Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

Bicara soal ASI, alhamdulillah sudah 3 bulan ini Saya kembali meng-ASI-hi bayi ketiga Saya yang bernama Aksara. Semenjak hamil Aksara, bahkan semenjak hamil pertama kali pun Saya ingin sekali menyusui bayi dengan ASI ekslusif hingga 6 bulan dan dilanjut hingga 2 tahun.

Karena ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang mengandung banyak nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh bayi. Selain itu, ASI adalah makanan yang paling higienis, bernutrisi, praktis dan tidak pernah basi. 

Oleh karena itu, ASI merupakan makanan terbaik yang diciptakan oleh Allah SWT untuk mendukung tumbuh kembang bayi semenjak lahir hingga berusia 2 tahun bahkan lebih.

Pengalaman Gagal ASI Ekslusif

Dari dulu saya sangat ingin bercerita tentang ini, tapi saya malu mengakuinya. Yaitu tentang saya yang gagal ASI ekslusif ketika melahirkan anak pertama saya, Kifah.

Karena kurangnya ilmu dan pengetahuan, saya gagal memberikan ASI ekslusif di hari pertama Kifah dilahirkan. 

ASI saya tidak keluar di hari pertama melahirkan, ditambah ketidaktahuan dan rasa campur aduk setelah melahirkan, akhirnya Kifah mencicipi susu formula untuk pertama kalinya, hingga akhirnya Kifah mengalami alergi protein susu sapi.

Saya masih ingat betul, ditengah rasa gamang karena tidak bisa menyusui dengan baik dan benar, Kifah malah mengalami alergi terhadap susu sapi. Kepapa, pipi, tangan, dan kakinya ruam kemerahan. 

Setiap hari, bahkan setiap malam Kifah rewel dan selalu menangis karena rasa tak nyaman akibat alergi/dermatitis atopik yang ia rasakan. Sebagai ibu, tentunya saya merasa bersalah karena kurang edukasi tentang pemberian ASI kepada bayi, terutama di hari pertama ia dilahirkan. 

Dan semenjak saat itulah saya berjanji kepada diri sendiri, kelak jika kembali hamil dan melahirkan, pemberian ASI, terutama untuk bayi baru lahir, harus saya perhatikan dengan baik. 

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

Berbekal pengalaman melahirkan anak pertama itulah, saya akhirnya mencari seluk beluk pemberian ASI untuk bayi, terutama untuk hari-hari pertama dilahirkan melalui buku dan juga internet.

Selain itu, ASI pertama yang dihasilkan mengandung zat yang sangat baik bagi kekebalan tubuh bayi yaitu kolostrum. Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dihasilkan 24-36 jam pasca melahirkan, berwarna kekuningan dan lebih kental karena mengandung banyak vitamin A, protein, dan zat kekebalan yang baik bagi bayi.

Oleh karena saya sangat ingin kebaikan ASI ini didapatkan oleh anak-anak saya, maka saya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan ASI ekslusif diawal kelahiran bayi, baik secara langsung ataupun menggunakan pompa ASI jika menyusui langsung belum bisa dilakukan.

Bagaimana agar ASI dapat keluar di hari pertama kelahiran bayi?

Berbekal kegagalan saya melakukan ASI ekslusif pada kelahiran anak peratama saya, banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan untuk memberikan ASI ekslusif untuk anak kedua dan ketiga saya ini.

Bagaimana caranya agar ASI langsung keluar?

1. Rajin-rajinlah membersihkan areola dan puting payudara ketika hamil, agar tidak ada ASI yang tersumbat dan akhirnya menyebabkan ASI tidak keluar dan pembengkakan pada payudara.

2. Lakukan pemijatan di area sekitar payudara sejak hamil, agar saluran ASI tidak ada yang tersumbat.

3. Makan dan minum yang memicu banyaknya produksi ASI semenjak hamil. Yaps, banyak-banyaklah makan daun katuk, daun kelor, kurma, minum air putih sebanyak mungkin semenjak bayi masih di dalam kandungan.

