Assalamu'alaikum. Halo pembaca semua, gimana libur lebarannya? Udah liburan jilid ke berapa nih? Anak sekolah masih lama masuknya ya, tanggal 15 Juli 2019, berarti masih ada waktu buat liburan part sekian ya, hehehe.

Ngomongin libur lebaran atau libur sekolah, enaknya emang ya pergi keluar rumah.

Ke rumah saudara sambil silaturahim, main ke alam, staycation di hotel, atau sekedar nge-mall buat nonton bareng sama anak-anak.

Tapi, masalahnya, kalau punya balita apalagi bayi, kira-kira masih nikmat gak sih liburannya?

Ayo jawab jujur, hahaha.

Kalau Saya sih, hmmmm. 

Liburan sama anak (laki-laki semua) yang satu bayi, yang satu balita, dan satu lagi anak-anak, bikin Saya harus ekstra kuat lahir batin, ekstra sabar, dan harus kuat mental juga.

Ini mau liburan apa mau wamil ya baydewey 😂😂😂


liburannya gembollll terussss 😆

Ya pokoknya gitu deh. Jadi kadang tuh saya suka mikir, mending liburan atau di rumah aja ya? Soalnya kalau liburan itu malah lebih capek nyiapin barang, makanan, dan perintilan untuk di jalan.

Belum lagi harus nenangin anak kalau kelelahan dan rewel di mobil, apalagi yang bayi dan balita. Fiuuhh, bikin urat syaraf tegang kalau di jalan. Diperparah dengan macetnya jalanan, anak-anak makin rewel parah.

Dan emang tiap jalan-jalan keluar rumah, begitulah keadaannya. Sibuk persiapan dan riweuh di jalan. Makanya, jalan-jalan gak yaaa? Lelah hati Ibu soalnya kalau di jalan tuh 😌

Seperti kemarin waktu kita ke Pelabuhan Ratu Sukabumi, jaraknya lumayan jauh dan tiba-tiba kejebak macet di jalan karena ada pawai drumband kenaikan kelas di jalanan. Jalanan jadi macet total, gak gerak hingga berjam-jam. 

Kebayang di mobil udah kayak apa dong, anak temen yang ikut di mobil sampai muntah, mungkin karena kelelahan dan jalan yang berbelok-belok.

Ya begitulah dramanya kalau lagi jalan-jalan, yang selalu membuat galau takut gak tahan di jalan dan di tempat wisata.

Karena mau ga mau yang harus turun tangan mengatasi drama-drama itu adalah emaakknyaaaa.

*Oles Balsem


Oleh karena itu, semenjak mengetahui dan mengalami, bahwa pada akhirnya jalan-jalan atau travelling bersama bayi tak seindah impian yang kita harapkan, Saya mulai "menata hati" eciyeh. Supaya lebih "realistis" kalau lagi liburan bareng anak, apalagi ada bayi yang nemplok 24 jam.

Gimana caranya?

1. Jangan berekspektasi berlebihan.

Misal mau jalan ke pantai, sampai pantai niatnya mau foto ala-ala Selebgram dengan bekgron pasir putih dan birunya laut. Atau mau foto siluet ala-ala pas sunset atau sunrise.

Nope!

Mending jangan.

Gak usah terlalu memaksaan diri untuk foto-foto bagus ala instagram. Bisa selonjoran kaki di atas pasir putih juga udah bagus. Karena pas dateng, bayi pasti saatnya makan (kalau di mobil ga sempet makan) Kakak-kakaknya udah kegirangan liat laut, lari-larian, dan seketika bersimbah pasir.

*Cucian detected

Kalau pun mau foto, cukup satu aja. Ya satu aja yang penting bagus, itu pun biasanya muka udah kucel dan kerudung udah gak on point, hahaha.

Kecuali kita bawa Nanny kali ya, bisa bebas pepotoan dan difotoin sama suami atau temen.

So, low your expectation about the foto, please.

review sleek baby travel kit
gak bisa foto sendirian, ini aja difotoin sama Om Teguh 😂

2. Senyumin aja, alias banyakin stok sabar. 

Sebenernya sabar ini udah dimulai dari rumah. Anak susah bangun, males mandi, gak mau sarapan, dll. Jangan sampai udah Bete dari rumah ya, Mak. Karena kalau Bete dari rumah, di jalan juga bakal gak enak.

Karena Saya Emak yang ngoboi, Saya gak terlalu mau mikirin hal-hal yang bikin repot.

