Halo temen-temen, sehat semua kan hari ini? 

Rabu, 29 November 2017 saya diundang ke Simposium Hari Diabetes Dunia 2017 yang bertempat di Ball Room 1 dan 2 Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta.

Ngomongin soal diabetes, saya baru tau soal diabetes itu waktu awal-awal nikah. Yaitu karena Bapak mertua saya ternyata punya penyakit diabetes.

Sekilas, bapak mertua saya itu tampak sehat dan baik aja loh. Tiap pagi, bapak pasti nyempetin buat lari pagi keliling stadion UPI Bandung. Setiap jam 7 pagi dan itu rutin.

Kalau kita-kita anaknya ada di rumah, Bapak pasti bilang, "hayu geura lumpat." Kata Bapak. Artinya, ayo cepetan lari.

Misalnya kita lagi mudik pun, Bapak selalu komen, "Badan jadi gak enak ya? Pasti jarang lari, jarang olah raga ya." Gitu kata Bapak.

Dan kalau Bapak lagi nginep di Bogor, di rumah saya. Bapak pasti tiap pagi bilang,  "Mau lari dulu ah, keliling kampung. Biar keringetan."

Sedangkan kita anak-anaknya pada leha-leha deh sambil nyarap bubur, mandi aja kadang belum, mwahaha.

Beneran deh, Bapak gak keliatan sakit kalau ga lagi minum obat. YESSS Kemana-mana Bapak pasti bawa kantong obat, karena kata Bapak, obat diabetesnya harus dimakan sebelum makan, dan ada yang dikonsumsi di tengah makan.

Diabetes adalah PTM alias Penyakit Tidak Menular, tapi jangan tanya efeknya. Diabetes adalah salah satu penyakit yang mematikan dan paling ditakuti di dunia.

Menurut Bu Menteri Kesehatan, dr.Nila Moeleok, penyakit diabetes adalah pangkal dari penyakit tidak menular lainnya.

Oleh karena itu, Bu Menkes sangat menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Yaitu dengan cara CERDIK.

Cek kesehatan secara rutin.

Enyahkan asap rokok.

Rutin melakukan aktivitas.

Diet yang sehat.

Istirahat yang cukup.

Kelola stres.

Cara CERDIK tersebut adalah rumus untuk menerapkan gaya hidup sehat bagi kita, agar terhindar dari Penyakit Tidak Menular yang mematikan.

Sejauh Mana Kita Tahu Penyakit Diabetes Melitus?

Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor.

Seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin dengan simtoma berupa hiperglekimia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Bagaimana Gejala Diabetes Melitus?

1. Sering berkemih
2. Haus berlebihan
3. Lapar sekali
4. Kehilangan berat badan
5. Nafas berbau buah
6. Kelelahan
7. Kehilangan perhatian dan konsentrasi
8. Muntah dan nyeri lambung
9. Kaburnya penglihatan
10. Sering terinfeksi
11. Penyembuhan luka yang lambat
12. Mengompol di waktu tidur, pada anak dan dewasa

Siapa saja yang beresiko terkena diabetes?

1. Kelompok usia tua (45 tahun ke atas)
2. Kegemukan, BB (kg) > 120% BB ideal
3. Tekanan darah tinggi, >140/90 mmHg
4. Riwayat keluarga DM, ayah, ibu atau saudara kandung ada yang terkena penyakit Diabetes Melitus.
5. Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi >4.000 gram
6. Riwayat DM pada kehamilan
7.Dislipidemia (HDL< 35 mg/dl) dan atau Trigliserida >250mg/dl
8. Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu).

Diabetes pada Wanita.

Ini yang paling menarik buat saya, lebih dari 199 juta wanita hidup dengan diabetes di dunia ini. 1 dari 7 kelahiran diprediksi akan menderita diabetes. Hmm, berarti ini diabetes yang diturunkan dari ibu ke bayi.

