"Anaknya kok kecil ya"

"Kok bayinya item ya, padahal ibu bapaknya putih"

"Idungnya kok mancung ke dalem sih, dek"

"Ngapain sih pake caesar, lebih baik kan lahiran normal, males jalan kali dulu ya waktu hamil"

Sounds familiar?

Setiap ibu hamil yang baru saja melahirkan pasti pernah merasakan situasi, dimana harusnya bahagia tapi mendadak mood jadi berantakan.

Ya, mood berantakan karena komentar orang disekitar terhadap kondisi ibu pasca melahirkan maupun kondisi bayinya.

Tiga kali melahirkan, sedikit banyak saya mengalami hal yang sama.

Ada kerabat yang mengomentari warna kulit bayi, atau mengomentari kondisi ibu pasca melahirkan karena merasa lebih 'senior'.

Rasanya tentunya sangat tidak enak. Membuat mental kita down atau jatuh sebagai ibu. Padahal kita telah berjuang antara hidup dan mati. Kok bukannya diberikan motivasi dan apresiasi, tapi malah dikritik sampai menangis di dalam hati.

Maka dari itu, berbekal dari tiga kali menghadapi persalinan, saya ingin berbagi tips bagaimana mempersiapkan mental untuk menghadapi persalinan nanti.


1. Niat 


Jarang sekali dari kita yang menyadari bahwa niat itu sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap apa yang akan kita perbuat.

Ternyata, ketika kita sedang hamil, niat yang baik itu sangat diperlukan.

Jangan sampai kita lupa berbismillah dan bertawakal lillahita'ala kepada Allah SWT. Kita berniat hamil dan melahirkan nanti untuk memiliki keturunan yang soleh, sehat, baik dan menjadi insan yang bermanfaat.

Kenapa saya bilang kita harus meluruskan niat?

Karena ada juga, perempuan yang hamil karena niat lain. Seperti ingin membuktikan sesuatu kepada orang lain, ingin dipuji, atau dengan niat-niat yang tidak baik lainnya.

Niat yang kuat untuk menjadi ibu bagi generasi soleh solehah, akan membantu menguatkan mental ibu untuk menghadapi persalinan.


2. Berdo'a



Selain niat, kita jangan pernah lupa akan kekuatan do'a.

Saya pernah berdo'a di kehamilan ketiga, ingin melahirkan dalam kondisi yang hening dan tenang, alhamdulillah terkabul.

Saya datang ke rumah bersalin pukul 3.30 dini hari dan melahirkan setelah adzan shubuh. Suasananya sangat hening, bahkan tidak ada ibu bersalin lainnya selain saya sendiri.

Berdo'a meminta sesuatu yang baik juga mempengaruhi kesiapan mental kita saat menghadapi persalinan. Karena naluri kita sebagai ibu pasti tidak bisa dibohongi, ada hal yang membuat kita nyaman atau tidak untuk menghadapi persalinan nanti.

Jika saya berdo'a ingin melahirkan dalam kondisi hening, mungkin ada ibu hamil yang ingin melahirkan didampingi suami atau ibu/keluarga.

Dan ketika do'a itu terkabul, mental kita sebagai ibu semakin kuat.

3. Dukungan Suami


Komunikasi antar suami istri ini sangat penting untuk dilakukan. Sejak hamil, usahakan segala sesuatu yang kita inginkan atau kita butuhkan dikomunikasikan kepada suami.

Misal, bagaimana nanti setelah melahirkan?

Apakah suami yang akan mengurus segala kebutuhan dan pekerjaan rumah tangga? atau akan menyewa jasa ART?

Atau mungkin untuk sementara waktu tinggal di rumah orang tua? Agar ada yang membantu merawat ibu dan juga bayi.


Semua itu harus didiskusikan dengan baik. Biasanya perempuan itu suka memberikan kode-kode saja kepada suami, bahkan ada yang cenderung diam.

Tapi please, untuk menghadapi persalinan, apapun yang ada di pikiran kita atau apapun yang kita perlukan nantinya pasca melahirkan harus disampaikan dengan baik kepada suami. 

Hal ini tentunya berguna untuk menjaga kesehatan mental ibu pasca melahirkan, agar tidak terjangkit PPD (Post Partum Depretion) karena kurangnya komunikasi, kelelahan mengurus bayi, sakit setelah melahirkan, dsb.


4. Bicara dengan Keluarga Terdekat


Selain berkomunikasi dengan suami, untuk mempersiapkan mental menghadapi persalinan, mulailah berbicara juga dengan keluarga terdekat atau orang tua.

Misalkan kita memilih metode persalinan yang agak berbeda dengan orang tua atau keluarga kita, jangan lupa untuk menjelaskan hal ini kepada mereka.

