Gay dan Lesbian, Takdir atau Sekedar Iseng?

| On
January 28, 2016

“Masa jeruk minum jeruk”

Siapa yang familiar sama kalimatnya si Jojo? Pasti generasi 90-an kek saya deh, haha *gak penting banget openingnya*

Kalau dari kecil udah familiar banget sama kata-kata Joshua tentang minuman rasa jeruk ini berarti kita satu angkatan, trus ngeliat si Jojo udah gak seimut dulu lagi. *makin ngawur*

Gara-gara nonton berita tentang kaum LGBT yang makin marak di Indonesia memang otak saya jadi rada ngawur. Mikirin mereka? Bukan, saya mikirin nasib para perempuan yang menanti jodoh, dan laki-laki yang juga menanti meminang seorang pujaan hati. Stok laki-laki dan perempuan bisa jadi menipis gara-gara jadi suka sesama jenis. Duh gak kebayang.

Kalau denger istilah jeruk makan jeruk, yang kebayang itu memang iklan si Jojo itu (padahal kan itu “minum” ya bukan “makan”) tapi ternyata sekarang kita udah tau kalau kalimat jeruk makan jeruk itu mengarah ke kaum LGBT khususon para Gay yang melakukan “hubungan asmara” dengan sesama jenisnya. *amit-amit jabang bayi*

Marak di Twitter

Katanya, kaum LGBT makin marak di Twitter. Iya sih ada akun yang koplak banget, tentang komunitas Gay di Jakarta yang anggotanya adalah anak SMP dan SMA. Followernya udah 17 ribuan *gilak* dan yang mensyen juga udah banyak banget. Tapi hati-hati deh pas buka itu gambarnya banyak banget yang kelewat vulgar, harusnya udah diblokir tuh akun sama Kemkominfo.

Tapi ada yang bikin ngelus tembok juga. Banyak mensyen yang berasal dari komunitas gay lokal. Seperti @GayBogor @GayCibinong @GayDepok dll. Kenapa saya ngerasa DEG banget? Ya Alloh berarti disekitaran tempat tinggalku ini ada kelompok LGBT berkeliaran. Seereemmm. Dan mereka gak segan-segan mengajak sesamanya saling kopdar.

Wajah-wajah ABG yang lagi sedeng-sedengnya puber juga banyak dipajang. Mereka memberikan pengumuman bahwa mereka ‘ready’ untuk berkumpul dengan sesamanya, bahkan ada yang bertanya:

“biasanya pada S** party dimana?”

ABG loh ini ABG.


Ada di Kampus

Kenapa LGBT jadi sorotan lagi? Karena di pemberitaan media, kelompok LGBT ini sudah membuat komunitas atau organisasi ilegal di salah satu kampus yang ada di Depok. Pihak rektorat sih menegaskan bahwa memang organisasi mereka ini gak ada izin sama sekali, dan pihak kampus akan menyelidiki dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Ya moga aja begitu, ngeri kan kalau yang begini udah masuk dunia akademik. Apalagi di kampus yang bonafid dan berkualitas tinggi.

Kenapa jadi Gay atau Lesbian?

Menurut tulisan-tulisan yang saya baca di internet, orang bisa jadi Maho atau Lesbi itu banyak banget faktornya. Mulai dari keturunan, trauma, kekerasan seksual yang pernah dialami, lingkungan, hingga dari keisengan (dan yang ini paling parah nih, iseng bikin dosa).

Keturunan

Kata dokter Boyke, Gay atau Lesbian itu diturunkan dari genetika orang tua, atau masalah yang terjadi ketika di dalam kandungan. Hingga saat dewasa, gen itu menjadi penyebab ia suka dengan sesama jenis.
Serem juga kalau memang kecenderungan suka sesama jenis ini diturunkan dari genetika. Naudzubillah.

Trauma

Orang juga bisa jadi gay atau lesbi itu katanya karena trauma. Biasanya trauma karena ditolak oleh pasangan lawan jenis sebelumnya. Karena merasa hidupnya hancur, ia lebih memilih suka dengan sesama jenis, dari pada lawan jenis yang jelas-jelas sudah mengecewakan hidupnya.

*sesat banget ini pemikiran*

Kekerasan Seksual

Ada juga yang berpendapat kalau orang jadi gay atau lesbi karena mendapat perlakuan (kekerasan seksual) ketika kecil, hingga akhirnya menjadi semacam ‘dendam’ yang tak berkesudahan untuk melakukan hal yang sama.

