Percaya gak kalau yang namanya fashion itu sebenernya cuman muter-muter aja? Apalagi pakaian baju wanita, yang hampir setiap tahun berganti model atau style, tapi sesunggunya kalau kita mau menengok ke belakang, fashion tersebut sudah pernah hits lho di beberapa tahun yang lalu.

Memang sih, ini cuman pengamatan ‘abal-abal’ aku aja sebagai konsumen pasar fashion, terutama pakaian baju wanita. Tapi di beberapa tempat yang aku kunjungi atau ketika aku lagi jalan-jalan di suatu tempat, banyak banget perempuan yang memakai model pakaian jadul berikut ini.

1. Celana Kulot

Celana kulot sejuta umat
Entahlah, apa aku yang salah liat atau gimana. Waktu kemarin aku ke Jakarta naik Commuter Line Jabodetabek, cukup banyak wanita yang pakai celana jenis kulot ini. Dan yang paling sering aku lihat adalah celana kulot warna hitam dengan stripes vertikal ke bawah.

Dan parahnya, ketika kulihat penampilanku sendiri, aku pun lagi pake celana kulot hitam stripes vertikal, wkwkwk. Ku heran, kenapa bisa samaan begini celana yang aku pake sama celana orang-orang.

Jadilah diriku mesam-mesem sendiri di dalam hati, karena pakai celana kulot hitam bergaris ini. Padahal sebelumnya yang kutahu, celana kulot yang sedang hits itu adalah yang motif batik atau pun bunga-bunga. Ternyata sekarang orang lebih suka motif garis hitam, mungkin supaya lebih kelihatan tinggi kali ya.

Hihi.

And For Your Information, celana kulot yang sedang ramai dipakai oleh kaum hawa ini, pernah hits di Indonesia pada tahun 90-an hingga tahun 2000.

Emang sih, pakai celana kulot ini nyaman ketika dipakai, tidak ketat, dan seperti sedang memakai rok (karena ukurannya yang lebar).

2. Jilbab Segi Empat


Masih inget gak waktu para Hijabers booming di Indonesia awal tahun 2010-an?

Hijab warna-warni khas Dian Pelangi dan model pemakaian jilbab yang belit sana belit sini lagi hits banget? Apa kamu juga termasuk yang ikutan menggunakan pakaian baju wanita ala-ala Hijabers tersebut?

Kalau iya, toss dulu sama aku. Yang pernah cukup ‘teracuni’ dengan gaya hijab para Hijabers, artis, ataupun selebgram yang maha ribet tersebut.

Tapi, voila.

Di tahun ini, hijab yang agak sulit dipakai, menggunakan banyak jarum pentul dan banyak simpul itu, sudah mulai ditinggalkan. Yang kembali hits dan laris manis di pasaran justru hijab segi empat motif atau pun polos ala taplak meja zaman dahulu.

Dulu, pake jilbab kudu liat tutorial
(sumber gambar: pinterest.com)
Para Hijabers, artis, selebgram lebih sering pakai kerudung segi empat dengan motif sederhana atau pun polos dengan hanya menggunakan satu jarum pentul, bahkan tanpa aksesoris apapun. Sungguh simpel dan sederhana, seperti seragam SMP aku dulu, hahaha.

Sekarang, pakai jilbab jauh lebih simpel
(sumber gambar: pexels.com)
Mungkin dunia fashion hijab ini mulai lelah dengan segala kerumitan yang ada, hingga akhirnya balik lagi ke jilbab segi empat yang simpel dan sederhana untuk dipakai.

3. Bergo Instan

Model bergo gini dulu sering dipake buat pergi ngaji TPA tahun 90’an
(sumber gambar: hijabprincess.com)


Bergo itu kerudung langsung, atau jilbab yang bisa langsung dipakai. Biasanya cuman pakai satu tali untuk diikat di belakang kepala, ataupun gak pakai tali sama sekali.

Dannnn, bergo instan seperti ini pun sekarang hits lagi lho. Padahal, di tahun 90-an, bergo macem begini sering aku pake waktu ke sekolah Madrasah, atau Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Aku tak menyangka, model kerudung bergo ala anak TPA zaman dahulu kembali hits lagi di era milenials. Dan yang pakai pun bukan lagi anak-anak kecil yang mau berangkat ngaji, tapi jadi tren pakaian baju wanita tersendiri di Indonesia.

4. Gamis Polos

Masih inget dengan corak gamis dan model gamisnya Mbak Dian Pelangi yang full colour itu?

Aduh, Mbak Dian, maaf ya, bukan maksud Ghibah. Etapi beneran deh, dulu di awal 2010-an, hits banget baju gamis yang full colour dan baju gamis dengan banyaknya aksesoris, payet, hiasan, dan lainnya yang terlihat “wah” ala Dian Pelangi.

