review medina amethyst colander dining set

Masih puasa kok udah ngomongin lebaran? Ya begitu lah Emak-emak, pikirannya selalu jauh ke depan ketika menghadapi suatu hal. Kalau Ramadhan begini pasti Lebaran sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari.

Buktinya, Pasar Tanah Abang sudah ramai dari dua bulan yang lalu, ya kan?

Apa sih yang biasanya dipikirin saat lebaran nanti?

Mudik? Kue lebaran? Pakaian? Hidangan untuk menjamu tamu? atau rumah yang harus di cat warna terbaru?

Iya memang kalau ibu-ibu yang sibuk di dapur nyiapin makanan berbuka dan sahur setiap hari tuh pasti gak akan terasa bulan Ramadhan, karena saking sibuknya di rumah. Makanya persiapan lebaran pun sudah dicicil dari jauh hari.

Saya sendiri, selama 9 tahun berkeluarga memang selalu berlebaran di rumah mertua di Bandung. 


Maka dari itu, jaraaangggg banget atau hampir gak pernah deh namanya nyiapin rumah buat lebaran. Bikin kue maupun bikin ketupat dan makanan hampir gak pernah. Karena beberapa hari sebelum hari Raya pasti kita semua mudik ke Bandung, acara lebaran ya terpusat di rumah Ibu.


Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, saya suka berpikir kalau suatu saat saya harus menyiapkan rumah untuk berlebaran.

Entah itu nyiapin rumah, masak makanan, atau pun bikin kue lebaran. 

Karena sekarang, makin dewasa saya dan suami, makin banyak pula silaturahmi antara teman kantor suami ataupun sahabat-sahabat saya sesama blogger. Mau ga mau, saya harus bisa menyiapkan rumah untuk "open house" suatu saat nanti.

Menyiapkan rumah untuk "open house" memang susah-susah gampang (pengalaman saya di rumah ibu mertua). 

Biasanya, Ibu Mertua mempersiapkan beberapa hal berikut untuk menyambut hari Raya Idul Fitri:

1. Bikin atau Beli Kue Lebaran

Kue lebaran apalagi tipe kue nastar, castangel, putri salju, atau kue-kue kering lainnya cenderung awet. Sehingga bisa disiapkan dari jauh hari.

2. Ketupat dan Kawan-kawannya

Makan ketupat gak lengkap tanpa opor, semur, rendang atau pun gulai. Makanan untuk hidangan lebaran memang harus disiapkan dari jauh hari juga, dan biasanya Ibu nyicil bahan dan bumbunya selama bulan Ramadhan.

Bumbu untuk opor, rendang, gulai dan lainnya, bisa dibuat sejak Ramadhan sambil nunggu buka puasa. Seperti, menggiling bawang merah, bawang putih, ataupun cabai.

3. Menyiapkan Rumah




Ibu mertua itu paling suka bersih-bersih orangnya, makanya kalau menjelang Lebaran, ibu pasti sibuk bersih-bersih rumah dan menata ulang letak perabotan.

Beberapa vas bunga juga diletakkan di atas meja atau di sudut ruangan.

4. Menyiapakan Pakaian Terbaik

Menyiapkan pakaian terbaik juga menjadi salah satu hal yang dianjurkan untuk menyambut lebaran Idul Fitri. 

Berusaha menyiapkan penampilan terbaik untuk bersilaturahim dan saling berkunjung bersama sanak saudara juga menjadi hal yang penting. Asalkan niatnya karena Allah SWT ya, bukan untuk riya atau pamer semata.

Bicara soal menyiapkan penampilan terbaik, selain pakaian, penampilan terbaik untuk menghidangkan makanan juga penting menurut saya.

Selain memperindah penampilan makanan dan juga rumah, makanan yang ditata dengan baik dan cantik juga akan menggugah selera makan.

Kan sedih banget kalau udah capek-capek masak tapi gak ada yang makan? 

Saya aja suka ngambeuk kalau udah capek-capek masak tapi Abbiy bilang "Udah makan di luar" atau anak-anak juga ikut-ikutan mogok makan.

Sakiittt rasaanyaaa, mwahahaha.

Abis itu langsung bersumpah gak akan masak lagi, soalnya merasa ga dihargai, wkwkwk. (Padahal besoknya udah ribet masak soalnya kalau gak masak bakal kelaperan).


Ketika Medina Menghias Meja Makan di Hari Lebaran.

Udah pernah denger produk Medina belum?

Medina adalah salah satu produk plastic food ware pertama yang mendapatkan sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Jaminan halal produk Medina ini secara keseluruhan yaa, dalam artian dalam pemilihan bahan baku, proses pembuatan produknya, pengemasan, hingga proses distribusinya.

Dan kabar baiknya, Medina ini dibuat oleh perusahaan LOKAL ASLI Indonesia.

Karena sudah tersertifikasi halal, produk Medina memberikan jaminan tingkat konsistensi higienis yang tinggi. Produk Medina juga aman dengan jaminan BPA Free, Phtalate Free, Heavy Material Free, serta FDA Approved.

Produk Medina juga sudah lulus uji Air Tight atau kedap udara, Microwave Safe dan Freezer Safe. Produk Medina juga memiliki Garansi Seumur Hidup lho. Tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku ya, caranya dengan mengklaim ke kantor distributor yaitu dusdusan.com

Review Amethyst Colander Dining Set.

