Saat ini, saya sangat yakin telah memasuki era milenials, dimana semua masalah hidup saya tanpa saya sadari selalu "terkoneksi" dengan dunia digital. Curhat di blog, misuh di sosial media, dan berbagi pesan lewat grup whats app bersama teman-teman.

Banyak hal yang saya ceritakan dalam blog ini, dan ada pula sharing dari teman-teman digital saya mengenai banyak problematika hidup. Termasuk masalah pilihan hidup dalam berasuransi. 

Kegalauan terbesar saya dan juga mungkin teman-teman adalah stigma bahwa asuransi adalah Riba'. 

Ya, walau saya merasa belum menjadi muslimah yang sepenuhnya taat, masih sering berbuat khilaf, tapi tetap dalam hati kecil saya tentu saya ingin bisa mentaati segala aturan syariat agama dalam segala aspek kehidupan saya dan terhindar dari dosa. 

Termasuk dosa riba' itu tadi. 

Bersyukur dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia mampu berinovasi salah satunya dari sektor keuangan, yakni dengan menciptakan dan membuat regulasi produk keuangan berprinsip syariah.

Dimana inovasi ini tentunya menjadi salah satu solusi bagi saya dan mungkin teman-teman yang ingin berikhtiar dalam produk jasa keuangan salah satunya adalah berasuransi.

Majelis Ulama Indonesia sendiri mengeluarkan Fatwa (No: 21/DSN-MUI/X/2001) bahwa seorang muslim boleh mempunyai asuransi selama tidak melanggar syari’at Islam, seperti adanya unsur judi atau ghoror (ketidakjelasan). 

Asuransi yang diperbolehkan adalah asuransi yang dilakukan dalam rangka ikhtiar untuk menyongsong kehidupan yang akan datang, seperti biaya pendidikan anak, biaya pensiun di hari tua, biaya kesehatan, dan lainnya. Juga adanya unsur tolong menolong dan bermualah diantara sesama umat muslim.

Sumber: www.cermati.com

Asuransi Syariah adalah asuransi berdasarkan prinsip syariah dengan usaha tolong-menolong (ta’awuni) dan saling melindungi (takafuli) diantara para Peserta melalui pembentukan kumpulan dana (Dana Tabarru’) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.

Asuransi Syariah menghindarkan dari fungsi asuransi konvensional yang mengandung Riba (Bunga) Maisir (Judi) dan Gharar (Ketidakjelasan). Dana Tabarru’ akan dipergunakan untuk menghadapi dan mengantisipasi terjadinya musibah/bencana/klaim yang terjadi diantara peserta asuransi. Melalui asuransi syariah, kita dapat mempersiapkan diri secara finansial dengan tetap mempertahankan prinsip – prinsip transaksi yang sesuai dengan fiqh Islam. Jadi tidak ada keraguan untuk berasuransi syari’ah.

sumber: http://www.asei.co.id/id/asuransi-syariah/

Asuransi Bebas Ikhtiar dari FWD Life

Asuransi Bebas Ikhtiar dari FWD Life

Seperti yang sudah saya singgung di atas, sebagai muslimah tentunya saya ingin sekali berikhtiar yang terbaik dalam hidup ini. Bagi diri saya pribadi, bagi keluarga, anak-anak, suami, orang tua dan juga masyarakat tempat tinggal saya.

Mengasuransikan diri, terutama asuransi jiwa pun menjadi salah satu hal yang terbersit dalam benak pikiran saya. Karena saya merasa kesehatan, kematian, merupakan rahasia Allah SWT. Sudahkah kita mengikhtiarkan dengan sebaik-baiknya? Baik itu ikhtiar dunia maupun ikhtiar akhirat.

Dan asuransi jiwa ini menurut saya termasuk dalam ikhtiar dunia untuk mempersiapkan keluarga yang ditinggalkan agar mendapatkan hidup yang baik setelah kita tiada.

Serem sih ngomonginnya, tapi ini realitas hidup kan ya? Hehehe.

Dan sesuai dengan prinsip ikhtiar, bahwa kita hanya bisa BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN urusan hasil yang tetap bergantung pada Allah SWT.

Salah satu produk yang menjadi unggulan FWD Life ini adalah asuransi unit-linked berbasis syariah yaitu BEBAS IKHTIAR. 

Yaitu asuransi komprehensif syariah yang adaftif dan terencana sehingga membuat para nasabah dapat membebaskan langkah untuk menikmati hidup dan mengejar passion dalam kebersamaan dengan tetap bersyukur atas segala kebaikan yang datang hari ini.

