"Menciptakan moment kehangatan keluarga, bisa dilakukan dimanapun, kapanpun. Asalkan hati ayah, ibu, dan anak mampu bahagia bersama-sama"

“Mi, itu denger deh nafas Kifah gerok-gerok” Kata Abbiy.
“Iya, nafasnya udah mulai bunyi lagi, nih.”

Beberapa tahun belakangan, tepatnya semenjak Kifah lahir, saya mengalami ‘stress’ yang bisa dibilang cukup parah, karena ditandai dengan seringnya saya uring-uringan dan emosian dalam menghadapi Kifah.

Saya gak merasa terkena baby blues syndrom, seperti yang dirasakan oleh beberapa ibu melahirkan, tapi saya kelelahan karena mengurus Kifah bayi yang divonis dokter mengalami alergi protein sapi.


Curhatan hati saya pernah saya tulis di tulisan ini, yaitu tentang pengalaman memiliki anak dengan riwayat alergi protein sapi.

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, Kifah mengalami alergi protein sapi sejak bayi yang menyebabkan Kifah mengalami ruam merah di sekujur tubuh. 

Memang sih, seiring dengan berjalannya waktu, ruam merah atau dermatitis atopik Kifah sudah menghilang, namun tetap masih menyisakan “ujian” bagi saya khususnya, yaitu Kifah memiliki bakat asma. Asma Kifah sering sekali kambuh jika ada alergen atau pemicu yang datang dari lingkungan sekitar tubuhnya. Salah satunya alergi dingin.

Saya pun pernah menulis cerita tentang asma dan alerginya Kifah terhadap dingin, yaitu Batuk pada anak yang tak kunjung sembuh.

Dan artikel ini pun ternyata menuai banyak pembaca, komentar, dan tidak sedikit yang menguhubungi saya via email dan whatsapp bercerita tentang kisah yang sama. Hmmm, ternyata yang mengalami bukan saya seorang ya. Banyak juga orang tua di luar sana yang “stress” terhadap kondisi anaknya yang rentan sekali batuk karena dingin, debu, makanan, dan lain sebagainya.

*peluk hangat ibu-ibu sedunia

Kasus Kifah yang alergi terhadap dingin, debu, dan beberapa makanan, tidak jarang sering saya konsultasikan ke dokter. Dan petuah dokter pun selalu sama, yakni Kifah harus menghindari alergen atau pemicu asmanya.

Tapi sebagai ibu di rumah yang juga harus beraktifitas lainnya, saya masih sering kecolongan. Misalkan Kifah jajan sembarangan, atau terlalu lama bermain di luar dan kelelahan. Biasanya mulai malam hari asma Kifah kambuh.

Saking seringnya kambuh asmanya Kifah,  saya dan suami hingga berinsiatif memiliki alat nebulizer sendiri di rumah. Agar ketika asma Kifah kambuh, saya tidak perlu lagi membawa Kifah ke UGD atau ke klinik untuk melakukan penguapan.

Kifah dinebu di rumah karena sering batuk karena asmanya kambuh

Tapi satu yang paling membuat saya sedih, Kifah jadi sulit buat mudik ke Bandung, ke rumah nenek. Padahal Kifah seneng banget kalau pergi ke rumah nenek dan nginap di sana. Bandung yang cuacanya dingin sekali di malam hari, bahkan di siang hari pun berasa pake AC, sering sekali memicu kambuhnya asma Kifah.

Malah waktu lebaran Idul Fitri kemarin asma Kifah bikin panik sekeluarga. Jam 3 pagi Kifah harus masuk UGD Rumah Sakit Advent Cihampelas karena sesak nafas. Padahal jam 5 subuhnya kita harus siap-siap mau berangkat ke stasiun Bandung buat pulang ke Bogor.

Di titik ini kadang saya sadar bahwa menjadi seorang ibu harus punya stok sabar yang berlipat-lipat dan antar anggota keluarga harus saling menguatkan satu sama lain.

Baca juga: Orang Tua Sempurna

Mencari Solusi

Di beberapa keadaan, saya merasa bahwa memiliki anak yang memiliki alergi dan asma ini menjadi sebuah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran, tapi di sisi lain, ketika saya sedang kelelahan, tak jarang saya merasa gagal menjadi seorang ibu.