Dulu, zamannya serba warna-warni
(Sumber gambar: bitebrands.co)

Sekarang? Ow-ow. Kayaknya udah jarang ya, yang pakai baju model seperti itu, bahkan saat ke undangan pernikahan sekalipun.

Para wanita, khususnya wanita berhijab, lebih sering menggunakan gamis polos dengan sentuhan warna yang kaleum dan natural. Dipadu dengan jilbab segi empat yang juga sederhana, baik dalam corak maupun cara pemakaian.

Gamis polos jadi andalan

Padahal, dulu itu gamis polos model seperti ini sering dipakai Mamah ke pengajian atau pun sekedar pergi keluar rumah. Gamis polos minim aksesoris, dengan warna yang biasa aja (gak rame atau full colour). Gak nyangka ya, bakal tren lagi gamis model simpel begini.

5. Atasan Polos

Simple is the best!
(sumber gambar: detikHOT)
Sama halnya dengan gamis polos dan sederhana. Baju atasan yang polos, gak banyak motif ataupun aksesoris, booming kembali di tahun ini.

Tren ‘serba simpel’ tapi elegan kayaknya sih lagi meracuni tren fashion wanita di Indonesia. Apalagi atasan polos yang simpel ini bisa dipadukan dengan rok, celana berbahan katun, atau pun jeans sekalipun.

Tampilan kita jadi lebih sederhana tapi justru tetep fashionable dalam kesederhanaan itu.
Sekian analisa ‘abal-abal’ tren pakaian baju wanita di Indonesia ala tettytanoyo.com. Kalau kamu termasuk yang suka ngikutin tren pakaian gak sih? Atau lebih seneng pakai baju yang mencerminkan karakter kamu sendiri?

Sharing yuk, di kolom komentar :D


Alohaaaa.

Udah lama banget rasanya gak update cerita recehan anak ini, anak yang sekarang udah naik ke kelas dua SD. Alhamdulillah, udah makin gede dan makin bisa aja ngeles kalau disuruh-suruh sama Emaknya.

Sebelumnya, yang belum pernah baca series 'Pertanyaan Kifah' bisa baca Part #6 dan Part sebelumnya di postingan ini yaa.



64. Nama E-Commerce

Kifah: "Ummi, kalau beli barang-barang suka dimana?"

Ummi: " Ya kadang langsung, kadang on line."

Kifah: "Tuh, Mi. Beli aja di sana (sambil nunjuk iklan E-Commerce di TV)."

Ummi: "Dimana?"

Kifah: "Itu, di Lazanda."

Ummi: "LAZADAAA KIFAH LAZADAAAA."


65. Percakapan di warung

Ibu Warung: "Bu, Kifah sakit?"

Ummi: "Enggak, ah, sehat."

Ibu Warung: "Kok kemarin beli tolak angin anak?"

Ummi: " Ah, masa?"

Ibu Warung: "Malah sebelumnya mau beli Neo Entronstop anak."

Ummi: "Hah?"

Ibu Warung: "Saya tanya aja, emang Kifah diare? Dia bilang nggak, yaudah saya kasih aja tolak angin anak."

Ketika di rumah.

Ummi: "Kifah, katanya kemarin beli tolak angin anak? emang Kifah sakit?"

Kifah: "Nggak."

Ummi: "Kok beli tolak angin anak? Malah katanya mau beli Neo Entronstop anak?"

Kifah: (dengan muka datar) "Kata Ummi kan aku gak boleh jajan sembarangan, gak boleh yang aneh-aneh, karena aku alergi sama asma, jadi ya aku beli weh tolak angin sama Neo Entronstop anak, soalnya rasanya enak."

Ummi: "Yaeelaahhh Kifaahh, gak Neo Entronstop anak juga keleeueesssss T_____T"


66. Gak Mirip

Kifah: (sambil marah-marah) "Ummi aku gak mau, ah."

Ummi: "Gak mau apaan?"

Kifah: "Itu kata orang-orang."

Ummi: "Kata orang-orang, apaan?"

Kifah: "Aku dibilang mirip Aldebaran. Pokoknya aku gak mau dibilang mirip Aldebaran."

(Karena Kakak gak mau disama-samain sama adek, eeeaaaaaa)


67. Ganti Nama


Kifah: "Mi, aku mau ganti nama."

Ummi: "Ganti nama? emang kenapa mau ganti nama segala?"

Kifah: "Ya gak apa-apa."

Ummi: "Emang mau ganti nama jadi apa?"

Kifah: "Isrofil."

Ummi: -________-


68. Anggap Aja Rezeki

(Waktu bertamu ke rumah temen Ummi, pas udah mau pulang).