Bebas Ikhtiar merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi berbasis syariah yang dirancang khsusus untuk membantu kita dalam mempersiapkan asuransi dan investasi jangka panjang yang komperhensif dan terencana yang dapat disesuaikan dengan keperluan keuangan kita di masa mendatang sesuai dengan prinsip syari'ah sekaligus berbagi berkah dengan sesama yang membutuhkan.

sumber: FWD Life

Dengan produk ini kita bisa berbagi berkah dengan mendonasikan sebagian harta dalam bentuk zakat, infak, wakaf tunai, atau dana hibah.


Kelebihan Asuransi Bebas Ikhtiar dari FWD Life adalah:

1. Komperhensif

Yaitu mendapatkan kesempatan untuk berdonasi, alokasi investasi sejak tahun pertama, masa asuransi hingga 100 tahun. 

2. Adaptif

Yaitu bebas memilih frekuensi pembayaran kontribusi, bebas memilih kontribusi, bebas menambah dana investasi setiap saat.

3. Terencana

Yaitu kesempatan mendapatkan bonus loyalitas sampai dengan 25% mulai tahun ke-7 dan kesempatan mendapatkan bagi hasil atas surplus under writing. 

Surplus/Defisit Underwriting adalah selisih lebih/kurang dari total kontribusi Peserta ke dalam Dana Tabarru' setelah dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan cadangan teknis, dalam satu periode tertentu.

sumber: http://www.asei.co.id/id/asuransi-syariah/


Asuransi Dasar Bebas Ikhtiar

1. Manfaat Meninggal

Kita akan mendapatkan santunan asuransi manfaat meninggal Bebas Ikhtiar apabila pihak yang diasuransikan mengalami risiko meninggal dunia sebelum usia 100 tahun ditambah nilai investasi yang terbentuk sejak tahun pertaman.

2. Manfaat Meninggal Akibat Kecelakaan

Kita akan mendapatkan tambahan santunan asuransi manfaat meninggal akibat kecelakaan apabila pihak yang diasuransikan meninggal karena kecelakaan sebelum berusia 70 tahun.

3. Manfaat Investasi

Apabila pihak yang diasuransikan tetap hidup sampai Masa Akhir Asuransi, maka akan dibayarkan total Nilai Investasi yang terbentuk sejak tahun pertama.


Selain asuransi dasar, produk asuransi syari'ah Bebas Ikhtiar ini juga memiliki produk tambahan yang tentunya bisa menambah rangkaian ikhtiar kita dalam melindungi kondisi diri dan juga keluarga.

1. FWD Critical Illness Accelerated Syariah/FWD Critical Illness Non Accelerated Syariah 

Yaitu manfaat asuransi tambahan apabila pihak yang  diasuransikan terdiagnosa penyakit kritis  sebelum berusia 80 tahun. Khusus untuk FWD Critical Illness Accelerated, santunan asuransi penyakit kritis yang dibayarakan akan mengurangi manfaat asuransi dasar.

2. FWD Waiver of Contribution Insured Syariah/FWD Waifer of Contribution Insured Plus Syariah

Yaitu manfaat asuransi tambahan berupa pembebasan pembayaran kontribusi sampai dengan usia 65 tahun apabila peserta terdiagnosa penyakit kritis, cacat tetap total atau meninggal dunia.

3. FWD Waiver of Contribution Family Syariah/FWD Waifer of Contribution Family Plus Syariah

Yaitu Yaitu manfaat asuransi tambahan berupa pembebasan pembayaran kontribusi sampai dengan usia 65 tahun apabila peserta sebagai pihak yang diasuransikan terdiagnosa penyakit kritis, cacat tetap total, atau meninggal dunia. Jika terjadi risiko meninggal terhadap peserta, polis akan dilanjutkan oleh pasangan.

4. FWD Payor Term Syariah

Yaitu manfaat asuransi tambahan apabila terjadi risiko meninggal dunia terhadap peserta sebagai peserta yang diasuransikan sebelum berusia 100 tahun. 

5. FWD Family Term Syariah 

Yaitu manfaat asuransi tambahan apabila terjadi risiko meninggal dunia terhadap pasangan atau buah hati sebelum berusia 100 tahun. 

Klik https://www.fwd.co.id/id/invest/bebas-ikhtiar/ untuk mengenal lebih dekat produk asuransi FWD Life Bebas Ikhtiar.

Bagaimana jika tertarik dengan produk Bebas Ikhtiar?

FWD Life memberikan cara yang lebih baik jika kamu ingin mendapatkan edukasi seputar asuransi tanpa harus merasa takut dikejar-kejar oleh agen asuransi.