Produk Medina yang saya pakai di rumah sekarang adalah Amethyst Colander Dining Set, yang merupakan food ware terbaru dari Medina. 

Terdiri dari 2 buah piring, 2buah mangkuk kecil, 2 buah tempat untuk menyimpan sambal atau makanan lainnya, 2 pasang sendok dan garpu, dan satu buah wadah nasi berikut centongnya.

review medina amethyst colander dining set
Dua piring dan dua pasang garpu+sendok

review medina amethyst colander dining set
Dua mangkuk kecil


review medina amethyst colander dining set
Dua wadah kecil, untuk sambel atau acar, dll. Ada celah untuk menyimpan sendoknya.
review medina amethyst colander dining set
Wadah atau tempat nasi
review medina amethyst colander dining set
Plus centong nasinya juga

Apa yang suka dari Amethyst Colander Dining Set ini?

Pertama, tentunya dari segi kualitas dan juga kehalalan produknya. Produk Medina ini memang sudah food grade dan siap untuk digunakan untuk menyimpan makanan. Jadi, saya gak khawatir makanan terkontaminasi zat berbahaya.

Kedua, warna yang elegan. Warnanya bagusss, ungunya sejuk dipandang. Buat pecinta ungu bisa kelepek-kelepek, nih. Bentuknya pun menyesuaikan kebutuhan untuk menyiapkan hidangan makanan di meja makan.

review medina amethyst colander dining set
Warna ungunya cantik

Ketiga, plastiknya bersih. Maksudnya gini, kadang kalau kita beli barang plastik suka ada serat atau noda kecil gitu yang bikin barang plastik nampak kurang bersih. Atau suka ada kelebihan plastik kecil-kecil gitu pada produknya, nah di produk Medina ini mulusss gak ada serat, noda, atau pun kelebihan plastik-plastik kecil pada produknya.

review medina amethyst colander dining set
Plastiknya mulus dan bersih

Keempat, garansi seumur hidup. Kalau kita apik memakai produknya, insya alloh kita akan mendapatkan garansi jika produk mengalami kerusakan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kelima, produk dalam negeri. Nah ini juga, jangan lupa ya untuk mencintai produk buatan negeri kita sendiri agar Indonesia makin maju dan berdikari. Kalau bukan kita yang mencintai dan ikut andil dalam mengembangkan produksi dan usaha dalam negeri, siapa lagi dong yang mau ikut serta?

Bagaimana cara membeli produk Medina Amethyst Colander Dining Set ini? 


Berapa harganya?


review medina amethyst colander dining set

Di website www.dusdusan.com harga untuk Medina Amethyst Colander Dining Set ini adalah Rp. 565,000,-. per set.


***

Okesip, overall produk Amethyst Colander Dining Set dari Medina ini bagus dan cocok untuk dipakai sebagai penghias meja makan kita saat ada sanak saudara atau pun sahabat yang berkunjung ke rumah.

Atau mau dijadiin hadiah/parsel lebaran untuk orang tua, teman, saudara, sahabat, tetangga pun cantikkk banget lho.

Selamat berpuasa dan nyicil persiapan buat lebaran yaa, mudah-mudahan kita sehat dan bahagia selalu, amiinnn.

Ada yang udah pernah pakai produk Medina juga? Sharing yuk di kolom komentar.



Saya adalah orang yang suka telat. Bukan telat alias ngaret gak tepat waktu ya, tapi telat update gitu deh orangnya. Misalnya, orang lain udah dari zaman kapan nge-drama korea, eh saya mah baru suka. Orang lain udah lama pake produk A, saya baru ngeh dan baru mau coba. Termasuk urusan gendongan.

Dulu waktu baby wearing lagi hits dan banyak orang udah mulai ngomongin dan pakai gendongan yang baik dan benar, saya mah adem ayem aja. Bahkan, waktu anak pertama, saya inget kalau dulu tuh saya pake gendongan yang sama sekali gak ergonomis.

Boro-boro support M-Shape dan C-Shape, anaknya aja duduknya keliatan gak nyaman aja sayanya gak ngeh. Duhhh, beneran deh, jangan ditiru ya. Sebagai ibu, baiknya selalu update dan upgrade ilmu pengetahuan, termasuk mengenai baby wearing atau gendong menggendong ini.

Taapiii, gak ada kata terlambat buat belajar kan? Akhirnya saya join grup Baby Wearing yang ada di sosial media, dan nanya-nanya ke beberapa temen yang memang kompeten membahas mengenai gendongan yang aman, nyaman, dan baik untuk pertumbuhan bayi dan batita.

Dan ternyata, jenis dan ragam gendongan itu banyaaakkk yaa, sampai rada-rada susah buat dihafal satu-satu. Namun, karena saya mah orangnya simpel, pake jarik juga gak begitu lihai, pilihan gendongan yang saya ingin gunakan jatuh kepada gendongan SSC atau Soft Structured Carrier. Modelnya yang ringkes, tinggal ceklek, aman, dan nyaman digunakan, membuat tipe gendongan SSC ini menjadi pilihan favorit saya.