Saya sebagai perempuan tentu takut terkena diabetes, amit-amit sampai diturunkan ke bayi.

Posbindu PTM



Pemerintah sendiri mendirikan Posbindu di tiap desa untuk menekan angka Penyakit Tidak Menular di masyarakat.

Pos Pembinaan Terpadu PTM ini merupakan salah satu upaya kesehatan berbaris masyarakat yang bersifat promotif dan preventif  dalam rangka deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM yang dilakukan secara terpadu, rutin, dan periodeik.

Kegiatan Posbindu ini seperti, mengecek kesehatan masyarakat secara berkala, seperti kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah tinggi, pengukuran lingkar perut, dan lainnya.

Apabila ditemukan "hal yang aneh dan mencurigakan" maka pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cegah Resiko Tinggi Diabetes dan Hipertensi



Rabu 29 November 2017 bertempat di Hotel Riltz Carlton, Menteri Kesehatan dr. Nila Moeloek meresmikan gerakan Cegah Resiko Tinggi Diabetes dan Hipertensi, didampingi oleh Perdana Menteri Negara Denmark pada Simposium Hari Diabetes Dunia 2017.


Bu Menteri Kesehatan, lagi-lagi menekankan pentingnya pola hidup sehat melalu CERDIK dan GERMAS. Bu menteri juga berharap agar kita senantiasa mengkonsumsi sayur, buah, dan memperbanyak makan ikan.

4 Pilar Pengendalian Diabetes

Ada 4 pilar penting untuk mengendalikan penyakit Diabetes Melitus, yaitu:

1. Edukasi, diabetes tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikendalikan.

2. Makanan, konsumsi makanan sehat dan mencukupi kebutuhan diet tubuh.

3. Olah raga teratur.

4. Obat, hanya dikonsumsi ketika dibutuhkan.


Cegah Diabetes Dimulai dari Diri Kita.

Penyakit tidak menular menjadi salah satu concern pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

GERMAS dan CERDIK adalah gaya hidup yang digulirkan pemerintah untuk mencegah resiko tinggi diabetes dan hipertensi.

Yuk ah Hidup Lebih Sehat!

...

Sumber: wikipedia
Dinkes.inkuhab.go.id


Masih inget gak sama program ‘Diet Kenyang’ nya Mbak Dewi Hughes? Iya, diet yang bisa menurunkan berat badan Mbak Dewi Hughes hingga setengahnya itu loh. Berat badannya yang semula 150 kg, berkurang hingga 75 kg. Beuh, idaman emak sedunia ini mah.

Berkaca pada diet yang dilakukan oleh Mbak Dewi Hughes, ternyata tren atau gaya hidup sehat kembali bangkit dan berkembang di era milenial seperti sekarang.

Seperti kita tahu, berbagai jenis gaya hidup sehat dan diet sehat lainnya sedang jadi trending topic di media sosial kan?

Gak usah saya sebutin deh, temen-temen pasti udah banyak tau tentang jenis diet dan gaya hidup sehat yang lagi hype sekarang ini.

Tapi apakah gaya hidup sehat yang sedang horang lain jalankan itu apakah yakin sehat? Apa cuma buat sekedar ikutan tren atau gegayaan aja?

Kampanye #YakinSehat

Kiri ke kanan, Pak Budi Gunawan, Chef Steby, dan Mbak Helga

Selasa, 28 November 2017 Zurich Topas Life mengajak masyarakat untuk lebih kritis akan masalah kesehatan melalui kampanye #YakinSehat

Acara yang bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat ini diharapkan memberikan dampak bagi kualitas kehidupan masyarakat Indonesia sendiri.

Kampanye #YakinSehat yang bertempat di Almond Zucchini Jalan Prapanca No.6 ini dihadiri oleh 3 narasumber, yaitu Bapak Budi Darmawan sebagai Chief Agency Officer Zurich Topas Life, Chef Steby Rafael yang merupakan Healthy Food Specialist dan Mbak Helga Angelina, co Founder Burgreens yaitu restoran organik yang menyajikan berbagai Healthy Plant Based Food.