Baca juga: Underestimate

Saya merasa kurang ikhtiar dalam memperjuangkan kesembuhan Kifah. Karena dokter selalu bilang bahwa asma tak akan bisa sembuh, bahkan bisa menetap seumur hidup. Di situ kadang saya merasa ragu, masa iya sih gak ada solusi untuk anak penderita asma?

Setelah ngobrol dan menceritakan masalah saya dengan beberapa teman yang juga memiliki anak dengan riwayat yang hampir sama dengan Kifah, terbentuklah satu kesimpulan di kepala saya bahwa berenang bisa menjadi solusi untuk Kifah.

Dilansir dari detik.com, renang merupakan olah raga yang baik untuk penderita asma. Kenapa? Karena renang adalah olah raga yang melatih seluruh otot pernafasan. Mulai dari dada, perut, bahu, dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga dapat memperbaiki kondisi pada penderita asma.

Kemudian, sebagian asma dipicu oleh udara kering. Hal ini tidak terjadi saat berenang, karena pernafasan terjadi di dekat permukaan air. Sehingga udara yang masuk ke tubuh bukanlah udara kering.

Tapi saya merasa kok agak kontradiktif ya, Kifah kan alergi dingin juga, apa kalau nanti sering berenang gak akan kedinginan? Bukannya kalau kedinginan, asmanya bakal sering kambuh?

Mencoba Berenang Seminggu Sekali

Karena masukkan dari beberapa orang tua dan juga input dari artikel yang saya baca. Maka saya putuskan untuk mengajak Kifah berenang minimal seminggu sekali. Kebetulan ada kolam renang yang cukup dekat jaraknya dengan tempat tinggal.

Kifah senang sekali diajak berenang

Biasanaya saya ajak Kifah berenang setiap Sabtu pagi pukul 8 atau 9 pagi. Cuacanya masih cerah, tidak terlalu panas, dan Kifah masih semangat untuk diajak berenang di kolam.

Kifah berenang masih dengan menggunakan pelampung sih, tapi sedikit-sedikit dia belajar mendorong badannya di dalam air menggunakan tangan dan kaki. Kifah juga belajar untuk mengatur nafasnya ketika bersentuhan dengan air. 

Bergaya dulu sambil terlentang

Walaupun kadang terlihat nafasnya terengah-engah, Kifah selalu berusaha berenang dari ujung ke ujung kolam yang luasnya lumayan besar untuk anak kecil (karena memang kolam untuk orang dewasa).

Setelah beberapa kali berenang, alhamdulillah Kifah mulai jarang batuk dan kambuh asmanya di malam hari. Bahkan saya catat, 1-2 minggu setelah berenang, frekuensi kambuh hampir jarang terjadi.

Kifah semangat banget belajar renangnya

Next, saya dan Abbiy berinisiatif untuk melatih Kifah berenang bersama guru/instruktur. Harapannya sih semoga Kifah makin suka, makin lancar berenangnya, dan asmanya bisa disembuhkan.

Berikan Kehangatan

Seperti yang saya pikirkan diawal, karena Kifah itu alergi dingin, maka setelah berenang, saya berusaha sesegera mungkin memberikan sesuatu yang hangat untuk Kifah.

1.Segera memberi handuk untuk mengeringkan tubuh.

2.Membilas badan secepat mungkin, supaya tidak menggigil.

3.Mengoleskan balsam Transpulmin ke seluruh tubuh Kifah. Terutama bagian leher, dada, punggung dan perut.

Selalu sedia Transpulmin untuk aktivitas renang Kifah

Tiga cara di atas terbukti cepat mengatasi badan Kifah yang kedinginan setelah berenang. Dan salah satu balsam andalan saya adalah Transpulmin.

Selain pemakaian di kolam renang, Kifah juga sering saya usapkan Transpulmin balsam di bagian leher, dada, dan punggung ketika tidur di malam hari yang udaranya dingin karena hujan atau ketika akan berpergian jauh dan terpapar AC di dalam mobil atau terkena angin ketika naik motor.