4. Siapkan pompa ASI yang nyaman dan mudah mengeluarkan ASI, ini adalah salah satu Plan B jika direct breastfeeding belum bisa dilakukan.

5. Jangan lupa bahagia. Iyessss, bahagia itu penting agar produksi ASI semakin banyak. 

Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI?

1. Melakukan persiapan seperti 5 point di atas ketika sedang hamil.

2. Susui bayi segera setelah bayi lahir. Jadi, walaupun sepertinya ASI belum keluar, tetap susui bayi ketika bayi baru lahir. Bayi akan refleks menghisap dan hal itu merangsang produksi ASI secara alami.

3. Susuilah bayi sesering mungkin. Semakin bayi menghisap puting susu, semakin banyak ASI yang keluar (prinsip Supply and Demand).

4. Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara bergantian pada setiap kali menyusui.

5. Jangan memberikan makanan dan minumal lain selain ASI sampai dengan bayi berusia 6 bulan.

Jadi memang prinsip Supply and Demand itu benar adanya. Semakin sering ASI dihisap bayi atau dikeluarkan (bisa melalui pompa ASI) maka produksi ASI akan semakin meningkat.

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi

Bicara soal pompa ASI, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang pompa ASI elektrik dari Medela, yaitu Medela Swing Maxi.

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank


Merk pompa ASI ini sudah sangat dikenal yaa dikalangan para ibu pejuang ASI. Karena selain memang sudah terkenal banyak ibu yang menggunakan, produk Medela ini juga memang produk berkualitas buatan Swiss sejak tahun 1964 dan sudah ada di Indonesia lebih dari 20 tahun lamanya.

Selain itu, pompa ASI elektrik Medela Swing Maxi ini memang dibuat berdasarkan riset dan dipercaya oleh rumah sakit dan profesional di dunia.

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank


Ibu Pintar, Pilih Pompa ASI yang nyaman yuk!

Medela Swing Maxi ini adalah jenis pompa ASI elektrik. Cara kerjanya adalah menggunakan baterai (berjumlah 6 buah) dan bisa juga digunakan langsung dengan adaptor yang disambungkan ke listrik.

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank
Tempat Baterai
Tapi, selain menggunakan baterai dan disambungkan langsung ke listrik, pompa ASI Medela Swing Maxi ini juga bisa dipakai menggunakan Power Bank, Lho. Jadi, kita gak perlu repot lagi cari-cari colokan listrik kalau power bank kita dalam keadaan penuh. Ya, tinggal pake power bank aja sih. Praktis.

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank
Bisa pakai Power Bank



Menurut saya, pompa ASI elektrik Medela Swing Maxi ini nyaman digunakan, bisa memancing LDR atau Let Down Refleks berkali-kali, juga mampu memerah ASI lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Karena memang enaknya, botol ASInya ada dua, jadinya bisa digunakan bersamaan deh.

Dengan Two Phase Expression ini, tentunya ASI akan keluar lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih singkat. Medela Swing Maxi ini juga menggunakan teknologi Closed System, sehingga ASI tidak akan masuk ke dalam unit motor. 

Pompa ASI elektrik Medela Swing Maxi ini juga praktis, sangat mudah dirakit, dibersihkan dan mudah dibawa kemana-mana, apalagi bisa dipakai menggunakan power bank, bisa digunakan ketika di dalam perjalanan sekalipun. 

Untuk spare partnya sendiri nggak terlalu banyak, dan enaknya Medela ini memiliki service center di Indonesia. Jadi, kalau ada apa-apa ya tinggal hubungi aja service centernya

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

Ketika kita membeli satu set pompa ASI elektrik Medela Swing Maxi, kita akan memperoleh:

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

2 personal fit (corong) Size M (24mm)
2 Swing Maxi Connector
2 Bottle 150ml
2 Bottle Stand
Motor Swing Maxi
1 Selang Swing Maxi
Adaptor 12v

Setelah kita berikhtiar dengan cara menyusui langsung atau dengan menggunakan pompa ASI, faktor apa aja sih yang mempengaruhi keberhasilan menyusui?