Kamu bisa memilih berbagai opsi di atas, salah satunya click to meet
Inovasi yang dilakukan oleh FWD Life ini sangat membantu untuk memilih sendiri agen asuransi yang kita ingin temui.

Keterangan dan infromasi lebih lengkap bisa dibaca di artikel mengenai Click to Meet yang pernah saya muat di blog ini beberapa waktu lalu. 


FWD Fashion Rock 2017! Bebaskan Ikhtiarmu, Bersama Passionmu!



Apakah kamu familiar dengan radio Hard Rock FM?

Nah, Radio Hard Rock FM ini adalah salah satu radio 'anak muda' yang sering mengadakan perhelatan fashion dan musik bagi kamu yang berjiwa muda.  Dan di gelaran Fashion Rock yang ke-7 tepatnya tanggal 25 Agustus 2017 di pelataran parkir Sarinah Thamrin lalu, Hard Rock FM bekerja sama dengan FWD Life mengadakan gelaran Fashion dan Musik bertajuk:

 "Bebaskan Langkah, Tetap Syariah"

Pada saat konfrensi pers FWD Fashion Rock 2017.
Foto: dok Rach Alida Bahaweres

Tema ini tentunya terinspirasi dari produk asuransi syariah FWD Life yakni Bebas Ikhtiar yang sudah saya ulas di atas.

...

Kolaborasi bersama FWD Life itu sekaligus bermaksud untuk memperkenalkan asuransi jiwa kepada anak muda.

“Memperkenalkan asuransi tidak harus menakutkan. Ada cara yang lebih menyenangkan dan tidak melulu  konvensional,” ujar Rudi Kamdani, Wakil Direktur Utama FWD Life.

Menggandeng salah satu desainer populer di Indonesia, Barli Asmara. Ia menampilkan 10 busana dalam 3 koleksi.

“Pada koleksi pertama, saya menggunakan motif warisan dari Provinsi Jambi. Yang kedua, tunik ala Arab dengan bahan satin. Terakhir, busana modern dengan konsep layering dan warna monokrom,” jelas Barli Asmara pada konferensi pers yang diadakan beberapa saat sebelum fashion show.

sumber: femina.co.id

Salah satu koleksi dari Barli Asmara
Foto: FWD Life.
Seperti yang kita tahu, Barli Asmara merupakan sosok anak muda Indonesia yang setia terhadap passionnya dibidang fashion. Dan beberapa koleksinya merupakan pakaian yang santun, syar'i, tapi tetap terkesan modern dan stylist.

Selain Barli Asmara, hadir pula musisi yang juga masih 'berdarah muda', semuda semangat FWD Life untuk mengenalkan asuransi jiwa kepada seluruh lapisan masyarakat yaitu White Soes and The Couples Company, Stars and Rabbit, and the one and only my favorite singer Andien Aisyah.

Andien sedang tampil di panggung FWD Fashion Rock 2017
Foto: FWD Life.

Passion dan Ketenangan Jiwa

Barli Asmara, Andien merupakan sosok anak muda yang mampu menginspirasi saya untuk terus mengikuti passion mereka bertahun lamanya.

Kalau inget Andien, inget zaman saya masih SD atau SMP gitu ya suka nonton MTV. Andien dari dulu emang keliatan banget suka dan terkait dengan musik, dan ternyata sampai saya dan Andien sama-sama punya anak, Andien masih menggeluti dunia musik tanah air.

Bedanya kalau Andien terus ngikutin dan memperjuangkan passionnya, sedangkan saya masih suka ababil aja dari dulu. 

Mwahaha.

Untuk itu, saya merasa sekaranglah waktunya untuk saya menggeluti passion saya di dunia blogging. Gak ada kata terlambat. 

Saya harus berani membebaskan langkah saya untuk berikhtiar menekuni apa yang saya suka tanpa harus menabrak rambu-rambu syariat agama saya.

Sama seperti yang dilakukan oleh FWD Life, produk asuransi syariah Bebas Ikhtiar menjadi salah satu solusi bagi kita, yang ingin berikhtiar dalam memproteksi diri dan keluarga tanpa harus menggadaikan ketenangan dalam jiwa.

...

Baca artikel terkait tentang FWD Life:



Siang itu saya pergi ke warung, lebih tepatnya sih toko beras, karena kebetulan stok beras di rumah saya sudah habis. 

Di sebelah toko beras berjajar toko kosmetik, warung sayur dan juga mini market.