Kalau anak gak mau mandi pagi, yaudah suruh aja cuci muka, gosok gigi, dan ganti baju. Kalau anak gak mau makan, yaudah bawa roti dan susu yang banyak buat di jalan. Praktis aja, yang penting bisa jalan on time tanpa marah-marah.

3. Siapin stok makanan yang banyak.

Biasanya, kalau anak udah rewel di jalan, saya selalu ngeluarin makan atau snack buat "nyumpel" mulut mereka supaya diem, dan kalau udah ngantuk karena kekenyangan, mereka tidur.

Alhamdulillah kalau mereka tidur, berkuranglah beban dipundak Mamak ini.

Tapi memang konsekuensinya adalah bikin Bapak anak-anak cemberut, wkwkwk soalnya dia paling gak suka mobil kotor banyak remah-remah makanan.

Hmmm, PR banget jadinya buat nyiapin banyak kresek plastik buat tempat sampah.

4. Bawa baju yang banyak.

review sleek baby travel kit
Travelling rasa pindahan, banyak banget bawa bajunya 😌

Saya jadi inget kata-kata guru ngaji Saya dulu waktu Kifah masih bayi.

"Kalau pergi sama anak, jangan lupa bawa mainan, makanan, dan baju yang banyak"

Heu beneran deh Saya terapkan selalu, apalagi dengan 3 anak laki-laki begini, mau jalan-jalan aja bawa bajunya satu koper 🤣.

Kayak yang lebay sih ya, tapi alhamdulillah, membawa pakaian yang banyak membuat saya tenang, karena kalau anak muntah di jalan, bajunya kena makanan, atau bajunya kotor, bisa ganti-ganti terus. Karena kalau baju anak kotor atau basah, anak bisa masuk angin.

Tinggal mikirin deh, cucian dan setrikaan bakal numpuk setinggi Gunung Gede Pangrango.

*Tempel Koyo

5. Siapkan Travel Kit khusus untuk bayi ketika Liburan.

review sleek baby travel kit
waktu Aksa mantai di Pelabuhan Ratu 😂


Lho? Kenapa kok khusus untuk bayi?

Karena bayi baru lahir masih memerlukan 1000 hari perlindungan dari kuman, penyakit, dan virus yang berbahaya.

Menurut Prof. Dr. Badriul Hegar, Phd.Sp A (K) Dokter Spesial Pencernaan Anak RSCM, Bayi sangat rentan terkena infeksi karena sistem kekebalannya yang belum sempurna. Bila ada bakteri yang masuk, bayi akan lebih mudah terinfeksi.

Bayi juga sangat mudah terkena gangguan cerna karena fisiologis dan fungsi sistem tubuh yang belum sempurna.

Menurut Prof. Hegar, jumlah kuman di usus 10× lebih banyak dibandingkan jumlah sel tubuh.

(Dikutip dari artikel http://m.tribunnews.com/amp/kesehatan/2017/03/26/pencernaan-bayi-rentan-infeksi-karena-jumlah-kuman-di-usus-10-kali-lebih-banyak)


Selain itu, bayi juga rentan terkena bakteri Streptococcus yang menyebabkan infeksi berbeda-beda.

Pada dasarnya, bakteri ini memang terdapat di dalam tubuh manusia, dan jarang menimbulkan penyakit. Namun, pada keadaan tertentu Bakteri Streptococcus ini bisa menimbulkan gejala dan penyakit, mulai dari infeksi ringan hingga infeksi serius.

Bakteri Streptococcus yang rentan menyerang bayi adalah Bakteri Streptococcus tipe B, berupa meningitis dan pneumonia. Gejalanya seperti muntah, tidak ingin menyusu, hingga hilang kesadaran. Resiko jangka panjangnya meliputi resiko gangguan tumbuh kembang, termasuk gangguan panca indera dan gangguan otak.

(Dikutip dari artikel https://www.halodoc.com/bayi-rentan-terkena-infeksi-streptococcus-cegah-dengan-cara-ini).

Wah serem ya, kalau kita tahu ternyata bakteri itu bisa mendatangkan penyakit ringan hingga penyakit serius. Tapi yang namanya seorang Ibu, mau penyakit ringan sekalipun, kita tak akan pernah rela ya, melihat anak apalagi bayi kita menangis kesakitan karena infeksi atau penyakit tertentu.


Review Sleek Baby Travel Kit

review sleek baby travel kit


Salah satu Travel Kit untuk Bayi yang bisa dibawa untuk liburan atau mudik lebaran, adalah Sleek Baby Travel Kit.