Tanteu X: "Kifah udah mau pulang ya? Nanti main lagi ya."

Kifah: "Iya."

Tante X: "Ini buat Kifah jajan." (sambil ngasih Kifah selembar sepuluh ribuan).

Ummi: "Ih, gak usah. Ngerepotin aja."

Tante X: "Gak apa-apa, orang buat jajan." (Maksa banget ngasih uang ke Kifah).

Waktu udah di luar dan pamit pulang.

Ummi: "Kifah mau aja dikasih uang sama Tante, kan gak enak dikasih uang segala."

Kifah: "Ya gak apa-apa, Mi. Anggap aja rezeki."

Hastagaaa, ini anak.


69. Naik Kereta


Kifah: "Mah, mau naik kereta sama aku gak?"

Mamah: "Gak mau ah, capek."

Mamah itu sebutan buat Nenek yang di Parung.

Kifah: "Ih Mamah. Kalau kita naik kereta, yang capek bukan Mamah. Tapi masinis."

Mamah: %$^%&^&*$^T_T


70. Coca Cola

Abbiy lagi benerin motor di depan rumah.

Abbiy: "Kif, ke warung gih, beli Coca Cola."

Kifah: "Iya."

Sepulang dari warung.

Abbiy: "Mana Kif, Coca Cola nya?"

Kifah: "Ini."

Abbiy: "Lah, ini mah bukan Coca Cola."

Kifah: "Iya tadi Coca Colanya gak ada, adanya teh pucuk harum."

Abbiy: "Kifaahhh, Coca Colanya bukan buat diminum, tapi buat ngilangin karat motor T____T"



70. Nilai Bahasa Arab


Kifah abis UTS

Abbiy: "Kifah, kok nilai Bahasa Arabnya kecil."

Kifah: "Aku gak bisa Bahasa Arab."

Abbiy: "Ya kan belajar."

Kifah: "Yaiya atuh Abbiy, aku mah gak bisa Bahasa Arab. Aku mah bisanya Bahasa Sunda, kan Aku orang Sundaaaaa, bukan orang Araaaabbbb."


71. Allah Maha Melindungi


Kifah: "Ummi kenapa naik motornya lama banget?"

Ummi: "Jalannya jelek."

Kifah: "Ya emang kenapa kalau jalannya jelek jadi pelan-pelan?"

Ummi: "Ya takut jatoh atuh, Kif."

Kifah: "Ih Ummi, kan Allah Maha Melindungi."

Ummi: -_____-


72. Sayang Binatang

Ada kucing lewat, masuk ke dalam rumah.

Kifah: "Mi, kalau kita harus sayang binatang?"

Ummi: "Iya."

Kifah "Kucing juga?"

Ummi: "Iya, termasuk kucing."

Kifah: "Mi, kalau kita sayang sama kucing berarti kita menyembah kucing?"

Ummi: "Ya enggak atuh, Kif."

Kifah: "Kan kalau kita sayang sama Alloh, berarti kita menyembah Alloh."

Ummi: "Iya, tapi kalau sama kucing mah, nggak."

Kifah: (muka bingung) "ih, Ummi, mah."

**Butuh berulang-ulang emang ngejelasin konsep Ketuhanan ke anak-anak


73. Kiamat

Kifah: "Mi, kiamat itu kapan, si?"

Ummi: "Gak tau Kif, gak ada yang tau kecuali Alloh."

Kifah:"Trus nanti kalau Kiamat ngapain aja? Foto-foto?"

Ummi: *nangis darah*


74. Niru Iklan

Kifah: (lagi niru iklan makanan yang gak bikin gemuk di TV) "Mau langsing, malah ngomel terus."

Ummi: "NGEMIILLL KIF, BUKAN NGOMELLL."


75. Malaikat Munkar Nakir

Kifah pulang sekolah, capek abis ujian hafalan.

Kifah: "Mi, kalau kita mati nanti Malaikat Munkar Nakir nanyain hafalan surat apa sih?"

Ummi: *&(*^&%$^&*)+_+


76. Penjajah

Kifah: "Bi, dulu penjajah ngapain sih ke Indonesia?"

Abbiy: "Menjajah."

Kifah: "Emang mereka mau apaan?"

Abbiy: "Mau rempah-rempah dari Indonesia."

Kifah: "Kenapa mereka gak minta baik-baik aja?"

Abbiy: "Iya juga sih, Kif."



77. Gua Jepang

Abbiy: "Kif, ini namanya Gua Jepang."

Kifah: "Siapa yang bikin, Bi?"

Abbiy: "Yang bikin orang Indonesia."