Dan Kifah selalu bilang, ia merasa lebih hangat dan nyaman jika menggunakan Transpulmin sebelum tidur atau berpergian.

Transpulmin Balsam Keluargaku

Transpulmin yang berwarna kuning untuk anak 2 tahun ke atas, Transpulmin yang berwarna putih
digunakan untuk bayi

Good news untuk saya karena memiliki anak yang alergi dingin dan sering batuk karena asma adalah adanya balsam yang ramah anak dan bayi. Transpulmin ini kerap saya bawa kemanapun pergi bersama anak-anak sebagai pertolongan pertama kalau-kalau Kifah kedinginan atau Aldebaran juga flu atau kembung.


Image from web Kumpulan Emak Blogger

Transpulmin terbuat dari ekstrak bunga Chamomile dan bahan-bahan alami seperti Eucalyptol, Menthol, dan Sage Oil, yang bisa digunakan untuk menghangatkan badan dan melegakan pernafasan.

Selain diusapkan pada leher, dada, punggung ataupun perut, Transpulmin juga bisa dicampur air panas dan dihirup uapnya untuk melegakan tenggorokan.

Transpulmin BB Balsam untuk Bayi

Selain untuk Kifah yang sudah berusia 2 tahun ke atas, Transpulmin juga memiliki produk khusus yang bisa digunakan untuk bayi di bawah 2 tahun, namanya Transpulmin BB Balsam.

Transpulmin BB Balsam untuk bayi
Image from web Kumpulan Emak Blogger

Transpulmin BB Balsam ini sering saya gunakan untuk menghilangkan perut kembung dan gejala flunya Aldebaran. Karena sekarang pun, Aldebaran yang sudah berusia 16 bulan sedang aktif-aktifnya bereksplorasi.


Siap-siap pake Transpulmin di peyuttt

Pake juga Transpulmin di punggung, maap popok off side.
Transpulmin cepat meresap, tidak lengket, tidak berbekas

Aldebaran sering main air, sering main di luar, kena angin, kadang makan atau minum banyak sekali. Untuk itu, perut dan punggungnya sering saya oleskan Transpulmin. Alhamdulillah, Aldebaran ceria dan aktif tanpa khawatir perutnya kembung.

Cara penggunaan:

Gunakan 2-4 kali sehari, digosokkan pada dada, punggung dan leher. Tapi hati-hati, jangan digunakan pada muka khususnya pada hidung dan bagian kulit yang sensitif.

Review Transpulmin Balsam Keluarga dan BB Balsam Untuk Bayi

Teksturnya lembut dan mudah diserap tanpa meninggalkan rasa lengket

Menurut saya, kemasan Transpulmin ini cukup pas dipegang dan dibawa kemana-mana, karena hanya berukuran 10 dan 20 gram.


Mamahnya nyobain tekstur dan kehangatan Transpulmin

Teksturnya halus seperti krim lembut dan tidak lengket. Ketika diusap ke bagian tubuh, Transpulmin ini langsung menyerap dan tidak meninggalkan bekas atau pun lengket.

Keceriaan Anak dan Hangatnya Kasih Ibu

Menjadi ibu yang tetap “waras” ketika memiliki anak yang perlu perhatian khusus memang harus diusahakan. Salah satunya terus menerus mencari solusi dari berbagai masalah anak. Seperti halnya alergi dan asma yang Kifah alami, mau tak mau menuntut saya terus menerus mencari solusi dan penyembuhan baginya.

Karena saya ingin, Kifah menjadi anak yang tumbuh sehat dan tidak terganggung dengan alergi dan asmanya lagi. Gak seru kan kalau asmanya kambuh ketika lagi mendaki Rinjani atau Everest. Hehehe.


Hiking dulu di gunung

Untuk  menambah keceriaannya, dan juga menambah “kekuatannya”, weekend kemarin, saya dan Abbiy  mengajak Kifah dan Aldebaran hiking di sebuah wisata alam di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.


Setelah berjalan beberapa menit, kemudian kami semua tersenyum lebar karena melihat sebuah sungai yang airnya mengalir jernih sekali. Jangan ditanya, anak-anak sumringah dan tidak sabar untuk turun dan mandi di sungai.


