Hai hai para pecinta kuliner, jumpa lagi di weekend review.

Sudah punya rencana kemana aja nih weekend ini? Ada yang sudah punya destinasi wisata kuliner seru? atau masih cari-cari kuliner yang enak dimakan di musim hujan kayak gini.

Hmmm.

Biasanya sih kalau musim hujan itu paling enak makan makanan berkuah dan berasa rempah. Endess banget lah pokoknya buat nemenin hari-hari dingin ditinggal nikah sama mantan di musim penghujan tahun ini. 

Anyway. Dari pada kelamaan, kali ini aku punya review kuliner yang ada di sekitar Cibinong Bogor. 

Lokasinya gak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor atau lebih dikenal dengan kompleks PEMDA Cibinong. 

Yaitu di Erfina Kencana Regency jalan Bowling No. 27 Cibinong.



Lokasi kedai Mie tampar tepat di seberang Stadion Pakan Sari

Lokasi tepatnya pas banget di depan stadion Pakan Sari yang baru aja kemarin dipakai final Indonesia lawan Thailand di Piala AFF. 

*please hasil pertandingannya mah gak usah diinget-inget*


review mie tampar di cibining bogor


Nah, kenalin ini dia "MIE TAMPAR"

Kalau kata anak saya sih, "kalau habis makan mie ini kita bakal ditampar, Mi?"

Haaa antara iya dan enggak sih. Iya emang kita bakal ditampar sama rasa rempah dikuah Mie Tampar yang nampol abis, bukan ditampar beneran karena selingkuh sama janda kembang. 

Aduh, maaf ya ini dari tadi ngelantur. Faktor cuaca dan cucian nampaknya. 

Oke, back to Mie Tampar. 

Emang iya yah rasa mienya bisa nampar-nampar kalau dimakan? jawabannya adalah IYES. Karena kita bisa memilih beberapa level kepedasan yang ingin kita nikmati dalam kuah mie. 

review mie tampar di cibinong bogor
Kedai Mie Tampar dengan tampilan yang sederhana

Etapi sebelum lanjut ke pembahasan rasa mie tampar, FYI dulu ya. Mie Tampar ini sebenernya singkatan loh Gaes. Yaitu: Mie Tarempa Anambas Riau jadi sebenernya bukan kuliner asli daerah Cibinong Bogor, melainkan dari daerah Anambas Kepulauan Riau yang mana aku sendiri belum pernah ke sana.

Ya sekarang coba mie nya dulu deh, siapa tahu bisa beneran pergi ke sana sambil travelling

Seperti makanan daerah Sumatra dan sekitarnya yang kaya akan bumbu rempah, Mie Tampar ini juga bertipikal sama. Mie dengan kuah rempah yang kuat ditambah dengan level kepedasan sesuai selera sehingga membuat kita serasa ditampar beneran waktu makan.

Ada 4 level kepedasan yang bisa kita coba nih gaes.

Ditimang = Tidak Pedas
Diusap = Sedang
Dijitak = Pedas
Ditampar = Super Pedas

Nah, jadi kita tinggal milih. Mau ditimang, diusap, dijitak, atau ditampar? Duh, kalau aku sih milih diusap-usap aja deh biar jadi istri solehah. Hahaha.

review mie tampar di cibinong bogor
Menu di kedai Mie Tampar


Karena cuaca dingin, waktu itu aku pesen mie tampar ikan di usap berkuah. Jadi, di dalam kuahnya akan diberikan potongan ikan dengan level pedas yang sedang-sedang saja.

Selain ikan, kita bisa milih tuh. Mau mie tampar ayam, daging, atau cumi. Mau kering, basah, atau berkuah. Kalau rekomendasi aku sih mending makan yang berkuah, passss banget soalnya Bogor sekarang tiap hari hujan terus sepanjang hari.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya datang deh pesanan mie tampar ikan diusap berkuah.

review mie tampar di cibinong bogor
Nah ini dia, Mienya sudah melambai di atas meja
review mie tampar di cibinong bogor
Sumpah rasanya endeess banget, apalagi rasa kuahnya rempaaahhh banget. 


Untuk menemani mie tampar yang aku pesan ini, aku pilih es mentimun buat minumnya. 

review mie tampar di cibinong bogor
Es Mentimun
Tapi kalau boleh kritik dikit, ini es mentimunnya lebih mirip sirup rasa melon gitu. Kurang kuat rasa timunnya. 