Kifah: "Oh, aku tau. Sekarang Jepang sama Indonesia udah temenan kan?"

Abbiy: "Iya, udah."

Kifah: "Iya, soalnya udah dibantuin dibikinin Gua sama orang Indonesia."

Abbiy: "Kumaha kamu, weh."



78. Ayat-Ayat Cinta

Kifah lagi nonton Ayat-Ayat Cinta 2 di TV, waktu libur lebaran kemarin.

(adegan Fahri dikasih tempe Mendoan sama Hulya)

Fahri: "Dari sekian makanan ini, aku paling kangen nih sama Tempe Mendoan."

Hulya: "Tempe Mendoan ini spesial aku bikinin buat kamu, Fahri."


Kifah: "Pasti abis ini iklan bumbu racik tempe."


Abbiy dan Ummi: *ngakak guling-guling*



79. Hore, Aku Laki-Laki



Kifah: "Ummi, lagi hamil ya?"

Ummi: "Iya."

Kifah: "Waktu ngelahirin sakit?"

Ummi: "Ya sakit."

Kifah: "Horeee, asiikkk. Untung aku laki-laki, jadinya nanti kalau udah gede aku gak hamil."

Ummi: -________- pikasebeuleun



80. Gak Sopan!


Kifah: "Abbiy, aku sebel!."

Abbiy: "Sebel kenapa?"

Kifah: "Itu di bawah, waktu aku jualan ada yang gak sopan sama aku."

Abbiy: "Gak sopan gimana?"

Kifah: "Masa, aku dipanggil, Dek."

Abbiy: "Ya bagus atuh, sopan itu, mah."

Kifah: "Masalahnya, yang manggil Dek ke aku itu anak TK. Kan aku udah SD."

Abbiy: WKWKWKWKWKWKWKWK



Sampai jumpa diseries berikutnyaa yaaaaa :D



Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). QS. Al-Kautsar:2

Lebaran Idul Fitri berlalu sudah, sebentar lagi kita akan menyambut hari raya umat Islam yang kedua yakni Idul Adha, yang jatuh pada bulan Agustus 2018 mendatang, insya alloh.

Jika hari raya Idul Fitri identik dengan pelaksanaan shaum atau puasa Ramadhan selama satu bulan lamanya di bulan Ramadhan, hari raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan qurban, seperti unta, sapi, kambing, atau pun domba.

Di Indonesia sendiri, pada hari Raya Idul Adha, masyarakat beramai-ramai menyembelih hewan qurban seperti kambing dan sapi sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban biasanya dilaksanakan selesai shalat Idul Adha hingga 3 hari setelahnya atau biasa disebut hari Tasyrik. Biasanya, daging hasil pemotongan hewan qurban dibagi secara merata di desa-desa atau kota tertentu, agar semua orang bisa menikmati hewan qurban dan berhari raya dengan suka cita.

Tapi sesungguhnya, keadaan sebaliknya terjadi di daerah pedalaman Indonesia seperti kawasan Indonesia Timur, di NTT misalnya.

Perayaan Idul Adha tidak semeriah di kota besar. Jumlah penduduk muslim yang memang tidak terlalu banyak, serta belum pahamnya masyarakat tentang pelaksanaan ibadah Qurban menjadi kendala. 

Padahal, konsumsi daging di NTT masih sangat rendah, serta kondisi peternakan lokal masih belum semaju di daerah lain, dan daerah NTT berpotensi untuk menjadi penghasil ternak yang produktif di kawasan Indonesia Timur.

Beberapa alasan di atas, mendorong Yayasan Insan Bumi Mandiri atau IBM yang merupakan sebuah lembaga sosial di Indonesia, tergerak untuk melakukan langkah nyata,  membantu saudara kita di kawasan Timur Indonesia, khususnya NTT untuk meningkatkan produksi ternak sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui program Qurban di pedalaman.

Berdiri pada tahun 2016 lalu, IBM yang sangat concern dengan program pemberdayaan di kawasan pedalaman Indonesia ini, menghadirkan sebuah program yang mampu menyambungkan asa dari kota ke desa-desa terpencil, sekaligus memberdayakan masyarakat di NTT melalui program Qurban di pedalaman.

Media dan Blogger Gathering bersama IBM

Bersama Pak Ridwan Hilmi, selaku Direktur IBM dan Ustadz Kadir Djaibakal, seorang relawan yang berasal dari NTT,  Rabu, 18 Juli 2018 kemarin, saya dan rekan-rekan Blogger melakukan diskusi dan sharing seputar program Qurban di Pedalaman yang di gagas oleh IBM ini.

