Kamu Mau di-Follow?

| On
August 19, 2015


Berhentilah memikirkan berapa banyak yang menjadi follower kamu secara online dan mulai pikirkan kualitasnya. Jangan buang waktu membaca artikel tentang cara menambah follower. Jangan bercakap-cakap dengan orang yang tak kamu inginka sebagai lawan bicara, dan janganlah bahas hal-hal yang kamu tak mau ketahui.

Kalau ingin follower, jadilah orang yang pantas di-follow. Donald Barthelme pernah mengatakan pada salah satu siswanya.

"sudahkah kamu berusaha menjadi orang yang lebih menarik?" 

kedengarannya mungkin kejam, kecuali pemikiranmu tentang kata menarik sama dengan penulis Lawrence Weschler. 

Baginya, "menarik" adalah membuat penasaran dan memberi perhatian, juga menerapkan "pancaran minat yang berkelanjutan". Lebih sederhananya: kalau ingin menarik, kamu harus tertarik.

Memang benar hidup ini menyangkut "siapa kenalanmu".

Namun, siapa kenalanmu sangat tergantung pada siapa dirimu dan pekerjaanmu. Selain itu, orang yang kamu kenal tidak bisa berbuat apa-apa jika kerjamu kurang bagus. 

"koneksi tidak ada artinya," 

kata produser rekaman Steve Albini, "semua koneksiku muncul secara alami selama aku terus berkarya sejak dulu" Albini mengkritik banyaknya orang yang membuang waktu dan energi untuk menjalin relasi daripada berkarya sebaik mungkin, padahal "berprestasi adalah satu-satunya cara memperoleh relasi atau koneksi"

Buat sesuatu yang kamu sukai, bahas, lalu kamu akan menarik orang-orang yang menyukai hal semacam itu. Sederhana saja.

Jangan jadi orang yang menyebalkan. Jangan buang waktu orang lain. Jangan banyak meminta. Apalagi, jangan pernah minta orang lain mem-follow-mu. 

"Follback, ya"

adalah kalimat paling menyedihkan di internet.




****

MakJLEB banget!

#MotivationofTheDay
#FromTheBookShowYourWork
#ByAustinKleon


13 comments on "Kamu Mau di-Follow?"
  1. MAKJLEB! #duuuuhhhhh.... BTW kita sudah saling follow kan ya blog, IG, twitter dan FB... biar aku ga harus ngomong "polbek dong kakak" lagi hahaha...

    ReplyDelete
  2. hehe iya banget ya, sering saya juga dapat permintaan folback ya. saya liat dulu sih kalo nyaman, tahu orangnya misal orang komunitas, baru folback

    ReplyDelete
  3. Makjleb memang :D Tapi seinget saya saya gak pernah bilang, "folbek dong' sih mbak. hehe

    ReplyDelete
  4. Yang aku follow dan aku polbek hanya orang2 yang kusuka twitnya dan biasa berinteraksi, kalo brand yang suka bikin kuis hihiii

    ReplyDelete
  5. Kita mmg hrs memantaskan blog utk difollow ya mb... Sy sedang berjuang utk itu. :) Rasanya blm pernah bilang "follback ya..." meski sy bnyak follow blog yg menurut sy menarik. Hehe...

    ReplyDelete
  6. Aku biasanya memfollow blog dengan sukarela sih, meski blognya masih harus banyak mendapat sentuhan. Yaa biar dia seneng dan semangat aja. Duh >,<

    ReplyDelete
  7. Siap....hehehee kalimat paling jleb...follback ya...keknya gak ikhlas y

    ReplyDelete
  8. Biasanya kalo ada yang follow aku suka aku folback, tapi liat-liat orangnya juga sih :)
    Kalo aku yang follow karna emang pengen follow, kalo gak di folback ya gak papa, paling nangis di pojokan :D

    ReplyDelete
  9. kalo aku,sekiranya ada teman baru..follow aja,g ada embel2 folbek yaaa hehehe

    ReplyDelete
  10. Aaaaaah suka banget sama postingan ini. Aku orang yg pantang banget minta difollow, bahkan pas lagi ngadain GA. Sampe sponsor GA pernah ada yg nanya 'kok gak ada syarat follow sosmed kamu? Kan biasanya gitu..'. Ya persis deh kayak postingan ini, aku pingin orang follow aku karena emang mereka mau. Mereka tertarik. Bukan karena aku meminta. Aaak lope you mak :*



    *males ganti akun* *maapkeun* :D

    ReplyDelete
  11. when you deserved to be followed, the flocks will come :)

    ReplyDelete
  12. Terima kasih tulisannya mba Tetty. Bermanfaat sekali. Kita gak perlu buang waktu menjalin relasi tanpa punya apa apa. Tp berprestasilah untuk menjalin relasi. Nice :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D