Nah, kali ini saya akan mereview gendongan yang baru saja mendarat cantik di rumah, yaitu Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 Hip Set Baby Carrier.

Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 Baby Carrier. Di dalamnya terdapat satu gendongan Hip Seat Carrier yang bisa jadi SSC juga, Hoody, dan manual book-nya.

Maksudnya 3-in-1 ini adalah, gendongannya bisa kita gunakan sebagai:

1. Hipseat, (Menggunakan Hipseat-nya saja)
2. Hipseat Carrier, (Menggunakan hipseat dan keseluruhan body panel)
3. Menjadi SSC (Soft Structured Carrier)

Waktu pertama kali baca review gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 di Blognya Mbak Echa (www.echaimutenan.com) saya langsung kepincut abis. Karena gendongan ini bisa jadi SSC dan Hipseat juga, tinggal dilepas dan dipasang aja busa dudukan hipseat-nya.

Wow keren sekali!

Dan akhirnya alhamdulillah, kesampaian juga pakai gendongan bayi berteknologi tinggi ini. Kenapa  saya bilang berteknologi tinggi? Karena Hugpapa Dial-Fit ini menggunakan BOA Technology (BOA Closure System).

Jadi, kita gak perlu repot tarik-tarik tali yang kekencengan atau terlalu kendor. Tinggal tarik dan putar tombol  BOA-nya, maka tali akan bisa bergerak dan kita sesuaikan dengan tingkat  kenyamanan yang kita inginkan saat menggendong bayi. Beneran berteknologi tinggi dan juga praktis.

Saya juga sudah membuat video unboxing Gendongan Hugpapa ini, siapa tahu kamu penasaran kan isinya apa aja ketika kita beli.



Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 ini juga bisa digunakan dengan 6 posisi yang nyaman untuk bayi maupun sang pengendong, yaitu:

1.Face inward in hipseat
2.Face-inward in hipseat carrier
3.Face-outward in hipseat carrier
4.Face-inward in baby carrier
5.Face-outward in baby carrier
6.Back carry in baby carrier

6 posisi menggendong yang bisa dilakukan menggunakan gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 Baby Carrier
Posisi menggendong menggunakan Hipseat Carrier

Menggendong tidak menggunakan hipseat carrier, mode SSC/Baby Carrier

Kelebihan Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier



1. Gendongan Bayi Berteknologi Tinggi (BOA Closure System)

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas ya, gendongan Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier ini sangat mudah dan nyaman digunakan karena tak perlu repot mengecilkan dan mengendurkan tali gendongan, hanya dengan menarik dan memutar tombol BOA di depan gendongan (di depan Body Panel) tali gendongan bisa tertarik sendiri supaya bisa disesuaikan dengan posisi bayi. 

Tombol 'ajaib' yang bisa memudahkan kita dalam menggendong

Begitupun untuk mengendurkan talinya, tinggal tarik tombol BOA dan biarkan tali gendongan mengendur sendiri dengan menariknya perlahan.

Canggih ya? Gak perlu tarik belakang atau minta tolong orang lain buat ngecilin atau ngelonggarin tali gendongan.

Selain itu, karena menggunakan teknologi BOA, tali gendongan jadi gak khawatir melorot-melorot. Karena kalau kita mengunci tombol BOA yang ada di depan Body Panel, maka tali gendongan tidak akan bergeser. Sehingga, Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 HipSeat Baby Carrier termasuk alat gendongan bayi yang aman.

Kalau kamu mau tahu bagaimana cara menggunakan tombol BOA Closure System, saya sudah membuat videonya berikut ini ya.




2. Mensupport C-Shape, M-Shape dan Sudah tersertifikasi sebagai "Hip Healthy Product" dari International Hip Dysplasia Institute

Selain aman dan mudah digunakan karena menggunakan BOA Technology, Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier juga aman digunakan oleh bayi karena sudah melalui riset dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan perkembangan tubuh bayi.

Posisi menggendong yang benar

Seperti yang kita ketahui secara umum, gendongan yang Ergonomis harus mendukung posisi C-Shape dan M-Shape bayi agar tidak terjadi Hip Dysplasia.

Apa itu Hip Dysplasia?

Hip Dysplasia adalah perkembangan tidak normal dari persendian pangkal paha dengan paha mengakibatkan terlepasnya tulang paha dari asetabulum tulang panggul (pelvis).

Hip Dysplasia tidak menunjukkan gejala apapun, makanya biasanya kita sebagai ibu gak akan "ngeh". Tapi anak yang terkena Hip Dysplasia akan menunjukkan tanda-tanda:

1. Satu kaki lebih pendek dari kaki lainnya.

2. Sendi panggul yang bergerak berbeda arah dengan yang lainnya.

3. Lipatan kulit di bagian dalam paha terlihat lebih banyak.

Anak yang sudah berjalan akan mengalami:

1. Berjalan dengan jari kaki dan tumit naik menghindari lantai.

2. Berjalan pincang atau berjalan bergoyang bila kedua panggul saling terkena.

Nah, serem juga ya bahayanya kalau kita salah posisi menggendong atau menggunakan gendongan yang tidak ergonomis

Maka dari itu, pastikan gendongan bayi sudah teruji dan tersertifikasi dari segi keamanan penggunaannya. Terutama untuk tumbuh kembang bayi.