Konfrensi Pers Qurban di Pedalaman
(Kiri ke kanan: Mbak Yessy/moderator, Pak Ridwan, Ustadz Kadir)

“Partisipasi dan dukungan dari masyarakat di wilayah perkotaan dalam program Qurban di pedalaman, telah dan akan menjadi solusi konkrit untuk memberikan dampak pemberdayaan bagi masyarakat di pelosok dan pedalaman Indonesia. Tahun 2017, IBM menghimpun 769 kambing qurban dari masyarakat-yang mengalami kenaikan hingga 400% sejak 2016 lalu,” terang Ridwan.

Dengan program ini, IBM berharap mampu memberdayakan lebih dari 200 peternak lokal, dan mampu menambah konsumsi daging masyarakat NTT sekaligus merasakan keberkahan hari Raya Idul Adha, karena daging hasil penyembelihan hewan qurban dibagikan kepada seluruh masyarakat baik yang beragama muslim maupun non muslim.

Dan pada tahun 2018 ini, IBM memiliki target 2.000 ekor kambing dan 300 ekor sapi yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha yang akan menyambut kita satu bulan dari sekarang.

Bagaimana caranya untuk turut serta dalam program Qurban di pedalaman?

Mudah sekali untuk berpartisipasi dalam program Qurban di pedalaman bersama IBM ini. Selain bisa membeli hewan Qurban senilai 1,7 juta rupiah (Satu ekor kambing dengan berat 1/7 berat satu ekor sapi), kita juga bisa membuka tabungan Qurban di IBM yang berlangsung selama 10 bulan.

Prioritas utama wilayah distribusi Qurban di pedalaman ini adalah:

Pulau Alor, Pulau Pantar, Lembata, Sikka, Waingapu Sumba dan Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, IBM menyatakan komitmennya agar distribusi Qurban tahun ini bisa menjangkau wilayah-wilayah di Sumatera (Muratara, Musirawas, Lubuklinggau), Sulawesi (Paringgi Moutong), Flores Timur, dan Papua (Wamena, Timika, Manokwari, Sorong).

Program Pemberdayaan Peternak di Kampung Nurdin

Selain melaksanakan Qurban di pedalaman, IBM juga berkomitmen untuk terus memberdayakan para peternak lokal dengan melakukan pendampingan yang dilakukan oleh ekspertis di bidang peternakan, agar masyarakat di pedalaman khususnya di Nusa Tenggara ini mampu membudidayakan hewan ternak yang unggul sehingga mampu bernilai ekonomis tinggi.

Image from pexels

Nilai ekonomis ini tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT, karena selama ini, masyarakat NTT masih beternak secara tradisional dengan hanya 2 atau 3 ekor kambing saja disamping bertani atau pun melaut.

Potret kondisi ekonomi ini juga disampaikan oleh Ustadz Kadir Djaibakal yang menjadi relawan lokal IBM di Pulau Pura, Alor, dan NTT. 

“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Pulau Pura, melainkan di seluruh wilayah Alor. Kami perlu sambung tangan para donatur dan masyarakat yang memiliki kelebihan harta, agar mau melihat bahkan membantu secara langsung kesulitan warga kami di sini.” Tegas Kadir.



Tentunya IBM sangat optimis, di tahun 2018 ini program Qurban di pedalaman akan mencapai target yang telah ditetapkan oleh IBM, tentunya dengan dukungan dari kita semua, masyarakat perkotaan yang insya alloh telah rutin berkurban di wilayah tempat tinggal kita sendiri.

Dengan melihat fakta dan semangat dari IBM, saya sendiri jadi termotivasi untuk melakukan Qurban di pedalaman, karena mengingat besarnya manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang ada di daerah pedalaman Indonesia untuk merasakan keberkahan dan suka cita Idul Adha.

Program Pemberdayaan dari Insan Bumi Mandiri

Selain program Qurban di pedalaman, IBM yang merupakan lembaga sosial yang concern memberdayakan masyarakat pedalaman di Indonesia juga memiliki berbagai program pemberdayaan seperti Pendidikan, Pembangunan, Ekonomi, dan juga kesehatan. Program khusus lainnya yakni Qurban di pedalaman, juga Ramadhan di pedalaman.

Lebih jelas dan lengkap berbagai langkah nyata program pemberdayaan dari IBM ini, dapat diakses melalui www.insanbumimandiri.org

Yuk, kita sambung asa dan memberdayakan saudara kita yang berada di pelosok dan pedalaman Indonesia, sekaligus memberikan kebahagiaan dan keberkahan hari raya Idul Adha dengan berqurban.



Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]

Siapa yang pernah punya penngalaman atau sedang mengalami si kecil sering terbangun di malam hari, nangis atau menjerit, dan sulit ditenangkan?

Kalau saya sih pernah banget, waktu Kifah bayi dulu.