Saya tergelitik dengan ucapan Pak Budi Gunawan, menurutnya orang zaman sekarang itu tau bahwa gaya hidup sehat itu penting. Banyak diet dan gaya hidup sehat yang dilakukan, namun kesadaran untuk benar-benar hidup sehat itu belum banyak disadari oleh masyarakat.

Bahkan, ada loh orang yang dengan bangganya bilang, “Nih, saya udah pasang ring di jantung loh.” Ucap Pak Budi Gunawan. “Punya penyakit tapi kok berasa keren.” Lanjutnya.

Ha, iya sih. Lagian emang kita juga yang muda *cie mudaaa* selalu aja berpikiran, “yaelah mumpung muda kelesss, banyakin makan yang enak-enak. Biarin lah entar diabetes atau kolesterol kalau udah tua aja.”

Laaahhh. Tapi iya sih kadang suka kepikiran begitu juga, haha. Nafsu oh nafsu, pengennya kulineran melulu.

Padahal nih, faktanya adalah:

Menurut data WHO, 63% atau sekitar 36 juta kematian dari total 57 juta kematian di dunia, itu diakibatkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dipicu oleh rokok, diet yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol.

Penyakit yang menyerang terutama adalah jantung, kanker, penyakit pernafasan dan diabetes.
Di Indonesia, PTM juga merupakan penyebab kematian terbanyak. WHO memperkirakan kematian akibat PTM di Indonesia telah meningkat dari 50,7% pada tahun 2004, menjadi 71% di tahun 2015.

Menurut Chef Steby Rafael, pola makan dan gaya hidup kita memang harus diubah. Yaitu menuju gaya hidup yang lebih sehat. “Gak udah terlalu ekstrim sih berubahnya, pelan-pelan aja menyesuaikan tubuh kita.”

Diet yang Sehat

Chef yang concern di dunia makanan sehat ini pun mengatakan bahwa sekarang di media sosial sedang gencar-gencarnya program diet A, B, C, D,  E dan lain sebagainya.



Padahal yang namanya diet itu beda-beda loh setiap orang, gak bisa disamain. Bisa jadi berhasil dengan orang A tapi gagal di orang B, begitupun sebaliknya. 

Dan satu lagi, yang namanya diet itu bukan untuk kurus atau bahkan anoreksia. Diet itu untuk mengembalikan berat badan kita ke berat badan normal atau ideal, sesuai dengan tinggi dan berat badan kita masing-masing.

Chef Steby juga mengatakan, jangan sampai kita salah dalam melakukan diet atau gaya hidup sehat. Misalkan, makan sayuran terus, atau buah terus. Atau sebaliknya, makan daging terus, protein terus, gak makan lemak sama sekali.

Makanan itu dibutuhkan tubuh untuk meregenerasi sel di tubuh, memberikan energi, menjaga tubuh kita tetap fit. Kalau sampai zat yang seharusnya masuk ke dalam tubuh ini berkurang, bisa-bisa kita malah jadi sakit yang ada. Bukannya sehat malah masuk rumah sakit.

Dalam sepiring makanan yang kita makan, harus ada yang namanya karbohidrat, protein, lemak baik, mineral, vitamin. Semua zat yang diperlukan tubuh harus masuk, kuncinya satu, jangan berlebihan.

Hmm, saya juga jadi mikir nih, kira-kira program diet apa yang cocok buat saya ya? Ini abis ngelahirin perasaan timbangan kok belum balik lagi ke angka cantik. Masih aja betah di posisi hamil 9 bulan 10 hari.


Dan satu lagi, Co Foundernya Burgreens ini inspiring banget menurut saya, namanya Mbak Helga Angelina.