Aldebaran main air sama Abbiy

Kifah sibuk sendiri main air, baru pertama kali turun ke sungai
Paling penting adalah keluarga ceria, siap sedia Transpulmin setelah selesai bermain untuk
memberikan kehangatan di seluruh tubuh

Dan tetap, untuk menemani keceriaan anak-anak. Saya harus mempersiapkan kehangatan sesegera mungkin setelah mereka puas bermain air di sungai. Tidak lupa saya membawa Transpulmin balsam untuk memberikan rasa hangat bagi anak-anak setelah selesai bermain dan berkesplorasi.

Review Setelah Menggunakan Transpulmin Balsam Keluarga dan BB Balsam untuk Bayi.

1.Teksturnya tidak lengket dan cepat meresap ke tubuh

2.Tidak terlalu panas

3.Praktis dibawa kemana-mana

4.Mampu menghangatkan tubuh dengan cepat dan membuat nyaman

5.Konsumsi obat-obatan menjadi berkurang karena untuk gejala flu ringan, perut kembung, batuk karena kedinginan masih bisa diatasi dengan pemberian Transpulmin.

Sejauh ini, saya merasa cocok menggunakan Transpulmin balsam keluarga dan BB balsam untuk bayi. Kifah bisa terus melatih pernafasan dengan berenang tanpa harus takut kedinginan setelahnya, Aldebaran pun bisa terus bereksplorasi dengan lingkungannya tanpa khawatir masuk angin, flu, dan perut kembung.

Mulai saat ini, Transpulmin balsam menjadi andalan saya untuk menghangatkan keceriaan keluarga.

***
Info produk. lomba, dan kontes 10.000 Momen Kehangatan Transpulmin

www.transpulmin.co.id
Facebook: Transpulmin Kehangatan Ibu
Instagram: @transpulmin.kehangatanibu

***

Lomba Blog Transpulmin Balsam

Ikuti lomba blog Transpulmin Balsam periode 21 Agustus 2017-21 September 2017 yuk! Dapatkan hadiah Kamera Mirrorless Canon M10, Netbook ASUS E202 dan uang ratusan ribu rupiah.

Info lebih lengkap bisa liat di sini yaa.














sinarmas msig life

“Bumi beserta isinya mampu memenuhi segala kebutuhan manusia, tapi tidak keinginannya.” Albert Einsten.

Pernah dengar istilah biar tekor atau kesohor?

Kalau pernah, selamat! Berarti umur kita gak jauh-jauh amat sebenernya. Hahaha. Lah apa hubungannya? Hubungannya adalah, istilah biar tekor asal kesohor adalah istilah masyarakat terdahulu (((TERDAHULU))) mengistilahkan orang yang ‘gayanya selangit’ tapi sebenernya kemampuannya masih dibawah personal branding yang ia ciptakan tersebut.

Nah, yang begini ini, istilah gaulnya, atau istilah zaman sekarangnya adalah Middle Income Trap.

Apa itu Middle Income Trap?

Menurut Mas Aakar Abyasa Fidzuno, seorang CEO/Founder of Jouska Financial di Indonesia, Middle Income Trap ini adalah sebuah kondisi dimana seseorang yang memiliki penghasilan ‘ditengah’ namun ingin memiliki gaya hidup di kelas atas. Ada juga yang bilang, kelas menengah ngehe. 

Wkwkwk.

sinarmas msig life
Mas Aakar dari Jouska Financial

Lebih konkritnya begini.

Seorang yang terkena Middle Income Trap bisa dilihat dari gaya hidupnya sehari-hari. Contoh: Misalkan penghasilan rata-rata perbulan adalah 5 juta rupiah, dia akan mencicil mobil MPV sejuta umat, Avanza atau Xenia misalnya. Eh, ketika gajinya naik menjadi 10 juta, kemudian ia kembali mencicil mobil dengan angka yang lebih mahal, begitu seterusnya, mengikuti income yang didapatkannya setiap bulan.

Emang ada yang larang?

Yang larang sih ngga ada, tapi yang menjadi bermasalah setelah bergaya hidup seperti ini BANYAK.

Dililit hutang, ditagih debt collector, asetnya disita, rumahnya digadai, hidup ngga tenang, tdan masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan dari Middle Income Trap ini.