Saat Kifah bayi hingga batita, Kifah sering sekali terbangun di malam hari di jam yang hampir sama, menangis keras dan sulit ditenangkan atau dibujuk supaya gak nangis lagi. 

Setiap jam 1 atau jam 2 dini hari, Kifah tiba-tiba terbangun, nangis, rewel, bahkan seperti menjerit ketakutan.

Waktu itu saya takut kalau tangisan Kifah setiap malam hari itu mengganggu tetangga, apalagi tetangga pasti sedang nyenyak tidur. Sampai suatu saat tetangga yang memang merasa terganggu menyarankan saya melakukan hal yang aneh-aneh, seperti:

“Bu, rumahnya taburin garem.”

“Bu, taburin kacang hijau di sekeliling rumah.”

“Bu, ini air do’a, siapa tau anaknya diganggu makhluk ghaib, soalnya rumahnya udah lama kosong.”

T_____T

Sebagai orang tua baru waktu itu, saya bingung mau berkata apa. Ya paling “iya, iya.” Aja kalau ada tetangga yang nyaranin melakukan hal-hal yang gak keterima logika.

Karena memang hampir setiap malam Kifah terbangun dan menangis dengan kerasnya, saya pun banyak mencari informasi dari mana-mana tentang anak yang sering rewel di malam hari. Dan internet atau google jadi salah satu ‘narasumber’.

Menurut beberapa artikel di internet, bayi atau batita bisa rewel di malam hari di karenakan kolik, ada anggota tubuh yang sakit, ya intinya kondisi tubuhnya tidak nyaman.

Dan memang, Kifah itu anak yang aktif dari semenjak bayi sampai sekarang ini, mungkin kalau saya pikir ulang, badannya itu sering pegal, sakit, atau gak nyaman saat tidur malam. Makanya dia sering kali terbangun sambil menangis dengan keras, padahal ditengah tidur nyenyaknya.


Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]
Bayi rewel membuat bayi kurang nyaman dan bahagia, ibu juga mudah lelah dan stress

Beberapa artikel di internet pun menyarankan kalau bayi yang seringkali rewel harus diberikan terapi pijat bayi atau baby SPA. Gunanya untuk merelaksasi tubuhnya yang pegal atau tidak nyaman, dan membuat suasana hatinya pun lebih bahagia, sehingga tidur malamnya bisa lebih nyenyak.

Selain itu, manfaat SPA Bayi yang lain adalah:

1. Menambah nafsu makan, karena pencernaannya lebih sehat dan mudah untuk buang air besar yang menyebabkan nafsu makannya meningkat.

2. Melancarkan peredaran darah bayi, bayi bisa selalu ceria, tidak mudah stress dan bisa membuat jantungnya lebih sehat.

3. Meningkatkan kualitas daya tanggap bayi. Motorik bayi akan mudah berkembang, tidak mudah rewel dan menangis.

4. Meningkatkan kualitas tidur bayi. Ini dia yang saya perlukan waktu itu, ternyata SPA bayi itu bisa merelaksasi otot atau persendian bayi yang sakit, sehingga bayi bisa tertidur dengan nyaman dan pulas, sehingga pola tidur bayi menjadi baik dan berkualitas.

5. Meningkatkan ikatan batin dan komunikasi. SPA bayi yang dilakukan oleh Ibu, juga akan menambah kedekatan atau bonding antara ibu dan bayi, karena biasanya saat memijat bayi, Ibu akan berkomunikasi dengan bayi, dan bayi akan merespon sentuhan ibu dan ucapan yang dilakukan oleh ibu.

6. Pijatan lembut akan membuat rileks. Pijatan lembut saat melakukan SPA bayi akan membuat bayi melepaskan hormon Endorfin dan Oksitosin yang bermanfaat agar bayi lebih nyaman, rileks, dan bahagia.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]
Bayi yang sehat akan membuatnya lebih bahagia

7. Memperbaiki sistem pernafasan bayi. SPA bayi pun membuat sistem pernafasan bayi menjadi lebih baik. Bayi bisa bernafas lebih baik dan lebih teratur.

8. Menurunkan kadar hormogen Adrenalin. SPA bayi dapat mengaktifkan kinerja neurotransmiter serotin yaitu dengan meningkatkan sel reseptor yang memperkuat sistem imun bayi serta mempertebal adrenalin. Fungsinya adalah menurunkan kadar hormogen Adrenalin atau rasa stress berlebihan pada bayi.

9. Membuat bayi aktif bergerak. Bayi yang sering melakuan SPA bayi, akan terangsang kecerdasan motoriknya, sehingga bayi lebih percaya diri untuk bergerak dan belajar merangkak ataupun berjalan.