Isinya terdiri dari:

1. Sleek Baby Bottle Nipple & Accessories Cleanser

review sleek baby travel kit


Yaitu pembersih botol bayi dan peralatan bayi lainnya, seperti botol susu dan peralatan MPASI. Mengandung Stain Removal Formula yang bisa membersihkan lemak susu dan sisa makanan yang menempel pada peralatan MPASI. Selain itu, dengan Formula yang sudah Food Grade. Sehingga aman digunakan untuk membersikan berbagai peralatan ASI dan MPASI bayi.

Ingat ya, pencernaan bayi masih sangat rentan terkena bakteri yang menyebabkan infeksi, sehingga semua peralatan bayi harus bersih dari sisa kotoran ASI/Susu Formula atau pun makanan.

2. Sleek Baby Travel Wash

review sleek baby travel kit


Yaitu konsentrat pembersih pakaian bayi dengan ekstrak jeruk nipis untuk menghilangkan noda yang membandel. Diformulasikan dengan Natural Plant Extract sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Di jalan, biasanya bayi muntah, terkena kotoran, atau mengompol dan buang air besar. 

Nah, kalau saya pribadi, gak pengen bawa baju kotor atau terkena noda kotoran/ompol, muntah, dll. Selama bisa istirahat di rest area atau pun mesjid, biasanya noda yang ada di baju bayi saya kucek sebentar di kamar mandi.

Tujuannya supaya bakteri di pakaian bayi langsung pergi, baju jadi tidak bau. Apalagi ketika di cuci di rumah, duh baunya udah gak enak banget. Kalau dikucek sebentar di jalan, pas nyampe rumah, bajunya gak akan bau ketika akan dicuci ulang.

3. Sleek Antibacterial Diaper Cream

review sleek baby travel kit


Yaitu Cream yang digunakan pada saat mengganti popok atau diapers.

Dengan formula Hypoallergenic dan Natural Antibacterial yang sudah diuji secara dermatologis, terbukti efektif untuk mencegah terjadinya ruam popok.

Biasanya, ketika di jalan, kita paling males ganti popok bayi. Ketika saatnya ganti, sebagai pencegahan, lebih baik dioleskan Antibacterial Diapers Cream pada nappy area bayi. Agar kulitnya terjaga dari iritasi sepanjang perjalanan.


4. Sleek Baby Antibacterial 2 in1 Hair and Body Liquid Wash

review sleek baby travel kit


Yaitu 2 in1 shampoo sekaligus sabun cair yang berfungsi untuk membersihkan tubuh bayi.

Andalan banget juga ini, kalau kemana-mana selalu sedia di mobil. Karena bayi itu gampang keringetan, jadi suka numpang mandi deh di rumah nenek atau saudara kalau lagi berkunjung.

Harga Sleek Baby Travel Kit ini bisa dilihat di official storenya Kino di LAZADA.

Atau mau lihat seputar produknya dan komentar/testimoni Mama-mama lainnya. Bisa dilihat juga di Facebook Sleek Baby dan Instagram Sleek Baby.

***
Jadi, gimana dong cara menikmati liburan sambil bawa bayi?

Seperti yang saya sebutkan di atas aja. Low your expectation, sabar, dan jangan lupa persiapan yang matang.

Seperti kata orang bijak bilang. Ketika anak terlahir ke dunia, hidup kita sudah tak sepenuhnya lagi milik kita. Hidup kita akan didedikasikan untuk anak-anak.

Bukan berarti kehadiran anak akan merenggut kebahagian kita sebagai orang tua. Tapi, kita akan bahagia dan menikmati liburan "Dengan cara yang berbeda" 



Apalagi kalau pas udah nyampe rumah mereka bilang,

"Makasih ya Ummi, aku seneng lihat laut, ombaknya besar, aku bisa main pasir, nanti kita ke laut lagi ya, Ummi, sama Abang, sama adek bayi." Celoteh si tiga tahun.

review sleek baby travel kit
Aldebaran (3 tahun)  ketagihan mantai lagi 
Kifah (8 tahun) apalagi, pengen balik lagi ke pantai 

Huwaaa, hati mana yang gak berbunga-bunga, kenangan liburan bareng sekeluarga pasti bakal mereka ingat sampai dewasa.

Yuk ah Kiddos, kita Lets Go lagiiiiii liburannnn.


Assalamu'alaikum, alhamdulillah kita sudah sama-sama menjalani puasa di bulan Ramadhan dan berlebaran ya, siapa nih yang belum bisa move on dari makanan khas lebaran? Hayoo, nanti timbangan geser kanan lagi loh.

Hehehe.