Ukuran jarak aman agar tidak terkena Hip Dypslapsia

3. Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier adalah Baby Carrier Ringan dan Nyaman.

Gak percaya kalau Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier itu ringan?

Posisi gendong Aksara (7 bulan), pakai mode Baby Carrier (tanpa hipseat), karena Aksara masih bayi dan belum bisa duduk tegak sendiri. 

Gendongannya ringan, gak bikin pegel walau dibawa jalan-jalan lama.

Beratnya hanya 660 gram saja (dalam mode SSC). Jadi, walau Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier ini terlihat kokoh dan "keras", sesungguhnya itu hanya ilusi semata. Waktu dipake beneran ringan dan kokoh. Apalagi tali bahunya, busanya empuk dan gak mudah gepeng walau bayi  sudah mulai berat.

Tali bahu yang empuk

Bahan luarnya adalah polyster 100%, anti cipratan air, jadi gak mudah basah ini gendongannya. Sedangkan untuk head rest atau sandaran kepalanya dan hoody-nya 100% cotton sehingga nyaman untuk bayi.

Sandaran kepala empuk, bahan yang breatheable
Hoody atau penutup kepala yang bisa dilepas pasang

Bagian dalamnya juga dibuat dari bahan polyster plus cotton yang breatheable untuk bisa merelease udara panas dari tubuh bayi sehingga bayi tidak kegerahan ketika digendong.

Busa Hipseat-nya pun terbuat dari bahan yang lembut tapi kokoh. Bukan dari busa biasa ataupun styrofoam. Bayi bisa duduk dengan nyaman.

Busa hipseatnya empuk dan tebal, bukan dari styrofoam

Tempat duduknya pun dibuat dari bahan yang kesat, gak licin, jadi gak khawatir bayi jatoh atau tergelincir saat digendong.

Dudukan hipseat yang terbuat dari bahan yang tidak licin

Bahan plastik yang digunakan adalah Woojin Plastic dan YKK Zipper yang telah teruji kualitasnya dalam skala internasional.



Oh iya dari tadi ini lupa dibahas deh, Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier bisa digunakan saat bayi berusia 3-36 bulan dengan BB sekitar 5,5-15kg.

Saya sendiri pakai gendongan SSC saat Aksara sudah 4 bulan, BB-nya sudah 7 kg. Kepala bayi sudah tegak, badannya sudah cukup panjang dan "berisi" sehingga bayinya gak tenggelam dalam body panel.

Dan untuk bayi newborn, Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier juga menjual infant insertnya secara terpisah ya.

4. Rekomendasi Gendongan Bayi Masa Kini

Capek? Pegel? Gak ada ART di rumah? mending investasi gendongan bayi deh kalau saran aku.

Karena gendongan bayi yang aman dan nyaman bakalan ngebantu banget pekerjaan kita di rumah. Apalagi kalau bayinya tipe gak bisa anteng kalau ditinggal, pengennya nempel mulu.

Kalau gendong Aldebaran (BBnya sekitar 12-13 kilo) enaknya pakai Hipseat-nya


Pake gendongan kayak gini tuh berasa ada "tangan bantuan" kalau lagi ngerjain kerjaan rumah. Tahu-tahu bayi udah pulas di dalem gendongan dan kerjaan rumah pun rebeeeesssss.

Makanya nih sekedar saran, kalau ada temen lahiran mendingan dikasih kado gendongan bayi deh,  tapi harus yang aman dan ergonomis ya, jangan yang asal-asalan. Karena beneran kepake banget buat sehari-hari gendongan bayi tuh, hahaha suwerr. Tanpa gendongan bayi sudahlah susah ngapa-ngapain di rumah.

Satu gendongan bisa dipakai dari bayi sampai batita

Jadiii, apa yang paling saya suka dari Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier?

Aman dan ergonomis sudah pasti yaaa. 

3-in-1 ini juga yang paling saya suka. Tapi saya lebih seneng makenya model SSC, karena Aksaranya juga masih 6 bulan, jadi masih enak pakai yang SSC. Mungkin nanti kalau udah gedean dikit tinggal pasang busanya dan jadi Hipseat Carrier.

Pilihan warnanya juga cukup bagus menurut saya. Netral, bisa dipakai oleh bayi laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan warna netral begini, abbiy-nya juga ga malu buat gendong dong. Kan Hugpapa, biar papa juga sering dan senang gendong bayinya. hehehehe.

Beneran 'Hug Papa'

Sebenernya kemarin saya maunya warna Charcoal/hitam, tapi sold out. Dan akhirnya pilihan warnanya jatuh ke Dark Grey. Entahlah kenapa saya gak bisa move on dari warna abu-abu.

Pilihan warna Hug Papa Dial-Fit 3-in-1 Hip Seat Baby Carrier

Bagaimana cara membeli Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier?

Belinya di https://shop.hugpapa.co/ harganya sekitar $219 tapi lagi ada diskon jadi $197 

Di Indonesia juga ada LAZADA yang siap memfasilitasi pembelian Hugpapa Dial-Fit 3-in-1 Baby Carrier ini.

Klik aja di Lazada Indonesia: https://www.lazada.co.id/shop/hugpapa

Kemarin itu pengirimannya sekitar 2 minggu buat sampai ke Indonesia, karena ini langsung di kirim dari Seoul, Korea Selatan.