10. Mempercepat pertumbuhan tulang. Pemijatan atau SPA bayi yang seimbang, mampu meningkatkan kepdatan tulang dan mempercepat tubuh bayi menjadi lebih tinggi. SPA bayi melatih tulang dan ototnya agar selalu sehat.

Dengan berbagai manfaat dari SPA bayi dan pijat bayi yang saya baca di internet, saya pun berikhtiar untuk Kifah yaitu dengan melakukan pijat bayi di rumah. Kebetulan di Bandung waktu itu ada seorang saudara yang mahir memijat bayi.

Namun, saat melakukan pemijatan, Kifah terlihat kurang nyaman karena takut dengan orang lain yang bukan ibunya. Alhasil, bukannya dipijit dengan bahagia, Kifah malah menangis keras karena ketakutan. Hadeuuhh.

Karena Kifah nampak kurang nyaman dipijat oleh orang lain, yasudah akhirnya saya pun mencari bahan atau referensi cara memijat bayi yang mudah dilakukan sendiri di rumah.

Selain membaca dari internet, saya pun membaca dari beberapa booklet yang saya dapatkan tentang tata cara memijat bayi yang simpel dan mudah dilakukan sendiri oleh ibu setiap hari.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel Dengan Pijat Bayi

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Berbekal pengalaman Kifah ketika bayi, yang sering rewel dan nampak gak nyaman di malam hari. Saya pun lebih sering melakukan pijat bayi sendiri di rumah ketika Aldebaran, anak kedua saya lahir.

Setiap habis mandi, bahkan saat mandi pun, saya melakukan pijatan-pijatan sederhana agar Aldebaran merasa nyaman. Biasanya saya menggunakan produk perawatan bayi seperti baby oil, atau pun baby lotion.

Alhamdulillah, Aldebaran lebih mudah tidur nyenyak sejak hari pertama dilahirkan. Less drama banget pokoknya, dan gak bikin begadang. Aldebaran selalu tidur nyenyak sampai pagi hari, malah kadang saya yang khawatir kebablasan, karena malam hari pun Aldebaran harus tetap minum ASI, sedangkan dia masih tidur pules dan gak pernah bangun kecuali popoknya basah.


Cara Melakukan Pijat Bayi yang Sederhana dan Mudah dilakukan di Rumah

Gerakan pijat sederhana ini sering saya lakukan setiap selesai memandikan bayi, sebelum memakaikan pakaiannya. Mudah dan tidak perlu waktu yang lama. Udah gitu, pijat bayi gak usah pakai tenaga yang berlebihan, hehehe. Jadi gak akan capek walau dilakukan setiap hari.

1. Peregangan

Posisi bayi terlentang, dua kaki dan lututnya dipegang, kemudian ditempelkan ke perut bayi. Ini gerakan favorit Kifah dan Aldebaran, soalnya seringkali ketika melakukan gerakan ini, mereka sekalian buang gas. Kedua kaki pun bisa diputar dengan gerakan melingkar, ke kiri dan ke kanan.

Gerakan ini bisa menyembuhkan perut kembung dan membuat bayi nyaman karena bisa mengeluarkan gas dari perutnya.

2. Memijat Kaki Bayi

Pegang kedua kaki bayi dengan satu tangan, kemudian ditepuk-tepuk sepanjang tungkai dengan perlahan. Usap turn naik dari jari kaki sampai ke pinggul dan kembali lagi ke jari kaki. Telapak kaki bayi juga dipijat dan tarik jari-jemarinya dengan lembut dan perlahan.
Gunakan jempol untuk mengusap bagian bawah kakinya dari tumit hingga kek kaki dan pijat sekeliling pergelangan kakinya.

3. Memijat Perut Bayi

Gerakan yang familiar adalah gerakan I-L-U atau I LOVE YOU. Dan ini juga gerakan favorit Kifah dan Aldebaran ketika dipjit.

Gerakan memijatnya pun mudah diingat, cukup memijat perut bayi dengan gerakan I-L-U terbailk saja ya.

Caranya adalah:

Pijat perut bayi sebelah kiri dari bawah Iga ke arah bawah perut (Huruf I)

Pijat melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)

Pijat dari kanan bawah bayi naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U (terbalik) dan turun lagi ke kiri bayi.

4. Memijat Tangan Bayi

Gerakannya hampir sama dengan cara memijat kaki bayi, jangan lupa telapak tangan bayi dipijit dan jari jemarinya ditarik perlahan dan lembut.

5. Memijat Punggung Bayi

Telungkupkan bayi di kasur atau di kaki ibu, kemudian pijat perlahan dari atas punggung bayi hingga ke bawah. Lakukan gerakan memutar membentuk lingkaran kecil di sepanjang tulang punggungnya.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]
Aldebaran suka banget dipijitin punggungnya

Mudah kan untuk dilakukan?