Lalu, apa sih gaya hidup yang bisa menyebabkan kita sering bermasalah dengan keuangan, apalagi ditambah dengan virus Middle Trap Income di kalangan kita?

1. Besar Pasak dari Pada Tiang

sinarmas msig life


Kalau ini sih udah jelas-jelas jadi malapetaka. Seperti yang sudah saya singgung diatas, biar tekor asal kesohor. Akhirnya memanfaatkan pinjaman ke bank, menggunakan kartu kredit semaunya tanpa pikir panjang, dan berbagai cara lainnya dimanfaatkan untuk menambah pendapatan seiring pengeluaran yang tidak terkendali. 

Bahkan tidak sedikit berlanjut kepada kasus kriminal seperti kasus penipuan sebuah travel yang akhirnya menyeret pemiliknya menuju jeruji besi.

Alasannya tidak lain dan tidak bukan, besarnya pasak dari pada tiang. Keinginan atau pengeluaran kita terlalu banyak, tidak sebanding dengan income yang didapatkan.

2. Gaya Hidup Konsumtif

sinarmas msig life


Alasan supaya kekinian atau kepingin punya foto instagramable juga menjadi salah satu pintu kita terjerumus dalam masalah-masalah keuangan.

Setiap hari harus “ngafe” supaya dibilang gaholll, setiap bulan traveling keluar negeri supaya dibilang keren, beli barang-barang branded biar gak dibilang kampungan, setiap makanan yang lagi in, meskipun harganya mahal dan gak kemakan ataiu gak doyan, tetep di beli biar feed instagram bagus, biar status bisa selalu check in di tempat-tempat yang bikin orang mupeng.

Semua gaya konsumtif ini suatu saat akan menjadi bom waktu dan akhirnya menjadi masalah keuangan yang akan meneror dan membuat hidup kita menjadi berantakan.

Barang-barang yang benar-benar dibutuhkan tidak terbeli, sedangkan barang yang hanya untuk cekrek upload di media sosial begitu menumpuk dan menjadi sumber masalah baru.

3. Tidak Memiliki Pit Stop



Meskipun kita sudah sadar dengan gaya hidup kita yang besar pasak dari pada tiang atau konsumtif, ternyata gak serta merta membuat keuangan kita terbebas dari masalah. Karena sadar saja tidak cukup, harus ada aksi yang menyertainya.

Buatlah pit stop kita sendiri!

Sampai kapan kita akan menghabiskan semua uang dan penghasilan kita untuk melakukan hal yang mubadzir? Kita sendiri lah yang harus menentukan, kapan semua sikap konsumtif kita harus diakhiri.

4. Tidak Melakukan Financial Check Up



Ah, penghasilan saya kan memang besar. Ya gak apa-apa dong kalau gaya hidup saya seperti ini?

Coba lakukan Financial Check Up sendiri, apa yakin penghasilan yang kita miliki ini murni bisa kita nikmati sendiri? Hitunglah berapa gaji kita, berapa hutang kita, berapa cicilan yang harus dibayarkan, apakah properti yang kita miliki sudah memiliki kelengkapan surat-surat?

Jangan salah loh, banyak orang yang tidak peduli dengan kelengkapan surat properti yang mereka miliki. Alih-alih selama ini hidup dengan ‘glamour’, tahu-tahu suatu saat properti yang ia memiliki tidak memiliki kelengkapan surat dan diharuskan membuat kelengkapan surat dengan biaya yang sangat tidak murah.

Nah, kalau udah begini kan jadi bingung dan rugi sendiri akhirnya.  

5. Terlalu Berani Mengambil Resiko



Penghasilan saya diatas 10 juta perbulan, gak apa-apa dong saya mengambil cicilan rumah seharga 5 juta perbulan dikawasan yang cukup elit?

Pepatah lama mengatakan, hidup ini bagai roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Sebaiknya, jika kita akan membuat keputusan, apalagi menyangkut keuangan/hutang dipikirkan lagi mateng-mateng.

Hari ini penghasilan memang diatas 10 juta. Tapi, apa yakin 15 tahun lagi kita gak akan sakit? Atau gimana kalau amit-amit meninggal duluan (gak punya asuransi jiwa) anak istri yang akan menanggung hutang kita?