Lingkungan

Menurut Bu Elly Risman, ketika dalam suatu lingkungan tidak diberlakukan adanya norma agama dan norma kebaikan lainnya, maka kepribadian seseorang itu akan jadi ‘bablas’. Ia tidak tau mana benar mana salah. Apalagi jika sehari-hari ia melihat perilaku homoseksual dan lesbian dianggap biasa, maka dalam benaknya hal itu adalah sebuah tindakan yang wajar.

Berasal dari Iseng

Nah ini yang gaswat banget. Ada loh yang jadi gay atau lesbi karena ISENG BELAKA. Dan dari keisengan inilah ia jadi kecanduan. Ketika seseorang iseng untuk melakukan ‘hubungan’ dengan sesama gay atau lesbi, maka ia tidak akan pernah berhenti. Ada efek kecanduan yang fatal ketika mencoba sekali, kemudian terus menerus dan tidak bisa berhenti.

PARAH BANGET YA INI MAH.

Dunia Mereka

Atas dasar penasaran saya juga coba googling tentang dunia mereka. Yang saya temukan memang yang serem-serem. Mereka memiliki hubungan layaknya sepasang kekasih bahkan suami istri. Di dunia lesbian misalnya, ada yang berperan “kecowok-cowoan” dan juga ada yang bersisi feminim. Kalau kita inget band TATU pasti kebayang deh itu sepasang perempuan tapi yang satu tomboy banget dan yang satu feminim banget. Tapi ada juga yang sama-sama keliatan feminim, tapi mereka adalah pasangan penyuka sesama jenis.

Kaum LGBT suka berdalih kalau ditanya “kenapa sih suka sesama jenis?”

“Ya luh sendiri kenapa bisa suka sama lawan jenis?”

Gak ada yang bisa mendeskripsikan ‘perasaan’ mereka, katanya. 

Di salah satu talkshow luar negeri pun saya pernah menyaksikan ada pasangan lesbian yang hidup bersama layaknya suami istri, bahkan mereka memiliki seorang anak. ANAK DARI MANA.

Jadi salah satu dari mereka itu ada yang berperan feminim dan maskulin. Nah yang feminim itu “merelakan” rahimnya untuk diberikan sperma dari laki-laki lain sehingga mereka bisa memiliki keturunan.

*Gak kebayang nanti hidup anaknya bakal kayak gimana*

LGBT adalah HAM

Kalau di luar negeri sih jelas. Negara yang menerapkan aturan hidup sebebas burung merpati menganggap LGBT adalah Hak Asasi Manusia yang nggak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Urusan suka sama orang, siapapun itu, adalah hak manusia, baik suka dengan lawan jenis atau sesama jenis.

Mau hidup bersua kek, mau suka sama orang, mau nikah sama tembok, nikah sama menara eiffel, mau ngejomblo seumur-umur juga gak ada yang larang. Jadi soal LGBT mah udah gak ada yang nyangkal.

Kalau di Indonesia ya gak gitu lah.

Indonesia punya dasar negara yang mewajibkan setiap warga negara memeluk agama, dan agama mana sih yang memperbolehkan perilaku kek begini? Gak ada kan? Jadi  jelas LGBT gak akan bisa diterima di Indonesia yang notabene negara berketuhanan.

LGBT makin Eksis

Ini PR banget, buat kita khususya umat muslim. Jelas-jelas ini tindakan menyimpang yang membuat kaum Sodom (kaumnya nabi luth) diazab oleh Alloh.

Kalau ada yang mikir “Yang LGBT kan mereka, jadi bukan urusan gue lah. Gue mah hidup masing-masing aja, asal jangan saling ngerugiin” coba deh dipikir ulang lagi.

Kalau dibiarin, LGBT ini makin eksis, makin luas. Liat tuh followers di twitternya aja udah 17-ribuan. Itu yang baru keliatan, belum lagi yang terselubung. Kalau ada saudara kita atau keluarga kita yang iseng ikutan gimana?

Masalah azab memang kuasa Alloh SWT. Tapi sebagai manusia, masa iya kita merelakan jalan untuk siap diazab. Ya gak gitu juga kali.