Review Pompa ASI Elektrik Medela Swing Maxi, Pompa ASI yang Bisa Pakai Power Bank

1. IBU HARUS YAKIN BAHWA MAMPU MENYUSUI. Keyakinan ini memang harus benar-benar dibangun dan ditanamkan di dalam hati dan pikiran bahwa sebagai Ibu kita bisa dan mampu menyusui. Jangan pesimis dan mudah menyerah ketika ada ‘ujian’ menggoda. Seperti lecet, payudara bengkak, dan iming-iming susu formula.

2. Ibu cukup minum. Usahakan ketika menyusui, ibu minum 8-12 gelas air minum dalam satu hari. Dan tentunya makan makanan bergizi. Makanlah 2x lebih banyak dari porsi biasanya, dengan variasi menu makanan yang kaya gizi dan nutrisi.

3. Pikiran harus senantiasa TENANG dan BAHAGIA. Karena booster ASI yang paling superrrbbb adalah memang pikiran yang tidak stres dan juga bahagian selalu.

4. Perhatikan cara meletakkan bayi dan melekatkan puting pada mulut bayi dengan benar.

5. Sekali lagi, jangan sampai lupa prinsip SUPPLY and DEMAND yaaa. Perbanyak menyusui langsung ataupun memerah ASI dengan menggunakan pompa ASI yang nyaman dan menghasilkan perahan lebih banyak.

Bagaimana cara menyimpan ASI yang sudah diperah?

1. ASI yang sudah diperah bisa disimpan dalam wadah bersih (stersil) bisa pakai plastik ASI atau botol kaca. Kalau saya lebih suka pakai botol kaca buat nyimpen ASIP.

2. ASIP yang ada dalam suhu ruangan dapat bertahan hingga 6-8 jam. Sebelum diberikan kepada bayi, jangan lupa ASIP direndam dalam air hangat terlebih dahulu.

3. ASIP yang disimpan dalam termos berisi es batu mampu bertahan hingga 24 jam.

4. ASIP yang disimpan dalam lemarsi es mampu bertahan 3x24 jam.

5. ASIP yang disimpan dalam freezer mampu bertahan selama 2 minggu.

ASIP yang sudah dihangatkan lebih baik diberikan dengan menggunakan sendok secara perlahan-lahan, karena pengalaman saya menggunakan dot, bayi menjadi bingung puting atau susah menyusui secara langsung.

Ibu Pintar, Saling Mendukung Pemberian ASI Ekslusif!

Sebagai sesama ibu, atau sebagai teman dan keluarga bagi para Ibu yang baru saja melahirkan bayinya, kita harus saling mendukung dan mengingatkan bahwa pemberian ASI adalah hal terbaik bagi bayi. 

Ingatkan dan dukung ibu untuk selalu makan makanan bergizi dan cukup istirahat. Nah, kalau ini peran suami dan keluarga penting banget yaa, agar ASI lancar jaya selalu. 

Selain itu, memerah ASI baik bagi Ibu bekerja maupun ibu di rumah sangatlah baik untuk menjaga produktivitas ASI. 

Yuk, kita ciptakan suasana yang nyaman bagi ibu menyusui, jauhi Momshaming dan Mompetition, agar para Ibu menyusui bahagia selalu selama proses meng-ASI-hi. 

Happy Breastfeeding yaa Moms :D

___

Sumber: Pintar dan Praktis Seri Panduan Untuk Kader Posyandu Provinsi Jawa Barat 2012



Tahun Baru. Kamu punya resolusi apa nih di tahun baru ini? Apa masih berusaha menunaikan beberapa resolusi tahun-tahun kemarin?

Kalau iya, tenang, kamu gak sendirian. Saya sendiri gak punya resolusi khusus di tahun ini. Karena toh banyak resolusi yang tertunda karena banyak hal. Makanya, tahun ini, kalau bisa ada sebuah satu resolusi, gak perlu banyak, yang penting bisa dijalani.