Harap-harap cemas gitu deh pengen nyobain gendong Aksara pakai Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier. Alhamdulillah, kesampaian juga akhirnya.

Black Box yang ditunggu-tunggu

So far, suka sama produknya. Bagus, aman, ergonomis, bisa jadi SSC dan Hipseat ini paling aku suka, dan teknologi BOA-nya juga sangat membantu, ofkorrrss. Apalagi yang namanya emak-emak harus segalanya serba kilat baik di dalam maupun di luar rumah.

Ini ada video juga dari Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier, siapa tahu makin penasaran dengan gendongan keren ini.



Gimana, Mak pendapatnya tentang Gendongan Hugpapa Dial-Fit 3-in-1Hip Seat Baby Carrier, suka warna apa? 

Sharing di kolom komentar, yuk!

***

Facebook: Hugpapa Official
Twitter: @hugpapa_seoul
Instagram: @hugpapa_official
Youtube: HUGPAPA




Semenjak kemunculan GOJEK sebagai ojek berbasis online di Indonesia, jujur sebagai perempuan dan ibu rumah tangga saya sangat terbantu. Sebelumnya saya terbiasa naik motor sendiri, karena rumah ada di pinggiran kota alias di tengah kampung. ~ Nasib.

Nah, GOJEK bisa membantu meringankan beban saya untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk ke pasar atau ke sekolah, misalnya. Terkadang mengendarai motor sendiri itu repot karena harus cari parkiran dan "geser-geser" motor. Apalagi saya termasuk ke dalam komunitas emak-emak lemah, enggak bisa pakai standar dua motor, wkwkwkwk.

Selain GO-RIDE, tentunya saya juga terbantu dengan kehadiran GO-CAR dan juga GO-FOOD.

GOJEK penyelamat Emak-emak

Pernah saya sakit, anak-anak juga sakit. Mau minum obat enggak ada makanan. Mau jalan keluar, sudah enggak kuat. Nah, untung saat itu, ada GO-FOOD buat order makanan sehingga akhirnya saya dan anak-anak bisa makan kemudian minum obat.

GO-CAR pun sama menolongnya. Kalau saya mau pergi sama anak-anak, otomatis udah enggak akan bisa menggunakan motor, karena anak saya tiga dan masih kecil semua. Kasihan juga kalau harus panas-panasan naik motor. Alhamdulillah, ada GO-CAR bikin saya tenang. Mau mengajak anak jalan-jalan gak takut kehujanan dan kepanasan.


Namun, ada satu hal yang kadang membuat saya khawatir ketika naik GO-RIDE atau GO-CAR, yaitu tindak kejahatan yang terkadang bisa saja terjadi di jalan, misalnya, begal atau perampokan, serta pencurian ataupun kecelakaan. 

Pernah loh saya order GO-CAR waktu pulang dari Kuala Lumpur bareng Ibu Mertua. Bis Damri Bandara-Cibinong yang kami tumpangi dari Bandara Soekarno-Hatta tiba jam 12 malam di Cibinong City Mall.

Hati sudah dagdigdug saja. Takut sudah enggak ada GO-CAR. Untung saja akhirnya masih ada driver yang mau pick-up. Dan memang ketika saya ngobrol dengan driver-nya, ia sering mendapatkan penumpang macam saya, yang datang dari Bandara untuk menuju ke rumah pada waktu tengah malam.

Tapi, masalahnya rumah saya enggak di dalam kota. Jalannya sepi. Jujur, memang mengerikan situasinya. Di jalan biasanya saya terus berdoa agar tidak terjadi tindak kejahatan seperti di atas dan mengabari suami mengenai posisi saya selama dalam perjalanan.

Nah, di titik ini, ternyata GOJEK enggak tinggal diam mengatasi fenomena "takut kenapa-kenapa", yang terkadang memang sering kita alami di perjalanan. Bagaimana caranya? Lewat fitur-fitur baru mereka. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini: 

Fitur Baru "Tombol Darurat"

Sudah update aplikasi GOJEK terbaru belum? Kalau belum, coba update deh. Di aplikasi GOJEK sekarang, ada fitur terbaru yang bernama "Tombol Darurat".



Tombol ini bisa diakses pada layanan GO-CAR di seluruh Indonesia. Fitur tombol darurat ini memungkinkan kita mendapatkan pertolongan jika (amit-amit) sedang dalam kondisi darurat, buruk, dan mengancam keselamatan.

Tombol darurat tersebut akan tekoneksi dengan Unit Darurat GOJEK 24/7 yang akan sigap apabila ada penumpang GO-CAR yang menekan tombol Panggil Bantuan Darurat ini.

Saya berharap ke depannya, tombol darurat ini juga ada di GO-RIDE juga. Supaya makin aman dan nyaman menikmati layanan transportasi dari GOJEK ini, tapi saya juga berharap semoga kia gak pernah pake fitur ini ya.

