Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya


“Gol Gol Gol, Ale Ale Ale”

Hayooo, siapa yang waktu kecil suka nyanyi lagu ituuu? Kalau iya, salaman dulu kita. Berarti masa kecil kita satu frekuensi.

Pas banget ya, malem takbiran kemarin alias tanggal 1 Syawal 1439 H lalu, bertepatan dengan pembukaan Piala Dunia di Rusia. Untung aja bukan bulan Ramadan Piala Dunianya, bisa berabe kalau pas Ramadan. Takutnya sahur kesiangan, atau gak taraweh karena nonton bola.

Tapi yang kasian itu timnas Arab Saudi, main pertama pas di hari lebaran. Hihihi.

Ngomongin Piala Dunia emang gak ada abisnya ya, event yang diselenggarakan tiap 4 tahun sekali ini memang ditunggu banget sama fans sepak bola di seluruh dunia. Dan tahun ini diselenggarakan di benua Asia lagi, yaitu di Rusia. Setelah tahun 2002 diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan.

Jadi buat yang nonton sebenenernya gak terlalu malem banget sih, karena masih di benua Asia. Gak kayak sebelumnya di Brasil, Afrika Selatan, dan Jerman yang jam tayangnya dini hari banget.

Tapi yaaa tetep aja, buat penggila sepak bola mah bikin begadang.

Awal Tahu Piala Dunia

Pertama kali tahu tentang piala dunia itu waktu tahun 2002, sekitar kelas 6 SD atau 1 SMP gitu. Dulu aku dukung timnas Italia. Soalnya suka sama pemain Italia, Francesco Totti sama Buffon sang penjaga gawang. Dan pas piala dunia tahun 2006 di Jerman itu, Italia berhasil jadi juara dunia World Cup.

TAAAPIII KUSEDIIHHHHH, tahun ini Italia bahkan gak masuk kualifikasi. Ampun deh. 

Itu kenapa bisa-bisanya Italia gak masuk kualifikasi, bareng sama Belanda juga. Sama-sama gak masuk kualifikasi. Entahlah ini ada apa gerangan, bahkan Jerman pun kalah sama Meksiko, dan semalem Argentina kalau juga 3-0 dari Kroasia. Aduhh ini juara dunia pada ngapa yaaa.

*SAD*

Abbiy di rumah sebenernya gak gandrung banget sama sepak bola sih, masih dalam tahap wajar. Kecuali kalau nonton Persib, wajib dah itu mah, wkwkwkw.

Tapi ya kebanyakan, anak laki, bapak-bapak itu sukanya nonton sepak bola. Bahkan ada temen yang bela-belain ke Rusia buat nonton langsung piala dunia. Totalitas sekali ya kalian para lelaki.

Sebenernya, perempuan juga ada yang suka sepak bola. Biasanya suka nonton liga negara, kayak liga Inggris, liga Italia, liga spanyol, dan lain-lain. Mereka dukung club di negara masing-masing. Kalau aku mah cukup dukung PERSIB aja lah sekarang mah #PersibMaungBandung Hahaha. Kasian, liga Indonesia gak ada yang nyemangatin.

Begadang Demi Piala Dunia

Hahaha, ini nih penyakitnya. Piala Dunia itu bikin begadaaaangggg. Dan rasanya bete dan KZL banget kalau suami harus begadang demi Piala Dunia pas udah jadi Emak-emak begini.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya


Pertama, liatnya BT. Soalnya doi teriak-teriak dan ngomong sendiri T___T

Kedua, istri dan anak tak terperhatikan lagi, matanya fokus ke TV.

Ketiga, begadang sampe pagi. Bangun bisa-bisa kesiangan. Ke kantor jadi telat.

Keempat, kalau udah sakit. Siapa hayo yang kerja? Siapa yang harus ngerawat?

Kelima, kalau sakit, biaya ke dokter mahal.

Keenam, kalau anggota keluarga satu sakit, biasanya nular ke yang lainnya, Emaknya juga ikut tepar karena harus jadi perawat 24 jam. Dan kalau Emak udah tumbang, seisi rumah lebih kacau balau.

Ketujuh, BAYAR LISTRIK NAEKKK BOOOOOKKK.

*Kemudian urut-urut kening*

Hadeeuhh, cuma karena Piala Dunia rumah bisa jadi heboh dan terganggu stabilitas kesehatan dan keuangannya kalau begini.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya

Kayaknya, yang ngalamin demam piala dunia bukan hanya satu keluarga aja deh, hampir semua ibu dan istri ngalamin gimana ‘serunya’ ngadepin suami yang lagi keranjingan piala dunia.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya


Termasuk Ibu Mentari yang ada di Sitkom Web Series Keluarga Surya yang tayang di Youtubenya Sun Life Financial Indonesia.

Ibu Mentari dibikin geleng-geleng sama Ayah Surya dan anaknya Fajar yang jadi begadang setiap malem karena nonton piala dunia.

Jangan ditanya deh, besoknya jadi bangun kesiangan. Ayah Surya telat ngantor, dan Fajar pun telat ke sekolah gara-gara demam piala dunia.

Tapi hebatnya, Bu Mentari ini punyaaaa aja ide kreatif buat ‘ngalahin’ keinginan Ayah Surya dan Fajar yang maunya nonton piala dunia terus setiap malam.