Salah satunya adalah resolusi berwirausaha (kembali).

Yaps, dulu, di tahun 2012-2013 saya sempat berwirausaha pakaian muslimah, yaitu hijab. Awalnya saya ragu, coba-coba dan akhirnya jualan saya ternyata laris manis, banyak yang suka dengan produknya. Sebenernya sih, sebelum bisnis hijab, saya dan suami juga berjualan jus buah dan burger di salah satu kantin perguruan tinggi negeri di Bandung. Namun, karena satu dan lain hal. Kami harus melepaskan bisnis tersebut, tapi alhamdulillah-nya bisnis itu gak berhenti begitu saja. Masih ada Bibi yang melanjutkannya hingga sekarang.

Setelah bisnis kuliner itu diteruskan oleh saudara saya sendiri, kemudian saya beralih ke bisnis fashion, yaitu hijab. Lebih tepatnya menjual pashmina dengan ukuran yang lebih lebar dari biasanya. Karena pada saat itu, di tahun 2012, bisnis hijab sedang meroket sekali. Desainer seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, benar-benar sedang naik daun. Semua produknya laris manis di pasaran.

Ternyata, lahirnya tren hijab muslimah yang modern, membawa dampak yang cukup positif untuk iklim wirausaha. Apalagi waktu itu saya masih tinggal di Bandung yang terkenal sebagai kota yang kreatif, apalagi untuk berbisnis.

Waktu itu, saya sama sekali tidak kesulitan memperoleh bahan baku maupun konveksi untuk memproses produk hijab saya. Di Bandung memang sangat terasa sekali semangat untuk berwirausaha, beda ketika saya tinggal di kawasan Jabodetabek seperti sekarang, karena mayoritas penduduknya (terutama di lingkungan saya) bekerja sebagai karyawan di perusahaan atau negara.

Kembali ke proses wirausaha waktu itu ya.


Sebenernya, sudah lama saya ingin kembali memulai kembali wirausaha yang sudah tertunda 6 tahun lamanya itu, hoho lama juga ternyata. Karena banyak kendala seperti hamil dan melahirkan, dan juga sulitnya menemukan bahan baku di sini, keinginan saya itu terus-terusan pending. Maka dari itu, saya bertekad di tahun 2019 saya ingin kembali merintis usaha saya sendiri.

Ujian Keuangan di 2018




Satu lagi sih sesungguhnya alasan saya ingin berwirausaha, yaitu agar tidak collaps ketika keuangan sedang menurun. Karena saya hanya mengandalkan pemasukan dari suami, maka ketika pendapatan suami terganggu, maka terganggu pula lah kondisi keuangan keluarga.

Di tahun 2018 kemarin, kondisi keuangan keluarga saya mengalami ujian ke titik terendah yang sempat membuat kami mengelus dada dan berdo’a agar segera diberikan jalan keluar. Alhamdulillah, di penghujung tahun 2018 semua sudah berangsur normal dan kembali kepada sedia kala.

Nah, ujian keuangan seperti itu sangat ingin saya hindari di tahun-tahun mendatang. Gak enak kan kalau kondisi keuangan gak stabil? Rasanya bingung dan galau, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan beberapa keperluan lainnya yang tidak bisa ditunda pemenuhannya.


Syukur-syukur kita masih punya harta yang bisa dijual atau digadaikan, kalau nggak, bagaimana? Haruskah kita berhutang sana-sini? Apalagi hutang yang mengandung riba. Yang ada bukan tambah tenang, tapi hati tambah gelisah dan pikiran pun pasti gak akan tenang.

Membantu Sesama



Yesss. Menurut saya, berwirausaha akan membuka peluang untuk membantu sesama, minimal tetangga atau saudara dekat yang memang sedang kesulitan secara finansial.