Fitur "Bagikan Perjalanan"

Selain adanya tombol darurat, fitur baru lainnya adalah "Bagikan Perjalanan", yang mana akan membuat kita sebagai penumpang GOJEK, bisa memberikan tautan kepada keluarga, suami, atau teman melalui whatsapp, Line, SMS atau aplikasi bertukar pesan lainnya.

fitur bagikan perjalanan

Tautan yang kita bagikan akan berisi apa saja sih? Pertama ada titik pick-up dan drop-off, informasi pengendara secara detail (Nama, Nomor dan Jenis kendaraan, dan nomor pemesanan), serta live location. Kita akan merasa aman karena perjalanan kita dipantau oleh keluarga terdekat.

Perjalanan kita bisa dibagikan via whatsapp, line, dll.

Jadi ingat, ketika pulang tengah malam dari bandara itu, saya terus-terusan mengabarkan Abbiy lewat Whatsapp mengenai lokasi saya. Ya, jujur sih, ribet juga saat itu karena capek dan mengantuk. Nah, kayanya dengan adanya fitur Bagikan Perjalanan ini akan mengatasi kekhawatiran kita mengenai hal tersebut. 

Driver Jempolan


Kemarin saya baru aja naik GO-CAR bareng Aldebaran dan Mbak Lia bersama anak-anaknya. Kebayang dong hebohnya mobil bareng dua ibu, dua balita dan satu anak usia SD. Apalagi sambil membawa ransel dan balon. Saat ingin naik saja ribet karena anak-anak harus digendong dulu, masukin barang-barang ke dalam mobil, baru deh emaknya masuk dan tutup pintu.

Sebenernya, saat kondisi tersebut, saya merasa tidak enak sama pak driver GO-CAR. Tapi, Alhamdulillah, pak driver enggak memasang wajah kecut. hehe. Bapaknya tetap bertanya dengan ramah mengenai tujuan perjalanan saya. Alhamdulillah, makasih ya, pak atas pengertiannya. Emang Driver Jempolan, deh! 

Ternyata sejak awal perekrutan, GOJEK melakukannya secara ketat. GOJEK juga memberikan modul pelatihan yang berisi informasi tentang tata cara menggunakan aplikasi pengarah jalan, cara merawat kendaraan, patuh terhadap rambu lalu lintas, dan cara memberikan pelayanan prima bagi penumpang.

GOJEK juga bekerja sama dengan Rifat Drive Labs dalam menyelenggarakan pelatihan bagi para driver. Program ini merupakan hasil inisiasi Duta Keselamatan Berkendara Rifat Sungkar. Dalam waktu 4 tahun terakhir, lebih dari 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 Kota di Indonesia sudah bergabung dalam program ini.

Program ini masih berjalan dengan 10 ribu driver setiap bulannya. Adapun materi pelatihan RDL GOJEK terdiri dari: pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection, dan sesi Praktek

GOJEK juga memberikan edukasi driver melalui #Trikngetrip yaitu sebuah program edukasi yang menyampaikan pesan dengan cara yang menyenangkan bagi para driver dalam memberikan pelayanan terbaik dan tips dalam berkendara.

Selain itu, ada pula serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini dilakukan di berbagai kota di Indonesia dengan mengundang para pakar dan profesional dibidangnya untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan pelayanan dan mengasah pengetahuan dibidang lainnya.


Dan bagi mitra yang telah memberikan pelayanan super dan memiliki kontribusi lebih di masyarakat, GOJEK akan memberikan penghargaan sebagai Driver Jempolan.

Penghargaan ini diharapkan akan memotivasi para driver agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan setia GOJEK di seluruh Indonesia. 

Penghargaan Driver Jempolan ini akan ditandai dengan diberikannya sebuah pin yang akan ditempel pada jaket GOJEK mereka.

Asuransi GO-RIDE

GOJEK memberikan informasi kepada para penumpang GO-RIDE untuk memastikan kenyamanan dan keamanan saat perjalanan. GOJEK bekerja sama dengan platform asuransi digital dalam memberikan asuransi penumpang GO-RIDE yang akan otomatis aktif dari waktu penjemputan hingga tiba di tujuan dan berlaku se-Indonesia,

Jika terjadi kecelakaan atau pencurian saat di perjalanan maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi ini.

Memang sih, terkadang cukup mengerikan karena sekarang rawan kejadian yang membuat kita khawatir ketika dalam perjalanan.

Nah, dengan tambahan fitur keamanan GOJEK yang membuat kita para penumpang lebih aman dan nyaman berkendara, jadi makin yakin kalau GOJEK memang mengedepankan kualitas dan pelayanan prima bagi para pelanggannya.

Saatnya #UninstallKhawatir ketika berkendara di jalan raya bersama fitur baru GOJEK. Ayo, buruan update aplikasi GOJEK terbaru, biar kamu bisa menikmati fitur-fitur keren di atas. 

Nah, menurut kamu, fitur mana yang paling kamu suka dan sangat membantu buat kamu ketika sedang ada di perjalanan. 

Udah waktunya pakai GOJEK!

Sharing yuk, di kolom komentar :D

Alhamdulillah, kurang dari satu bulan lagi kita akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Bagi kita yang memilki kesehatan yang cukup prima, bulan suci Ramadan tentunya akan sangat kita manfaatkan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Senang sekali rasanya, Jum’at 26 April 2019 kemarin, saya menghadiri talkshow mengenai “Kontrol Gula Darah, Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tetap Nyaman Jalani Ibadah Puasa Tanpa Hipoglekimia” yang bertempat di Hotel Doubletree Jakarta.