Gak perlu waktu lama dan sangat bisa dilakuan setiap hari di rumah untuk membuat tubuh bayi nyaman dan rileks, serta mengeratkan bonding antara ibu dan bayi.

Mencoba Produk Perawatan Baby SPA Little Bee dari Tupperware

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]

Sampai sekarang pun, kebiasaan memijat masih selalu saya lakukan loh. Bahkan Kifah yang sudah berusia 7 tahun pun masih sering minta dipijat sama Ummi atau Abbiy. Makanya, baby lotion selalu ada aja stocknya, karena anak-anak semuanya seneng dipijit.

Sebelum tidur pun, Aldebaran sering minta dipijit punggungnya. Biasanya saya menggunakan baby lotion, baby oil, atau pun sekedar mengusap-usap punggungnya dengan baby powder atau bedak bayi.

Tahu-tahu, Aldebaran udah tidur deh sambil dipijit atau diusap-usap punggungnya.

Hehe, bayi mah tau aja yah kalau dipijit itu memang enak dan bikin rileks, bahkan bikin ngantuk juga saking nyamannya.

Mencoba produk Little Bee dari Tuppperware

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]
Produk Little Bee dari Tupperware


Kok dari Tupperware?

Bukannya Tupperware itu produsen alat makan plastik ya? Yang warna-warni itu? Iya benerrr, Tupperware yang itu. Produk dapur favorit ibu-ibu seindonesah raya, yang kalau ilang bisa bikin gunjang-ganjing urusan rumah tangga, hahahaaa.

Jadi, Tupperware mengeluarkan produk baru yang berbeda yaitu produk perawatan bayi yang memungkinkan Ibu melakukan SPA Baby di rumah. Produk perawatan bayi yang dikeluarkan oleh Tupperware ini ada 6 jenis, dengan aroma yang lembut dan menyegarkan.

Ada 3 klasifikasi produk, yaitu Pijat Little Bee, Mandi Little Bee, dan Segar Little Bee. Alhamdulillah saya berkesempatan mencoba rangkaian produk Little Bee ini untuk Aldebaran di rumah.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Dengan Formula+ Aloe Vera (ekstrak lidah buaya) membantu memberikan stimulasi pijatan dan merangsang regenerasi kulit. Mudah menyerap dan tidak meninggalkan kesan berminyak.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Formula+ Minyak Zaitun dan Lamesoft (Campuran ekstrak alami minyak kelapa dan minyak biji bunga matahari) membersihkan sekaligus melindungi kulit bayi.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Formula+ Cetiol Conditioner yang berfungsi untuk melapisi dan menjaga kelembutan alami setiap helai rambut.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]



Formula+ Oleate dan Vitamin E (Ekstrak alami minyak kelapa) menjaga kelembaban kulit bayi sepanjang hari.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]


Formula+ Allantoin, untuk mencegah iritasi dan mencegah kesegaran kulit bayi dengan butiran bedak yang tidak berhamburan (Less powdery) dan mudah menyerap.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]

Apa yang saya suka dari produk Little Bee Baby Spa ini?

Pertama, kemasan, font, dan logonya yang eye catching dan membuat suasana bersama bayi lebih semangat dan ceria.

Kedua, kandungannya terdiri dari natural ingredients, jadi gak khawatir menyebabkan alergi dan memang sudah teruji hypoallergenic.

Ketiga, wanginya lembut dan segar, sukaaaa bangettt.

Keempat, memudahkan Ibu melakukan SPA Bayi di rumah, sekaligus mengeratkan bonding antara Ibu dan bayi.

Kelima, harganya cukup terjangkau (Rp.55,000,- sampai Rp.90.000,-) dengan ukuran 100ml dan 200ml.

Pengalaman Mengatasi Bayi Rewel dengan Baby SPA [+Review Tupperware Little Bee]

Berbekal pengalaman merawat bayi yang rewel dan sering terbangun di malam hari itulah, saya seringkali melakukan SPA Bayi di rumah dengan produk perlengkapan bayi, khususnya setelah mandi atau sebelum tidur.

Insya Alloh, untuk anak ketiga nanti saya pun akan melakukan hal yang sama, yaitu sering melakuakn SPA Bayi di rumah, megingat banyak sekali manfaatnya dan mudahnya dilakukan, bahkan sambil mendekatkan bonding dengan anak.

Ada yang pernah punya pengalaman mengatasi bayi rewel dengan SPA Bayi di rumah? Sharing yuk di kolom komentar :D

***

Sumber referensi:
https://www.tupperware.co.id
https://www.bidanku.com