Penasaran gimana strategi Bu Mentari buat menghadapi Ayah Surya dan Fajar, yuk nonton Episode ketiga ini:



Duh, kocak abis ya idenya Bu Mentari. Aku aja gak sampe kepikiran pake cara itu.

Jadiiii, lesson learnnya adalah:

“Emak-emak harus kreatif buat ngatur segala urusan keluarga, mulai dari keuangan, kesehatan, kedisipilinan, bahkan sampai urusan piala dunia. Hahaha keren sekali Ibu Mentari.”

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya

Web Series Keluarga Surya dari Sun Life

Web Series Keluarga Surya ini sudah tayang tiga Episode sampai sekarang. Dan yang ketiga ini fresh banget tentang piala dunia. Dua episode sebelumnya menceritakan tentang THR yang harus dihabiskan atau ditabung, dan tentang wakaf cara baru di zaman sekarang.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya


Topiknya related banget ya sama kehidupan kita sehari-hari.

Uniknya, Sitkom Web Series Keluarga Surya ini dikemas dengan cara yang unik, kocak, dan bahasa yang ringan. Padahal lagi ngomongin masalah keuangan keluarga juga loh. Dimana sebagai Emak yang udah rempong banget baca literatur dan artikel tentang keuangan, sungguh aku merasa terbantu dengan adanya Sitkom Web Series Keluarga Surya ini.

Habis nonton tiap seriesnya ini jadi terbantu untuk mikir, bagaimana mengelola keuangan keluarga yang seharusnya. Soalnya Keluarga Surya ini beneran mencerminkan Keluarga Zaman Now banget.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya


Sitkom Web Series Keluarga Surya ini diperankan oleh Bima Azriel (Fajar), Karina Nadila Niab (Ibu Mentari), Edo Borne (Ayah Surya), Sandrinna Michelle Skornicki (Cahaya), disutradarai oleh Alam Putera Kencana Wangi dan diupload secara berkala di channel Youtube milik Sun Life (Sun Life Financial Indonesia).

Tujuan Sun Life memproduksi Sitkom Webseries ini adalah untuk mengedukasi keluarga muda di Indonesia dalam mengatur keuangan keluarganya dengan cara yang menarik, ringan, tidak membosankan, dan mudah dicerna.

Menurut survey dari OJK, keluarga muda di Indonesia ternyata masih suka menabung dalam jangka pendek saja, seperti tabungan di rekening bank, atau tabungan untuk rekreasi. Masih sangat jarang yang menabung atau berinvestasi untuk jangka panjang.

Padahal seharusnya meskipun kita masih muda (justru karena memang masih muda ya, masih punya cukup waktu) perencanaan keuangan keluarga harus menjadi prioritas utama.

Misalkan tabungan untuk sekolah anak, kredit kepemilikian rumah, membeli properti yang bisa disewakan, berasuransi kesehatan atau jiwa, dan lain sebagainya. Apalagi sebagai kepala keluarga, seorang suami harus bisa nih memproteksi keluarganya dari resiko yang naudzubillah, kematian misalnya.

Bagaimana dengan nasib keluarga yang ditinggal nanti? Bagaimana dengan keberlanjutan sekolah anak-anak?

Nah, dari sini lah sebagai keluarga (Istri dan suami) wajib berembuk tentang usaha apakah yang akan dijalankan untuk memproteksi keadaan keuangan keluarga dari resiko krisis atau kebangkrutan.

Tantangan Piala Dunia dan Kecerdasan Seorang Ibu

Balik lagi ke Sitkom Webseriesnya Keluarga Surya, bahwa yang namanya keluarga itu adalah Team Work, alias kerja sama tim. Dimana ada peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga yang wajib dijalankan agar keberlangsungan keluarga tetap utuh dan terjaga.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya
Ibu Mentari, Ibu dengan berjuta strategi

Ayah, sebagai ketua regu. Bertugas menjadi nahkoda atau pilot dari keluarga yang ia kepalai. Bertugas mencari cara bagaimana agar keluarganya terpenuhi semua kebutuhannya.

Tantangan Piala Dunia dari Keluarga Surya
Ayah Surya, sang kepala keluarga

Ibu, sebagai partner ayah, yang bertugas sebagai manager atau pengelola aset yang ada di dalam keluarga. Baik itu aset  keuangan, atau materi lainnya. Ibu juga harus bisa kreatif dalam mengelola, memenej, dan membantu sang pilot jika sedang dalam masalah. Dan di Sitkom Keluarga Surya ini, Ibu Mentari berprofesi sebagai Blogger loh, yang bisa menambah penghasilan keluarga dari rumah.

Anak, sebagai prajuritnya atau awak pesawat. Anak juga harus “dibriefing” bagaimana menjadi anggota keluarga yang baik, bagaimana memposisikan diri, dan bagaimana ikut membantu keberlangsungan keluarga.

Nah, di Sitkom Webseries Keluarga Surya episode ketiga tentang Piala Dunia ini, digambarkan bahwa Ibu Mentari ini sebenernya kesel sama kelakuan suami dan anaknya yang begadang terus nonton piala dunia. Dia takut kalau anak dan suaminya itu sakit.

Iya kalau punya asuransi kesehatan, kalau nggak? Bisa jebol keuangan keluarga, secara biaya rumah sakit sekarang mahalnya ruarrr biasa. Liat struk biaya rumah sakit malah bisa bikin strooke beneran. Yasalammm.