Agar setelah melahirkan nanti, tidak ada mis komunikasi atau komentar yang tidak diinginkan dari pihak keluarga atau orang tua.

5. Membaca Informasi Terkait Persalinan


Jangan pernah berhenti belajar dan menggali informasi ya Bumil. Saat ini, banyak sekali informasi yang bisa kita akses seputar persalinan.

Seperti berbagai metode persalinan, prenatal yoga, senam hamil, dan bagaimana membuat persalinan menjadi menyenangkan, dan tidak menakutkan.

Berdayakan diri dengan ilmu pengetahuan, baik secara online atau pun mengikuti kegiatan pelatihan, agar mental kita siap untuk menghadapi persalinan nanti.

Kesiapan mental ini sangat penting bagi ibu hamil karena banyak efek yang ditimbulkan ketika kesehatan mental ibu hamil terganggu.

Tanpa persiapan, ibu pasca melahirkan rentan sekali terkena depresi paca melahirkan dan tentunya akan berpengaruh pada perkembangan ibu dan bayi.

Untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan mental, kita bisa mencari berbagai artikel yang ada di internet.

Namun, jika masih belum puas dengan berbagai artikel yang ada di internet, kita bisa berkonsultasi langsung dengan dokter terpercaya melalui aplikasi Halodoc.

Aplikasi Halodoc ini memungkinkan kita untuk berkonsultasi secara daring (video call, chatting, dll) dengan dokter yang terpercaya. Selain itu, kita juga bisa membeli obat karena Halodoc bekerja sama dengan Apotek untuk melakukan pembelian obat.


Terakhir, banyaklah bersedekah.


Mungkin aneh tapi nyata, tapi berdasarkan pengalaman pribadi,  banyak bersedekah ini bisa membuat hati kita lebih tenang dan siap menghadapi persalinan.

Selain itu, bersedekah pun bisa menolak bala atau bahaya/musibah. Dengan bersedekah, tentu kita berharap hanya kepada Allah SWT dan meyakinkan diri bahwa persalinan kita akan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.


Jika kita sudah berdo'a, berusaha, mencari ilmu dan juga bersedekah. Insya alloh kita akan lebih siap untuk menghadapi persalinan.

Mental kita akan jauh lebih siap dan lebih tenang. Bahkan ketika banyak kritik atau nyinyiran kerabat/netizen terhadap kondisi ibu dan bayi sekalipun.

Ada yang punya pengalaman lain seputar mempersiapkan mental untuk menghadapi persalinan? 

Yuk sharing di kolom komentar
Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer

Assalamu'alaikum, apa kabar Mama-mama semuanyaaa?

Semoga baik-baik saja ya, walaupun dalam masa #DiRumahAja dan #JagaJarak semoga tetap sehat dan bahagia selalu.

Siapa yang lagi hamil atau menyusui? Alhamdulillah, semoga ibu dan bayinya sehat selalu, atau mungkin ada yang dibawa berpuasa, semoga ibu dan bayinya sehat dan kuat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Mengingat pada saat hamil dulu, saya merasa, setiap kehamilan itu punya rasa yang berbeda-beda.

Ada yang bilang bawaan janin, ada yang bilang faktor usia dan kesehatan ibu, faktor hormon dan mood/tingkat stres juga, dll.

Tapi tetap sih, walau berbeda-beda rasanya, yang saya fikirkan adalah bagaimana saya hamil dengan aman dan sehat. Tidak ada masalah apapun dengan diri saya dan juga bayi di dalam kandungan.

Makanya kalau ada orang yang ribut-ribut soal jenis kelamin bayi, saya tuh agak gimana gitu.

Kalau saya pribadi, jenis kelamin itu nomer kesekian, yang penting adalah hamil aman, sehat, gak kurang sesuatu apapun.

Aman disini adalah aman dari segi asupan makanan, asupan obat dan vitamin, kegiatan saya sehari-hari, hingga produk skin care pun harus aman untuk saya dan bayi.

Karena saat hamil itu biasanya hormon berubah, pernah saat hamil anak kedua atau ketiga (duh saya lupa, wkwkwk) wajah saya itu kusaaammm paraaah.

Komedo banyak, kulit itu seperti kering bersisik gitu deh, bikin gak pede. Udahnya badan melar, kulit kusam, paduan sempurna untuk membuat ibu hamil jadi bad mood, kan?

Tapi memang galaunya itu pasti kalau mau pakai skin care itu pasti tanya-tanya dokter atau nakes dulu, aman atau ngga. Kalau rajin, googling dulu, cari banyak review produk skin care yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.


Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer
Hamil dan menyusui adalah moment yang gak terlupakan, jangan lupa untuk selalu bahagia dan selalu sehat ya, Ma.

Faktanya, 80% Mama merasa kulit kusam dan kering saat kehamilan, dan 20% Mama timbul jerawat selama masa kehamilan.