Selain pesan es mentimun, aku juga pesan teh tarik. Sebenernya ini pesanan Kifah yang dengan sukarela nungguin Emaknya makan Mie Tampar.

review mie tampar di cibinong bogor
Teh Tarik pesanan Kifah


Asik kan hujan-hujan makan mie kuah rasa rempah yang nendang. Dan sebagai salah satu social media junkie. Aku gak lupa dong buat foto mie tampar buat nanti diupload ke Instagram dan blog ini. 

Memotret dengan Kamera Ponsel

Gimana? bagus gak hasil fotonya? jelas, tajam, dan terang kan?

Sebagai bocoran aja yah gaes, sekarang aku pakai kamera ponsel ASUS Zenfone Go untuk mengabadikan moment wisata kulinerku. 

Sesuai banget ya sama hobi kulineran dan travelling aku namanya, ASUS Zenfone Go. Tipe Zenfone yang aku pakai ini memang disesuaikan untuk orang yang hobi berpetualang dan wisata kuliner. 

Bawaanya jadi pengen GO terusssss. 

Kok bisa sih mendukung hobi kuliner dan travelling?


review mie tampar di cibinong bogor
Beberapa Spesifikasi ASUS Zenfone Go 5.5 ZB551KL dari web resmi ASUS Indonesia


Simpel sih ya sebenernya, spesifikasi Asus Zenfone Go ini memang disesuaikan untuk kita yang hobi mengabadikan setiap kuliner nusantara yang kita icip-icip.

Beratnya ringan, hanya 160 gram saja, mudah dibawa kemana-mana. Jaringannya sudah 4G LTE, layarnya pun sudah Corning Gorilla Glass 3 dan Anti Finger Coating.

Baterainya yang 3010 MAh juga bikin ponsel awet gak perlu sering charge. Memori internalnya pun besar, 16 GB dan masih bisa ditambah dengan memori external hingga 64 GB. 

Ya lah, kalau lagi jalan-jalan, HP lowbat dan memori abis itu bikin baper seumur-umur. Gak bisa foto makanan, gak bisa foto pemandangan di perjalanan. 

Hiks sedih. 


Tapi sih yang paling penting kalau untuk aku, rear camera dengan Pixel Master Camera 13 MP dan mode pengambilan gambar yang diberikan oleh ASUS Zenfone Go ini maksimal banget membuat foto makanan yang kita ambil tampil maksimal dan menggugah selera. 

Ada 16 mode pengambilan gambar spesial yang disediakan oleh ASUS Zenfone Go yang bisa kita gunakan sesuai keinginan. 

review mie tampar di cibinong bogor

Mode pengambilan gambar yang diberikan oleh ASUS Zenfone Go


Tapi menurut aku sih, hanya menggunakan beberapa mode saja, sudah mampu menghasilkan gambar dengan kualitas prima.

Contohnya gambar yang aku ambil ini:

review mie tampar di cibinong bogor
Perbedaan hasil menggunakan mode kedalaman dan mode HDR
Mode Kedalaman atau Depth of Field

Mode kedalaman ini memberikan efek "blur" pada objek belakang atau sekitar objek utama yang akan kita foto. 

Bisa dilihat pada foto atas, sebelah kiri gambar mendapatkan efek blur, sehingga fokus utama kamera adalah pada mangkuk mie.

Mode ini kita gunakan untuk memfokuskan gambar yang ingin kita ambil, dan canggihnya kamera ASUS Zenfone Go ini memindai otomatis objek yang dekat, sehingga background objek akan menjadi blur dengan sendirinya.

Background tampak blur

review mie tampar di cibinong bogor
Contoh hasil pemotretan dengan mode kedalaman



review mie tampar di cibinong bogor
Pengambilan gambar dengan mode kedalaman


Mode HDR

Mode HDR yang diberikan oleh ASUS Zenfone Go ini memberikan ketajaman dan kecerahan gambar 4x lebih luas. Sehingga gambar akan lebih terang hingga 400%. Sehingga walaupun cahaya di lingkungan objek foto sedang minim, hasil foto akan tetap tampak terang dan memukau.

Terbukti saat pengambilan foto di atas, kondisi cuaca sedang mendung dan hujan, tapi hasil gambar tetap bisa maksimal meski minim cahaya.