Bukannya sok-sok jadi pahlawan atau merasa berlebihan yah. Saya selalu berfikir, bahwa berwirausaha bisa menjadi ladang amal dan pahala untuk membantu orang terdekat kita menuju kesejahteraan finansial.

Karena apa? Karena kesejahteraan finansial itu sangat penting. Ekonomi rumah tangga yang bergejolak, sangat mungkin memicu terjadinya KDRT, pengabaian terhadap anak, bahkan memicu terjadinya kriminalitas.

Saya gak muluk deh beneran. Di lingkungan tempat tinggal saya demikian. Banyak para suami yang tidak bekerja, akhirnya istrinya yang harus banting tulang mencari nafkah. Jangan ditanya tentang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah sama mereka. Urusan perut hari ini pun masih jadi bahan pertengkaran rumah tangga.

Oleh karena itu, dengan berwirausaha, saya sangat bercita-cita untuk membuka peluang sebanyak-banyaknya. Terutama bagi kaum perempuan (istri dan ibu) memiliki tambahan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Resolusi Wirasusaha yang Gak Muluk-Muluk

Buat apa punya resolusi tapi gak dikerjain? Ya itu mah sih saya ngomong sama diri sendiri sih. Buat apa nulis banyak banget harapan, tapi ga ada yang dikerjain sama sekali.
Makanya resolusi wirausaha di tahun ini saya bikin gak muluk-muluk.

Pertama. Gak usah nunggu modal banyak.


Kalau kita mau wirausaha pasti deh yang dipikirin pertama kali adalah modal. Setelah pengalaman usaha kuliner dan fashion hijab beberapa tahun lalu, saya berkesimpulan bahwa modal secara materi atau uang bukanlah hal utama.

Dulu pernah saya mau bisnis kuliner juga. Modal ada banyak di tangan. Eh tapi malah jadi bingung loh, kita mau beli apa dan bagaimana memulai bisnisnya. Kita malah jadi pusing ketika modal di tangan cukup banyak. Yang ada malah boros, barang yang seharusnya gak perlu malah dibeli. Ujung-ujungnya gak terpakai dan mubadzir.

Modal bisa dicari dengan koneksi atau kepercayaan dari orang lain. Banyak kok bisnis reseller dan dropshiper yang sukses meraup banyak keuntungan. Dan saat ini pun saya sedang melakukan hal demikian.

Berbekal modal kepercayaan dari salah seorang teman, saya menjual pakaian rumahan bagi perempuan atau ibu di rumah. Harga barang cukup kompetitif sehingga laris manis di pasaran. Beberapa kali repeat order dan testimoni kalau pakaian yang saya jual itu berkualitas dengan harga yang ramah kantong.


Apakah saya perlu modal banyak? Jawabnya nggak, berbekal kepercayaan itu lah saya bisa melakukan penjualan. Karena inti dari bisnis itu ya memang penjualan, ada barang yang terjual, dan ada cash yang selalu berputar.

Sebagai bocoran saya jual apaan, boleh deh save kontak Whatsapp 085887062489 namain aja kontaknya ‘Tetty Jualan’ nanti bakal tau deh apa yang saya jual, mau jualan bareng juga boleh.

Hehehe sekalian promosi dong ah.

Kedua. Jangan Malu Mempromosikan Barang Dagangan Kita.



Kalau niat wirausaha sudah bulat, urat malu emang harus segera diputusin deh. Masa giliran nawarin dagangan malu-malu, giliran dapet untungnya senyum-senyum sendiri.

Saya sendiri udah merasa gak perlu malu lagi sama yang namanya dagang selagi barang dagangan kita ini baik dan menjadi solusi masalah bagi orang lain. Insya Alloh, kalau memang baik dan jadi solusi barang kita akan laku di pasaran, tinggal pinter-pinternya kita promosi.

Dulu ketika bisnis fashion hijab, saya sering buka lapak dagangan di acara-acara kemuslimahan atau pun acara wirausaha. Tujuannya, selain buat jualan, kita juga sekaligus melakukan branding dan promosi kepada orang lain.