Jadi, ceritanya sejak kecil Mbak Helga ini udah punya banyak penyakit kronis yang divonis oleh dokter akan sangat sulit disembuhkan. Ia alergi dengan 26 item alergen, jadi kalau lagi kambuh alergi termasuk asmanya juga, dia bahkan bisa sampai pingsan loh.

Berbagai obat dan penanganan medis ia jalani, dan memang kebetulan sekali ibunya seorang dokter, hingga ia berusia remaja sekitar 15 tahun ia mengalami insomnia dan beberapa komplikasi seperti penyakit ginjal dan lever/hati.

Mbak Helga sih menduga kalau itu adalah dampak dari segala macam obat-obatan yang ia konsumsi sejak ia masih kecil tadi.


Dan sejak itulah ia berpikir bagaimana caranya untuk bisa sembuh dan menjalani hidup yang lebih sehat. Sampai suatu waktu ia terinspirasi oleh sebuah buku berjudul “The Miracle of Enzym” dan ia terinspirasi untuk melakukan pola hidup yang lebih sehat dengan mengkonsumi makanan yang sehat, diperlukan oleh tubuh, dan tidak berlebihan.

“Aku kalau makan ya seperlunya aku makan, jarang banget aku sampai ngidam makanan tertentu, pokoknya sebisa mungkin aku bener-bener makan makanan yang sehat buat tubuh aku.” Ungkapnya.

Setelah menjalani gaya hidup sehat selama 2 tahun, ia merasa penyakitnya berangsur sembuh dan membaik. Bahkan ia merasa kondisi fisiknya sangat fit sekarang ini, dan satu hal yang bikin iri, timbangannya gak pernah geser-geser kanan dan jadi night mare, apalagi buat perempuan.

Kalau kamu mau tau lebih tentang burgreens dan gaya hidup sehat Mbak Helga, bisa kepoin IGnya di akun @burgreens

Selain itu, motivasi Mbak Helga untuk hidup sehat adalah agar ia bisa menjalani masa tua nanti dengan keluarga, anak, dan cucunya tanpa dihantui oleh rasa takut akan penyakit-penyakit yang menyeramkan yang sudah saya sebut di atas tadi.

Ia pun sangat bersemangat untuk mensosialisasikan gaya hidup sehat ini kepada masyarakat luas, karena ia sendiri sudah merasakan dampaknya secara langsung.

“Kalau kita sehat, hidup kita tentunya akan lebih produktif dan berkualitas.” Ungkapnya lagi.

Zurich Topas Life Punya Zurich Pro-Care

Sayuran hijau yang dipegang Chef Steby ini namanya Kale.
Sayuran yang mengandung lemak dan juga omega 3 juga.

Pak Budi Gunawan, memang mendukung sekali gaya hidup sehat. Ia sendiri sekarang sedang berproses dan berhasil menuju berat badan idealnya sekarang.

“Saya berpikir hidup sehat ini untuk keluarga. Saya masih punya anak yang masih kecil, saya harus senantiasa bergaya hidup sehat demi anak tentunya.” Ucap Pak Budi Gunawan.

“Walaupun Zurich merupakan perusahaan asuransi, tapi saya ingin para nasabah Zurich pun bergaya hidup lebih sehat lho.” Tambahnya.

Zurich Topas Life atau ZTL merupakan bagian dari Zurich Group yang memperluas usahanya di industri asuransi jiwa di Indonesia sejak November 2010. Salah satu produknya adalah Zurich Pro-Care sebagai sebuah solusi perlindungan kesehatan yang membantu mengantisipasi biaya perawatan medis.

Manfaat dari Zurich Pro-Care adalah:

1.Komperhensif, Zurich Pro-Care menyediakan empat pilihan Plan dengan Total Limit Tahunan 2 Miliar Rupiah hingga 15 Miliar Rupiah.

2.Jaminan penggantian biaya medis di seluruh dunia. Kita bisa menikmati fasilitas kesehatan bukan hanya di Indonesia, tapi bisa di luar negeri juga menggunakan Zurich Pro-Care ini.