Ketika saya sedang membeli beras, datanglah seorang ibu naik motor, gendong bayi dan membawa seorang anak laki-laki sekitar kelas 3 atau 4 SD gitu lah.

Mereka bertiga berjalan menuju toko kosmetik yang tidak jauh dari toko beras.

Sebenernya sih saya gak niat nguping, tapi obrolan ibu tadi dan penjaga toko kosmetik itu kedengeran. Abis sih ngomongnya kenceng banget, jadi aja saya tau mereka lagi ngomongin apaan. 

Hehehe.

Ternyata, si ibu tadi pergi ke toko kosmetik untuk mencari obat untuk menyembuhkan kaki anaknya yang banyak sekali luka-luka semacam koreng, bahkan ada beberapa luka yang masih ngeluarin darah.

Merinding juga sih saya liatnya.

"Oh. Jadi ga ada ya Bu?"

Ucap ibu dengan dua anak tadi.

"Ga ada kalau untuk luka begini." Jawab si empunya toko.

Saya paham. Ibu itu sedang mencari obat untuk menyembuhkan sakit anaknya. 

Tapi kok ke toko kosmetik? 

Ketika sang ibu keluar dari toko saya nyamber sksd.

"Coba pake betadi** atau seba*** bu, antiseptiknya tinggi. Lumayan bagus."

"Oh iya, tapi mahal ya kalo ga salah?"

"Ya, lumayan sih Bu, tapi bagus, saya juga suka pake buat anak-anak di rumah."

"Oh gitu, makasih ya, Bu." Jawabnya sambil berlalu dengan wajah separuh kecewa. Ia kembali naik motor bersama dua anaknya dan entah hilang kemana.

Kalau saja kita dihadapkan sama "kelakuan aneh" ibu tadi, nyari obat sakit kulit ke toko kosmetik, pasti di benak kita terbersit:

1. Dasar ibu aneh, nyari obat sakit kulit ke toko kosmetik.

2. Pasti anaknya ga keurus, kakinya sampai begitu.

3. Kayaknya itu ibu udah kehabisan ide buat ngobatin anaknya, putus asa kali.

Dan jujur saja, saya pernah berada di posisi ibu tersebut, merasa "putus asa"

.

Jadi ceritanya waktu itu batuknya Kifah kambuh. Saya udah sering banget cerita di blog kalau Kifah punya asma dan alergi. Dan sungguh saya berasa capek terus-terusan ngobatin Kifah.

Hingga pada suatu saat saya merasa "putus asa"

Saya minta dianter ke tukang jamu. Tau kan tukang jamu yang ada di pinggir jalan? Yang tokonya dominan warna hijau kuning itu loh?

Ya. Saya bawa Kifah ke sana buat nyari obat batuk. Saya mikir sederhana, mungkin aja ada jamu buat ngobatin batuk asma.

"Mas ada obat batuk ga? Atau obat asma?" Tanya saya ke penjaga toko jamu.

"Gak ada bu kayaknya, paling ini."

Dia menyodorkan sesachet jamu, yang kemudian saya baca komposisinya adalah jahe, gula, dan bahan lainnya.

"Yaudah, berapa harganya mas?"

"Dua ribu."

Hah? Murah amat? Dalam hati saya.

Ketika saya keluar dari kios jamu, ada seorang bapak yang akan masuk, dia menatap aneh ke arah saya.

"Kenapa sih itu bapak-bapak?" Saya membatin.

Ketika tiba di rumah, Kifah gak mau minum jamu itu, katanya gak enak. Yo wes lah, akhirnya jamunya ga jadi diminum Kifah.

Dan akhirnya saya baru kepikiran soal bapak-bapak yang mau masuk ke kios jamu tadi.

Duh, jangan-jangan bapak tadi mikir yang aneh-aneh lagi. Soalnya waktu di dalem kios jamu saya baca macam-macam kemasan jamu, dan dari judulnya banyak jamu yang -yaaa gitu deh- jamu lelaki ala-ala, eeaaaaa.

wkwkwkw.

Pantesan itu bapak kaget liat saya keluar dari kios jamu. Doh, baru sadar eyke.

Jujur aja, "Ibu yang linglung dan putus asa" macam saya dan ibu yang saya ceritain tadi itu kerap terjadi loh.

Bukan karena kurang pendidikan atau pengetahuan, hal itu terjadi karena banyaknya tekanan lingkungan sekitar ibu, saya atau mereka gak tau lagi harus kemana dan berbuat apa ketika menghadapi masalah-masalah terutama tentang anak.

Seorang ibu yang banyak anak, pekerjaan, tekanan, ditambah kurangnya me time, rentan banget loh putus asa dan jadi gak logis ngambil keputusan.