Selain itu, Ibu Mentari ini punya cara yang kreatif buat ‘menangani’ suami dan anaknya agar patuh pada aturan, dan mau berkomitmen untuk menjaga kedisiplinan dan aturan yang ada di rumah. Hmmm, wajib ditiru nih inspirasinya.

Kuis dari Keluarga Surya

Sitkom Webseries Keluarga Surya dari Sun Life ngajak kita buat seru-seruan juga loh dengan cara ikutan kuisnya.

Caranya gimana?

Buka akun Instagram Keluarga Surya di @sunlife_id disana akan ada pertanyaan atau kuis seputar Sitkom Webseries Keluarga Surya. Pertanyaannya pokoknya seputar Sitkom Keluarga Surya, makanya jangan lupa buka Channel Youtube Sun Life Financial ID untuk tahu update Episode terbaru dari Sitkom Webseries Keluarga Surya.

Mau tau informasi tentang Keluarga Surya dan Sun Life? Klik websitenya di www.sunlife.com buka akun Twitter dan Instagramnya di @sunlife_id dan jangan lupa subscribe channel Youtubenya juga yaa.


Yuk, nonton Sitkom Webseries Keluarga Surya, dijamin ngakak dan nambah pengetahuan keuangannya. Btw, dukung siapa nih di Piala Dunia tahun ini?


Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil


Assalamu’alaikum.

Apa kabarnya hari ini? Semoga yang lagi hamil, dimudahkan dan disehatkan sampai lahiran yaa, dan yang masih menanti kehamilan, semoga Allah SWT mengabulkan setiap do’a-do’a yang dipanjatkan, Ammiinn, Allohuma Amiiinnn.

Ngomongin soal hamil, alhamdulillah sekarang kehamilanku udah masuk ke trimester kedua. Yang katanya sih, fase kehamilan yang lagi enak-enaknya, bisa makan apa aja karena udah gak mual, dan adek bayi juga belum terlalu besar dan memenuhi rahim kita.

Tapi kalau menurutku sih, hamil di trimester ini tetep merasa gampang penuh atau begah perut. Padahal makan udah dikit-dikit, dan pakai pakaian yang cukup longgar. Apa faktor U ya, atau karena udah pernah hamil dua kali, jadi kulit perutnya menebal dan bikin begah.

Hahaha, analisis sotoy ini mah.

Etapi, seru juga sih hamil itu, walaupun banyak keterbatasan, tapi kita bahagia karena ada janin dan bayi lucu yang akan lahir ke dunia ini dan mewarnai kehidupan kita selanjutnya. Masalah yang timbul saat hamil, lebih baik dicariin solusinya, dari pada ngeluh atau misuh-misuh sendiri.

Dan  sepengalamanku ketika hamil, paling gak enak itu kalau perut begah. Apalagi abis makan atau duduk terlalu lama, naik mobil di perjalanan jauh misalnya.

Beneran, perut rasanya penuh dan sakit, bahkan sampai mual dan hampir keluar lagi deh makanan yang baru aja dimakan. Hiikkss.

Berbekal pengalaman hamil sebelumnya, aku ada tips sih yang bisa dilakukan ketika hamil, agar perut gak jadi begah atau penuh, yang bikin ibu hamil gak nyaman sama sekali.


1.Makan sedikit tapi sering

Dulu waktu hamil anak pertama, ibu mertua suka ngingetin kalau aku makan, katanya gak boleh pake piring gede, pamali katanya. Kata orang tua dulu nanti anakanya bakal punya mulut yang lebar dan gede kayak piring.

Hmmm, awalnya sih kaget gitu denger mitos aneh seputar kehamilan. Tapi kalau dipikir ada benernya juga. Kalau makan di piring gede, takutnya kalap dan makan banyak banget. Ujung-ujungnya perut jadi begah dan gak nyaman.

Akhirnya nurut juga deh sama Bu Mertua, karena enak juga sih makan di piring kecil. Walau gak kenyang banget , yang penting bisa menghindari perut begah setelah makan.

2.Jangan nahan pipis

Sering nahan pipis juga bisa bikin perut jadi begah, dan lebih bahayanya lagi kalau sampai kena ISK. Emang sih, capek banget bulak-balik toilet, apalagi pas hamil kan mau buang air di toilet itu udah lumayan susah ya.

Tapi kalau ditahan-tahan pipisnya, bisa-bisa perut jadi begah dan gak nyaman loh. Ya gak apa lah bulak-balik ke kamar mandi, itung-itung olah raga.

3.Pakai pakaian longgar

Hamil jangan sampai pake baju ketat deh. Walaupun itu bahannya kaos yang bisa melar 3x lipat pun, mending gak usah. Lebih baik pake baju hamil yang longgar dan gak bikin perut ketahan atau kejepit. 

Pakai aja baju hamil yang bisa membuat perut tertutupi dengan nyaman, permukaan kulit perut juga sehat jadinya, sirkulasi udara lebih baik dan perut gak terasa kencang atau begah.


4.Pakai celana hamil

Hayoo apa bedanya celana hamil dan celana biasa? Jelas ada dong bedanya. Bedanya tentunya ada didesain pinggang celana tersebut.

