"Banyak dari kita yang disiapkan untuk menjadi ahli, tapi tidak disiapkan untuk menjadi orang tua" Elly Risman, Psikolog.

Peran orang tua, khususnya Ibu, bagi pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dinafikan lagi. Banyak cerita yang saya dapatkan, ketidakhadiran peran ibu, amat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebut saja Mawar, ia ditinggal pergi oleh ibunya begitu saja ketika kecil, ayahnya seorang tukang ojeg, dan ia memiliki satu orang kakak laki-laki berusia sekolah.

Setiap hari, karena setiap hari ayahnya sibuk mencari nafkah, Mawar tak terurus dengan baik. Hampir setiap hari, ia makan dengan lauk mie instan saja.

Hingga suatu hari, Mawar terlihat sakit dan makin kurus, dan ternyata dokter memvonisnya menderita gizi buruk.

Hal itu tentu menggegerkan warga di desanya, karena baru pertama ada kejadian seperti ini. Akhirnya, para tetangga dan warga sekitar bahu membahu merawat Mawar yang menderita gizi buruk, hingga akhirnya Mawar kembali sembuh seperti sedia kala, walau membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena Mawar memiliki berat badan yang sangat kurang sehingga anggota tubuhnya pun tidak bisa digerakkan/lumpuh.

Lain Mawar, lain Melati.

Melati adalah seorang anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya (meninggal dunia) sejak kecil. 

Karena orang tuanya meninggal, ia dirawat oleh neneknya sendirian. Hingga ia tumbuh dewasa dan menikah dengan seorang laki-laki.

Namun, ternyata, ditengah perjalanan rumah tangganya, suaminya kerap mengeluhkan bahwa Melati kurang bisa berkomunikasi dengan orang tua suami, sehingga banyak sekali terjadi kesalahpahaman antara ia dan ibu mertuanya.

Melati nampak kurang luwes berkomunikasi dengan sosok orang tua barunya (Mertua) karena memang kurang mendapatkan roles model orang tua di kehidupannya, dan kurangnya mendapatkan cerminan sosok Ibu, karena memang sudah ditinggalkan sang ibu semenjak kecil.

Cerita tentang Mawar dan Melati ini bukan untuk membuka aib, atau menjudge bahwa Melati bukanlah menantu yang baik.

Kisah ini semata untuk kita gali hikmahnya, bahwa peran seorang ibu benar-benar vital dalam kehidupan seseorang. Bahkan hingga ia tumbuh dewasa.

Kadang, kita sendiri yang tidak menyadari bahwa ketidakhadiran sosok seorang ibu, bisa berdampak signifikan bagi kehidupan seseorang.

Bahkan Saya sendiri, kerapkali menyepelekan kehadiran sosok Ibu di dalam hidup Saya, padahal ibu lah yang semenjak Saya lahir mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, uang, dan segalanya untuk saya. Hiks.

Bagaimana Menjadi Seorang Ibu yang Baik?


Pertanyaan ini tentunya menjadi pertanyaan yang sangat mendasar bagi saya, bagi kita, seorang ibu. Bagaimana caranya menjadi ibu yang baik?

Apakah dengan menyekolahkan anak di sekolah paling mahal? Memberikan mainan mahal? atau mengajak liburan ke luar negeri? atau seperti apa sih?

Menurut Firesta Farizal M.Psi,  psikolog anak dan keluarga, pada saat sesi talkshow perayaan Hari Ibu bersama SGM Eksplor, Jum'at 20 Desember 2019 kemarin mengatakan bahwa seorang ibu adalah care giver pertama bagi anaknya.

Sehingga, Ibu sangat berperan dalam kehidupan sang anak dalam hal sekecil apapun.

Misalkan, ketika anak sakit. Orang yang pertama memberikan perawatan adalah ibunya. Atau ketika anak terjatuh, hingga menangis, Ibu lah orang yang pertama kali menolong, mengusap-usap dan mengobati lukanya, hingga membujuk anak agar tidak menangis lagi.

Sehingga, peran ibu sangat bisa dirasakan jika anak dan ibu saling terkoneksi dengan baik. Apapun suasananya, apapun keadaannya, ibu adalah orang yang pertama kali dibutuhkan oleh sang anak.


Kedua, Ibu adalah sosok yang paling berpengaruh atau mempengaruhi kepribadian sang anak. Untuk itu, ada baiknya, seorang Ibu berhati-hati dalam berucap. Katakan hal yang positif saja, jangan sampai menyampaikan atau melakukan hal negatif kepada anak.