Makanya sampe ada ibu-ibu yang karena saking putus asanya bawa anaknya ke "orang pintar" untuk berobat.

Hmmm, tapi di satu sisi saya gak berani menyalahkan atau gimana.

Karena ya itu tadi, saya pernah berada di sana, berada di level gak tau tau lagi harus berbuat apa, tanya siapa, dan harus pergi kemana.

Dan yang berusaha selalu saya hindari ketika tau anak teman atau tetangga sakit adalah:

1. Menanyakan hal yang hanya membuat orang tuanya jadi malu.

2. Bertanya untuk mengorek luka.

3. Bertanya tapi seperti menyalahkan.

Lebih baik langsung menolong jika dibutuhkan, atau mendo'akan yang baik-baik untuk kesembuhan anaknya.

Karena saya pun tau, semakin lingkungan ibu penuh tekanan, semakin dekat ibu dengan rasa "putus asa" hingga akhirnya membuat keputusan diluar logika.

.

Berempatilah kepada sesama perempuan, sesama ibu, sesama istri.

Bukankah yang saling mengerti bahwa perempuan sangat mudah terbawa perasaan adalah para perempuan sendiri?

Yuk hindari pertanyaan yang menyakiti, lebih baik ulurkan tangan untuk saling menolong satu sama lain sesuai kapasitas yang kita miliki.

Karena seorang ibu sangatlah rentan "putus asa" jika lingkungannya terus menerus memperpendek jaraknya dengan logika dan akal sehat.

*peluk semua ibu di dunia
*refresh your mind, body, and soul
*karena kamu tidak sendirian







Assalamu’alaikum

Wah judul tulisan kali ini panjang bener ya. Tapi tenang aja sih, sebenernya inti tulisannya gak ribet kok. Cuma biar kekinian aja kayak orang tua namain anak zaman sekarang, panjang dan belibet. Mwahaha.

Sebelumnya, di blog ini saya sudah pernah menuliskan informasi mengenai perusahaan asuransi FWD Life.

Tulisannya yaitu tentang Click To Meet: Cara Baru Berasuransi Untukmu Generasi Milenials, dimana di zaman sekarang ini bertemu dengan agen asuransi gak jadi horor, gak mesti takut dikejar, karena nasabahnya sendiri yang memilih agen asuransi mana yang ingin ia temui.

Sejak FWD Life mengadakan blogger gathering, saya merasakan bahwa FWD Life adalah salah satu perusahaan asuransi yang kekinian, milenials, dan melek sekali digital.

FWD Life merupakan salah satu perusahaan asuransi yang memang concern di pengembangan dunia digital, 45% dana perusahaan dialokasikan untuk terus menerus melakukan inovasi mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Pada tanggal 22 September 2017 lalu, FWD Life melebarkan sayapnya kembali dengan melakukan kerja sama dengan salah satu Bank terdepan di Indonesia yaitu Bank BTN.

Penandatanganan resmi secara digital Bank BTN dan FWD Life

FWD Life dan Bank BTN berkomitmen untuk terus menerus mendukung pemerintah dalam rangka meningkatkan angka “melek asuransi” masyarakat Indonesia yang masih berada pada angka 2,7% dari penduduk domestik bruto.

Angka ini masih dianggap rendah karena jauh tertinggal dari negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah mencapai angka di atas 5%.

Bapak Maryono, Direktur utama Bank BTN mengakui bahwa FWD Life adalah salah satu perusahaan asuransi yang sangat baik mengelola digital insurance, sehingga Bapak Maryono berharap kerja sama ini mampu memberikan dampak positif bagi Bank BTN dan seluruh karyawan Bank BTN.

Melalui produk Bancassurance, FWD Life dan Bank BTN berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam mengakses asuransi jiwa. Tentunya hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi dari FWD Life itu sendiri yaitu ingin mengubah cara pandang masyarakat mengenai asuransi, terutama asuransi jiwa.

Kerja sama antara Bank BTN (oleh Direktur Utama Bank BTN Bapak Maryono) dan FWD Life (Oleh Presiden Direktur FWD Life Choo SIn Fook)

Asuransi Bebas Rencana Plus

Sesuai dengan apa yang saya katakan sebelumnya, Bank BTN dan FWD Life memiliki sebuah produk bersama yang akan memudahkan masyarakat dalam berasuransi, yakni Asuransi Bebas Rencana Plus.

Apa itu Asuransi Bebas Rencana Plus?