Gaya hidup yang ‘terlalu berani’ inilah yang juga menjerumuskan kita ke dalam jurang masalah keuangan dan juga masalah hidup yang amat sangat dalam.

6. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan

Mas Aakar menjelaskan pentingnya memiliki tujuan atau rencana keuangan

Let it flow. Hidup itu biarkan mengalir seperti air.

Mwahaha, kayaknya saya seneng banget ya sama pribahasa.

Iya mengalir sih mengalir, lah kalau mengalirnya ke samudra yang biru, lah kalau mengalirnya ke got gimana? Apa masih mau mengalir begitu aja?

Sama seperti tujuan hidup lainnya, keuangan kita pun harus memiliki tujuan.

Misalkan, kita bekerja sebagai karyawan swasta, bukan PNS dimana PNS mendapatkan dana pensiun di hari tua kelak.

Sebagai karyawan swasta, kita dituntut ‘kreatif’ dalam berinvestasi jangka panjang, supaya kelak gak merepotkan anak, gak merepotkan sanak keluarga. Dan yang masih menjadi tren investasi jangka panjang biasanya adalah bidang properti, seperti tanah atau rumah.

Jika kita memang memiliki tujuan keuangan yang tepat, kita bisa mengalokasikan sebagian penghasilan kita untuk menabung properti, membangun rumah kost, atau membangun lahan perkebunan/pertanian.

Nah, ketika kita tidak memiliki tujuan-tujuan tersebut, keuangan kita akan lebih tertata rapi dan terhindar dari masalah-masalah keuangan yang akan menggerogoti kita baik sekarang atau pun nanti.

Kira-kira, tujuan keuangan apa yang kamu punya nih sekarang?

7. Tidak Mau Berasuransi

Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mau berasuransi, terutama asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Masalahnya, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi kesehatan kita ke depan, dan jangan sampai kita berhutang untuk biaya pengobatan kita sehingga menimbulkan masalah baru bagi keuangan keluarga.

Klik untuk memperbesar gambar


[Sp.] Yuk Atur Uangmu!

Terkait  masalah keuangan yang timbul akibat 7 gaya hidup kita yang ternyata kurang tepat bahkan cenderung salah kaprah ini, Sinarmas MSIG Life mengadakan temu Blogger dari Komunitas Kumpulan Emak Blogger, pada tanggal 9 September 2017 di kawasan Karet Kuningan Jakarta Selatan membahas bagaimana caranya kita terhindar dari masalah keuangan dan bagaimana caranya kita mengatur keuangan yang tepat.

Di acara Sinarmas bersama KEB

Caranya sederhana, cukup dimulai dari diri sendiri dengan tidak bergaya hidup konsumtif dan terjebak dalam Middle Income Trap tadi.

Kita harus bisa memeriksa, apakah penghasilan sesuai dengan kebutuhan, apakah masih bisa digunakan untuk berinvestasi, apakah masih bisa digunakan untuk liburan, dan lain sebagainya.

Dan cara yang paling sederhana lainnya untuk menghindari masalah keuangan adalah dengan berasuransi.


Sinarmas MSIG Life adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka yang ada di Indonesia. Didirikan pada tanggal 14 April 1985, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Life telah mengalami perkembangan dan perubahan.

Hadir pertama kali sebagai PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII), untuk kemudian berubah nama menjadi PT Asuransi Jiwa Eka Life, dan dalam perkembangannya berganti nama lagi menajdi PT Asuransi Jiwa Sinarmas pada tahun 2007 sebelum akhirnya melakukan joint venture dengan Mitsui Sumitomo Insurance, CO., Ltd pada tahun 2011.

Sejak saat itu, 50% kepemilikan PT Asuransi Jiwa Sinarmas SMIG atau dikenal juga sebagai Sinarmas MSIG  Life (SMiLe) dibawah PT Sinarmas Multi Artha Tbk dan 50% Mitsui Sumitomo Insurance, Co., Ltd.

Sinarmas MSIG Life melayani lebih dari 790.000 nasabah individu dan kelompok di 69 kota. Tersebar di 113 kantor pemasaran dan 10.500 aparat marketing.