Sebisa mungkin, input yang didapatkan oleh anak sehari-hari adalah input yang positif. Karena sekecil apapun input yang diterima oleh anak, maka akan memiliki dampak, bahkan hingga ia dewasa.

Ketiga, menjaga kualitas interaksi. Nah, ini merupakan jawaban "Bagaimana menjadi Ibu yang baik?"

Memberikan yang terbaik untuk anak bukan berarti memberikan sesuatu yang selalu mahal, selalu mewah dan kekinian.

Puzzle dari stik es krim yang bisa dibuat sendiri di rumah

Memberikan yang terbaik untuk anak adalah memberikan kualitas waktu, kualitas interaksi kita bersama anak. 

Mainan dengan harga mahal, tidak akan bermakna apa-apa, jika hanya dimainkan anak seorang diri. Mungkin ada dampaknya, tetapi tidak banyak.

Berbeda dengan mainan sederhana (bahkan bisa membuat sendiri) Jika dimainkan bersama, ada interaksi dengan anak, Ibu terlibat dalam permainan, Ibu ikut memberikan stimulasi, justru itu lah yang terbaik.

Memberikan waktu kita, perhatian kita, kualitas diri kita, full 100% untuk anak. Ibu benar-benar hadir dalam berkegiatan dengan anak.

Jangan sampai, raga kita ada bersama anak, tetapi pikiran kita ada di media sosial, di gadget, dsb.

*Ini juga jadi PR tersendiri buat saya, supaya makin fokus ketika berinteraksi dengan anak-anak di rumah.

Keempat, jadilah Ibu yang bahagia

Terima kasih SGM Eksplor atas hadiah dan apresiasinya di Hari Ibu


Ternyata, menjadi Ibu yang bahagia, lebih penting dibandingkan sekedar menjadi ibu yang baik.

Ketika kita punya banyak "goals" untuk berperan menjadi Ibu yang baik, jangan lupa bahwa sebagai ibu kita pun memiliki hak untuk menjadi seorang individu yang bahagia.

Menjadi ibu yang bahagia tentunya akan relatif bagi setiap orang.

Ada yang bahagia jika bisa memiliki me time sendiri. Ada yang bahagia jika bisa istirahat dengan cukup. Ada yang bahagia jika membeli barang-barang favoritnya, dan lainnya.

Jadi, jangan sampai salah kaprah, bahwa untuk jadi Ibu yang baik kita harus berkorban mati-matian untuk anak, tetapi mengesampingkan kebutuhan psikologis kita sebagai ibu. Terutama kebutuhan untuk berbahagia. Karena pada dasarnya Happy Mom will raise Happy Kids, right?

Menyiapkan Gizi dan Nutrisi Terbaik


Pertanyaan mendasar kembali muncul ke permukaan, apakah gizi yang baik itu harus mahal? 

Jawabannya pun relatif sebenernya.

Tapiiii, menurut saya pribadi, ibu sekarang adalah ibu yang sangat smart dan cenderung kreatif.



Ibu zaman sekarang lebih banyak memiliki referensi untuk membuat hidangan kaya akan nutrisi dan gizi sesuai pedoman isi piringku, tanpa mengeluarkan budget yang berlebihan.

Banyak sekali menu makanan sehat dan bergizi tapi murah meriah yang bisa diakses via youtube, instagram, facebook, pokoknya asal ada kemauan, pasti bisa deh.

Beda ya sama Ibu zaman dulu yang harus beli majalah atau buku resep masakan untuk mengelola berbagai jenis makanan bergizi untuk keluarga.


Melengkapi Gizi Si Kecil dengan Segelas Susu Setiap Hari



Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwasanya peran ibu adalah untuk mendampingi, menstimulasi, dan juga memberikan nutrisi serta gizi seimbang dalam menu makanan keluarga khususnya untuk anak.

Karena peran ibu ini sangat penting untuk mencetak Generasi Maju untuk Indonesia Maju di masa depan.

Saya sendiri selalu mencoba memberdayakan diri untuk membuat menu bergizi di rumah, dengan segala keterbatasan yang saya miliki, guna mendukung anak-anak agar menjadi Generasi Maju.

Susu pertumbuhan juga saya berikan agar nutrisi mereka terlengkapi. Terutama Minyak Ikan dan Omega 3 & 6 yang sangat penting untuk dikonsumsi anak-anak.

Dan saya mempercayakan susu SGM Eksplor untuk melengkapi gizi anak-anak di rumah agar potensi prestasi mereka semakin terasah.


