Ideologi Blogger Muslimah: Merdeka atau....?

| On
August 07, 2015


Katanya, pena seorang penulis itu lebih tajam dari sebuah pedang. Apa alasannya? mungkin kita bisa menerka sendiri apa alasannya. 

Penulis dengan kepiawaiannya merangkai kata demi kata mampu menyihir seseorang untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, mencintai sesuatu, bahkan untuk membenci sesuatu. 

JK. Rowling mampu membuat kita mencintai tokoh fiktif bernama Harry Potter. Sebuah headline koran mampu membuat kita membenci pemerintahan. Sebuah cerita bahkan dapat mengubah hidup seseorang secara tiba-tiba. 

Luar biasa dahsyat bukan?

Menurut saya, begitulah kira-kira makna harfiahnya.

Lalu, apa hubungannya dengan seorang blogger? terutama blogger muslimah. Dan apa kaitannya dengan makna kemerdekaan?

Blogger Muslimah

Secara umum seseorang yang menulis pada sebuah blog disebut sebagai blogger. Terlepas apakah ia seorang blogger pemula atau blogger profesional yang telah malang melintang di dunia blogging sekian tahun lamanya.


Menurut saya, seorang blogger yang menulis pada blog pribadinya ataupun website orang lain berhak menyandang 'gelar' sebagai penulis. Kenapa? karena blogging adalah proses menulis. Proses menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan. Apapun bentuknya.

Blogger memiliki berbagai macam karakter. Ada sebagian blogger yang memilih menjadi blogger independen yang menulis untuk dibaca secara pribadi, membuat blog sebagai buku catatan harian, catatan kegiatan, atau sekedar dokumentasi fotografi.

Tapi ada juga Blogger yang memilih berjalan bersama komunitas blogger. Tujuannya untuk bersama-sama membangun kekuatan dalam dunia blogging. Kekuatan tersebut dapat berupa keterampilan, popularitas, kerja sama, silaturahim, dan lain sebagainya.

Salah satu komunitas blogger yang saya ikuti adalah Blogger Muslimah. 

Sudah gamblang sekali bahwa komunitas tersebut dihuni oleh muslimah-muslimah yang mendedikasikan diri secara istiqomah atau konsisten di dunia tulis menulis blog.

Siapa saja kah anggota Blogger Muslimah?

Beragam tentunya, mulai dari ibu rumah tangga yang hobi menulis, karyawan, guru, penyuka traveling, penyuka resep masakan, mahasiswa, penulis fiksi atau pun non fiksi, dan masih banyak lagi.

Blogger Muslimah dipersatukan oleh kesamaan idealisme dalam menulis. Yaitu idealisme muslimah yang tertuang dalam visi 'Gerakan Menuju Sholehah'.



Idealisme Blogger Muslimah

Mendengar kata muslimah saja kita sudah dapat menebak bahwa blogger yang berada pada komunitas ini adalah para muslimah yang insya alloh memberikan karya-karya yang dekat dengan nilai-nilai keislaman.

Baik itu karya fiksi atau pun non fiksi, dikemas sedemikian rupa untuk membawa nilai-nilai dakwah islam ke tengah masyarakat melalui media digital. 

Blogger muslimah adalah seorang blogger yang selalu berusaha menyeimbangkan antara 'informasi dunia' dan 'informasi akhirat' agar apa yang ia tulis membawa nilai manfaat bagi masyarakat dan nilai pahala disisi Alloh SWT.

Seorang blogger juga sangat akrab dengan dunia maya dan sosial media. Mereka saling berinteraksi satu sama lain, baik dengan sesama blogger maupun dengan para pembaca setianya. Bahkan sudah banyak sekali blogger yang memiliki ribuan follower. 

-------

Blogger yang memiliki popularitas tinggi tentunya sangat 'menggiurkan'. Terutama bagi para pengusaha atau pemilik suatu usaha/bisnis tertentu. 

Mengapa demikian?

Karena seorang blogger adalah gambaran dari konsumen/masyarakat yang menjadi sasaran/target pasar suatu produk tertentu.

Lebih lengkapnya baca juga: Antara Blogger dan Job Review.

Bagi sebagian blogger, tentunya hal ini menjadi pintu rezeki. Dari sekian banyak cara untuk menghasilkan uang dari internet (salah satunya blog), bagi saya hal ini sah-sah saja. Blogger memberikan sebuah jasa tertentu untuk menghasilkan sesuatu untuk sebuah perusahaan. 

Bahkan saya sendiri pernah menerima job mereview produk.

Mengapa kok tiba-tiba saya lari ke bahasan review produk? Karena memang hal ini yang mengganjal pikiran saya beberapa waktu kebelakang.

Idealisme Blogger Muslimah dalam Mereview Produk dan Makna Kemerdekaan.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, seorang blogger pasti mengenal apa itu review produk, dan sebagai blogger muslimah ada beberapa hal yang sangat ingin saya katakan lewat postingan ini.

Sebagai blogger muslimah, sah-sah saja ketika ada penawaran mereview produk tertentu. Apalagi timbal balik yang didapatkan oleh blogger tersebut sangat sepadan. Kenapa tidak untuk menerima berbagai tawaran review produk?

Tapi apakah sebagai Blogger Muslimah bebas merdeka untuk menerima semua tawaran Review Produk? 

Bagi saya ini adalah pertanyaan penting bagi diri saya sendiri. 

Hati kecil saya selalu merasa bahwa apa yang kita katakan apa yang kita lakukan memiliki dampak bagi orang lain. Begitupun ketika kita menulis sebuah ulasan produk di halaman blog pribadi kita. 