Jadi, dengan menggunakan dua mode ini saja, kualitas gambar atau foto yang dihasilkan sangat baik, cerah, dan tajam. 

Tips Fotografi

Untuk menghasilkan gambar yang optimal saat mengambil foto makanan saat wisata kuliner ada beberapa tips nih yang bisa dilakukan.

1. Pilihlah tempat duduk yang disinari banyak cahaya.

Kalau kita sedang wisata kuliner dan berniat untuk mengabadikan foto makanan di warung makan yang kita kunjungi, ada baiknya kita mencari tempat yang pas untuk mengambil foto. Salah satunya adalah tempat yang disinari banyak cahaya. 

Karena cahaya alami akan menghasilkan gambar yang bagus walaupun tidak melalui proses editing.

review mie tampar di cibinong bogor


2. Gunakan Kamera dan Mode yang Tepat.

Kalau memang mau pakai DSLR atau Mirror less silakan saja, gambar yang dihasilkan pasti sangat baik. Tapi kalau travelling itu kan males ya bawa kamera yang berat, haha. Maka maksimalkan lah penggunaan kamera ponsel. 

Tentunya kamera dengan pixel master yang besar, dan memiliki mode pengambilan gambar yang variatif juga harus membantu memberikan hasil gambar yang maksimal.

3. Ambil banyak gambar. 

Jangan ragu untuk mengambil gambar dengan beberapa angle. Kita bisa memfoto makanan dengan flat lay, depth of field, atau pun dengan teknik yang lain. Biasanya foto yang bagus hanya ada beberapa dari sekian banyak foto yang kita ambil. 

Pastikan kamera atau ponsel kamu memiliki kapasitas penyimpanan/memori dan RAM yang besar ya!

4. Jangan Malu-malu

Risih sih sebenarnya diliatin orang waktu ambil gambar makanan. Apalagi kalau mau ambil foto flatlay, tangan harus diangkat tinggi bahkan naik ke atas kursi.

Tapi demi hasil yang bagus, putusin dulu deh urat malunya. Yang penting grid instagram tetep bisa kece kan. 

Untuk tips fotografi yang lainnya, bisa baca di sini ya.

****

Wah panjang juga yah bahas tentang foto-fotonya. Sampai lupa kasih penilaian buat Mie Tamparnya.

Oke deh saatnya aku kasih penilaian.

Tempat:
3,7 dari 5 

Rasa:
4,6 dari 5

Harga:
4 dari 5

Untuk harga, sebenarnya subjektif ya. Kalau menurut aku sih harganya sesuai dengan rasanya. Karena apalagi lah yang kita inginkan selain rasa yang nikmat dari makanan. Walau tempat jauh atau sederhana, kalau udah kepincut rasa sih klepek-klepek jadinya.

review mie tampar di cibinong bogor
Segini kisaran harganya untuk satu orang 

Sebenernya ada satu lagi sih yang bikin HATI INI TERTAMPAR.

Kedai Mie Tampar ini memberikan Mie Tampar secara GRATIS kepada dhuafa, yatim, janda yang mampir ke Kedai Mie Tampar. Kalau kata suami yang sering ke sini sih setiap hari Jum'at program gratisnya.

Saya sendiri hanya melihat berdasarkan spanduk yang dipasang di depan kedai Mie Tampar.


review mie tampar di cibinong bogor



Gimana? Lagi nyari makanan berkuah dengan rasa rempah yang kuat dan nikmat dimakan di kala hujan? Cobain dulu deh ke Mie Tampar.

Kedai Mie Tampar ini buka setiap hari mulai jam 10.00 WIB.

Atau kalau kamu emang males keluar rumah, Mie Tampar ini bisa diorder via Ojek Online juga loh. Udah, pesen sana. Rasa mienya bikin tertampar-tampar dan bikin ketagihannnn.


Happy Weekend!

***

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.



"I make milk. What's your superpower?" -Anonim-

Sebenernya nyapih itu nggak enak. Nggak enak karena harus "berpisah" dari anak bayi yang 24 jam nempel ke mamah. Berpisah dari aksi akrobat pas mau ASI level dahaga di gurun Sahara. Berpisah dari kenyataan bahwa ASI adalah obat dari segala duka dan kecewa. 

Kejedot dikit tinggal sodorin ASI. Pasti langsung berhenti nangisnya, 5 menit kemudian si bayi udah salto lagi. Kejedot lagi. ASI lagi. Jatoh lagi. ASI lagi. Ngantuk lagi. ASI lagi. Begitu aja sampe Goblin dibikin sequelnya. Hahaha.