Ibu, Lahirnya Generasi Maju, Berawal dari Peran Ibu


Di moment hari Ibu ini tentunya saya sangat berharap Ibu Indonesia makin cerdas, makin berkualitas, makin bahagia tentunya.

Karena seperti yang kita ketahui, perempuan adalah laksana tiangnya negara, jika rusak perempuannya, makan runtuhlah negara tersebut.


Begitupun seorang Ibu, jika peran ibu semakin kuat, semakin baik, saya percaya, Indonesia akan menjadi Indonesia Maju karena Ibu-ibu hebat ini akan melahirkan keluarga yang hebat, dengan anak-anak yang cerdas, hebat, berkarakter baik, dan insya alloh bisa menjadi Generasi Maju di masa yang akan datang.

Bagaimana peran ibu terutama di zaman sekarang? Apa pendapat kamu? Yuk sharing di kolom komentar.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah akhirnya bisa review lagi produk bayi. Kok seneng banget ya rasanyaaa, hehehe. Soalnya kemarin habis dari IMBEX 2019 di senayan, aura (AURAAAAA) bayi, bumil, busui itu menyeruak di JCC kemarin. Sepanjang mata memandang, perintilan bayi banyak banget, cakep semua Masya Alloh, ngilerrrzzz varaahh.

Siapa yang kemaren ke IMBEX juga cung tangan?

Selain liat-liat alias cuci mata, saya juga dateng ke Talkshownya Mustela di panggung utamanya IMBEX 2019. Acaranya Hari Jum'at tanggal 29 Nopember 2019 bersama Dokter cantik dr. Reisa Brotoasmoro, yang seringnya saya liat di tv (acara dokter Oz Indonesia).

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi


Talkshownya mengenai kesehatan kulit bayi. Yang menurut dokter Reisa seringkali diabaikan, padahal kesehatan kulit ini sangat penting, karena kulit adalah bagian tubuh terluas dan terbesar pada tubuh kita.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi


Apalagi kulit bayi baru lahir dan balita, duh sensitif banget dan perlu perawatan khusus.

Fakta-fakta kulit bayi:

1. Kulit bayi usia 0-2 tahun masih belum terbentuk secara sempurna. Oleh karena itu, bayi 
mudah mengalami iritasi dan kemerahan, seperti ruam susu, ruam popok, dan biang keringat.

2.Kulit bayi usia 0-2 tahun cenderung kering.
3.Kulit bayi usia 0-2 tahun memiliki stem cell (kekayaan sel) kulit yang tinggi.

4.Bayi terlahir dengan jenis kulit yang berbeda-beda.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi


Ciri-ciri jenis kulit bayi:

Kulit normal: lembut, lembab, bersih
Kulit kering: kasar, bersisik, kadang terkelupas
Kulit sangat sensitif: mudah mengalami iritasi dan kemerahan
Kulit atopik: sangat kering, gatal, kadang ada bercak merah

Ngomongin kesehatan kulit bayi, saya jadi flashback ke masa-masa dimana Kifah bayi dulu terkena dermatitis atopik karena alergi protein susu sapi.

Ruam merah di pipi, siku tangan, kaki, sampai kepala. Setiap malam Kifah nangis dan rewel, mungkin karena gatal dan gak nyaman. 

Waktu kecil, Kifah terkena dermatitis atopik

Jadi merasa bersalah banget waktu itu, kurang aware sama kesehatan kulit Kifah yang super sensitif.

Sepengalaman saya dulu, awal mula kulit Kifah ruam yaitu munculnya titik merah di pipinya.

Mulanya saya anggap itu merah biasa, seperti digigit nyamuk. Namun lama kelamaan makin banyak, terutama di daerah pipi. Sampai banyak orang yang bilang, "Ini kena ASI nih pipinya." 

Saya berfikir, masa sih ASI bisa bikin pipi bayi iritasi?

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Jadi banyak ilmu seputar perawatan kulit bayi

Nah, dokter Reisa pun bilang, memang masyarakat sering bilang kulit bayi yang kemerahan atau atopik ini ruam susu, padahal penyebabnya bukan ASI. Melainkan reaksi alergi, lingkungan yang tidak bagus/udara tidak bersih, cuaca yang panas/buruk, air yang tidak bersih, dsb.

Sepakat deh dengan dokter Reisa, saya rasa memang tidak logis menyalahkan ASI. Dan benar adanya, ternyata ruam merah Kifah dulu diakibatkan karena alergi protein susu sapi.

Kelahiran Bayi Baru


review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
kalau lagi siap-siap menyambut si "new born" jangan lupa juga siapkan produk perawatan kulitnya ya, Ma.

