Qurban Anti Mainstream: Yuk, Qurban di Pedalaman

| On
July 19, 2018


Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). QS. Al-Kautsar:2

Lebaran Idul Fitri berlalu sudah, sebentar lagi kita akan menyambut hari raya umat Islam yang kedua yakni Idul Adha, yang jatuh pada bulan Agustus 2018 mendatang, insya alloh.

Jika hari raya Idul Fitri identik dengan pelaksanaan shaum atau puasa Ramadhan selama satu bulan lamanya di bulan Ramadhan, hari raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan qurban, seperti unta, sapi, kambing, atau pun domba.

Di Indonesia sendiri, pada hari Raya Idul Adha, masyarakat beramai-ramai menyembelih hewan qurban seperti kambing dan sapi sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban biasanya dilaksanakan selesai shalat Idul Adha hingga 3 hari setelahnya atau biasa disebut hari Tasyrik. Biasanya, daging hasil pemotongan hewan qurban dibagi secara merata di desa-desa atau kota tertentu, agar semua orang bisa menikmati hewan qurban dan berhari raya dengan suka cita.

Tapi sesungguhnya, keadaan sebaliknya terjadi di daerah pedalaman Indonesia seperti kawasan Indonesia Timur, di NTT misalnya.

Perayaan Idul Adha tidak semeriah di kota besar. Jumlah penduduk muslim yang memang tidak terlalu banyak, serta belum pahamnya masyarakat tentang pelaksanaan ibadah Qurban menjadi kendala. 

Padahal, konsumsi daging di NTT masih sangat rendah, serta kondisi peternakan lokal masih belum semaju di daerah lain, dan daerah NTT berpotensi untuk menjadi penghasil ternak yang produktif di kawasan Indonesia Timur.

Beberapa alasan di atas, mendorong Yayasan Insan Bumi Mandiri atau IBM yang merupakan sebuah lembaga sosial di Indonesia, tergerak untuk melakukan langkah nyata,  membantu saudara kita di kawasan Timur Indonesia, khususnya NTT untuk meningkatkan produksi ternak sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui program Qurban di pedalaman.

Berdiri pada tahun 2016 lalu, IBM yang sangat concern dengan program pemberdayaan di kawasan pedalaman Indonesia ini, menghadirkan sebuah program yang mampu menyambungkan asa dari kota ke desa-desa terpencil, sekaligus memberdayakan masyarakat di NTT melalui program Qurban di pedalaman.

Media dan Blogger Gathering bersama IBM

Bersama Pak Ridwan Hilmi, selaku Direktur IBM dan Ustadz Kadir Djaibakal, seorang relawan yang berasal dari NTT,  Rabu, 18 Juli 2018 kemarin, saya dan rekan-rekan Blogger melakukan diskusi dan sharing seputar program Qurban di Pedalaman yang di gagas oleh IBM ini.

Konfrensi Pers Qurban di Pedalaman
(Kiri ke kanan: Mbak Yessy/moderator, Pak Ridwan, Ustadz Kadir)

“Partisipasi dan dukungan dari masyarakat di wilayah perkotaan dalam program Qurban di pedalaman, telah dan akan menjadi solusi konkrit untuk memberikan dampak pemberdayaan bagi masyarakat di pelosok dan pedalaman Indonesia. Tahun 2017, IBM menghimpun 769 kambing qurban dari masyarakat-yang mengalami kenaikan hingga 400% sejak 2016 lalu,” terang Ridwan.

Dengan program ini, IBM berharap mampu memberdayakan lebih dari 200 peternak lokal, dan mampu menambah konsumsi daging masyarakat NTT sekaligus merasakan keberkahan hari Raya Idul Adha, karena daging hasil penyembelihan hewan qurban dibagikan kepada seluruh masyarakat baik yang beragama muslim maupun non muslim.

Dan pada tahun 2018 ini, IBM memiliki target 2.000 ekor kambing dan 300 ekor sapi yang akan disembelih pada hari raya Idul Adha yang akan menyambut kita satu bulan dari sekarang.

Bagaimana caranya untuk turut serta dalam program Qurban di pedalaman?

Mudah sekali untuk berpartisipasi dalam program Qurban di pedalaman bersama IBM ini. Selain bisa membeli hewan Qurban senilai 1,7 juta rupiah (Satu ekor kambing dengan berat 1/7 berat satu ekor sapi), kita juga bisa membuka tabungan Qurban di IBM yang berlangsung selama 10 bulan.

Prioritas utama wilayah distribusi Qurban di pedalaman ini adalah:

Pulau Alor, Pulau Pantar, Lembata, Sikka, Waingapu Sumba dan Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, IBM menyatakan komitmennya agar distribusi Qurban tahun ini bisa menjangkau wilayah-wilayah di Sumatera (Muratara, Musirawas, Lubuklinggau), Sulawesi (Paringgi Moutong), Flores Timur, dan Papua (Wamena, Timika, Manokwari, Sorong).

Program Pemberdayaan Peternak di Kampung Nurdin

Selain melaksanakan Qurban di pedalaman, IBM juga berkomitmen untuk terus memberdayakan para peternak lokal dengan melakukan pendampingan yang dilakukan oleh ekspertis di bidang peternakan, agar masyarakat di pedalaman khususnya di Nusa Tenggara ini mampu membudidayakan hewan ternak yang unggul sehingga mampu bernilai ekonomis tinggi.