3.Layanan opini medis kedua, yang memungkinkan kita mendapatkan tambahan informasi berdasarkan diagnosa dari para ahli medis dunia.

4.Layanan medis pramutamu, yaitu fitur pelayanan administrasi 24 jam sehari, 365 hari setahun, agar nasabah mendapatkan pelayanan terbaik.

5.Pemeriksaan kesehatan tahunan. Nasabah berhak mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratsi setiap tahunnya.

6.Tersedia berbagai pilihan manfaat tambahan lainnya yang memberikan perlindungan untuk penyakit kritis.

Temukan lebih banyak tentang Zurich Pro-Care di media sosial Zurich:

Twitter @zurichindonesia
Instagram @zurich.id
Facebook: ZurichID

Demo Masak dan Cooking Challenge

Chef Steby mulai memperagakan menu pertama

Tidak hanya melakukan kampanye #YakinSehat dengan talk show, kami para blogger dan media juga disuguhi dengan demo masak oleh Chef Steby dan ditantang untuk mengulang resep yang sudah diperagakan oleh Chef Steby.

Menu pertama, roti jala isi ayam dengan thousand island

Menu kedua, ini adalah smoothies yang terbuat dari sayuran dan pisang
Icip-icip smoothiesnya

Ceileh cooking challenge, mau ngaduk adonan aja tadi bingung. Ketauan deh di rumah jarang semedi ke dapur.

Kami dibagi menjadi beberapa kelompok, dan tadi saya berdua dengan Mbak Dewi masak-masaknya.

Jadi, tadi kita diminta bikin menu satu yaitu Roti Jala Isi Ayam. Resepnya sih sederhana sebenernya, Cuma tadi kita bingung aja, step by step diresepnya gak begitu detail, dan bingung mau mulai bikin adonan rotinya dari mana dulu.

Bikin roti jala ala ala 

Dan sempet tadi bikin rotinya kebanyakan minyak, mwahaha. Tuh kan ketauan kan kalau di rumah ngapain aja. Ngelambe Turah mulu nih jangan-jangan. Haha, enggak kok, enggak. Istri solehah mah bacanya akun-aku inspiratif dong ah.

*Aminin aja

Tarararaaaaa...

Mirip kan mirip sama buatan Chef Steby

Ini dia hasil kreasi kita. Jangan diliat dari bentuknya ya, lihatlah dari perjuangannya. Ini bikin jala-jalanya susah loh, kadang kegedean, kadang kekecilan. Ini bentuknya udah paling maksimal yang bisa kita bikin. 

Ampun deh kalau disuruh masak-masak begini lagi.

 
Ini dia hasil karya kita
Jadi, gaya hidup sehat itu seperti apa sih?

1. Sadar bahwa gaya hidup sehat memang harus benar-benar kita lakukan dalam keseharian kita.

2. Makan makanan yang sehat, lemaknya, proteinnya, karbohidratnya, vitaminnya, semua harus diperhatikan asupannya ke dalam tubuh.

3. Jangan asal ikutan diet. Perhatikan kebutuhan tubuh kita, jangan asal ikut-ikutan karena setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda.

4. Makanlah sesuai kebutuhan tubuh, jangan terbuai oleh nafsu pada makanan belaka.

5. Proteksi kesehatan diri sebijak mungkin.

Hidup sehat itu bisa kita lakukan loh, asal kita mau dan yakin bisa melakukannya. Kalau kamu udah #YakinSehat boleh dong sharing gimana sih cara kamu menjalani pola hidup sehat setiap hari di kolom komentar.

Aku tunggu yaa :D


Salam.



Begini Caranya Merumuskan Personal Branding

“Branding is what people say about you when you are not in the room” Jeff Bezos, Founder and CEO Amazon.com 
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar istilah personal branding? Eksistensi atau sebuah pencitraan? Atau sebuah karakter yang dibangun di depan khalayak umum?