Sebenernya, ketika saya memiliki pengalaman anak dengan dermatitis atopik, saya khawatir jika bayi saya selanjutnya akan terkena alergi/dermatitis atopik juga.

Makanya sejak masa kehamilan, saya sibuk cari review produk bayi yang bisa menjaga dan merawat kulit bayi dari ruam merah/dermatitis atopik hingga ruam popok.

Karena saya berniat menggunakan popok semenjak bayi lahir, karena saya tidak memiliki ART untuk membantu pekerjaan rumah, mau tidak mau, agar cucian tidak menumpuk, saya akan menggunakan diapers untuk bayi.

Ketika usia kehamilan memasuki usia 7 bulan, saya mengoleksi baby cream dan cream anti ruam popok, dan pernah mencoba berbagai baby cream (yang saya baca rekomendasinya di internet) termasuk merk Mustela.

Awalanya, saya mencoba produk Mustela itu karena mendapatkan sampel ketika membeli produk tertentu, dan alhamdulillah cocok dipakai oleh bayi.

Saya suka tekstur creamnya yang pekat tidak terlalu cair. Karena ada beberapa baby cream yang ketika dituang ditangan, creamnya seperti mencair dan seperti ada zat yang terpisah satu sama lain.

Nah, Mustela ini creamnya pekat dan padat, saya suka karena bisa melapisi kulit bayi dengan baik. Terutama di nappy area dan lipatan-lipatan tangan, kaki, leher, dan lainnya.

Karena bayi berusia kurang dari 6 bulan badannya montok-montok, penuh dengan lipatan-lipatan, hehehe.


Launching Produk Mustela Super Sensitive


review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Mustela akhirnya melakukan launching produk terbarunya yaitu untuk kulit super sensitif atau sangat sensitif.

Enaknya produk Mustela memang diperuntukkan untuk jenis-jenis kulit bayi yang berbeda-beda, jadi bisa kita pilih sesuai dengan jenis kulit bayi.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Rangkaian produk Mustela untuk kulit bayi yang sangat sensitif

Produk Mustela ini dibuat berdasarkan jenis kulit bayi yaitu kulit normal, kering, sensitif, dan atopik.
review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Kulit normal: mengandung Avocado Perseose untuk melindungi dan menguatkan kulit 
(Kemasan produk warna biru muda)

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Kulit kering: mengandung kombinasi bahan alami Avocado Persose dan Dermo Nutrition 
Complex untuk memberikan ekstra kelembaban (Kemasan produk warna kuning/coklat)

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Kulit sangat sensitif: mengandung kombinasi bahan alami Avocado Perseose dan Schizandra 
untuk menenangkan dan meredakan iritasi serta kemerahan pada kulit (Kemasan produk warna merah)


review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi

Kulit atopik: mengandung kombinasi bahan alami Avocado Perseose dan Sunflower Oil 
Distillate untuk meredakan gatal dan kemerahan pada kulit (Kemasan produk warna hijau tosca)


Mustela juga sudah melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk memberikan produk terbaik perawatan kulit bayi hingga yang sangat sensitif sekalipun.

FYI yaa, produk Mustela ini Made in France alias Perancis dan diimpor ke Indonesia oleh PT. Interbat agar masyarakat Indonesia memiliki solusi atas permasalahan kulit bayi. Apalagi bayi dengan kulit yang super sensitif dan cuaca Indonesia yang sekarang sedang panas-panasnya, huhuhu. Membantu sekali produk Mustela ini.


Review Mustela Baby Cream dan Baby Lotion untuk Kulit Sangat Sensitif Ampuh Atasi Biang Keringat pada Bayi




Karena saking takutnya anak kedua dan ketiga terkena ruam merah, akhirnya saya koleksi berbagai macam baby cream anti ruam merah dan ruam popok.

Dan alhamdulillah, ketika pertama kali mencoba Mustela, cocok di kulit.

Ketika melahirkan anak ketiga, alhamdulillah anak ketiga, Aksara, punya kulit yang cukup baik, bisa dibilang normal dan gak mudah iritasi.

Tapiiiiii, ada tapinya ini, sekarang musim panassss alias kemarau. Aksara kena biang keringat di leher, lipatan tangan, dan punggung.

Kasian dia suka garuk-garuk sambil minta buka baju, "Mi, ka mi, ka." sambil narik-narik bajunya minta dilepas kemudian minta mandi juga.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Aksara sempat merah kulitnya karena biang keringat, alhamdulillah sudah sembuh sekarang menggunakan produk Mustela Super Sensitive

Ternyata bukan hanya Aksara, banyak anak dan bayi tetangga pun sama kasusnya, kulitnya ruam merah terkena biang keringat.