Akan ada dampak-dampak yang mengikutinya, baik untuk saya, ataupun untuk pembaca. 

Maka dari itu, saya merasa kehati-hatian tetap harus dimiliki oleh setiap blogger muslimah ketika menulis. Dan ketika pertanyaan semacam tadi masuk ke pikiran saya, harusnya semua dikembalikan lagi kepada idealisme muslimah, yakni Al-Qur'an dan Hadits.

Blogger Muslimah tidak bebas merdeka, serta merta, seenak tangan dan jari untuk menulis review produk yang bertentangan dengan idealisme muslimah, yakni Al-Qur'an dan Hadits.

Misalnya, ada salon atau klinik kecantikan yang meminta seorang blogger untuk mereview tempat tersebut. Padahal dalam klinik tersebut terdapat suatu praktek kecantikan yang diharamkan Alloh SWT. Menyambung rambut misalnya.

Atau ada sebuah produk makanan, yang menawarkan diri untuk direview oleh blogger. Tetapi kita sendiri masih ragu, apakah kandungan dalam makanan tersebut entah halal, haram, atau syubhat.

Sebagai blogger muslimah, kita harus tetap kritis terhadap produk-produk yang ditawarkan, apakah haram, halal, atau syubhat. Karena apa yang kita tulis nantinya akan menjadi tanggung jawab di dunia dan di akhirat kelak.

Jangan sampai karena tergiur oleh materi atau popularitas, akhirnya kita malah terjebak oleh hal-hal yang seharusnya kita hindari.

Oleh karena itu, saya berkesimpulan bahwa blogger muslimah memiliki kemerdekaan untuk menerima apapun bentuk review produk asalkan:

1. Produk tersebut dijamin kehalalannya dan tidak menyalahi syariat. Seperti, menyambung rambut, mengubah bentuk, tabaruj, riba, dan lain sebagainya. Atau lebih jauh lagi apakah perusahaan penghasil produk tersebut ikut menyumbang misil untuk Gaza atau mendukung perjuangan Islam. 

2. Berkata benar atau jujur. Karena blogger diposisikan sebagai konsumen bukan marketing, maka tidak ada salahnya kita berkata apa adanya, jujur dalam mengulas sebuah produk.

3. Dapat dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat.


Merdeka atau....

Blogger muslimah adalah seorang penulis yang sangat merdeka untuk menuliskan apapun ke dalam blog pribadinya, tak terkecuali sebuah jasa yang memang diperuntukan bagi seorang blogger.

Namun, sebagai seorang blogger muslimah, kita pun memiliki amanah lain yang harus diemban dalam pundak kita. Bukan hanya amanah dunia, tetapi amanah akhirat.

Seorang blogger muslimah merdeka untuk menulis apapun yang menjadi impian, pendapat, ajakan, dan lainnya. Tapi tetap, rambu-rambu yang telah Allah SWT berikan harus dilaksanakan dengan baik.

Seorang blogger muslimah merdeka untuk berbagi kisah dan inspirasi, namun rendah hati tetaplah menjadi sebaik-baik tabiatnya.

Seorang blogger muslimah merdeka untuk memberikan kontribusi terbaiknya, namun takwa tetaplah menjadi sebaik-baik pakainnya.



"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya"
(QS. Al-Mudatsir:38)

"Dan pakaian takwa adalah yang paling baik. Yang demikian itu adalah 
sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, mudah-mudahan 
mereka selalu ingat"
(QS. Al-A'raf:26)



Semoga Bermanfaat 




*Self Reminder*
*Ditulis untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI dalam Komunitas Blogger Muslimah dengan tema: Arti Merdeka Bagi Muslimah*

#BloggerMuslimah #GerakanMenujuSholehah





"BW Spesial Blogger Muslimah"


10 comments on "Ideologi Blogger Muslimah: Merdeka atau....?"
  1. keren teh smpai tdk bisa berkata-kata.. :)

    ReplyDelete
  2. yang berbau ribawi masih banyak ditulis sama muslimah, mbak.

    ReplyDelete
  3. Apapun yang ditulis akan ada impactnya dikemudian hari, seperti kata orang, postinganmu harimaumu..nice share mba

    ReplyDelete
  4. waw, thanks sharenya. kadang materi yg menggiurkan menggoyangkan idealisme :(

    ReplyDelete
  5. Nice mbak... apapun yang kita tulis semoga tidak bertentangan dengan ideologi Islam. Semoga tulisan kita semua senantiasa mencerahkan :)

    ReplyDelete
  6. saya setuju dengan mbak tetty..terima kasih sharingnya.. nambah wawasan

    ReplyDelete
  7. sama dengan seorang penulis skripsi, thesis, dan disertasi. Mereka juga bisa dikategorikan seorang penulis juga ya makk ^0^ hehhee

    http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. Tulisan yang nampol banget menurut saya. Semoga kita semakin tercerahkan dalam memilih dan memilah ya manteman. Semoga Blogger Muslimah bisa terus istiqomah menulis untuk kebaikan, berbagi manfaat melalui blog. Jazakillah tulisannnya tetty, keren!

    ReplyDelete
  9. Muslimah idealis.

    Kadang aku kalau menulis suka melenceng dari kata idealis

    ReplyDelete
  10. Nah setujju dengan komentar mbak damar. Yg berbau ribawi sangat bnyak masih ditulis oleh blogger muslimah.

    Eh ngomong2 ttg bloogger muslimah, blogger muslim kok nggak ada ya?

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D