Kalau celana biasa, ukuran pingangg dan perutnya ya biasa aja, sesuai dengan ukuran orang normal, gak memperhitungkan besarnya perut ketika hamil. Dan ini tentunya menyebabkan perut kita jadi begah dan tertekan.

Sedangkan celana hamil, desainnya sangat menyesuaikan bentuk tubuh ibu hamil. Nah, bisa diliat nih, desain pinggangnya itu menyesuaikan pembesaran ukuran perut. Jadi sama sekali gak bikin perut begah apalagi kejepit kan.

Apalagi kalau hamilnya udah makin gede, makin gak nyaman deh pakai celana biasa.


Ngomongim celana hamil, baru aja aku coba salah satu varian celana hamil dari MOOIMOM. Sebelumnya aku juga pernah review baju hamil dan menyusui MOOIMOM di sini.

Celana hamil yang aku pilih adalah yang memiliki model lebar seperti kulot, soalnya aku gak biasa pakai jeans atau celana yang modelnya ketat atau kecil. So, aku pilih yang modelnya ‘gombrong’ kayak gini.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil


Selain itu, pertimbangan lain aku pilih pakai celana hamil adalah karena di kehamilan kali ini, aku udah punya dua anak laki-laki yang lagi aktif-aktifnya, jadi otomatis dong emaknya harus tetep lincah walaupun lagi hamil.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil
Hamil bersama dua anak laki-laki yang lagi aktif-aktifnya itu sesuatu aneeutt

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil
Apalagi Aldebaran (2 tahun) lagi dalam fase gak bisa diem dan maunya  jalaann terusss

*Sabar ya dek, elus-elus perut.


Dengan kondisi perut yang makin guede. Otomatis celana pun harus menyesuaikan supaya gak begah, gak keteken, dan tetep nyaman beraktivitas. Dan celana hamil dari MOOIMOM ini, mau aku review sebagai informasi buat kamu yang lagi nyari celana hamil yang bagus, modis, sekaligus nyaman dipakai.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil
Celananya nyaman, bahannya lembut dan gak mudah kusut

Pertama,
aku suka modelnya yang lebar. Buat yang gak terbiasa pakai celana jeans atau celana dengan model yang ngepas di kaki, model ini reccomended. Apalagi kalau bosen pakai gamis atau dress panjang, atau punya anak yang lagi aktif-aktifnya kayak aku ini, celana hamil dengan model lebar/kulot ini bisa jadi salah satu solusi agar penampilan kita tetap OK, gesit, dan yang terpenting nyaman, anti perut begah.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil
Aktivitas tetap nyaman ketika pakai celana hamil yang pas

Kedua, bahannya bagus dan tebal, gak nerawang dan gak gampang kusut. Jadi dipake aktivitas sehari-hari pun tetap enak dan nyaman untuk ibu hamil.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil


Ketiga, desain di bagian perutnya juga pas, gak kerasa pake celana berbahan kasar/keras, karena di bagian pinggangnya itu ada bahan kaos yang bisa melar atau membesar menyesuaikan bentuk perut ibu hamil.

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil



Keempat, kualitas bahan celana hamil ini bagus dan nyaman dipakai, jaitannya juga rapi. Puas sih sama bahan dan modelnya, gak bikin begah dan enak banget dibawa buat beraktivitas sehari-hari. Semoga next keluar lagi varian warna yang lain ya MOOIMOM dengan model lebar kayak gini. Love it!

Review Celana Hamil MOOIMOM dan Tips Anti Begah Saat Hamil
Kayaknya bakal jadi outfit favorit pas hamil nih

Buat kamu yang lagi cari celana hamil yang nyaman, anti bikin begah perut saat hamil, dan sesuai dengan style kamu. Bisa banget klik ke Website MOOIMOM atau Facebook MOOIMOM, atau bisa juga ke Instagram MOOIMOM yaa.

Di sana banyak varian celana hamil yang bisa dipilih Bumils sebagai pakaian harian yang nyaman digunakan saat beraktivitas. Yuk, liat yuk!


***

Kalau kamu, pernah punya pengalaman apa aja nih saat mengalami perut begah waktu hamil? Atau punya tips lain buat mengatasi perut begah saat hamil? Jangan lupa sharing di kolom komentar yaa.

 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan


“Abis melahirkan ya Mbak? Waah selamat ya, udah turun mesin.”

Jleb. -_______-

Pernah gak sih denger orang komentar kayak gitu pas kita abis lahiran? Becanda sih, tapi dalem. Emangnya kita mobil mogok apa ya, dibilang turun mesin segala.

“Iyalah  turun mesin, perut pasti bleberan kemana-mana. Susah buat balik lagi loh”

Nyinyiran kayak gitu, kadang ada bener dan nggak nya juga sih ya.

Dulu, waktu hamil anak pertama, aku gak merasa terlalu terganggu sama bentuk tubuh setelah melahirkan. Badan alhamdulillah langsung kecil lagi, termasuk bagian perut. Memang sih, waktu habis melahirkan banget, perut jadi ‘aneh’. Mirip balon yang udah ditiup sampe gede banget, terus tiba-tiba dikempesin.


Ngerti lah ya bentuknya gimana. Intinya gak akan sama kayak bentuk balon yang belum ditiup sama sekali. Dan disitulah aku baru mengerti, ternyata memang perut abis melahirkan itu ada perubahan yang cukup siginifikan.