Tentunya, bagi kita yang sehat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selain mendapatkan pahala, puasa juga menyehatkan badan. 

Lalu, bagaimana dengan orang yang sakit? Khususnya bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)? Apakah boleh melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan? Karena berdasarkan data, pasien DMT2 beresiko terkena Hipoglekimia 7,5 kali lipat sepanjang bulan Ramadan.

Jawabannya adalah boleh asalkan dengan beberapa catatan tertentu, yaitu:

1. Sudah mampu mengatur kadar gula dalam darah sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

2.Memiliki pola hidup sehat, makan makanan yang baik dan benar serta bergizi sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.

3. Sudah berkonsultasi kepada dokter pribadi tentang penggunaan obat-obatan di bulan puasa nanti.

Mengapa pasien DMT2 harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum berpuasa di bulan Ramadan?

Karena pasien DMT2 sangat rawan terkena Hipoglikemia saat berpuasa. Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL.

Apa saja gejala Hipoglikemia?

1. Jantung berdebar
2. Gemetar
3. Kelaparan
4. Keringat dingin
5. Cemas
6. Lemas
7. Sulit berkonsentrasi dan mengontrol emosi
8. Kebingungan

Pada tahap yang lebih berat, pasien akan kehilangan kesadaran atau pingsan, kejang, bahkan berujung pada kematian, jika kadar gula dalam darah mencapai 50 mg/dL.

Menurut hasil studi EPIDAR pada tahun 2001 di 13 negara dengan populasi muslim yang besar, dengan sampel sebanyak 12.914 orang menunjukkan setidaknya  79% dari sampel tersebut, menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.


Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD

Prof.Dr.dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD (Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia atau PERKENI) mengatakan bahwa, “Selama Ramadan, sering terjadi peningkatan insiden Hipoglikemia yang signifikan pada pasien DMT2. Hal ini dikarenakan pasien DMT2 mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap, sehingga kadar gula dalam tubuh menurun secara drastis. Oleh karena itu, sebelum menjalani ibadah puasa, penting bagi pasien DMT2 untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat dan meminimalisir risiko Hipoglikemia.”


Kiri ke kanan, dr.Suria Nataatmadja, Prof. Dr.dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Mas Ossy, Mbak MC

Dr. Suria Nataatmadja, selaku Medical Affair Director Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia juga mengatakan, “Tidak sedikit pasien DMT2 yang antusias menyambu bulan suci Ramadan dan bertekad menjalankan ibadah puasa. Berdasarkan survei yang diadakan oleh MSD, 73% Dokter setuju bahwa faktor budaya seperti puasa mempengaruhi kendali kadar gula pasien DMT2. Melihat hal ini, MSD berkomitmen mendukung kelancaran ibadah puasa pasien DMT2 dengan melakukan serangkaian edukasi melalui media dan blogger. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap resiko Hipoglikemia dan upaya untuk mengatasinya.”

FYI: MSD adalah salah satu perusahaan biofarmasi global yang sudah berdiri lebih dari seratus tahun, yang telah menemukan penemuan untuk kehidupan (inventing for life), menghadirkan obat-obatan dan vaksin untuk berbagai penyakit paling menantang di dunia. Sampai saat ini MSD pun telah bekerja sama dengan mitra dan beroperasi di lebih dari 140 negara untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif.

Sebenernya bukan hanya penderita diabetes saja yang bisa terkena Hipoglikemia, beberapa orang juga beresiko, seperti:

1. Usia lanjut (faktor usia)
2. Pasien penyakit ginjal
3. Mengalami Malnutrisi
4. Pasien penyakit pembuluh darah kronik
5. Pasien kelainan saraf tepi
6. Pasien penyakit hati
7. Kebiasaan makan tidak teratur atau melakukan program diet yang salah
8. Perubahan aktivitas fisik
9. Mengkonsumsi alkohol berat

Bagaimana Mengelola Diabetes Saat Puasa?

Pertama, waspadai Hipoglikemia yaitu kadar gula darah rendah dalam darah dibawah kadar normal yaitu 70 mg/dL. Gejalanya berupa berkeringat, pusing, kebingungan, cemas, lekas marah atau mood swing. 

Berhati-hati pula Hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi, lebih dari 300 mg/dL. Hal ini bisa terjadi karena teralu banyak asupan gula, atau pengurangan dosis berlebihan obat diabetes. Gejalanya adalah penurunan berat badan, peingkatan rasa haus dan sering buang air kecil.

Kedua, hati-hati dehidrasi, yaitu kekurangan cairan tubuh yang berlebihan yang disebabkan kurangnya asupan cairan. Gejala dehidrasi berupa haus, mulut kering, kram otot dan jantung berdebar.

Ketiga, waspadai Trombosis atau pembekuan darah dalam pembuluh darah vena, dapat terjadi dengan dehirasi. Gejalanya berupa nyeri bengkak, dan kemerahan di lokasi bekuan darah, sakit berat, atau kulit hangat di daerah yang terkena seperti anggota tubuh bagian bawah.

Keempat, menerapkan pola makan sehat. Pola makan sehat sangat penting untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Menurut Sandra Mikhail, Ahli Diet dari Swiss. Jika pasien DMT2 ingin berpuasa di bulan Ramadan, sebaiknya memilih makanan yang melepaskan energi secara lambat dalam porsi sedang saat sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam.