Bebas Rencana Plus merupakan produk asuransi jiwa yang memberikan totak bonus sebesar 105% dari total premi yang dibayarkan.  Asuransi bebas berencana Plus ini memberikan perlindungan maksimal sehingga nasabah bebas menjalani passon mereka tanpa khawatir kehilangan uang.

Premi mulai dari Rp.100 ribu s/d Rp 1 Juta tanpa dikenakan biaya administrasi. Jangka waktu pembayaran premi selama 5 tahun,  lebih singkat dibandingkan jangka waktu perlindungan yang lebih panjang yakni  8 tahun.

Bincang seputar produk Bancassurance

Manfaat Asuransi Bebas Berencana Plus adalah:

1. Pertama, manfaat pemberian bonus sebesar 105% dari total premi yang telah dibayarkan selama 5 tahun apabila tidak ada klaim dari pemegang polis. Pemberian bonus akan terbagi dalam dua waktu, yaitu pada akhir tahun ke-5 sebesar 50% dari premi yang sudah dibayarkan sebelumnya. Yang kedua pemberian bonus pada akhir tahun ke-8 sebesar 55% dari premi yang telah dibayarkan sebelumnya.

2. Kedua, manfaat meninggal pada tahun pertama, dimana seluruh premi yang sudah dibayarkan akan diberikan kepada pemegang polis meninggal dunia bukan karena kecelakaan, atau 200% uang pertanggungan jiwa meninggal dunia karena kecelakaan.

3. Ketiga, manfaat meninggal pada tahun kedua dan seterunya, dimana 100% uang pertanggungan akan dibayarkan jika pemegang polis meninggal dunia bukan karena kecelakaan, atau 200% uang pertanggungan jika meninggal dunia karena kecelakaan.

Tapi, Ada 2 pengecualian dalam melakukan klaim yaitu:

Meninggal karena percobaan bunuh diri dan karena melanggar hukum.
Diluar itu, nasabah akan mendapatkan perlindungan maksimal dair produk Bebas Berencana Plus bahkan jika nasabah seorang atlet atau memiliki passion di bidang olah raga ekstrim.

Bagaimana cara membeli produk Asuransi Bebas Berencana Plus?

1. Jadilah nasabah Bank BTN
2. Beli produk Asuransi Bebas Berencana Plus di Bank BTN terdekat

Mudah sekali, kan?

Bicara soal olah raga ekstrim, pada acara penandatanganan kerja sama Bank BTN dan FWD Life kemarin, juga hadir dua orang putri cantik kebanggaan Indonesia yang telah mempersembahkan medali emas SEA GAMES 2017 pada cabang olahraga Pencak Silat yaitu Wewey Witha, dan Senam Artistik yaitu Rifda Irfanalutfi.

Wewey dan Rifda sedang sharing mengenai dunia atlet dan asuransi

Sebagai atlet pada cabang olah raga yang bisa dibilang ekstrim dan rentan mengalami kecelakaan pada saat latihan ataupun pertandingan, mereka mengatakan bahwa mereka berdua belum memiliki kepercayaan pada asuransi.

Mengapa?

Karena tidak semua asuransi mau memberikan perlindungan pada olah raga yang ekstrim dan membahayakan jiwa.

Selain itu, mereka juga banyak mendengar paradigma negatif tentang asuransi.

Rifda sendiri pernah mendengar bahwa temannya tidak menyarakannya memiliki asuransi karena identik dengan ‘buang-buang uang’ saja. Tapi, setelah dijelaskan mengenai produk Asuransi Bebas Rencana Plus, mereka menjadi berubah pikiran.

“Wah, lumayan juga sih kalau begini, hitung-hitung nabung jadinya kalau tidak ada klaim.” Ucap Wewey sambil tersenyum.

Padang KulinerRUN 2017


Produk Bancassurance kerja sama Bank BTN dan FWD Life ini juga diperkenalkan pada acara Padang KulinerRUN loh.

Ayo, warga Sumatra Barat, mana suaraanyaaa?

Pada acara tersebut, Bank BTN dan FWD Life akan mengajak masyarakat Indonesia untuk meraih yang terbaik dalam hidup dengan mempersiapkan perlindungan yang tepat. Dalam ajang Padang KulinerRUN yang diikuti oleh ribuan orang tersebut, Bank BTN dan FWD Life menjadi official insurance dan Bank BTN menjadi Bank Partner.

Sebagai Official Insurance Partner, FWD Life memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri untuk seluruh peserta lari di ajang Pdang KulinerRUN 2017 uang pertanggungan hingga 20 juta. Hal ini merupakan komitmen dari FWD Life yang mendukung para nasabah membebaskan langkah dalam meraih passionnya.