Kemudian, 58% Mama mengganti skin care saat hamil dan menyusui, dan 27% Mama tidak memakai skin care karena takut berpengaruh ke janin, malas, dan alasan lainnya.

Dilansir dari media online, banyak masalah kulit yang terjadi pada saat kita hamil. Seperti stretch mark, jerawat, Melasma atau bercak hitam saat hamil, ruam merah, kulit kusam, dll.

Perubahan hormon pada tubuh yang menjadi penyebab utama munculnya masalah-masalah tersebut.

Seperti munculnya jerawat, munculnya jerawat ini disebabkan oleh produksi minyak berlebih oleh tubuh. Sehingga wajah yang berminyak sangat rentan menjadi kotor dan menimbulkan jerawat.

Jerawat juga bisa terjadi bukan hanya pada wajah, tetapi bisa menyebar ke area leher, dada, dan punggung.

sumber: ibupedia.com

Dan fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah hanya 1 orang dari 9 Mama yang familiar mengenai bahkan toksin yang terkandung di dalam produk skin care.

Memang apa aja sih yang gak boleh ada dalam produk skin care untuk ibu hamil dan menyusui?

1. Fragrance
2. Alcohol
3. Chemical Sunscreen
4. Mercury
5. Retinol
6. Paraben

Bahan-bahan ini tidak boleh ada pada produk skin care yang digunakan oleh ibu hamil dan menyusui, agar hamil tetap aman dan nyaman.

Dicatat baik-baik ya, Ma.

Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer

Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer
Kemasannya mungil, desainnya simpel, dan mudah untuk dibawa kemana-mana ❤️

Jujur aja, saya baru tau merk Mama's Choice ini. Karena di kehamilan sebelumnya saya cenderung 'malas' mencari tau produk skin care untuk ibu hamil. 

Seharusnya sih gak gitu ya, karena saya merasakan sendiri kulit wajah kusam itu gak enak banget.

Alhamdulillah, di masa menyusui anak ketiga ini, saya mencoba Brand Mama's Choice ini, yaitu Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer.

Dari nama produknya sendiri kita sudah cukup tau ya, bahwa kegunaannya adalah sebagai moisturizer atau pelembap wajah yang bisa digunakan sehari-hari.

Apa saja kandungan Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer ini?

1. Terbuat dari Natural Rice Extract

2. Menggunakan Mineral Sunscreen bukan Chemical Sunscreen yang berbahaya bagi kulit sensitif terutama bagi ibu hamil dan menyusui.

3. Dermatologically Tested dan Hypoallergenic.

4. Non Comedogenic, Fragrance Free, alcohol free, paraben free, Hydroquinon Free dan retinol free.

5. Mengandung Rice Extract yang bisa membuat kulit glowing luar dalam 

6. Mengandung Mineral Sun Screen dengan SPF 25++ 

7. Mengandung Hyaluronic Acid yang bisa menghidrasi kulit dengan baik.

Dan satu lagi yang penting, Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer ini sudah bersertifikat HALAL MUI.

Review: Setelah Mencoba Selama 3 Hari


Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer
Saya sedang mencoba  Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer, Mama sudah coba juga?



Kondisi saya sekarang sedang menyusui bayi berusia 18 bulan.

Kulit wajah kadang terasa kasar dan kusam (komedo dan kulit mati). Walau di rumah aja, jarang terkena sinar matahari kecuali keluar untuk belanja kebutuhan sehari-hari, kulit wajah tetap gak nyaman dan kusam lho.

Mungkin karena saya masih menyusui dan kondisi lingkungan yang rentan polusi, sehingga berdampak pada kondisi kulit wajah saya.


Setelah 3 hari penggunaan:

Tekstur


Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer
Teksturnya ringan dan gak lengket

Menurut saya, tekstur dari Mama's Choice Daily Protection Moisturizer ini cenderung ringan dan tidak lengket.

Padahal wajah saya ini tipe berminyak, tapi Mama's Choice Daily Protection Moisturizer tidak membuat wajah saya mengkilap.

Fragrance/Aroma

Mama's Choice Daily Protection Moisturizer ini tidak mengandung pewangi, tapi aroma dari krimnya tidak berbau obat-obatan atau bahan kimia lho, justru wanginya natural, saya suka.

Saya paling suka menggunakan Mama's Choice Daily Protection Moisturizer sehabis mandi pagi. Karena biasanya saya tetap harus keluar rumah untuk membeli bahan makanan.


Review Mama's Choice Daily Protection Face Moisturizer
Bumil dan Busui, jangan lupa Skin Care-an pakai Skin Care yang aman yaaaa 😘

Over all, Mama's Choice Daily Protection Moisturizer sangat bersahabat di kulit wajah saya, dan membuatnya tetap lembab serta terjaga dari pengaruh buruk sinar UV dan polusi.