Kasian sih liatnya, ada yang sampai ruam hingga wajah dan kepala.

Hiks.

Untungnya Aksa gak banyak muncul biang keringatnya, karena Saya langsung memandikan dan mengoleskan tubuh Aksara menggunakan rangkaian produk Mustela untuk kulit yang sangat sensitif.

Ketika mandi dan setiap habis mandi selalu saya pakai produk Mustela ini, alhamdulillah biang keringatnya cepat hilang dan membaik.

Namun, ketika saya lupa atau lengah menggunakan rangkaian produk Mustela untuk kulit bayi yang sangat sensitif ini, kulit Aksara langsung merah lagi, beruntusan, dan gatal.

Saking panasnya cuaca di Bogor ini Ya Alloh.

Makanya sekarang-sekarang gak absen lagi pakai rangkaian produk Mustela, karena suka kasihan kalau kulitnya sudah gatal dan tidurnya jadi rewel.

Produk Mustela yang saya gunakan untuk Aksara terdiri dari Gel (untuk mandi/bath time), Lotion untuk seluruh tubuh, dan Cream (Skin care) untuk bagian wajah.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Sabun mandi berbentuk gel
Bath time: Mustela sabun mandi untuk jenis kulit sangat sensitif. Tekstur sabun mandi ini light
dan ringan dan mudah dibilas sehingga dapat memberikan kenyaman bagi kulit Si Kecil di
dalam momen mandinya.

Menurut dr. Reisa, penggunaan sabun mandi justru sangat penting dalam proses merawat kulit bayi.

Kandungan kombinasi bahan aktif alami Avocado Perseose untuk melindungi dan
menguatkan kulit serta Schizandra untuk menenangkan dan meredakan iritasi serta
kemerahan pada kulit.

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Cream untuk wajah, Mustela Moisturizing Cream 40ml, teksturnya sangat ringan dan mudah menyerap di kulit. 

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Mustela Moisturizing Lotion 200ml untuk seluruh tubuh

review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
Teksturnya ringan dan mudah menyerap di kulit

Alhamdulillah, produk Mustela ini bagus dan cocok di kulit Aksara.

Satu informasi lagi nih, produk Mustela yang saya gunakan untuk Aksara ini tanpa pewangi sama sekali alias 0% fragrance. Karena pewangi itu biasanya membuat kulit bayi jadi iritasi untuk bayi yang sensitif kulitnya, apalagi yang mengandung alkohol.

Jadi produk Mustela ini beneran gak ada wangi-wanginya. Mungkin untuk yang biasa pakai produk bayi yang semerbak mewangi, bakal "kaget" hehehe. Tapi menurut saya pribadi, kalau memang kulit bayi sensitif, lebih baik jauhkan dulu dari produk-produk yang wangi, seperti pewangi pakaian, detergen, atau minyak wangi yang memang tidak khusus digunakan untuk bayi. Karena biasanya produk yang mengandung pewangi suka menimbulkan reaksi alergi.

Dan dulu beneran deh waktu Kifah kecil, hal-hal "sepele" begini, sangat mempengaruhi kesehatan kulitnya.

Rekomendasi Produk Bayi untuk Kulit Bayi yang Super Sensitif


review mustela untuk mengatasi biang keringat pada bayi
rangkaian produk Mustela yang loveeee banget

Saran saya, bagi Ibu hamil apalagi hamil anak pertama ya, jangan malas belajar mengenai perawatan kulit bayi.

Berbekal pengalaman saya di anak pertama yang terkena dermatitis atopik, saya langsung aware 1000 % ketika hamil anak kedua dan ketiga. Langsung deh mencari cara bagaimana merawat kulit bayi agar tidak ruam merah atau ruam popok.

Seperti bagaimana cara memandikan bayi yang benar, menggunakan baby cream, diaper cream, berapa lama popok bayi harus diganti agar tidak ruam, dan bagaimana cara membersihkan kotoran bayi yang baik dan benar.

Saya juga segera mencari review produk perawatan kulit bayi yang bagus dan recommended.

Alhamdulillah, salah satu produk perawatan kulit bayi yang saya pakai adalah Mustela.

Informasi seputar perawatan bayi lainnya juga bisa dilihat di Facebook: Mustela Indonesia dan Instagram: @mustelaindonesia

Saya merekomendasikan Mustela untuk dipakai sebagai lotion dan cream yang bisa merawat kulit bayi yang sangat sensitif.

Selamat Mencoba yaa Buibukkk semua :)