Tapi mau gimana lagi yak. Namanya udah anjuran Agama bahwa menyusui bayi hingga usia 2 tahun memang hal yang harus kita jalani. Dua tahun itu bener-bener gak kerasa ya, Mak. Dari mulai bayi tak berdaya sampai punya gaya favorit waktu ngeASI, dan tau-tau ASInya mau gak mau harus diberhentikan alias disapih.

Ada yang gak tega? Banyak.

Tapi saya gak mau bahas tentang tega gak tega, karena saya juga masih harus menyusui Aldebaran 15 bulan lagi, wekekek. Gak mau dulu bahas "perpisahan" yang mellow itu. Saya mau cerita waktu menyapih Abang Kifah dulu aja ya.

Baca juga: ASI vs Skirpsi

Jadi gini, kemarenan ada tetangga mau nyapih anaknya. Tapi dese takut kalau payudaranya bengkak, gak mau meriang panas dingin linu segala rupa.

Trus saya bilang gini. 

"Saya dulu nyapih gak pake bengkak lama."

"Masa? Kok bisa? Kan biasanya Mamahnya ikutan sakit." tetangga yang lagi ribut mau nyapih anaknya itu berkomentar.

"Iya, kan ada caranya."

Memang nih, dilema ibu menyapih anak itu bukan hanya tentang kasian sama anaknya. Tapi juga sama emaknya. Bahkan ketika menyapih pun istri  itu juga harus turut serta merasakan sakit dan perihnya. 

Camkan baik-baik hal ini ya para suami. Kalau istri lagi nyapih anak, tolong dikasih reward satu pan pizza besar plus ekstra keju mozarela yang banyak. 

wkwkwk.

Ya memang, ibu dan ibu mertua saya juga bilang, kalau mau nyapih anak siap-siap aja payudara bengkak dan badan meriang panas dingin. 

Karena saya takut dan gak mau seperti itu, yaudah saya cari cara supaya menyapih itu gak menyakitkan. Gak bikin meriang panas dingin segala.

Jadi langsung aja ya caranya.

1. Jika anak sudah berhasil disapih, udah gak mau ngeASI lagi. Maka Selamat. Sekarang tinggal emaknya yang berjuang.

2. Walau anak sudah disapih, aliran ASI tidak serta merta berhenti. Maka biarkan saja hal ini terjadi sebagaimana mestinya. 

3. Jika Payudara selanjutnya saya singkat PD aja ya, sudah mulai membengkak atau terasa penuh. Emak bisa mengeluarkan ASI sedikit demi sedikit lebih dahulu. Jangan dibiarkan mengeras dan membengkak.

4. Bukankah membuang ASI malah tidak akan membuat ASI berhenti? Yaps memang begitu, karena prinsip Supply and Demand, ASI yang sering dikeluarkan tentu akan tergantikan oleh ASI yang baru. Tapi tidak apa-apa Mak, jika PD penuh akan sangat menyiksa, keluarkan saja sedikit demi sedikit secara manual atau dengan pompa ASI.


5. Jika Emak biasa menyusui 2 atau 3 jam sekali, maka keluarkan ASI sedikit demi sedikit, 2 atau 3 jam sekali. Sama seperti ritme menyusui. 

6. Keluarkan ASI sedikit saja ya Mak, yang penting tidak penuh dan bengkak. 

7. Jika sudah mengeluarkan ASI 2 atau 3 jam sekali, kurangi menjadi 5 atau 6 jam sekali. Begitu seterusnya, buat jarak mengeluarkan ASI semakin jarang.

8. Semakin jarang mengeluarkan ASI, lama kelamaan produksi ASI di PD akan berkurang dan akhirnya akan berhenti dengan sendirinya.

Nah, begitu Mak yang saya lakukan waktu menyapih anak yang pertama. Alhamdulillah tanpa harus merasakan bengkak dan sakit. 

Karena memang yang membuat PD bengkak dan sakit adalah menghentikan pengeluaran ASI secara tiba-tiba dan mendadak. 

Dengan menghentikan aliran ASI secara step by step. Insya Alloh deh aliran ASI akan berhenti dengan sendirinya. Mungkin akan memakan waktu yang agak lama, seminggu atau bahkan lebih, tapi tentu saja Emak yang menyapih anak bayi nggak akan merasa sakit dan meriang lagi.