Saran saya khususnya untuk ibu hamil, tetap jaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah walaupun sedang hamil dan mager berat untuk melakukan perawatan.

Saya pernah malas merawat wajah karena hamil, hasilnya wajah saya kusam dan noda bekas jerawat justru sulit hilang jika dibiarkan terlalu lama tidak dirawat.

Jadi, semager apapun, tetaplah jaga dan rawat kulit wajah kita walaupun sedang hamil dan menyusui, jangan lupa pilih produk yang aman, nyaman, dan tentunya halal bagi ibu hamil serta menyusui ya.

Buat bumil dan busui cantik yang mau coba Mama's Choice Daily Protection Moisturizer ini, bisa membeli produknya di LAZADA dengan kode voucher diskon:

MAMATETTY

(Minimal pembelian 150 ribu, akan mendapatkan potongan harga sebesar 25 ribu).

Mau coba produk lainnya? Yuk intip-intip instagram
@mamaschoiceID


***

Masa hamil dan menyusui jangan sampai dijadikan beban atau alasan untuk bermalas-malasan dalam menjaga kesehatan fisik termasuk wajah ya.

Tetap jaga asupan makanan dan nutrisi agar kulit tetap sehat dan ternutrisi dengan baik, olah raga ringan yang sesuai dengan masa kehamilan, dan jangan lupa juga merawat kecantikan kulit wajah agar glowing luar dalam dengan produk perawatan kulit wajah/skin care yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Masalah kulit apa aja nih yang pernah muncul pada masa hamil dan menyusui? 

Sharing yuk :D





Ada banyak tantangan dalam karir seorang trader valuta asing. Dengan membaca 5 langkah bermanfaat berikut dimana banyak ditemui dalam perjalanan karir seorang trader, diharapkan Kamu mampu mengatasi setiap masalah yang Kamu temui dengan lancar.

Baca dan praktikkan 5 langkah berikut, sekaligus untuk meningkatkan performa trading valasmu.


1. Buat Pencatatan Progres Trading Kamu



Langkah yang paling penting untuk menjadi trader valas sukses adalah dalam mengembangkan jurnal trading atau diari untuk memantau transaksi terdahulu.

Mungkin ada banyak trader yangm menganggap  remeh tips berikut, namun banyak kala pencatatan ini membedakan trader yang disiplin dengan yang lainnya, dimana dalam banyak hal terus mengulang kesalahan yang sama.

Kamu bisa mereview progres tradingmu saat melakukan kesalahan, sehingga perubahan strategi trading berikutnya akan tepat sasaran.

Kamu juga pada akhirnya bisa melihat performa trading secara berkala, sehingga bisa terus meningkatkan kapasitas sebagai seorang trader.

Apalagi mengingat keuntungan trading didapatkan dari beberapa seri transaksi, bukan hanya satu saja.

Kamu harus menerapkan strategi trading, dengan melihat kinerja yang sudah Kamu lakukan sebelumnya.

Kamu dapat menyimpan laporan transaksi dengan mengakses platform trading seperti Binary Options dan menyimpan laporan di komputer. Secara keseluruhan bisa Kamu gabungkan untuk melihat kinerjamu dalam beberapa minggu sekali.

2. Selesaikan Masalah Pribadi Terlebih Dahulu



Seringkali seorang trader berfikir dengan melakukan transaksi sukses dan mendapatkan keuntungan, bisa menyelesaikan masalah keuangan yang dihadapi. 

Pola pikir seperti ini bisa menghasilkan kebalikannya,
jika Kamu ingin menjadi trader valas yang sukses.

Kebanyakan trader sukses sudah terlebih dahulu memiliki kehidupan yang tertata rapi. Bukan berarti Kamu harus menjadi seorang pribadi yang sempurna, namun kebiasaan buruk seperti bangun siang dan kurang olah raga bisa mempengaruhi mood tradingmu. Emosi bisa menjadi masalah krusial dalam
setiap transaksi yang Kamu lakukan.

Berikut beberapa tips yang perlu Kamu selesaikan sebelum menjadi trader valas.

🌿Perbaiki hubungan sosialmu
🌿Siapkan modal yang cukup
🌿Rutinitasidup yang baik
🌿Mindset yang benar

3. Konsistensi Strategi



Poin sangat penting karena ada banyak trader yang terbukti melakukan analisa berlebihan untuk trading 
dalam tf 15 dan banyak kasus lain saat transaksi dalam pasar valas. 

Yang perlu Kamu mengerti adalah, tidak peduli Kamu
trading $100 atau bahkan $10.000, prinsipnya tetaplah sama.