Makanya waktu sebelum lahiran, mamah dan ibu mertua udah nyaranin beli gurita atau korset. Dan selama 40 hari gak boleh dilepas, harus dipake terus. Meeehh. Buat aku yang bosenan, jujur aja tersiksa juga waktu itu.

Kenapa?

1.Pake Gurita

Ribetnya alamak, itu talinya banyak banget, sampe belibet nginketnya juga. Udah gitu, gampang banget melorot. Bentar-bentar harus dibenerin, sementara anak bayi udah nangis aja.

Gak elastis. Yaps, gurita itu gak elastis gaes. Jadi perut itu sakit kalau ngiketnya kekencengan. Makanya, kemarin setelah lahiran Aldebaran, semua gurita aku hibahkan buat orang lain yang mau melahirkan, karena udah gak mau pake gurita lagi nanti kalau ngelahirin lagi.

2.Pake korset

Gak jauh beda sama gurita. Pake korset yang tebel dan keras itu gak nyaman banget, bahkan sampe sulit nafas. Ujung korsetnya juga kadang nusuk-nusuk atau ngegesek di kulit, yang malah bikin gatel dan lecet.

Pernah dikasih korset waktu habis lahiran Kifah, dan sampe saat itu mending milih pake gurita deh dibanding korset begitu. Keras, sakit, bikin susah nafas dan gatel. Dan ribet pula pas mau menyusui bayi.

Mempersiapkan Persalinan yang Ketiga

Alhamdulillah sekarang aku udah masuk ke trimester ketiga, salah satu must have item yang aku siapin adalah benda pengecil perut setelah melahirkan yang nyaman dan enak dipakai bahkan sampai 40 hari bahkan lebih setelah melahirkan.

Soalnya lahiran pertama gak melar, lahiran kedua agak melar, dan lahiran ketiga kuprediksi akan melarrrr. Jadi, buat persiapan banget takutnya ini perut gak bisa diajak berdamai kembali ke posisi semula, hahaha.

MOOIMOM Postpartum Belly Band

 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan
Kemasan produk MOOIMOM Post Partum Belly Band


Setelah googling mengenai cara mengecilkan perut setelah melahirkan, aku ketemu sama beberapa blogger yang mereview produk MOOIMOM Postpartum Belly Band ini.

Ada yang bilang bahannya elastis, halus, dan nyaman banget waktu dipakai. Makanya aku juga mau coba pakai MOOIMOM Postpartum Belly Band ini. Dan waktu liat langsung di Website MOOIMOM, MOOIMOM Postpartum Belly Band ini pun masuk sebagai salah satu produk yang Best Seller.

Makin penasaran kan ya buat punya produk pelangsing perut setelah melahirkan dari MOOIOM ini.

Kelebihan dari MOOIMOM Postpartum Belly Band sendiri yaitu:

1.Bahannya ringan, permeabilitas atau kelenturannya baik, dan lembut.

2.Anti bau dan anti bakteri

3.Mampu mengembalikan rahim ke posisi semula

4.Mampu mengatasi permasalahan perut buncit, sakit punggung karena duduk terlalu lama

5.Dengan dua perekat tambahan dan setiap bagian bisa ditempel, sehingga bisa menyesuaikan dengan kenyamanan

6.Anti radiasi elektromagnetik

Bahannya sendiri terdiri dari 41% Nylon, 16% Rayon, 24% Rubber Thread 19% Bamboo Charcoal. Cara perawatannya juga gampang banget nih katanya, tinggal cuci pakai tangan aja, gak perlu dimasukkan ke dalam mesin cuci.

 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan
Ini dia penampakan Mooimom Post Partum Belly Band, bahannya lembut dan sangat elastis

Waktu aku pegang, bahannya memang lebih halus dan elastis dari pada korset biasa yang biasanya agak kaku. Aku juga coba pakai di perut, dan memang ukurannya bisa diubah-ubah sesuai kondisi perut kita.

Jadi aku tes dulu nih ceritanya, meski lagi hamil, ternyata memang rasanya gak sesak atau menekan perut secara berlebihan. Recommended!


 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan
Ada dua perekat di sisi kanan dan kiri, jadi pakainya gampang dan bisa disesuaikan
dengan ukuran tubuh kita

Yaps, pas banget udah punya MOOIMOM Postpartum Belly Band buat lahiran nanti. Dan setelah aku coba dan pakai nanti, mau aku tulis lagi review penggunaannya yaaa.

 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan
aku pilih size L, karena walau ukurannya agak besar, namun bisamenyesuaikan
ukuran tubuh dengan mudah

Kalau kamu mau lihat banyak testimoni positif tentang MOOIMOM Postpartum Belly Band, bisa dilihat di IG-nya MOOIMOM atau Facebook MOOIMOM ya.

Kamu juga bisa liat produk korset pelangsing pasca melahirkan di Website MOOIMOM. Ada banyak varian, warna, bentuk, dan ukuran korset pelangsing pasca melahirkan dari MOOIMOM. Lumayan loh buat persiapan atau kado sahabat atau keluarga kamu yang baru aja melahirkan.


 Review MOOIMOM Bamboo Post Partum Belly Band: Cara Mudah Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan
Selalu puas dengan produk dari Mooimom


Dari pada kena Postpartum Depretion, lebih baik kamu kadoin MOOIMOM Postpartum Belly Band gih, pasti sang ibu baru jadi Happy lagi dikasih kado beginian.