Saya sendiri udah lama banget kepingin dapet materi tentang personal branding ini. Lewat buku ataupun seminar. Pernah sekali beli buku tentang personal branding di Gramedia, entahlah siapa penulisnya.

Tapi saya gak dapet apa-apa, bukunya agak zonk gitu. Mungkin sang penulis belum punya banyak pengalaman mengenai materi personal branding dan seluk beluknya.

Bersyukur saya tergabung dalam komunitas Mombassador SGM Eksplor Batch 5. Awalnya saya ikut karena memang ingin ikutan gatheringnya di Jogjakarta, tapi saya gak nyangka ternyata SGM dan Sari Husada juga memberikan banyak pelatihan kepada kami para Mombassador hingga saat ini.


Dan jujur, pelatihan atau seminar yang diberikan SGM untuk kami sangat bermanfaat. Banyak materi yang keren dan dibawakan oleh pemateri yang keren juga, termasuk materi mengenai personal branding.

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding
Nadia Mulya bersiap memberikan materi mengenai personal branding di media sosial

Yaitu Nadia Mulya, kenal dong presenter dan aktris cantik ini. Saya kagum dengan Kak Nadia Mulya, karena selain aktris, ia pun penulis dan juga bisa dibilang seorang public speaker dan trainner yang sukses. Waktu beliau menyampaikan materi, semua mata terhipnotis dan fokus mendengar apa yang ia sampaikan.

Nadia Mulya adalah perempuan kelahiran Jakarta, 19 Februari 1980 yang merupakan penulis, MC, presenter, Duta diet kantong plastik, Fasilitator i4, dan Tenaga ahli lactamil.Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta. Bachelor of Business Administrations (with honors), Edith Cowan University, Perth Australia. Master of Science International Management, The University of Reading, England. Dan Master Practitioner Neuro Linguistic Programming – Neo NLP.

Jadi, apa itu personal Branding? Apa Fungsinya?

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding
Nah, kalo ini personal brandingnya apa ya?


Personal branding bisa diartikan dengan proses menciptakan sebuah identitas/siapa diri kita yang dikaitkan dengan emosi.

Fungsinya adalah:

1.Memperjatam citra diri seseorang

2.Memudahkan orang lain untuk mengingat siapa kita

3.Memudahkan dalam menentukan pilihan

4.Memfokuskan diri pada apa yang ingin dicapai

Lalu, apa bedanya eksistensi dan perncitraan?

Eksistensi adalah citra diri yang apa adanya, tidak dibuat-buat. Sedangkan pencitraan adalah citra diri yang dibuat-buat. Maka untuk mengetahui apakah seseorang sedang menunjukkan eksistensinya atau melakukan sebuah pencitraan semata, maka waktu lah yang akan membuktikan semuanya.

A.Merumuskan Personal Branding Diri Kita

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding

Yang pertama harus dilakukan adalah merumuskan kira-kira siapa saja orang yang akan kita wakili? Apakah agama, keluarga, suami, brand misalnya.

Anggap diri kita adalah sebuah produk, maka bayangkanlah kita ini sebagai produk apa, berapa harganya, apa kegunaannya, apa kandungannya, bagaimana distribusinya, bagaimana strategi promosinya dan siapa konsumennya.

Untuk menjabakan itu semua, mari kita isi rumusan sebagai berikut:

1.Menyiapkan Grand Plan

Apa passion kamu?

Apa tujuan kamu?

Kamu ingin dikenal sebagai apa?

2.Diri atau internal

Bagaimana karakter kamu?

Apa keunggulan kamu? Jika sudah mengetahui, maka asah terus keunggulan kita.

Apa kemampuan kamu?

Apa kelemahan kamu? Jika kita telah mengetahui kelemahan diri, carilah solusinya.