Ngomongin soal makanan, alhamdulillah Saya bersyukur, kali ini adalah ketiga kalinya saya membuat MPASI untuk anak saya yang ketiga yaitu Aksara.

Waktu anak pertama, saya ngerasa kurang sukses dan kurang percaya diri waktu ngasih MPASI, di anak kedua alhamdulillah mulai lebih percaya diri dalam memberikan makanan pertama untuk bayi.

Sebenernya makin ke sini, Ibu muda makin banyak "bala bantuan" banget buat bikin MPASI.

Baik untuk mengolah makanannya, atau pun untuk menyajikannya. Banyak cara praktis untuk membuat MPASI Bayi. Banyak peralatan yang mudah digunakan, seperti Slow Cooker, Food Processor, bahkan peralatan pelumat makanan bayi pun makin beragam. 

Selain itu, resep MPASI juga bertebaran di Facebook, Instagram, atau di website-website. Tinggal ikutin resepnya, jadi deh.

Seneng banget rasanya diberi kemudahan untuk membuat MPASI di rumah untuk Aksara. Apalagi dia lagi seneng-senengnya nyuap segala macam makanan, dan juga benda-benda, dari pada makan yang aneh-aneh, lebih baik kita manfaatkan "curiosity" bayi untuk mencoba berbagai ragam menu MPASI untuk bayi.

Sebelum sharing tentang cara praktis ala saya dalam memberikan MPASI untuk Aksara di rumah, kita cari tahu dulu yuk, panduan memberikan MPASI yang baik dan benar.



1. Perhatikan kebersihan dan keamanan bahan pangan yang akan kita olah. Ketika membeli periksa baik-baik kondisinya, misalkan membeli daging, ikan, ayam, pastikan bahannya segar. Begitu juga untuk buah dan sayur.

2. Perhatikan cara mengolahnya, kita harus tahu nih bagaimana mengolah makanan agar tidak hilang gizinya. Selama ini sih yang saya tahu, bahan makanan untuk MPASI bayi lebih baik dikukus dibanding direbus. Karena merebus makanan biasanya akan menghilangkan banyak kandungan nutrisi di dalam bahan pangan tersebut.



3. Jangan menghaluskan dengan blender. Nah, konon katanya, panas yang dihasilkan dari putaran blender juga bisa menghilangkan gizi dari makanannya.

4. Tekstur juga harus diperhatikan. Bayi 6-8 bulan mungkin masih mengkonsumsi bubur saring yang lembut, setelah menginjak 9 bulan bisa kita naikkan teksturnya menjadi lebih kasar untuk menstimulus otot-otot mulu, pertumbuhan gigi, dan kemampuan motorik lainnya dalam proses mengunyah makanan.

5. Kombinasikan bahan makanan sesuai dengan menu empat bintang, yaitu Karbohidrat, Protein Hewani, Protein Nabati, dan Serat. 

Mengkombinasikan menu empat bintang ini memang butuh kreativitas banget Ibunya, saya juga kadang kehabisan ide buat mengkombinasikan menu. 

Tapi untunglah ada internet, bisa cari inspirasi deh sambil googling.

Cara Mudah Membuat MPASI dengan Nuby Garden Fresh Series

Nuby Garden Fresh Series

Seperti yang sudah saya tulis di atas, zaman sekarang apa-apa serba mudah kalau kita mau belajar dan mencari informasi.

Dari dulu, prinsip hidup saya itu segala sesuatu jangan dibuat susah diri sendiri, buat sesimpel mungkin.

Nuby Garden Fresh Series

Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, harus makin smart dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga, termasuk urusan MPASi.

Nah, sekarang Saya seneng banget, karena urusan MPASI Aksa bisa banget mengandalkan Garden Fresh Series dari Nuby.

Apa kelebihan peralatan MPASI Garden Series dari Nuby ini?

3D Silicon Bib

1. Kualitas produk yang baik, aman (BPA Free), dan sangat fungsional. Silikon yang digunakan juga halus dan lembut.

2. Merupakan produk peralatan bayi dari USA yang terkenal dari dulu.

Fruit and Veggie Press untuk memeras buah dan sayur

3. Desain yang fungsional sehingga mudah digunakan. Selain itu desainnya juga memiliki warna yang cerah dan menarik. Sehingga membuat MPASI jadi lebih asyik.

Mash 'n Feed untuk melumatkan buah atau sayur kukus

4. Harga yang cukup terjangkau mengingat kegunaan fiturnya yang bermanfaat dan memudahkan pembuatan MPASI. 

Silicon Spoon

Pssst, Nuby Discount up to 50% selected items lho.