Bagus-bagus ih produknya MOOIMOM. Sukaaa.

***

Kalau kamu, punya persiapan apa aja nih untuk pasca persalinan nanti? Atau punya pengalaman ngecilin perut setelah melahirkan? Sharing dong di kolom komentar.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil


Aku sungguh tak menyangka, kalau liburan ke Kuala Lumpur Malaysia April kemarin aku jalani pas hamil. Asli, beneran diluar dugaan. Hamil yang sungguh gak diduga dan keberangkatan pun sayang buat dibatalkan. Hiks.

Jadi, udah dari 2017 itu aku dan temen-temen dari Blogger Muslimah ngerencanain trip ke Kuala Lumpu Malaysia, semua kita rencanain dan kita cicil supaya gak memberatkan.

Tentunya aku mau dong.

Selanjutnya kita ngerencanain berangkat bulan April 2018, pas sebelum Ramadan tiba. Tapiiiiiii ternyata ditengah perjalanan, pas bulan Maret gitu, aku sempet telat datang bulan, dan waktu diperiksa positif hamil.

Kaget. Hahaha. Iya kau kaget. Apalagi Aprilnya mau ke Malaysia. Mau ngebatalin, tiket udah dibayar dan uang akomodasi udah ada, tinggal ditransfer ke ketua regu.


Sebelum transfer pelunasan uang jalan-jalan itu, tentunya kugalau luar biasa. Curhat di grup, curhat sama orang, googling (tapi masih jarang yang nulis pengalamannya waktu hamil naik pesawat), duh aku jadi makin lieur, jadi apa nggak ini berangkat.

Kalau gak jadi sayang banget, udah bikin paspor, udah tinggal bayar dan berangkat. Tapi kalau jadi, takut juga, kalau ada apa-apa di jalan gimana? Mana mau berangkatnya di negeri orang lagi? Jauh pula, gak ada saudara.


Hmmm, galau maksimal saya waktu itu.

Ibu mertua kebetulan mau ikut juga ke Malaysia waktu itu, kalau aku gak jadi berangkat, kasian juga ibu yang udah semangat empat lima mau halan-halan. Yaudah akhirnya aku istikhoroh dan berdo’a sama Allah SWT. Kalau memang ‘diizinkan’ berangkat, aku minta kesehatan di ke hamilan ini, dan bebas dari rasa khawatir.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Banyakin berdo'a semoga dilancarkan, dan itu beneran mujarab.
Foto waktu di Mesjid Selat Melaka

Subhanalloh, ternyata kekuatan do’a itu memang benar ada dan ajaib. Dikehamilan ketiga ini, aku sehat wal’afiat, gak mabok, malah cenderung lebih bahagia. Hahahaha. Dan dari situ lah aku  mantap buat ikut trip ke Malaysia bareng Blogger Muslimah Indonesia.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Alhamdulillah, akhirnya jadi ngetrip juga ke Malaysia

Tips Sebelum Keberangkatan

Aku nanya-nanya ke temen di grup, apa aja yang disiapin sebelum keberangkatan naik pesawat?

Katanya sih jangan lupa cek kandungan/kesehatan, karena biasanya yang dapet izin terbang itu kalau udah masuk trimester kedua atau 14 minggu ke atas, sampai batas awal trimester ketiga.

Dan alhamdulillahnya, kehamilanku kemarin itu udah masuk 14 minggu. Jadi udah rada aman kan ya buat terbang.

Periksa ke Dokter

Biasanya sih aku cukup periksa ke bidan deket rumah tiap bulan, karena udah ada alat USG juga di sini. Tapi karena mau sekalian ‘izin terbang’ dan minta surat keterangan sehat, aku periksa ke dokter kandungan di RS. Sehat Terpadu Dompet Dhuafa di daerah Parung.

Aku ke sana soalnya dokter kandungannya perempuan, dan bisa periksa abis ashar. Sedangkan di RS lain deket Depok/Bogor sini, adanya dokter kandungan laki-laki, dan biasanya kalaupun ada dokter kandungan perempuan, prakteknya malem. Kutak bisa jadinya. Alhamdulillah dapet deh rekomendasi RST Dompet Dhuafa.


Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Hasil USG Janin alhamdulillah sehat

Di dokter kandungan aku curhat dong, awalnya gimana, mau jalan tapi tiba-tiba hamil, dan jadi ragu buat berangkat. Tapi setelah diperiksa dan ngobrol sama bu dokter, alhamdulillah beliaunya santai dan bilang kalau janinku sehat wal afiat, usia kandungan dan BB janinnya juga OK, gak ada masalah, dan surat keterangan sehat pun keluar.

“Etapi, saya gak tau ya kalau ke luar negeri, apa nanti pas balik ke sininya harus pake surat lagi atau ngga?” Kata Bu Dokter.

Nah loh, aku jadi galau lagi. Masa iya sebelum pulang ke Indonesia nanti harus check up dulu di Malaysia? Aku jadi kembali mumet.

“Kan jalannya cuman 3 hari, Bu. Masa gak bisa pake surat ini aja?” kataku.

“Ya mudah-mudahan bisa sih ya, belum ada pengalaman yang ngasih tau ke saya soal perjalanan naik pesawat ke luar negeri ketika hamil.” Jawab Bu Dokter.