3.Lingkungan atau eksternal

Kompetitor, siapa saja kompetitor kita, apa kelebihan atau keunggulan mereka, apa kelemahan mereka.

Idola, siapa idola kita, apa saja yang bisa kita tiru dari mereka.

Audiens, siapa audiens kita, berapa rentang usianya, bagaimana karakter mereka.
Klien, siapa saja yang akan menjadi klien kita, bagaiaman karakter mereka, apa yang mereka butuhkan.

Be Unique
“In order to be irreplaceable. One must always be different.” Coco Chanel.

Untuk menjadi seorang yang dikenal, maka jadilah unik. Jika kita bukan aktris atau aktor yang memiliki banyak kelebihan dari segi fisik atau materi, teruslah cari sisi keunikan yang kita miliki. Ada banyak media saat ini untuk mempublikasi diri. Ada instagram, youtube, facebook, dan social media lainnya.

Orang lain pasti akan melihat siapa kita. Jadilah unik, dan jeli lah melihat peluang. Seperti yang dilakukan oleh Kim Kardashian (dibagian ini kita meniru caranya untuk menangkap peluang dan mempublikasi diri). 

Kim Kardashian bukanlah orang yang terkenal, ia sama sekali tidak dikenal publik sampai akhirnya ia menemukan moment yang tepat untuk mempublikasi siapa dirinya dan apa saja kelebihannya. Hingga akhirnya sampai saat ini ia menjadi salah satu orang yang dikenal oleh khalayak umum.

B.Personal Branding in Social Media

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Content is King

Sering denger lah ya kalau konten adalah raja. Dalam bermedia social pun sama. Berikan konten yang terbaik yang akan disukai oleh publik. Gunakan visual yang indah, tulislah dengan cerdas. Tulisan yang dibuat di social media harus dipilih gaya bahasanya, kosa katanya, strukturnya, dan lain-lain.

Pemilihan kosa kata dan gaya bahasa ini tentunya menunjukkan tingkat intelejensi seseorang, kematangan emosional, latar belakang pendidikan dan gaya asuh keluarga, serta menunjukkan banyak hal lainnya.

Ingat bahwa akun social media kita adalah identitas/CV/Resume= asset=BRAND

Bagaimana cara membuat tulisan/caption yang menarik untuk instagram atau social media lainnya?

1.Relevance, buat orang tertarik atau orang merasakan manfaat dari tulisan kita.

2.Attention, buat judul yang membuat orang tertarik.

3.Consistent, konsisten dalam melakukan posting.

4.Responsible Content, buatlah konten yang bertanggung jawab. Jika ada perdebatan dalam konten yang kita buat, hindarilah perdebatan yang memicu tindakan negatif.

5.Give Credit to reference, jangan lupa memberikan keterangan jika kita mengutip kata atau apapun dari seseorang.

Struktur Ci-Luk-Ba

Membuat tulisan yang memukau, memang susah-susah gampang. Tapi Nadia Mulya memberikan tips ini untuk kita membuat sebuah tulisan, atau lebih mudahnya seperti kita membuat KulTweet di Twitter.

Yaitu struktur Ci Luk Ba. Contoh dalam membuat kul tweet.

Bagian Opening terdiri dari 2 tweet
Bagian Content terdiri dari 6 tweet
Bagian Summary terdiri dari 1 tweet

Mengapa summary hanya 1 tweet? Karena orang biasanya terpukau hanya pada 1 tweet kesimpulan terakhir. Jika kesimpulan di tweet terlalu banyak, maka orang sudah tidak terpukau lagi dan merasa biasa-biasa saja.

C.Action Plan

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Begini langkah untuk melakukan action plan dalam merumuskan dan membangun personal branding.

1.Kapan Posting? Buatlah waktu untuk kita posting di social media atau blog.

2.Seberapa sering update? Update blog atau social media lainnya salah satu faktor penting untuk menunjang personal branding kita. Pastikan kita selalu update ya gaes. Minimal posting itu 1-2 kali dalam sepekan.