Emosi tradingmu tidak boleh berubah, Kamu perlu belajar untuk fokus dalam proses trading itu sendiri
alih-alih nominal yang Kamu pegang.

Trader pengalaman akan menerapkan mindset yang sama saat bertransaksi akun besar maupun kecil.
Karena pada akhirnya tujuanmu tetap sama, yaitu meraih keuntungan. Jika Kamu berkutat pada modal dan resiko, strategi tradingmu tidak akan berjalan, dan pada  yang lebakhirnya emosi masih memegang peranan. 

Konsistensi menjadi sangat penting, demi penerapan
strategi yang sudah Kamu persiapkan jauh-jauh hari.

4. Jadi Realistis



Jika Kamu terus kehilangan uang di pasar valas, Kamu harus bisa menerima kenyataan. Apalagi ada kasus pemula  yang bahkan belum meraih pendapatan konsisten dari trading valas namun sudah berinvestasi besar-besaran pada 4 monitor dan perangkat komputer seharga Rp. 40 juta.

Kesuksesan dimulai dari mindset yang Kamu terapkan, dan bukan dari perangkat komputer yang Kamu miliki.

Tentusaja perangkat yang mumpuni bisa sangat membantu, namun jangan dulu mengeluarkan modal
puluhan juta rupiah sebelum Kamu benar mengenal apa yang Kamu kerjakan dan meraih keuntungan secara konsisten.

Ada banyak kasus trader yang bisa mendapatkan keuntungan konsisten setiap bulannya dengan bertansaksi di laptop dan perangkat ponsel.


5. Rapikan Strategi Tradingmu



Tidak bisa dipungkiri, dengan main aman dan kedisiplinan bisa memberikan pengaruh positif dalam setiap sudut kehidupanmu, tidak hanya forex.

Hilangkan faktor yang membingungkanmu dalam grafik yang Kamu pantau, ingat  kembali strategi yang sudah Kamu susun, dan mulai lakukan transaksi dari nol.

Coba perhatikan pasangan mata uang tanpa embel-embel apapun, dan lihat grafik pasar apa adanya. 
Cari support, resistansi sampai tren pergerakan.

Dengan merapikan strategi trading, sekaligus banyak hal lain dalam hidup Kamu seperti yang kita diskusikan sebelumnya.

Kamu bisa memulai trading dengan mindset yang seharusnya untuk hasil konsisten sebagai seorang trader valas yang sukses.






Assalamu'alaikum, apa kabar puasa di hari keempat belas? Mudah-mudahan masih lancar yaa.

Seperti kita tahu bersama, Ramadhan kali ini benar-benar berbeda, kita tengah berada dalam Pandemi Virus Corona yang sudah menginfeksi jutaan manusia di seluruh dunia.

Sedih.

Satu kata yang bisa saya bilang, biasanya Ramadhan begitu meriah, tapi sekarang Ramadhan terasa sepi, kurang semarak.

Tarawih berjamaah ditiadakan, silaturahim bersama keluarga dan saudara pun dilarang. Karena kita harus #DiRumahAja dan menjaga jarak dengan orang lain.

😭😭😭

Semenjak pertengahan bulan Maret 2020 lalu, kita semua diminta bekerja dari rumah, sekolah libur dan belajar pun dari rumah.

Kifah sekolah dari rumah sejak pertengahan Maret 2020

Namun yang paling parah, ekonomi perlahan ambruk dan terdampak signifikan. Banyak pekerja dirumahkan, pedagang kehilanga  pelanggan.

Bisnis travel, jasa, transportasi, barang mewah, bisnis besar hingga mikro semua merasakan dampak dari Pandemi Virus Corona ini.

Jujur, sejak awal adanya pemberitaan Virus Corona di Wuhan China, saya sudah merasa khawatir. Diperparah dengan ketidakseriusan pemerintah dalam menghadapi wabah ini.

Tapi yaudah, saya hanya bisa pasrah, toh wabah ini sudah kadung menginfeksi negeri ini. Mengutuk keadaan pun bukan solusi, tapi kinerja pemerintah akan jadi catatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi wabah ini.

Apa yang berbeda?

'Maskeran' is the new normal


Selain aktivitas yang dibatasi, tentunya saya sedang memikirkan Hari Raya Idul Fitri nanti.

Gak mudik ke Bandung, gak ketemu orang tua, gak bisa shalat di Hari Raya.

Duh, gak kuat nulisnya aja ini mau nangis. Mudah-mudahan kuat nahan sedih di Hari Raya nanti Ya Alloh.

Ramadhan kali ini benar-benar beda kan?

Gak nyangka kalau tahun 2020 ini adalah tahun penuh ujian dan akan jadi catatan sejarah untuk kita di masa depan.

Dan buat anak-anak yang mengalami pandemi pasti jadi 'kenangan' ketika dia dewasa nanti.

