The History of Blog

| On
June 19, 2015

Setelah sekian lama ngeblog, saya baru sadar, sejauh apa saya sudah mengenal blog. Darimana blog berasal, siapa yang menciptakan, siapa yang 'memasarkan' hingga mampu bertahan seviral ini hingga sekarang.

Apa kamu merasa begini juga?

Sebagai blogger, mosok kalau ditanya sejarah blogger jawabannya 'hmmm..." sambil buru-buru googling. 

Langsung aja kita simak sama-sama, apa, darimana, dan bagaimana blog bisa tercipta.

Apa itu Blog?

Ketika kita membutuhkan informasi mengenai sesuatu, cara pertama yang kita lakukan adalah:

*ambil HP
*Googling

Sebelum nanya lebih detail sama manusia lain, hal pertama yang kita lakukan adalah 'nanya sama mbah google' duluan. Lumrah lah, sekarang udah zaman internet, bukan zaman yellow pages lagi. 




Contohnya ketika kita membutuhkan informasi seputar MPASI bagi balita kita yang memasuki usia makanan tambahan pendamping ASI, paling mudah adalah bertanya kepada mesin pencari di internet.

Dengan memasukan keyword 'MPASI untuk Bayi' saja, ribuan website yang berisi informasi seputar MPASI untuk bayi bermunculan. 

Website yang menyediakan informasi mengenai MPASI bayi tentunya sangat beragam. Mulai dari website kesehatan, website rumah sakit, website bisnis, hingga website pribadi. 

Istilah 'Blog' adalah kependekan dari 'Weblog'. Istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu di-update secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengam kemauan para pembuatnya atau para blogger. Blog yang pada mulanya merupakan 'catatan perjalanan' seseorang di internet, menjadi lebih menarik karena berisi konten dan komentar yang mengekspresikan diri mereka sendiri. 

Blog tidak hanya menyediakan informasi semata, blogger memberikan sentuhan berbeda pada setiap informasi, yakni komentar yang berasal dari perasaan dan logika pribadi mereka.

Seorang blogger membuat diri mereka 'terlihat' oleh publik, sehingga kita bisa mengetahui 'isi kepala' mereka lewat postingan dan komentar yang diterbitkan oleh mereka sendiri. 

Ini semua karena blog lebih bersifat personal dibandingkan web-web penyedia informasi semata.

Roger Yim, seorang kolumnis dari San Fransisco Gate pada artikelnya pada Februari 2001, menuliskan bahwa sebuah blog adalah persilangan antara diary seseorang dan link di internet.

Sedangkan, Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salom pada May 1999 menyimpulkan bahwa blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekedar kumpulan link tapi kurang introspektif dari sekedar sebuah diary yang disimpan di internet.

Perkembangan Blog lainnya adalah ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi membuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang sedang blogger rasakan, pikirkan, hingga apa yang ia lakukan sehari-hari.

Blog kemudian menjadi sebuah diary online para blogger di dunia maya. Satu hal yang membedakan blog dengan jurnal yang biasa kita baca adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. 

Para Blogger dengan sengaja mendesain sedemikian rupa blog-nya dan isinya untuk dinikmati oleh orang lain.

Sejarah Blog

Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What's New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993.

Mosaic adalah browser pertama sebelum ditemukannya internet explorer bahkan sebelum Nestcape. 



Kemudian pada tahun 1994 Justin Hall memulai website pribadinya Justin's Homepage yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut blog yang pertama seperti yang kita kenal sekarang.

Pada tahun 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar HTML dapat menciptakan blog-nya sendiri secara online dan gratis.

Sejak saat itulah ribuan blog bermunculan di internet. Dan masing-masing memiliki topik atau niche blognya masing-masing. 

Ada blog yang membahas secara total mengenai parenting, fashion, travelling, komik, kesehatan, pendidikan, film, politik, bayi, anak, tanaman, dan masih banyak lainnya.

Cameron Barret menulis pada blognya essai berjudul 'The Anatomy of Weblog' yang menerangkan tema dari blog. 

"Blog seringkali terfokus pada sebuah subjek unik, yaitu sebuah topik dasar dan/atau sebuah konsep yang menyatukan tema-tema dalam blog tersebut"

Secara sederhana topik sebuah blog adalah 'daerah kekuasaan' si blogger-nya tanpa editor atau bos yang turut campur. Tema segila apapun biasanya akan kita temukan sejalan dengan makin maraknya blog di internet.


Blogger

Siapakan blogger itu?

Rebecca Blood pada Blognya Rebecca's Pocket mengatakan pada mulanya seorang blogger adalah mereka yang telah mengajarkan diri mereka sendiri HTML karena mereka menyenanginya, atau mereka yang seharian bekerja di kantor dot.com mereka, dan kemudian menyisakan waktu luang beberapa jam saja untuk melakukan web surfing dan memasang hasilnya pada blog mereka.