Lega akhirnya punya surat keterangan kesehatan, tapi jadi galau karena inget perkataan bu dokter, kalau-kalau nanti pas mau balik ke Indonesia diminta surat kesehatan yang baru lagi.

Aaarrrhh  sudahlah kupasrah. Lillahita’ala, yang penting sudah berusaha.

Siapkan Mental dan Kesehatan

Jujur awalnya rada parno aja, mau naik pesawat pas hamil gini. Gak hamil aja parno, apalagi hamil. Terus pas baca-baca, ada yang bilang bayinya jadi begini lah, begitu lah, bikin takut aja.

Makanya sebelum berangkat itu, aku siapin banget bener-bener mood sama kesehatan tubuh. Lebih sering nonton vlog jalan-jalan di Youtube. Liat foto-foto traveling di IG, pokoknya bikin hati sebahagaiaaa mungkin.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Bayangin kalau jalan-jalan itu happy, alhamdulillah kesampean
Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Tepat di depan Selat Melaka

Makan juga tambah banyak, buah dan sayur terutama. Jangan capek-capek, dan kalau bisa jangan banyak kekhawatiran yang bisa bikin stresss.

Pengalaman Ketika di Bandara Soekarno Hatta

Kami memutuskan berangkat dini hari naik pesawat Air Asia untuk ke Kuala Lumpur. Sekitar jam 1 pagi lah pesawat terbang itu. Dan kita udah kumpul di Bandara Soetta itu sekitar jam 11 malam.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Ibu mertua ikut jalan-jalan ke Kuala Lumpur

Pas nyampe bandara, agak gerogi lagi “Bisa nggak, bisa nggak, ya.” Sambil terus merapal do’a agar dimudahkan oleh Allah SWT.

Surat keterangan sehat pun udah aku simpen deket paspor, takutnya nanti ditanyain.

Waktu rombongan udah kumpul, kita check in bareng pake mesin, gak ke counter, alhamdulillah tanpa kendala, kami semua dapet Boarding Pass, dan mulai masuk ke dalam Bandara Soekarno Hatta lewat terminal 2 (kalau gak salah inget).

Dan ternyata deuuhhh, gate pesawat Air Asia itu jauhhh saudara-saudara. Lumayan banget kalau gak sambil ngobrol sama temen-temen.

Untungnya terminal 2 ini bagus, udah kayak mall aja di dalemnya. Jadi ya gak bosen dan berasa banget lah jalan di dalam bandara.

Setelah proses selesai, kita tiba di ruang tunggu pesawat Air Asia. Sekitar 1,5 jam lagi kita harus nunggu pesawat datang, dan alhamdulillah gak delayed.

Di counternya cuman ada satu orang Mbak-mbak, sepiii banget. Penumpang lain juga banyaknya pada duduk dan tidur-tiduran di kursi ruang tunggu. Temen-temen rombongan yang lain juga pilih istirahat atau ngecharge batere HP.

Disitulah diriku bertanya-tanya, ini aku gak ditanyain apa sama petugas tentang kehamilan, gak ditanya surat atau pun apa gitu?

Aku juga nanya sama ketua rombongan, “Mbak, ini aku gak ditanyain hamil apa nggaknya?”

“Aku kurang tau deh, mungkin nanti kali ya.”

Karena aku penasaran, kusamperin aja si Mbak-mbak yang ada di Counter Air Asia, dan nanya soal surat yang harus aku tanda tangani. Karena yang aku baca, buat naik pesawat terbang, penumpang yang sedang hamil harus tanda tangan surat pernyataan terlebih dulu.

“Mbak, surat yang harus saya ttd mana ya? Kan saya lagi hamil?”

“Oh, bentar ya mbak, suratnya lagi habis, nanti diambilin dulu.”

Gubrak, ternyata mereka malah belum nyiapin. Padahal waktu beli tiket kan udah dikasih tau kalau aku lagi hamil. Trus si mbaknya grasak-grusuk ngehubungin temennya dan minta saya nunggu. Kalau liat dari glagatnya, kayaknya emang cuek dan gak disiapin dari awal.

Tapi beda sih waktu saya ke Jogja pake Citilink, ada temen yang hamil justru diminta periksa kesehatan dulu sebelum naik pesawat, karena surat keterangan dokter yang dia bawa sudah kadaluwarsa. Entahlah, mungkin beda maskapai ya beda kebijakan dan pelayanannya.

Setelah ada pengumuman untuk boarding dan masuk ke pesawat, barulah saya menghampiri mbak-mbak yang tadi dan minta surat. Dia minta KTP saya dan mengisi formulir gitu, saya tinggal tanda tangan, setelah itu suratnya saya bawa dan saya kasih salah satu awak pesawat yang ada di dalam pesawat.

Inti dari surat itu sih menyatakan kalau ada apa-apa dengan kehamilan kita, pihak maskapai gak bertanggung jawab dalam hal apapun. Gitu.

1.Di Dalam Pesawat Tetap Tenang

Sebenernya, saya emang rada parno naik pesawat kalau lagi take off. Jadi meski gak hamil, tetep aja perasaan was-was dan gak karuan, dan pas hamil jadi double deh was-wasnya. Tapi kemudian saya banyak berdo’a aja sih, supaya gak takut dan dibawa santai. Apalagi waktu itu terbangnya dini hari, pas gelap gulita, agak gak enak juga gak bisa liat apa-apa di jendela.