Sinarmas MSIG Life team


Brand SMile (Sinarmas MSIG Life) diperkenalkan kepada masyarakat luas pada tahun 2013 untuk meningkatkan corporate brand awareness.

MSIG Life dinobatkan oleh Infobank sebagai Digital Brand of The Year terbaik ke-3 untuk kategori Asuransi Jiwa pada bulan Maret 2015. Selain itu, Majalah Investor mendaulat Unit Bisnis Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai Asuransi Syariah Terbaik untuk aset diatas Rp. 200 Miliar pada Best Syariah 2015 di bulan Agustus 2015.

Produk Asuransi Sinarmas MSIG Life terdiri dari Asuransi Dasar Tradisional (Power Save, Smile Multi Invest, Smile Personal Accident, Smile Medical, Smile Hospital Protection Plus), Asuransi Unit Link (Smile Link 88, Smile Link 99, Smile Link Pro 100, Smile Link Proasset), Asuransi Syariah (Asuransi Tradisional Syariah, Asuransi Unit Link Syariah).


Sumber: www.sinarmasmsiglife.co.id silakan akses web ini untuk mempelajari masing-masing produk asuransi dari Sinar Mas MSIG Life.


***

Nah, itu tadi 7 gaya hidup yang baiknya kita hindari agar hidup kita tenang, tentram, sejahtera, tanpa terbelit masalah keuangan.

Hidup ini bukan tentang siapa lebih keren dari siapa secara materi. Tetapi sejauh mana kita mensyukuri apa yang telah diberikan dalam hidup. Mengikhtiarkan yang terbaik untuk diri sendiri dan keluarga, seraya tetap qanaah dalam menjalani apapun yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Cieee bijak cieee, pasti abis ikut seminar via Youtube.

*Millenials sekali.


Kalau kamu, punya tips atau cara ampuh apa nih dalam mengelola keuangan?


Halo. 

Welkombek ke postingan blog tentang Pertanyaan Kifah.

Baca Pertanyaan Kifah Part 5 di sini.

Langsung aja yaa.


56. Huruf Mati

(lagi baca Iqro)

Kifah: "Mi, kalau ada tanda ini namanya apa?"

Ummi: "Itu namanya huruf mati."

Kifah: "Kenapa mati?"

Ummi: "Hmmmm, eeuu kenapa ya, udah dari sananya pokoknya dibacanya mati, ngga a, i ,u."

Kifah: "Aku tau Mi, kenapa hurufnya mati."

Ummi: "Kenapa?"

Kifah: "Ini, liat aja, hurufnya gak bisa gerak, jadi namanya huruf mati. Orang juga kalau mati, gak bisa gerak."

Ummi: T________T


57. Kabayan

Kifah: "Mi, aku punya temen baru."

Ummi: "Siapa?"

Kifah: "Gak tau."

Ummi: "Lah, katanya temen baru, kok gak tau namanya?"

Kifah: "Iya, akunya belum kenalan, belum tau namanya siapa. Tapi, orangnya lucu, Mi."

Ummi: "Lucu kenapa? Emang udah main bareng?"

Kifah: "Nggak. Nggak pernah main bareng."

Ummi: "Kok tau anaknya lucu?"

Kifah: "Soalnya mukanya mirip si kabayan. Hahahahaha."

Ummi: "Kifaaaahhhhhh. Gak boleh gitu ihhh -______-"


58. Disiram

Abbiy: "Kifah makan yang banyak biar cepet gede."

Kifah: "Ih, gak mau. Emang kenapa sih harus makan melulu!"

Abbiy: "Pohon aja harus makan biar bisa tumbuh gede, manusia juga. Kalau pohon, makanannya dari tanah, sama harus disiram air, jadi pohonnya bisa gede terus berbuah."

Kifah: "Yaudah, aku mau disiram aja kalo gitu biar cepet gede!"

Abbiy: #@#@$#%$^%^$$#$$%


59. Permen

(di sebuah mini market, Ummi lagi bayar belanjaan di kasir)

Ummi: "Kifah sini, jangan lari-larian."

Kifah: "Aku belom jajan." (minta jajan sambil ngerengek)

Ummi: "Udah ih jangan jajan aja atuh."