Makanya waktu itu saya siapkan kartu nama supaya bisa dibagi-bagi ke peserta acara. Dan alhamdulillah, ada yang nyantol beberapa orang lah setelah acara itu selesai.


Dan kalau mau lebih serius lagi, bukan hanya nyebar kartu nama aja sih. Kita juga harus berani jemput bola. Bikin kartu pos dan melakukan penawaran kepada beberapa orang misalnya?

Takut ditolak?

Ish, kan namanya wirausaha mah gitu, harus berani, gak boleh malu. Kalau dibully woles aja. Kan kata beberapa pakar wirausaha juga gitu. Kalau sekarang kita dibully, suatu saat kita butuh mereka buat nonton dan kasih tepuk tangan saat kita sudah sukses, hehehe.

Ketiga. Gak Selalu Manis, Tapi Gak Usah Takut Berujung Pahit.



Guru saya dulu pernah bikin quotes di buku tahunan sekolah, “Manis jangan langsung ditelan, pahit jangan langsung dimuntahkan” Saya kira ini relevan banget sama niat resolusi wirausaha saya di tahun ini.

Berbekal pengalaman yang lalu pun saya jadi belajar bahwa memang tahun-tahun pertama membangun bisnis memang jatuh bangun dulu. Jangankan nyari untung, udah BEP alias balik modal pun udah bagus. Kuncinya emang sabar, sabar, dan sabar. Kalau jatuh, bangun dan bangun lagi.

Wah, udah panjang aja nih.

Itulah resolusi wirausaha saya di tahun 2019. Dan saya merasa gak muluk-muluk untuk mencoba memulainya lagi. Karena memang bisnis yang sukses adalah bisnis yang dijalankan. Dimulai dari langkah kecil yang pertama. Bukan bisnis yang cuma jadi ide semata ya gaesss.



Dan jujur aja sih, dengan memulai beriwirausaha begini, saya mencoba keluar dari zona nyaman yang katanya suatu saat bisa melenakkan.

Yaps bener banget, zona nyaman itu melenakkan sekali. Buktinya, ujian keuangan di 2018 kemarin membuat saya mendapatkan pukulan telak. Bahwa selama ini saya hanya mengandalkan sesuatu yang kurang pasti juga sebenernya, gak mau berusaha membangun dan mendidik diri menjadi pribadi yang lebih tangguh dan lebih produktif.




Tahun ini, saya juga akan mulai merintis bisnis kuliner seperti yang dulu pernah lakukan. Do’akan terlaksana ya, dan semoga hasilnya pun sesuai dengan yang saya harapkan. “Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya?” Mwahaha itu mah #Nurhadi yaaks.

Maksudnya kalau orang lain bisa sukses berwirausaha, kenapa saya gak bisa. Sabisa-bisa kudu bisa, Insya Alloh Pasti Bisa. Amiinn.

Kalau kamu, tahun ini punya resolusi apa? Apa punya niat berwirausaha juga? Kalau iya, mau wirausaha dibidang apa nih? Sharing yuk di kolom komentar.



Halo pembacaku, apa kabar? Bagaimana kondisi kesehatan Kamu? Apakah baik-baik saja? Karena kali ini Saya akan membahas mengenai berobat ke luar negeri.

Ketika berobat di rumah sakit-rumah sakit di dalam negeri sudah dilakukan dan hasilnya tidak memuaskan atau ketika ingin mendapatkan second opinion, berobat keluar negeri sering menjadi pilihan. 

Mengapa? Tidak dapat dipungkiri bahwa di luar negeri, tenaga medis maupun peralatan medisnya dinilai jauh lebih baik, begitu juga dengan fasilitas dan layanan yang diberikan. 

Meskipun demikian, ada sejumlah pasien yang mengurungkan niat mereka untuk melakukan hal ini karena merasa takut dan tidak tahu apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum berobat ke luar negeri. 

Mereka tidak mau bila harus menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan juga uang di negara orang tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan.