Sekolah dari rumah, puasa tanpa tarawih di mesjid, menahan bosan demi hilangnya virus corona.

Semoga Pandemi ini segera berakhir, kita bisa hidup normal kembali.

Bagi teman-teman yang terdampak, baik secara ekonomi ataupun yang lainnya, semoga segera mendapatkan jalan keluar. 



Semoga Alloh memudahkan jalan rezeki kita semua, Alloh hindarkan kita dari virus yang membuat kehidupan kita lumpuh itu.

Amiiinnn.

Assalamu'alaikum, apa kabar hari ini Buibuk? Bahagia-kah? atau penuh drama? 

Hehehe, biasa lah ya, Buibuk suka banyak drama-nya emang. Apalagi kalau sudah banyak to do list yang berantakan, hmmmm, langsung deh berasap ini kepala.

Bicara soal drama, pernah kah Buibuk merasa GEGANA (Gelisah, Galau, Merana) ketika membeli sebuah produk makanan atau minuman.

Dalam hati muncul pertanyaan. Produk ini sebenernya bagus gak sih? Soalnya banyak yang bilang produk ini banyak kandungan gula-nya, pengawetnya, dll.

Atau muncul juga pertanyaan, ini pabriknya ramah lingkungan gak sih? Produk mereka ini kemasan plastiknya gimana? Bisa didaur ulang atau malah bikin sampah lingkungan makin numpuk?

Saya sendiri, sebagai Ibu dan tentunya konsumen berbagai produk penyokong kehidupan saya sehari-hari bersama keluarga, sering bertanya-tanya seperti itu. Apalagi makin kesini, gaya hidup sehat, ramah lingkungan, go green, bijak berplastik makin hidup.



Alhamdulillah, Rabu, 12 Februari 2020 kemarin, bertempat di Pabrik Danone Plant Citeureup, saya bersama Mom Blogger dari Komunitas Mombassador SGM Eksplor, melakukan kunjungan ke Pabrik Danone.

Tujuan kunjungannya sendiri adalah untuk menghadiri peluncuran Laporan Keberlanjutan atau Sustainibility Report Danone Indonesia.

Sebelumnya, biar lebih paham, apa sih Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report itu?

Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report menurut Maria Dian Nurani, Konsultan CSR dan Sustainability Management adalah salah satu bentuk laporan yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mengungkapkan atau mengkomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik perusahaan secara akuntabel.

Connie Ang, Presiden Direktur Danone Specialized Nutrition Indonesia meluncurkan Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report Danone Indonesia

Jadi, intinya, Laporan Keberlanjutan ini adalah sebuah laporan yang ditujukan kepada publik, agar publik mengetahui apa saja yang sudah perusahaan lakukan, terutama mengenai dampak lingkungan dan sosial dari perusahaan tersebut.

Laporan Keberlanjutan Danone SN ini merupakan Laporan Kinerja periode 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2018. Danone sendiri berkomitmen akan menerbitkan Laporan Keberlanjutan ini 2 tahun sekali.

Connie Ang, Presiden Direktur Danone Specialized Nutrition Indonesia, mengatakan bahwa fokus Danone Indonesia adalah kepada peningkatan kesehatan ibu dan anak Indonesia. Danone tidak ingin ada anak Indonesia yang tertinggal karena hanya kurangnya asupan makanan yang bergizi.

Danone mendukung perkembangan anak yang sehat melalui pendekatan ilmiah, yang menjadi keahlian Danone sejak berdiri.

Danone berkomitmen untuk menjalankan aktivitas perusahaan dengan menerapkan berbagai aspek berkelanjutan serta menjalankan bisnis yang sejalan dengan perkembangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Menurut Bapak Karyanto Wibowo, Sustainability Director Danone Indonesia, Laporan Keberlanjutan Danone ini mencakup 6 Pilar Utama dan disusun mengikuti Pedoman Standar Pelaporan Keberlanjutan (GRI) dengan menampilkan struktur modular yang saling terkait dan mewakili praktik terbaik dalam pelaporan berbagai dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial.

6 Pilar Utama tersebut terdiri atas:

1. Riset dan Inovasi
2. Lingkungan
3. Pemberdayaan Komunitas
4. Kepatuhan
5. Kualitas
6. Karyawan

Danone menginisiasi berbagai program mengacu pada 6 pilar di atas, sesuai dengan misi dari Danone sendiri yakni "One Planet, One Health" 

Connie Ang, Presiden Direktur Danone SN Indonesia mengatakan bahwa, "Kami percaya pada falsafah, apa yang kita ambil dari Bumi, maka harus kita kembalikan kembali ke Bumi. Bumi adalah tempat hidup yang harus kita jaga bersama-sama."