(Kifah keliling-keliling, lagi galau mau ambil jajanan apa. Kemudian Kifah teriak kenceng)

Kifah: "UMMIIII, AKU MAU INIII AJAA, PERMEN NONA-NONA."

Ummi: "Isshhh, bukan nona-nona, permen nano-nano."

*Buru-buru nutup muka pake keranjang belanjaan.


60. Malaikat dan Penciptaan Manusia


Ummi: "Kif, sini Kif, baca cerita tentang Nabi Adam."

Kifah: "Aku udah tau Nabi Adam, Nabi yang pertama kan?"

Ummi: "Iya, udah tau cerita tentang Nabi Adam yang lain belum?"

Kifah: "Belum, yaudah aku mau dibacain Ummi aja."

Ummi: (cerita tentang asal mula penciptaan langit, bumi, malaikat, iblis, jin, dan manusia pertama yaitu Nabi Adam). Jadi, dulu itu, malaikat sujud ke nabi adam, tapi iblis gak mau sujud soalnya sombong."

Kifah: "Oh, trus aku sujud gak?"

Ummi: "Kan Kifah belum lahir, kan Nabi Adam manusia pertama, Kifah ini keturunannya Nabi Adam."

Kifah: "Ih jadi gimana atuh, Mi? Waktu itu aku masih dimana? 

Ummi: "Ya belum ada."

Kifah: "Kenapa belum ada?"

Ummi: "Ya kan belum diciptain."

Kifah: "Ya terus aku ada dimananya pas belum diciptain?"

Ummi: "Ya kalau belum diciptain berarti ya belum ada."

Kifah: "Tapi aku ada dimana waktu itu?" 

Ummi: "Ah, kumaha Kifah weh, Ummi jadi lieur -____-"


61. Kuliah di Bandung

Kifah: "Ummi, aku sekarang kelas 1 ya?"

Ummi: "Iya."

Kifah: "Nanti aku kelas 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 ya?"

Ummi: "Iya."

Kifah: "Kalau udah kelas 11 sama 12, aku kuliah? Badannya segede Abbiy?"

Ummi: "Iya."

Kifah: "Pokoknya, aku mah kelas 11 sama 12 nya mau di Bandung, trus kuliahnya juga di Bandung. Enak, nanti deket sama rumah nenek.Aku sering main ke rumah nenek, trus jalan-jalan sama kakek."

Ummi: "Yaelah Kifah, masuk kelas 1 SD nya aja baru 3 bulan."

Kifah: "Oh iya ya, masih lama ya. Hehehe."


62. Toko Khusus 

(kayaknya nih anak lagi ngekhayal)

Kifah: " Mi, aku kan ke toko mainan kemarin."

Ummi: "Kapan? Dimana?"

Kifah: "Iya beneran, waktu itu sama Kakek."

Ummi: "Trus?"

Kifah: "Itu toko khusus buat anak-anak, Mi. Ibu-ibu mah dilarang masuk. Orang dewasa juga dilarang masuk."

Ummi: "Lah? Kok ibu-ibu dilarang masuk? Tapi kok Kakek boleh masuk?"

Kifah: "Ehhmm, iya ibu-ibu mah dilarang masuk. Soalnya itu toko khusus buat Kakek-kakek yang mau beliin mainan buat cucunya."

Ummi: "wkwkwkwkw, ngarangggggg bangetttt. Manaa adaaaa Kifaaaaahhhh. >.<"


63. Meninggal

Abbiy: "Kif nanti kalau Abbiy meninggal gimana?"

Kifah: "Ya ngga gimana-gimana?"

Abbiy: "Yakin? Nanti Kifah gak bisa ketemu Abbiy lagi loh?"

Kifah: "Ya palingan, Abbiy meninggalnya pas aku kuliah."

Abbiy: *krai* 

Abbiy: "Trus nanti Ummi gimana hayo? "

Kifah: "Ya gak apa-apa juga, palingan Ummi nikah lagi."

Abbiy: *Baper T__________T 




**Ini diceritain Bapaknya, sumvaahh ngakak jungkir balik. Ya salaammm ini anak tingkahnya kadang minta dijitak.