3.Reguler atau tematik? Kita memposting hal yang biasa saja, tidak bertema atau ingin memposting tema tertentu di hari tertentu? Misalkan Selasa Masak. Maka setiap hari selasa kita mengupdate seputar dunia masakan, atau hasil otak atik menu di dapur.

4.Tingkatkan engagement. Buatlah postingan yang menarik orang untuk berinteraksi dengan kita. Seperti membuat kuis atau giveaway.

5.Platform lain. Gunakan platform lain untuk menyebarkan postingan kita. Kalau blogger biasanya sih menggunakan berbagai social media lain seperti instagram atau twitter untuk membranding diri.

6.Manfaatkan komunitas. Jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas yang akan menunjang personal branding kita.

7.Kolaborasi. Berkolaborasi dengan ‘teman seprofesi’ ini layak untuk diperhitungkan untuk mempertajam personal branding kita.

8.Konsisten. Bab ini biasana syuseh ye, hehehe. Sulit sekali rasanya untuk konsisten, tapi ya jika kita ingin sukses melakukan personal branding, maka konsistensi itu adalah salah satu koentji kesuksesan.

9.Upgrade. Perbanyak ilmu, informasi dan wawasan baru. Penting loh untuk mengupgrade diri itu.

10. Review dan Evaluasi. Setelah kita melakukan sembilan hal di atas, baiknya kita review dan evaluasi kembali apa yang harus kita pertahankan, tambahkan, atau bahkan kita kurangi.

Nadia Mulya sendiri menginginkan kami para Mombassador membuat action plan dengan membuat jadwal ‘konten media sosial’ apa saja yang harus kami tulis selama 1 bulan. Jadi memang baiknya, kita sudah punya nih, rencana publikasi konten selama 30 hari ke depan. Bisa kita buat di gadget atau pun ditulis manual di notebook.

D.Think Before You Post

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


Setiap tulisan akan mengandung konsekuensi dan diperlukan tanggung jawab dari kita penulisnya. Maka dari itu kita harus THINK sebelum menulis, hindari isu SARAP (Suku, Agama, Ras, Antar golongan dan Politik) biarlah itu semua menjadi konsumsi pribadi kita seorang.

THINK: True, Helpful, Inspiring, Nice, Kind

E. Apa yang harus dilakukan ketika kita melakukan kesalahan?

Begini Caranya Merumuskan Personal Branding


1.Review situation, lihat dulu situasi yang terjadi apakah sudah genting atau tidak.

2.Apology, mintalah maaf jika memang melakukan kesalahan.

3.Avoid Confrontation, hindarilah konfrontasi atau pun hal yang akan membuat gesekan/benturan dengan pihak lain.

4.When to respond, when to block, when to delete. Kita boleh merespond komentar yang ada di social media kita, memblocknya jika mengganggu atau menghapus komentar yang bisa memicu pertikaian atau perdebatan lainnya.

5.Monitor, terus pantau keadaan, apakah masalah sudah mereda atau belum.

Terakhir, adalah:  Jadilah, The Complete Package.

Ini yang saya suka. Pencitraan hanya akan berhasil dan bermakna bila otentik dan konsisten, maka perlu adanya keselarasan antara citra di dunia “online” dan juga “offline”.

Bener banget ya kan, buat apa capek-capek ngebranding diri di dunia maya sebaik dan sesempurna mungkin. Kalau di dunia nyata, karakter yang kita miliki berbanding terbalik dengan apa yang terpampang sempurna di dunia maya. So, jadilah the complete package.

Wihhh udah panjang ya, semoga materi yang saya terima di Kelas Bunda Mombassador 2017 bermanfaat untuk teman-teman semua.

Nah, kalau kamu udah mulai membuat personal branding kah di sosial media? Atau baru mulai kepikiran? Sharing yuk di kolom komentar.  



 *Image from pexel.com