Program Danone SN Indonesia sebagai Wujud Nyata Kontribusi Positif Danone kepada Masyarakat

Bersama anak-anak PAUD Cerdas

Saat Factory Visit ke Pabrik Danone Citeureup kemarin, sebelumnya, Tim Media dan Blogger diajak untuk mengunjungi salah satu PAUD Binaan Danone yaitu PAUD Cerdas.


Pembinaan PAUD ini tentunya sebagai sarana edukasi, terutama bagi anak usia dini, para guru, juga para orang tua mengenai kesehatan dan gizi, juga pentingnya nutrisi agar anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.

Makan makanan sesuai panduan Isi Piringku

Di PAUD ini, anak-anak diajarkan dan diberikan pembiasaan sejak dini tentang pola hidup sehat sehingga diharapkan hingga mereka dewasa, mereka sudah mengenal dan terbiasa dengan pola hidup yang sehat.



Anak-anak diajarkan pentingnya cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas menggunakan sabun, serta pemberian pengetahuan tentang "Isi Piringku" agar anak lebih mengetahui makanan apa saja yang wajib mereka konsumsi setiap hari.

Penyerahan kenang-kenangan untuk PAUD Cerdas binaan Danone Indonesia

Duh, senangnya yaa sekolah di PAUD Cerdas ini, anak-anak jadi terbiasa hidup sehat sejak dini.

Jangan lupa diterapkan juga ya di rumah, Buibuk.

Program Danone lainnya adalah:

1. Edukasi Masyarakat tentang Gizi dan  program Kesehatan

Melalui sosialisi Piringku, Rumah Bunda Sehat, Warung Anak Sehat, dan Program Pencegahan Stunting.

Program Pencegahan Stunting dilakukan dengan bekerja sama dengan Pemerintah untuk melakukan penyuluhan mengenai pentingnya pencegahan stunting pada anak.

Danonen bekerja sama dengan Pemerintah/Kementrian Kesehatan, IDAI, Kemendesa, PemKab, BAPPEDA, IBI, dan PPNI.

Setelah melakukan penyuluhan kepada tenaga kesehatan, kemudian dilakukan pendataan dan screening bayi dan balita untuk dilakukan perhitungan dan penyiapan kebutuhan intervensi. 

Setelah itu, dilakukan intervensi gizi, pemantauan, kunjungan ke rumah, kontrol perkembangan setiap 2 minggu, kemudian evaluasi dan pelaporan.

Sosialisasi Isi Piringku

Isi Piringku adalah program pendidikan yang bertujuan untuk mengurangi stunting di Indonesia dengan mempromosikan konsumsi makanan sehat.



Karena menurut penelitian, anak Indonesia masih terancam oleh kondisi stunting atau gagal tumbuh ini.

Danone bekerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia IPB bekerja sama untuk mensosialisasikan program isi piringku.

Dr.Ir. Dwi Hastuti, M.Sc

Dr.Ir.Dwi Hastuti, M.Sc, Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB, mengatakan, "Kami dari FEMA IPB sangat senang dapat ikut berkolaborasi dalam program-program berkelanjutan, khususnya program edukasi nutrisi yang dilakukan Danone SN dalam upaya peningkatan gizi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah program Isi Piringku."

Pada tahun 2017-2018, lebih dari 700 guru, 7.000 ibu, dan 7.000 anak berpartisipasi dalam program ini. Danone berharap di tahun 2020 ini dapat menjangkau 5,7 juta anak berusia 4-6 tahun.

Warung Anak Sehat

Sebagai upaya mengatasi permasalahan gizi anak Indonesia, bisa dimulai dengan mengubah pola jajan yang lebih sehat, yaitu dengan mengonsumsi jajanan sehat di sekolah.

Anak Indonesia sehat dan cerdas berawal dari gizi yang baik

Warung Anak Sehat atau WAS ini merupakan program pendampingan kepada sekolah untuk mewujudkan anak Indonesia sehat yang dimulai dari sekolah.

Di tahun 2017, program WAS menjangkau 350 sekolah dasar di empat kota besar di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon.

Pada tahun 2018, Danone telah memberdayakan sebanyak 350 wanita di 446 sekolah dan melatih 27.861 anak, 6.122 ibu, 313 guru, dan 350 IWAS atau Ibu Warung Anak Sehat. Hasilnya, 72% IWAS memiliki peningkatan pendapatan lebih dari 50%.

2. Pemberdayaan Sosial Ekonomi

Rumah Tempe

Danone mendirikan Rumah Tempe yaitu program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan di Desa Gendeng, Prambanan, Klaten melalui implementasi program Rumah Srikandi Gendeng di Desa Kemudo Klaten.

Usaha ini dipilih karena tempe adalah pangan lokal bergizi tinggi. Danone memberikan pelatihan dan pendampingan pada usaha lokal ini.