Menerapkan pola makan yang sehat

Makanan tersebut bisa berupa biji-bijian, beras merah, produk segar, produk susu rendah lemak dan kacang-kacangan.

Kelima, saat sahur makanlah makanan yang melepaskan energi secara lambat seperti roti coklat atau kacang-kacangan. Saat buka puasa, makan buah-buahan diikuti karbohidrat kerja lambat seperti beras merah, oats, dan sayuran. Hindari makanan tinggi lemak jenuh, dan tingkatkan asupan cairan selama tidak berpuasa.

Bagaimana Pertolongan Pertama Pada Penderita Hipoglikemia?

Jika ketika sedang berpuasa tiba-tiba kita atau keluarga kita menunjukkan gejala Hipoglikemia, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah:

1. Jika masih sadar dan bisa makan, maka segera berikan karbohidrat seperti nasi, roti, air gula, jus, dsb.

2. Bagi mereka yang sadar tapi tidak bisa makan atau minum, atau tidak sadarkan diri. Segera bawa ke pusat layanan kesehatan agar secepatnya diberikan cairan Dextrose 40% intravena.

Jadi, sampai di sini, dapat kita ketahui bersama, bahwa penderita DMT2 sangat beresiko mengalami  Hipoglikemia atau kadar gula yang rendah ketika menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu, persiapan dan konsultasi ke dokter sangat diperlukan.

Diabetes Tak Hanya Menyerang Orang Tua, Kaum Muda pun Kini Harus Berhati-hati.


Mas Ossy (paling kanan) yang merupakan pasien diabetes

Pada saat talkshow kemarin, bukan hanya para expert (Dokter) yang bicara dan berbagi ilmu, seorang penderita diabetes (DMT1) yaitu Machrosin atau akrab disapa Mas Ossy, juga sharing pengalaman.

Alangkah terkejutnya, ketika usianya menginjak 25 tahun, ia divonis mengalami diabetes melitus tipe1. Ketika melakukan medical check up, kadar gula dalam darah Mas Ossy mencapai 600 mg/dL.

Dunia terasa runtuh baginya, ketika ia divonis menderita Diabetes pada tahun 2015 silam. Dan takdir ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi Mas Ossy.

“Ternyata, Diabetes itu bisa menyerang siapa saja, gak melihat faktor usia. Buktinya saya, di usia muda pun terkena Diabetes.” Ungkap Mas Ossy yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta ini.

“Kalau bisa, gaya hidup kita, sebagai kaum muda, harus diubah. Jangan kebanyakan makan sambil pegang gadget, makan junk food atau camilan, gak pernah olah raga.  Gaya hidup harus lebih sehat dan benar jika kalian nggak mau menderita Diabetes seperti saya, gak enak loh jadi pasien Diabetes.” Ungkapnya lagi.


Berolah raga merupakan salah satu bentuk pencegahan penyakit diabetes

Yaps, memang benar. Saya pun menyadari bahwa gaya hidup kita di zaman sekarang mempercepat terjadinya penyakit Diabetes bahkan diusia yang relatif muda. Dan jika sudah terkena Diabetes, maka penyakit ini hanya bisa dikendalikan saja, tapi tidak bisa disembuhkan.

Selain karena faktor genetika (DMT1) dan gaya hidup (DMT2), diabetes juga bisa dikarenakan adanya tumor yang tumbuh pada sel beta pankreas yang memicu produksi insulin lebih banyak atau Insulinoma. Sehingga penanganannya adalah dengan melakukan tindakan operasi untuk mengambil tumor tersebut.

Bagaimana Kita Mencegah Penyakit Diabetes, terutama di Usia Muda?

Pertama, selain pola hidup yang benar dan sehat, seperti yang Mas Ossy bilang tadi, kita pun harus sering mengecek kadar gula dalam darah kita. Normalnya adalah 80mg/dL-100mg/dL dan tidak boleh melebihi 140 mg/dL jika kita check up setelah mengkonsumsi makanan.

Kedua, rajin-rajinlah mengukur lingkar perut kita. Normalnya, perempuan harus memiliki lingkar perut tidak lebih dari 80cm. Sedangkan untuk pria, tidak boleh melebihi 90cm. Jika sudah melebihi, maka harus waspada dan segera mengubah pola makan dan pola hidup.


Jangan lupa, rajin-rajin ukur lingkar perut juga ya

Begitupun terhadap anak, Prof. Suastika juga menyarankan agar anak tidak terlalu gemuk. Usahakan berat badannya normal saja, tidak sampai gemuk. Karena khawatir itu akan menjadi cikal bakal penyakit Diabetes.

Baca juga: Ayo Hidup Sebat Bebas Diabetes! 

Seru banget bicara soal diabetes ini, karena sebagai ibu dan juga masih berusia cukup muda, saya harus bisa lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan juga harus makin rajin olahraganya.

Selamat menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita, mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan dipanjangkan umur hingga bulan penuh kemenangan nanti tiba.

Amin yaa robbal 'alamiin.

Punya cerita atau pengalaman tentang Hipoglekimia juga? Boleh dong share di kolom komentar.