Evan William, pendiri Blogger.com berpendapat bahwa "Mayoritas blogger adalah anak-anak muda atau mahasiswa. Dan banyak yang menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman-temannya"



Setiap orang tentu dengan sangat mudah untuk membuat blognya masing-masing, namun menurut Evan blogger saat ini kebanyakan terdiri dari para penulis muda dinamis, offbeat, dan punya opini untuk segala hal.

Dengan kata lain, blogger adalah generasi yang tidak takut berpendapat dan mengungkapkan pendapat mereka.

Lalu, apa gunanya membuat blog?

Rebecca Blood menuliskan bahwa ada dua hal yang ia dapatkan ketika menulis blog yang sebelumnya tidak ia sadari.

Pertama, ia kembali menemukan minatnya semenjak ia membuat blog. Dan yang kedua, adalah ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri.

Ketika setiap harinya ia meng-update blognya, ia mulai mempertimbangkan opini dan ide-idenya dengan lebih hati-hati dan ia mulai merasakan bahwa perspektifnya unik dan penting untuk disuarakan.

Menulis blog, atau blogging, setiap harinya akan membuat blogger menjadi penulis yang percaya diri. Dengan terbiasa mengekspresikan pikirannya pada blognya, seorang blogger dapat dengan lebih baik mengartikulasikan opininya. Blog bahkan dapat menjadi semacam terapi jiwa.


Komunitas Blog dan Budaya Digital

Blog adalah budaya digital tersendiri dan komunitas elektroniknya bertebaran di internet. 

Cameron Barret menulis bahwa blog saat ini adalah indikator akurat apa yang terjadi saat ini di internet dan di dalam komunitas web.

"Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang internet" tulisnya. 



Interaksi adalah nilai lain dari sebuah blog. Sekarang, Internet bukan hanya memberikan kesempatan kepada para blogger untuk menuliskan opini atau pendapat pribadinya. Pembaca pun memiliki kesempatan yang sama untuk menuliskan opini tentang suatu hal.


Jon Katz dalam tulisannya 'Here Come The Weblog' pada Mei 1999 menggambarkan bahwa blog merupakan rangkaian evolusi menuju 'New Media'. 

Blog berhasil mendemonstrasikan budaya interaktif yang disukai oleh banyak orang.

Interaksi blog adalah salah satu faktor yang menunjang popularitasnya.  Blog memiliki kebalikan struktur media konvensional yang bersifat top down, membosankan dan arogan. 

Menurut Jon Katz blog juga adalah contoh dari komunitas elektronik dan kemampuan orang yang secara online membuat media yang mereka kostumisasi sendiri.

Media yang dikostumisasi sendiri maksudnya adalah media yang lepas dari kecurigaan media sebagai corong korporasi besar.

Blog kemungkinan besar adalah masa depan media yang kita saksikan sekarang.

Blogger menurut sifat dasarnya bukanlah reporter, mereka berperan sebagai editor dalam blognya masing-masing. Dan dalam sebuah dunia dengan budaya media yang telah jenuh, blog menjadi suara-suara alternatif yang menyuarakan bunyi independen dalam setiap ulasannya. 

"Blog bukanlah obat mujarab untuk budaya yang telah jenuh dengan media, tapi mudah-mudahan blog menjadi salah satu peredanya" tulis Rebecca Blood.


Sumber rujukan: Mudah Meraup Dollar di Internet, Fajar YS. Zebua
Sumber gambar: Semua gambar bersumber dari google, saya lupa nyebutin link-nya -____- kalau ada yang mau klaim sebagai gambarnya, monggo ya. Emang bukan punya saya.


Semoga Bermanfaat :)

Baca juga: Antara Blogger dan Job Review
9 comments on "The History of Blog"
  1. Wow..keren ulasannya mak Tet..., ternyata apa yang saya pikirrkan tentang blog tidak jauh beda

    ReplyDelete
  2. Jadi malu nih Mbak, udah lama ngeblog tapi belum tahu betul sejarahnya blog. Tapi terima kasih banyak lho mbak sudah sharing di postingan ini. Paling tidak saya jadi sedikit tahu.

    Salam kenal dari ika.

    ReplyDelete
  3. Informasi yang menarik mak. Jadi tahu sejarahnya blog :D

    ReplyDelete
  4. jadi, mari terus ngeblog, karena ngeblog adalah terapi jiwa :)

    ReplyDelete
  5. setuju dengan yang ini:

    merasakan bahwa perspektifnya unik dan penting untuk disuarakan.

    iyes, mak.

    ReplyDelete
  6. blog sekarang sudah beragam, dan biasanya kalau cari info lebih sering baca blog soalnya up to date
    kalo dulu mikirnya blog itu cuma diary aja, tapi yang bisa dibaca semua orang :D

    ReplyDelete
  7. Blog adalah pembunuh waktu yang luar biasa hebat...Ketika gak ada kerjaan ngeblog, ketika bosen buka blog, ketika bingung gak ada ide blogwalking hehehe...

    ReplyDelete
  8. setuju dengan mba handriati di atas hihi

    ReplyDelete
  9. Aihhh ternyata gitu ya sejarahnya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D