Image from pexels

Nilai ekonomis ini tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT, karena selama ini, masyarakat NTT masih beternak secara tradisional dengan hanya 2 atau 3 ekor kambing saja disamping bertani atau pun melaut.

Potret kondisi ekonomi ini juga disampaikan oleh Ustadz Kadir Djaibakal yang menjadi relawan lokal IBM di Pulau Pura, Alor, dan NTT. 

“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Pulau Pura, melainkan di seluruh wilayah Alor. Kami perlu sambung tangan para donatur dan masyarakat yang memiliki kelebihan harta, agar mau melihat bahkan membantu secara langsung kesulitan warga kami di sini.” Tegas Kadir.



Tentunya IBM sangat optimis, di tahun 2018 ini program Qurban di pedalaman akan mencapai target yang telah ditetapkan oleh IBM, tentunya dengan dukungan dari kita semua, masyarakat perkotaan yang insya alloh telah rutin berkurban di wilayah tempat tinggal kita sendiri.

Dengan melihat fakta dan semangat dari IBM, saya sendiri jadi termotivasi untuk melakukan Qurban di pedalaman, karena mengingat besarnya manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang ada di daerah pedalaman Indonesia untuk merasakan keberkahan dan suka cita Idul Adha.

Program Pemberdayaan dari Insan Bumi Mandiri

Selain program Qurban di pedalaman, IBM yang merupakan lembaga sosial yang concern memberdayakan masyarakat pedalaman di Indonesia juga memiliki berbagai program pemberdayaan seperti Pendidikan, Pembangunan, Ekonomi, dan juga kesehatan. Program khusus lainnya yakni Qurban di pedalaman, juga Ramadhan di pedalaman.

Lebih jelas dan lengkap berbagai langkah nyata program pemberdayaan dari IBM ini, dapat diakses melalui www.insanbumimandiri.org

Yuk, kita sambung asa dan memberdayakan saudara kita yang berada di pelosok dan pedalaman Indonesia, sekaligus memberikan kebahagiaan dan keberkahan hari raya Idul Adha dengan berqurban.


14 comments on "Qurban Anti Mainstream: Yuk, Qurban di Pedalaman "
  1. Perlu perhatian dan dukungan yang besar ya, Mba.
    Program IBM sangat baik.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah jaman now makin mudah berqurban, bahkan bisa untuk saudara kita yang jauh di pedalaman.

    ReplyDelete
  3. Selama ini berqurban di masjid daerah rumah aja.. karena belum yakin kalo Qurban melalui pihak ketiga gimana gitu.. tapi sekarang dah mulai percaya, bahwa saudara kita yang dipedalaman juga membutuhkan, kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaan kita juga ya mba..

    ReplyDelete
  4. Nah aku setuju lho kurbam mggak hanya dilakukan di kota kota besar aja tetapi juga bisa menjangkau seperti wilayah NTT ini. Senang udah banyak yang memfasilitasi kurban jauh jauh ke wilayah Indonesia lain. Agar pas hari raya semua bisa menikmatinya

    ReplyDelete
  5. Salut buat IBM, soalnya emang kadang di kota besar khsuusnya yg di Jawa tu suka berlimpah ya hewan qurbannya, sedangnkan di sana mungkin ya kambing itu aset mereka. Semoga amanah IBM dan sukses programnya.

    ReplyDelete
  6. Iya ya kalau dipikir kasian saudara2 kita yg seiman di pedalaman sana. Itu 2000 kambing dan 300 sapi banyak juga ya. Semoga tercapai targetnya. Aamiin

    ReplyDelete
  7. Upaya IBM untuk bisa melaksanakan qurban di pedalaman memang harus di apresiasi nih mba. Biar merata juga ya. Salut deh ama IBM

    ReplyDelete
  8. Ini lebih tertata ya mba pembagiaannya jadi merata untuk saudara-saudara di pelosok. Semoga semakin banyak yang merasakan juga manfaatnya

    ReplyDelete
  9. Masya allah ya IBM ini terpikirkan untuk qurban di pedalaman.Kasian memang mereka yg di pedalaman. Jarang menikmati daging qurban.

    ReplyDelete
  10. Jadi ikut sedih kalo sodara2 Kita di pedalaman gak ikut ngerasain kurban.. Semoga program kurban di pedalaman banyak peminatnya dan jadi bisa merata jug kurbannya.. Keren nih IBM juga memberdayakan pwternak lokal ya.. Semoga taraf ekonomi di sana juga jadi ikut meningkat.. Aamiiiin..

    ReplyDelete
  11. Prihatin ya rasanya,masih ada saudara kita yang jarang mengkonsumsi daging karena akses yang sulit dijangkau.
    Syukur ada IBM yang menjadi kepanjangan tangan pekurban

    ReplyDelete
  12. Masyaa Allah. Semoga terus berkomitmen untuk bisa selalu memberdayakan para peternak lokal dengan melakukan pendampingan ya mbak. Dan semoga berjalan kontinyu

    ReplyDelete
  13. Sering banget melihat bahkan merasakan pembagian daging Qurban. Rata2 malah dibagikan ke tetangga sendiri yang notabene bisa dibilang berkecukupan. Dengan adanya program dari IBM ini, semoga bisa menjembatani pembagian secara tepat sasaran ke yang benar2 membutuhkan ya :)

    ReplyDelete
  14. Baru tahu kurban di pedalaman, tapi bagus ya lebih kena

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D