bahasa pemorgraman, Kifah belajar logika untuk memberikan instruksi. Contohnya, ketika belajar menggerakan objek ke kanan, kiri, atas, dan bawah Kifah belajar tentang logika pada sumbu X dan Y (ini pelajaran SMP ya kalau ga salah tentang kuadran dengan sumbu X dan Y).


Dimana jika objek ingin digerakkan ke kiri, maka yang ditulis huruf x dengan angka negatif, umtuk bergerak ke atas, maka ditulis y dengan angka positif, jika ingin bergerak ke kanan maka ditulis x dengan angka positif, dan jika ingin bergerak ke bawah, maka ditulis y dengan angka negatif.


Selain itu, ada pembelajaran logika “Jika” “Maka”. Apabila kita memberikan perintah tertentu, misalkan ketika kursor menyentuh objek atau warna tertentu, maka akan terjadi reaksi atau respon tertentu.


2.Analisis Masalah


Membuat coding tentu tidak selamanya mulus, pasti ada ‘syntax error’ ketika melakukan proses coding. Sehingga membuat program yang kita inginkan, belajar dengan tidak mulus atau sesuai keinginan.

Pada saat Kifah tidak berhasil menjalankan program yang ia inginkan, kemudian ia melakukan analisis masalah terhadap coding yang ia buat. Menerka apa yang terjadi, mencari akar masalahnya, dan berusaha menemukan solusinya.


3.Memecahkan Masalah

Setelah melakukan proses analisis, biasanya ia mencoba untuk mencari solusi dengan melakukan cek ulang semua codingnya dan jika masih bermasalah, ia akan bertanya kepada tim pengajar dari Educourse atau mencarinya di internet (biasanya Kifah mencari informasi di Youtube).


4.Ketelitian dan Fokus


Nah, ini dia yang saya suka. Kifah itu anaknya kurang fokus dan teliti, karena ia anaknya terlalu kinestetik, sukanya bergerak ke sana ke sini sejak kecil. Maka dari itu, dengan mengikuti kelas Coding dari Educourse, Kifah jadi belajar fokus dan ketelitian. Karena ia harus benar-benar mengecek apakah coding yang dia lakukan sudah benar atau belum.


5.Ketekunan dan Kerja Keras


The power of penasaran sih nampaknya, hehe. Ketika ada games yang dia buat dan belum benar-benar sesuai yang diinginkan, maka ia akan terus ngulik coding games tersebut hingga program/gamesnya benar-benar bisa dijalankan dengan baik.

 

Beberapa Games yang sudah Kifah buat sendiri:


Review kelas coding untuk anak educourse
Flying Cat aka Kucing Ngapung/Terbang. Bt, kucingnya terbang mencari uang ini, wkwkwk



Review kelas coding untuk anak educourse
Mengumpulkan Koin. Tadinya itu ini gambarnya apel, sama Kifah diganti jadi gambar koin uang, emang dia materialistis sekali anaknya ya, hahaha.



Review kelas coding untuk anak educourse
Kucing Mencari Jalan Pulang. Kucing sedang mencari jalan pulang, namun di tengah jalan, ia diganggu oleh beberapa ekor lady bug atau kepik. Semoga selamat sampai tujuan ya, Cing.


Review kelas coding untuk anak educourse
Game Ping-Pong. Ini games yang biasanya suka ada di PC atau hape jadul deh kayaknya. Seru ini mainnya bisa berdua.



Review kelas coding untuk anak educourse
Roket di Luar Angkasa. Ini juga kayaknya games zaman punya Nokia jadul. Nembakin musuh di ruang angkasa wkwkwkwk.


Kelebihan Mengikuti Kelas Coding di Educourse:

 

Review kelas coding untuk anak educourse
Pembelajarannya menyenangkan


1.Dalam satu kelas, muridnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 10 orang.


2.Kelas bisa dipilih saat weekend atau weekday.


3.Dilakukan secara daring via zoom meeting, sehingga sangat mendukung program  belajar anak di masa pandemi.

 

 

Saran untuk kelas coding di Educourse:


Menurut saya, salah satu hal yang mungkin bisa ditambah lagi yakni waktu atau durasi. Satu jam itu benar-benar gak kerasa untuk anak belajar coding, hehehe. Karena memang anak-anak yang langsung mengerjakan sendiri coding dari games yang akan dibuat. Karena kelasnya online, jadi memang agak ‘makan waktu’ ketika anak harus melihat ke layar stratch untuk mengkoding games, dan juga layar zoom meeting. Mungkin waktu atau durasinya bisa lebih menyesuaikan dengan tingkat kesulitan anak ketika sedang belajar  di dalam kelas.

 

Review kelas coding untuk anak educourse
Akhiranya ketagihan bikin games sendiri



Over all, saya sangat suka dengan kelas coding dari Educourse ini. Kifah sangat termotivasi untuk membuat banyak games, logika dan daya analisis masalahnya juga terasah. Dan juga yang gak kalah penting, ketekunan dan ketelitiannya juga ikut terstimulasi.

 

Sekian review kelas Coding for Kids Educourse dari saya, alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya rasakan juga sebagai orang tua. Kifah jadi bisa meluangkan waktu lebih positif dengan gadget atau perangkat teknologi yang ada di rumah.


Sebagai orang tua, kadang kita sangat takut ketika anak kecanduan gadget atau selalu bermain-main dengan game atau gadgetnya. Namun, ketika semua itu diarahkan dengan benar, dijadikan sarana belajar, maka semuanya bisa berubah ke arah yang positif dan tentunya bermanfaat bagi anak.

 

Ada yang punya pengalaman ikut kelas Coding for Kids juga, Ma? Atau lagi menimbang-nimbang ikut kelas belajar on line untuk anak selama di rumah aja?

 

Sharing di kolom komentar, yuk!


***


Educourse is an intelligent future education platform for STEAM learning with AI (Artificial Intelligence) and AR (Augmented Realty). Educourse menyelenggarakan beberapa pembelajaran berbasis STEAM seperti kelas Coding for Kids, Coding for Teens, Fun Science, Crazy Math, Junio Engeneer,.


Ada juga kelas Bahasa, yakni English, Japan, Korea, Turki, dan lain-lain. Ada juga Visual Art Drawing, Craft and DIY. Pokoknya masih banyak banget kursus yang bisa diikuti di Educourse. 


Klik https://educourse.i-gen.co.id/ untuk melihat banyak kursus lainnya, dan kunjungi Instagram @educourse.id untuk bertanya langsung dengan Educourse.