Gak Terima LGBT Ada

Kalau saya pribadi sih GAK TERIMA LGBT ada di Indonesia. Tolong pemerintah berusaha maksimal untuk memberantas masalah ini. Jangan santai, apalagi dijadiin ajang pengalihan isu sama para politisi.


Caranya gimana? Ya pemerintah lebih tau lah, kalau nanya saya taunya tentang pakaian yang lagi numpuk di meja setrika.

Jadi Gay atau Lesbi Takdir atau Iseng?

Hidup ini kan katanya pilihan, jadi masih ada takdir yang bisa diubah dengan cara yang baik dan benar. Bukankah Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau dia tidak berusaha?

Dan satu lagi, jangan sampai perbuatan iseng malah jadi menjerumuskan diri ke dalam dosa besar. Karena salah satu faktor yang membuat seseorang menjadi gay atau lesbian ya itu tadi, bisa karena iseng ‘coba-coba’ eh malah gak bisa berhenti jadi penyuka sesama jenis. Sebelas dua belas lah sama ngerokok dan ngedrugs, sekali nyoba susah buat berhenti lagi.

Kalau mau iseng ya ikutan kuis atau lomba blog aja lah. Atau iseng nge-apply beasiswa LPDP, siapa tau bisa kuliah keluar negeri. Jalan hidup adek-adek SMP dan SMA masih panjang banget. Jangan diancurin dengan ngefollow akun yang gak ada manfaatnya sama sekali, dan iseng ngikutin kelakuan mereka yang gak bener.

Dan untuk oknum dibelakang akun-akun itu, tolong dong jangan rusak anak Indonesia. Kalau mau bikin dosa gak usah ngajak-ngajak orang, apalagi ABG yang masih lugu.

Buat adek-adek yang masih ABG, lebih cerdas dalam bergaul yuk. Masa iya hidup ini mau disia-siain gitu aja. Jalan masih panjang, prestasi masih bisa cemerlang. Jadi gay atau lesbian itu sama sekali bukan takdir. Pilihannya ada di tangan kita masing-masing.  





11 comments on "Gay dan Lesbian, Takdir atau Sekedar Iseng?"
  1. Haduuuh...ngeri sama pergaulan anak-anak sekarang. Begitulah kalo dasaran agamanya kurang, orangtuanya cuek (yang penting anaknya seneng dan masih hidup aja)...aku juga was-was...masalahnya lingkungan tempat tinggalku juga banyak orng-orang yang bermasalah. Hanya bisa berharap, berdoa, berusaha...semoga Allah melindungi kita dan anak-anak turun kita..aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiinn.. iya mbak, ternyata yg begitu bs diakses via gadget kan? ortu mana tau, apalagi yg sibuk.. yg gak sibuk aja kdg anak bisa kucing2an.. serem kann.. huhu

      Delete
  2. saya juga gak terima, semoga saja mereka yang sudah terlanjur terjun bisa kembali ke fitrahnya..sebenarnya bisa kok kalian kembali..bisa..bisa..hiks bisa kan? ko jadi sedih ya, mudah2an Allah SWT MELINDUNGI kita semua dan keturunan kita ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak amin, serangan mereka makin massive, kita harus waspada..

      Delete
  3. waspada ja sih mba...terutama di asrama gitu...hhihii pengalaman jaman dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya aku pernah liat film indie, settingannya di asrama gitu..

      Delete
  4. Mak.. aku selalu pengen bahas ini di blog tapi masih ragu. Beberapa tahun lalu sempat twit war sama gay around the world in english pula.Blm tahi gimana mengkomunikasikannya dgn baik agar mereka sadar tpi tdk tersakiti. Kalo dibiarin kasian mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetap semangat mendakwahi mbak, sampaikan walau saty ayat, walau itu pahit, karena tugas kita sbg manusia saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.. insya alloh dimudahkan :)

      Delete
  5. Itu nular lho, Teh. Banyak juga yg ikut2an awalnya. Ih, serem kalau ada di lingkaran itu

    ReplyDelete
  6. LGBT itu bikin nyeseeek. Eh tapi gimana ya? Nanti dibilang mengganggu HAM. :(

    ReplyDelete
  7. mau posting juga ttg topik yg lagi kekinian ini tapi masih draft aja ga jadi2, eh malah kena pilek batuk. tambah terlantar deh blognya, hihi

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D