Di dalam pesawat kalau bisa terus tenangin hati aja sih, banyak do’a. Kalau bawa buku atau majalah, boleh lah sambil baca-baca buat ngilangin ketegangan. Dan di dalam pesawat ada juga sih majalah yang diselipin di belakang kursi, plus ada juga menu makanan.

2.Pesan Makanan

Nah, ngomongin makanan, tips selanjutnya sebenernya mendingan kita pesen makanan deh di dalam pesawat. Dan kemarin pas berangkat itu, aku sempet pesen makanan tapi tau deh namanya lupa.

Dan makanan di pesawat Air Asia ini kubilang enaaakkk, rasanya pas, dan hangat pastinya. Harganya sekitar 15-17 RM. Lumayan lah bikin kenyang dan bisa ngalihin perhatian supaya gak tegang.

Waktu balik dari KLIA ke CGK pun sama, aku pesan makanan lagi tapi beda menu. Ternyata makananya enak-enak di dalam pesawat Air Asia, aku kasih bintang 4 lah dari 5.

3.Ngobrol atau Tidur

Ya dari pada bengong, mending ngobrol sama temen sebelah atau tidur aja. Tapi aku mah susah tidur euy kalau di jalan. Apalagi kadang pesawatnya geter-geter, hmmm langsung dah mata melek gak bisa ditutup lagi.

4.Posisi Tubuh

Emang sih, yang namanya lagi hamil itu gak enak duduk lama-lama, makanya kadang bangun aja sebentar, trus duduk lagi. Udahnya waktu itu aku naik kelas ekonomi yang ukuran kursinya pas-pasan, mirip naik bis MGI Cibinong-Bandung, jadi kaki rasanya lumayan pegel. Waktu pakai sabuk pengaman juga agak gak enak, karena perutnya kan udah rada ngeganjel, pake sabuk pengamannya ya dikendorin aja jadinya.

Jangan lupa, pakai pakaian yang nyaman buat Bumils ya, apalagi pas di pesawat. Liat kondisi baik-baik. Kemarin aku terbang dini hari, pas banget bawa jaket sama syal. Kalau nggak, bisa beku kedinginaannn.

5.Nahan Pipis

Karena aku males bulak balik  ke kamar mandi pesawat, akhirnya kutahan pipis sampe bandara KLIA. Nah, ini jangan diikutin yaks. Kalau lagi hamil kan suka beser tuh, bulak-balik kamar mandi terus, mending ikutin aja panggilan alam tersebut, jangan ditahan-tahan, karena rasanya gak enak banget.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Nyampe KLIA jam 5 Shubuh, ini muka bete lagi ngantri panjang di Toilet KLIA

Jangan lupa bawa tisu pembersih area kewanitaan, kalau memang sering bulak-balik ke toilet umum ketika lagi di luar rumah yaa.


So far, emang rada pegel ya naik pesawat lagi hamil. Gak senyaman kalau lagi gak hamil, tapi semua bisa diusahakan nyaman kalau kita santai, rileks, dan gak parnoan.

Waktu Pulang, KLIA-CGK

Aku udah cerita sebelumnya kalau bu dokter kandungan khawatir ada pemeriksaan surat kesehatan lagi dair KLIA ke CGK. Tapi, mengingat pas awal berangkat aja gak ditanyain, jadi aku udah aja gak nanya-nanya ke petugas seperti sebelumnya.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Lapangan terbangnya Air Asia, fotonya diambil waktu mau pulang ke Jakarta

Dan bener aja, gak ditanyain apa-apa dong sama petugas dari Air Asia. Yasudah lah, tak apa-apa.

Ketua rombongan bilang, “Mungkin mereka lihat datanya, kondisi kehamilannya masuk ke minggu aman, jadi gak ditanyain.”

Hmmm, mungkin iya mungkin nggak juga sih. Tapi enaknya sih setiap bumil ditanya dan dicatat dulu sama petugas, biar nanti di atas pesawat dapat perlakuan kheseeuuuss, wkwkwk maunyaaa yaaa.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Suasana ruang tunggu pesawat waktu mau pulang, pesawatnya delayed, Buuu.

Dan satu lagi, jangan kebanyakan nonton Air Crash Investigation di National Geographic atau Googling berita kecelakaan pesawat yaaa pas mau berangkat, nanti bisa horror sendiri di atas pesawat. Hahahaha.

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Waktu foto di Putera Jaya bareng Mbak Denik, itu cadar ungu minjem punya Mbak Novia Syahidah
sang ketua rombongan

Pengalaman Naik Pesawat Saat Sedang Hamil
Udah mirip Asiyah belum?

Ada yang bikin sedih sih sebenernya, Agustus 2018 aku ada rencana juga ke Singapura Bekpekeran bareng Blogger Depok City, udah pesen tiket pesawat pula pake Jet Star. Tapi Alloh punya rencana lain, hamilnya udah besar dan udah gak boleh naik pesawat terbang.

Kalau kata Bu dokter, "Nanti bisa-bisa lahiran di Singapura lho!"

Hahaha. 

Alhamdulillah, perjalanan Jakarta-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Jakarta kemarin lancar tanpa kendala yang berarti. Mudah-mudahan untuk yang berencana naik pesawat saat hamil dilancarkan dan diberi kesehatan yaa, amiinnn.


Happy Traveling, Bumils!