Periode: 7-30 Juni 2019 di Toys Kingdom, Suzanna Baby Shop, Aeon BSD, dan Central Dept Store.

5. Mudah dibersihkan dan disimpan. Bahannya mudah dibersihkan, begitupun dengan bahan silikonnya. Mudah disimpan karena bentuknya tidak terlalu besar.

Sunction Bowl and Spoon, mangkok dan sendok yang mudah digunakan di rumah atau pun di perjalanan karena ada tutup mangkok, sendok, dan silikon anti slip.

6. Dirancang "On the Go" sehingga memudahkan kita memberikan MPASI ketika sedang di dalam perjalanan.

The Nibbler, untuk ngemil buah dan sayur

Favorit saya adalah Squeeze Feeder, untuk memberikan makanan di perjalanan. Praktis, anti tumpah, dan bisa dibawa di dalam tas tanpa khawatir bikin tas jadi kotor.

Squezee Feeder, memberikan MPASI lebih mudah karena dimasukkan ke dalam botol silikon yang mudah ditekan dan memiliki sendok di ujung botolnya.

Kemudian saya suka Freezer Pots, karena sejak zaman MPASI abang Kifah dulu, saya memang suka nyimpen MPASI porsi kecil di dalam kulkas, atau membuat kaldu ayam, sapi, dan udang beku.

Freezer Pots

Kesimpulannya, dengan menggunakan Produk Garden Fresh Series dari Nuby, membuat dan menyajikan MPASI jadi lebih mudah, praktis, sehat, dan juga lebih hemat pastinya.

Bayi juga makan dengan lebih menyenangkan karena desain yang lucu dan berwarna-warni.

Aksa waktu mamam di Pantai Karang Hawu Pelabuhan Ratu kemarin.

Membuat MPASI Homemade dengan bahan, alat, dan cara yang tepat tentunya membuat kualitas MPASI lebih sehat. 



Selain itu, membuat MPASI dari bahan alami yang dikonsumsi oleh keluarga akan membuat si kecil mudah beradaptasi dengan makanan rumahan nantinya (pengalaman memberikan MPASI Aldebaran dulu) dan meminimalisir sampah yang dibuang ke lingkungan.

Menu Homemade buat Aksa. Soto Ayam Wortel.


SOTO AYAM WORTEL

°🥕🥕🥕°

Aksa lagi GTM dari mudik kemarin, jadi harus nyari menu lagi buat Aksa, supaya nafsu makannya balik lagi.




Waktu Ramadhan kemarin, Aksa pernah dibikinin Soto Ayam, dan tadi di tukang sayur, saya kepikiran bikin Soto Ayam lagi buat Aksa.

Bahan:

Beras untuk bikin bubur.
Saya bikin bubur di slow cooker. 
Untuk bubur, saya tambah daun salam dan margarin secukupnya.

Daging ayam dicincang/blender+Wortel dikukus sampai matang.

Kuah soto:

Air kaldu/rebusan tulang ayam (sisa membuat ayam cincang tadi) secukupnya.

Air secukupnya, santan.

Bumbu: 1 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 1 butir kecil kapulaga, sejumput ketumbar bubuk, garam secukupnya.

Cara membuat:

Ulek bumbu, kemudian tumis, masukkan air, kaldu, dan santan. Masak hingga mendidih, sisihkan.

Kemudian buatlah bubur dengan kuas soto dengan Slow Cooker hingga matang.

Setelah bubur matang, masukkan ke dalam Nuby Mash 'n Feed bersama Ayam Cincang dan Wortel kukus.




Haluskan selama 1-2 menit.




Masukkan ke dalam mangkok/sunction bowl dari Nuby. Siap deh dihidangkan.

Kan males ya kalau bikin Kuah Soto terus, cara menyiasatinya adalah dengan menyimpannya di dalam freezer dengan Freezer Pots dari Nuby.




Selain menyimpan kuah soto, bisa juga untuk menyimpan aneka macam kaldu, ataupun makanan dalam porsi kecil, jadi ga perlu masak berulang-ulang ketika akan memberikan MPASI.



Yeay mudah-mudahan nafsu makan Aksa kembali lagi nih setelah makan Soto Ayam.

Jadi bukan Abbiy Umminya aja yang suka nyoto, Aksa juga dong.

Hehehe.





Terima kasih Nuby, telah hadir menemani masa MPASI Aksara.  Kunjungi instagram Nuby @nubyindo untuk liat produk Nuby yang lucu-lucu yuk!

Ada yang menggunakan produk Nuby juga? 

Sharing yuk di kolom komentar.