***


FWD Life adalah perusahaan asuransi berskala internasional yang telah berdiri di Asia sejak tahun 2013. Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), info lebih lajut klik www.fwd.co.id

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) merupakan perusahaan yang berdiri di Indonesia smeenjak tahun 1897 dengan nama Postspaarbank, pada tanggal 9 Februari 1950 berubah menjadi Bank Tabungan Pos. Kemudian pada tahun 1974, Bank BTN adalah satu-satunya Bank yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi golongan masyarakat menengah ke bawah. 




Sebelumnya, saya pernah menulis kegalauan saya di tulisan ‘haruskah perempuan harus jago masak?’ beberapa waktu lalu.

Memang sih, sekarang zamannya berubah, perempuan gak melulu berada di dapur, fasilitas yang memanjakan perempuan sudah tersedia dimana-mana. Jajaran warteg, warnas dan rumah makan padang, terhampar seluas mata memandang. Tinggal masuk, pilih menu makanan, bayar, urusan perut emak sekeluarga beres sudah. Gak perlu repot belepotan bumbu dapur dan bermandikan keringat di depan kompor.

Bahkan, jika kita males turun kasur buat jalan ke rumah makan, tinggal menatap layar gawai sambil kayang pun, seorang kurir makanan atau ojek on line akan segera mengetuk pintu rumah kita membawa sekantong keresek makanan yang kita idam-idamkan, tapi hati-hati ya, jangan lupa dibayar, kasih tip sekalian.

*amal mak amalll

Mudahnya ya jadi emak zaman sekarang, urusan pribadi jadi mudah dan itung-itung turut andil mengembangkan bisnis orang lain, eeeaa alibi.


Tapi pernah gak sih, Mak. Sesekali pengen masak buat diri sendiri dan keluarga, tapi terbentur dengan skill masak? Kalau saya sih sering bangeettt. 

Nah, berbekal dari seringnya saya nonton Food Network khususnya program Ayesha’s Home Kitchen. Saya jadi terinspirasi untuk memiliki (sebagian udah ada yang punya juga sih) 5 peralatan masak yang paling diandalkan oleh Ayesha. 

Ayesha Curry

Sumber gambar: cookhomemade.com
Ayesha ini dulunya adalah seorang Youtuber yang suka masak makanan yang simpel, baik secara teknik, peralatan masak, bahan, ah pokoknya menurut saya paling simpel untuk diikuti dibanding program yang lain di Food Network. Dan, karena memang masakannya simpel tapi enak, Ayesha didaulat untuk membawakan program memasak di Food Network dengan judul program Ayesha Home Kitchen.

Apa saja 5 peralatan masak andalan Ayesha?

1.Wajan Besi



Peralatan dapur yang paling sering dipakai atau diandalkan banget sama Ayesha sebenernya adalah wajan besi. Beneran dia kreatif banget loh. Wajan besi bisa dia jadiin loyang adonan kue, tempat bikin steak, dan aneka makanan lainnya.

Bikin kue.

Ayesha pernah bikin kue bermodalkan wajan besi dan its so inspiring buat emak-emak pemalas yang ngebayangin bikin kue itu ribet banget.

Pertama-tama, kita bikin adonan kue dari bahan kue instan, kemudian sisihkan. Panaskan wajan, masukkan butter, gula merah, dan buah-buahan (bisa nanas, stroberi, blue berry, black berry, buah apapun lah pokoknya) sampai buah-buahan itu terlihat lembek, masukkan adonan kue yang sudah dibuat tadi. Setelah itu masukkan wajan ke dalam oven, tunggu beberapa menit. Jadi deh.

Selain itu, Ayesha juga pernah membuat steak wajan yang bikin “Apa? Kok aku baru kepikiran ya?”
Caranya gampang banget, potong-potong daging sapi yang akan dibuat steak. Panaskan pada wajan menggunakan butter sampai permukaannya kering kecoklatan, taburkan garam, lada, dan beberapa rempah, kemudian masukkan wajan ke dalam oven, tunggu dalam beberapa menit.

Dan, hwaaaa steak daging sapinya udah jadi. Sekilat dan semudah itu. Gak perlu bikin nyiapin panggangan dan ngipasin sampe gerah.

Asli, wajan besi model begini bisa jadi andalan banget di dapur ternyata. Sungguh, aku terinspirasi.

2.Oven


Setelah wajan yang bisa jadi the magic pan di tangannya Ayesha. Kehadiran oven bagaikan partner in crime buat sebuah wajan untuk menciptakan menu makanan yang enak dan mudah dibuat.