By the way, apakah Kamu berminat untuk berobat ke luar negeri tapi masih ragu untuk melakukannya karena tidak tahu apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan?

Jika ya, tak perlu khawatir karena Kamu sebenarnya hanya perlu mempersiapkan hal-hal di bawah ini agar Kamu bisa berobat ke negara yang ingin dituju dengan lancar:

Pilih dokter yang akan dituju



“Bagaimana memilih dokter yang ingin dituju sedangkan dokternya saja tidak tahu, apalagi nama rumah sakitnya?” 

Pertanyaan ini mungkin muncul dalam benak Kamu jika diminta untuk memilih dokter yang akan dituju sedangkan Kamu belum pernah berobat keluar negeri. 

Tenang, tidak perlu khawatir karena saat ini, kebanyakan rumah sakit di luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura sudah memiliki perwakilan di Indonesia. 

Silakan konsul ke perwakilan tersebut untuk meminta rekomendasi dokter dan rumah sakit yang tepat. Untuk rumah sakit di Malaysia (Penang, Melaka, dan Kuala Lumpur) dan Singapura, bisa hubungi:

BerobatKePenang.com

Alamat: Grand PuriNiaga, Blok K6/1N, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Telp: 021-58351522

Passport


Sudah menjadi kewajiban bagi Kamu yang ingin bepergian ke luar negeri untuk memiliki passport karena ini adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang memuat identitas diri dari penggunanya. 

Itu artinya bahwa jika Kamu belum memilikinya, diwajibkan untuk membuatnya terlebih dahulu. Oh ya, bagi Kamu yang ingin membawa anak atau bayi, dokumen ini juga wajib dimiliki untuk anak atau bayi yang memang harus punya passport sendiri. 

Jika Kamu sudah punya, cek kapan exprirednya. Pastikan masih lebih dari 6 bulan. Kalau tidak sampai 6 bulan lagi, segera perpanjang passport Kamu agar tidak ada masalah di bagian imigrasi bandara. 

Perlu diketahui bahwa Kamu bisa saja batal berangkat jika dokumen ini akan segera expired.

Dana


Berapa dana yang harus dibawa untuk berobat keluar negeri? Banyak pasien yang kebingungan menjawab pertanyaan ini karena mereka tidak memiliki patokan sama sekali. 

Tak heran pula bila beberapa dari mereka pada akhirnya harus mengalami masalah keuangan selama di luar negeri karena membawa uang yang terlalu sedikit. 

Sebenarnya, berapa jumlah uang yang dibawa itu tergantung pada biaya berobat dan berapa lama Kamu akan berada di sana. 

Untuk itu, sangat dianjurkan untuk konsultasi ke kantor perwakilan rumah sakit, agar biaya yang dibutuhkan dapat perkiraan. 

Rumah Sakit Island Hospital Penang

Ingat, sebaiknya bawa sekitar 25% lebih dari angka yang diperkirakan karena semua bisa berubah tergantung kondisi pasien. Siapa tahu kondisi pasien memburuk selama perjalanan sehingga yang tadinya tidak butuh rawat inap menjadi harus dirawat di sana selama beberapa hari. Jika membawa uang lebih, hal ini tentu tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Pendamping


Pendamping ialah orang yang akan menemani pasien selama berobat. Sebaiknya pendamping adalah orang yang masih cukup muda sehingga mudah kemana-mana dan membantu pasien jalan. 

Kamu bisa memilih siapa saja, entah itu anak, sepupu, atau teman selama orang tersebut benar-benar mau membantu dan alangkah baiknya jika dia sudah pernah keluar negeri atau setidaknya pernah mengurus orang yang sedang sakit.

Well, dengan mempersiapkan kelima hal ini dengan baik sebelum keberangkatan, Kamu bisa menjalani pengobatan di luar negeri dengan nyaman dan memperkecil resiko mendapatkan masalah selama di sana.

Selamat mencoba berobat ke luar negeri, dan semoga kita selalu sehat ya.

Amiinnn.