Saat ini, Rumah Tempe berhasil memproduksi 6.000 pak dengan omset Rp. 15.000.000,-


Rumah Srikandi

Yakni program pengembangan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi, lingkungan, serta keuangan mikro.

Kegiatannya bervariasi, dari plot pertanian demo, pinjaman koperasi, program pengayaan sekolah, bahkan kewirausahaan. Hingga tahun 2018, ada 6 proyek Rumah Srikandi yang aktif berjalan di Jawa Tengah.

3. Pendidikan

Taman Pintar

Taman Pintar berlokasi di Yogyakarta yang dikembangkan sebagai sarana edukasi dan rekreasi.

Di taman ini, dilakukan atraksi untuk hiburan, kelas edukasi untuk para ibu tentang pentingnya gizi dan nutrisi serta mengenai parenting, serta terdapat beragam permainan untuk mengasah psikologis anak.

Sejauh ini, lebih dari 25.000 ibu dan anak telah menghadiri kelas tersebut.

Program lainnya diantaranya adalah Proyek Merapi, Duta 1.000 Pelangi, dan Bantuan Kemanusiaan Gempa Palu-Sigi dan Donggala.

Karyawan Danone Indonesia

Danone juga memberikan dukungan terhadap ASI Ekslusif, sehingga memberikan cuti melahirkan selama 6 bulan bagi karyawan perempuan, dan 10 hari kepada suami yang istrinya melahirkan.
Pengembangan Produk

Danone sedang melakukan transisi menuju circular economy dan memiliki tujuan pada tahun 2025 Danone dapat mewujudkan 100% produk penggunaan kemasan dari bahan yang bisa didaur ulang.

Hingga saat ini, perkembangan yang Danone lakukan adalah:

1. Bahan kemasan untuk semua produk dapat didaur ulang 100%

2. Kotak lipat dapat didaur ulang 100%

3. Bahan kaleng dapat didaur ulang 100% 

4. Aluminium foil masih digunakan, sementara pengganti yang sesuai masih dicari

5. Logo daur ulang di setiap kemasan


6. Logo guna ulang di setiap kemasan, kecuali aluminium foil

Kontrol Emisi dan Konsumsi Energi

Danone menyadari bahwa proses produksi akan berpotensi mengahasilkan emisi ke lingkungan sekitar. 

Maka dari itu, Danone berusaha mengurangi emisi dan penggunaan energi, yaitu dengan cara melakukan audit energi, optimasi blow down pada boiler, mengatasi kebocoran udara yang terkompresi dan mengganti Strean Tap yang sudah bocor, penggunaan lampur LED di lingkungan pabrik dan sebagainya.

Selama ini, hasil pengukuran kualitas emisi udara selalu berada jauh dibawah batas yang ditentukan oleh pemerintah.


Pengelolaan Air dan Limbah

Pada tahun 2018, Danone berusaha mengurangi konsumsi sebesar 3% sebagai hasil komitmen dalam menjaga dan mengahargai pentingnya air.

Upaya yang dilakukan adalah memasang mesin kompresor resirkulasi air di setiap unit produksi, penggunaan air hujan, optimalisasi CIP, dan berbagai inisiatif dalam menggunakan air kembali.

Untuk limbah produksi, ada dua titik akhir pembuangan yakni Sungai Gadjah Wong dan Sungai Deleran.

Sebagai bentuk tanggung jawab Danone, Danone melakukan pengolahan limbah dengan cara aerob dan anaerob pada instalasi pengolahan air limbah.

Air limbah secara berkala diaudit bahwa kualitasnya telah sesuai standar kualitas yang ada sebelum dialirkan ke sungai.


Pada tahun 2018, kualitas air limbah masih aman dan jauh dari ambang batas yang ditetapkan.


***

Wah, kalau saya jelaskan semuanya, masih banyak sekali program berkelanjutan yang telah dibuat oleh Danone.

Ini dia Laporan Keberlanjutan Danone Indonesia

Jika ingin mengunduh dan mengetahui lebih jauh apa saja program berkelanjutan Danone, bisa membuka website 

https://www.sarihusada.co.id/Tentang-Kami
atau https://nutricia.co.id/tentang-kami/


Telah banyak yang dilakukan oleh Danone sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan. Semoga Danone kedepannya makin bisa berkolaborasi dengan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan terutama anak Indonesia yaa.

Mom Blogger dari Komunitas Mombassador SGM Eksplor

Saya sebagai masyarakat dan juga konsumen, sangat mengapresiasi Laporan Keberlanjutan yang diluncurkan oleh Danone Indonesia. Semoga semangat "One Planet, One Health" Danone menjadi semangat untuk kebaikan kita bersama.

Ada yang pernah berkolaborasi bersama Danone pada program kesehatan atau sosial? 

Share yuk!