Iya sih, itu wajan tinggal masuk oven, beberapa menit kemudian udah jadi aja makanan. Gampang banget liatnya. Kue dimasak di wajan, masuk oven, beres. Daging dimasak bentar di wajan, masuk oven kemudian berubah jadi steak dengan daging yang empuk banget dan gak pake lama.

*menatap nanar oven di dapur yang jarang banget dipake

3.Blender


Biasanya kita punya blender buat bikin jus atau smoothies aja kan ya? Nah, satu lagi ide kreatifnya Ayesha ini adalah selalu bikin saus sendiri pakai blender. Banyak banget resep saus yang bisa kita ikutin di internet, baik itu buat biki dressing salad, atau pun saus manis buat temen makan kue.

And, again.

Kenapa aku baru kepikiran kalau rasa makanan gak hanya bisa didapat dari makanan itu sendiri. Tapi kita bisa menciptakan varian rasa melalui saus, yaps saus yang dibikin sendiri pakai blender.

Selain itu, blender sendiri kadang saya pake buat bikin nugget home made buat anak-anak. Selain buat penghematan, enaknya bikin nugget sendiri adalah bisa nyampurin bahan lain ke dalam adonan nugget, seperti sayuran dan keju.

Buat emak yang punya anak picky eater kayak Kifah, I’m feel so blessed dengan penemuan blender karena bisa masukkin apa aja ke dalam makanannya, tapi gak ketauan, hahaha.

4.Mixer

Membuat kue sekarang bukan lagi hal yang sulit

Sebenernya dulu saya punya mixer, tapi di rumah mamah. Setelah nikah, saya nggak beli lagi karena merasa gak akan bikin kue (masih mikir bikin kue itu ribet). Tapi setelah keseringan nonton Food Network, akhirnya saya memasukkan mixer ini sebagai wish list barang yang mau saya beli.

5.Rice Cooker atau Slow Cooker

Membuat aneka macam nasi, bisa!

Ini sih pasti semua rumah udah punya yah, udah gak ada kayaknya yang masak nasi pake panci/langseng. Kecuali mungkin orang tua, nenek atau saudara yang tinggal di desa, karena stok kayu bakar di desa masih banyak.

Beda sama di kota yang udah gak mungkin masak pakai kayu bakar atau di kompor karena terlalu makan waktu.

Selain buat masak nasi putih biasa, rice cooker juga saya jadikan alat andalan untuk membuat nasi uduk atau nasi liwet. Abis gampang banget sih, tinggal masukkin santan, daun salam, serai dan garam, tinggal pencet, jadilah nasi uduk.

Atau kalau mau bikin nasi liwet, tinggal masukin aneka bumbu dapur dan ikan asin, tinggal pencet, jadi deh nasi liwet. Tinggal bikin sambel aja buat temen makannya. Hahaha.

Bahkan, waktu kuliah dulu, rice cooker udah kayak kantong ajaib doraemon. Masak nasi di situ, rebus mie disitu, goreng telur di situ, wkwkwk. Siapa hayo yang pernah ngalamin jadi anak kost model begini?

Di rumah, saya juga punya slow cooker yang dulu sering dipakai buat MPASI Aldebaran. Tapi ternyata slow cooker juga bisa digunain buat masak makanan yang lain. Bukan cuma makanan bayi aja.

Slow cooker bisa digunain buat bikin bubur ayam, atau buat bikin puding roti juga loh. Resepnya banyak banget tersebar di internet. Kalau lagi gak ada kerjaan, coba aja deh buka cook pad.

***

Nah itu, gambaran peralatan masak yang bikin saya jadi ngangguk-ngangguk sendiri karena ternyata bisa dijadiin ‘alat tempur’ di dapur yang multi fungsi dan membuat masak jadi mudah. 

Awalnya sih saya gak ngeh, alat-alat masak itu saya anggurin di dapur dan berujung buat pajangan doang. Wkwkwk.

Sebenernya, info ini pas banget buat kamu yang berencana menikah atau mau kasih kado buat temen kamu yang sebentar lagi nikahan. Karena beneran, 5 peralatan Home & Kitchen di atas saya rekomendasikan untuk dibeli dan menjadi pelengkap peralatan dapur di rumah.

Saran saya, membeli peralatan Home &Kitchen itu harus benar-benar bisa bermanfaat dan akan sering digunakan oleh pemiliknya. Karena, selain bisa menambah semangat untuk memasak, seluruh keluarga juga jadi ikut melar bahagia kan?


 **gambar pendukung diambil dari pexels.com