Nah, itu dia pengalaman saya menyapih bayi tanpa rasa sakit.

Gimana? Udah gak takut sakit lagi kan ketika mau menyapih bayi?






Sekarang lagi musim Pilkada, banyak orang yang mendadak menjadi komentator. Ya ngomenin gacoannya, ya ngomenin lawan tandingnya juga.

Timeline memanas.

Tapi saya masih anteng, nyeruput jus timun plus lemon yang bikin perut mules but thats why I need it supaya gak sembelit. Wekekeke.

Back to komentator.

Saya gak mau ngomenin komentator Pilkada. Saya mau cerita tentang komentator blog saya aja. 

Kendala terbesar emak blogger salah satunya kalau anak sakit, dirinya sakit. Gak akan bisa buka blog, nulis apalagi. 

Tapi sesekali saya nyempetin buat baca komentar yang nyangkut di fitur moderasi.

Saya baca dan saya berterima kasih. Buat yang selalu mau komen, nyempetin ngetik kata demi kata, nyempetin klik tombol submit, ngerelain kuotanya buat komen di blog ini, tapinya jarang saya bales atau BW balik.

Maafkeun yaa, maafkeun sangat. 

Karena anak saya sakit, atau sayanya sakit, mohon dimaafkan belum bisa berkunjung balik.

Terimakasih sudah jadi komentator setia di blog saya. Andai bisa ngasih bingkisan, mau deh saya ngirim ke alamat blogger-blogger yang udah sering komentar dimarih.

Makasih buat Mbak Armita, Mbak Innayah, Mbak Ratu, Mbak Syuna Mom, Mbak Echa, Mbak Mira Anastasia, Mbak Lidya, Mbak Annisa AE, Ceu Handriati, Mbak Ika Puspita, makasih udah sering mampir.

Yang udah suka baca, mau mampir, saya ucapkan terima kasih juga, walau kurang hafal namanya karena faktor usia, klik kalian, komentar kalian jadi semangat untuk selalu rajin update blog, membuat saya mau belajar dan belajar lagi. 

Yang silent reader pun gak kalah saya ucapkan terima kasih banyak ya. Tanpa pembaca blog, apalah artinya diriku dan blog ini. Kalau kalian punya masukan, punya keinginan, punya kritik dan saran apapun jangan ragu buat kasih tau yaaa. 

Please email or DM via FB, Twitter, atau Instagram. Dengan senang hati saya akan mendengar masukkan dari kalian semua.

Akunnya: @tettytanoyo

Sekali lagi maaf kalau merasa "kok gak di BW balik sih!"

But I told you, I'm sure, bahwa kalian adalah percikan semangat  buat saya selama ini. Semoga pahala kebaikan mengalir deras, aamiin. 

Akhirul kalam, 

4x4 sama dengan 16
Sempat gak sempat insya alloh komennya akan saya balas.

Burung Irian Burung Cendrawasih
Gak cukup sekian dan masih mau lagih

Kalau ada sumur di ladang, boleh saya menumpang mandi.
Kalau ada waktu yang luang, jangan lupa yuk kita ngeblog lagi.


-Bogor, dengan mata nanar meratapi cucian-







cerita long distance marriage


Beberapa tahun lalu saya sempat menjalani Long Distance Marriage (LDM) dengan suami.

Saya di Bandung, suami di Bogor. Saya tinggal bareng mertua, dan suami sendirian di rumah yang kami sewa yang jaraknya itu sejam dari kantornya di Cibinong.

Seperti komitmen kami diawal. Kami akan saling mendukung soal cita-cita dan pengembangan diri. Suami berhasil bekerja sesuai dengan bidangnya (baca: sesuai jurusan di kampus dulu) dan saya sendiri senengnya belajar. 

Maka dari itu saya memutuskan untuk kuliah lagi di Pasca Sarjana.

Dan suami pun menyetujuinya. Walaupun konsekuensinya kita harus tinggal terpisah alias LDM dengan usia Kifah yang waktu itu masih 3 tahun.

Singkat cerita, saya diterima/lolos ujian masuk pasca sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pengembangan Kurikulum.

Kenapa Pengembangan Kurikulum? 

Karena S1 saya adalah Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. 

Kenapa nggak yang deket aja, di Jakarta atau Bogor. Kenapa mesti di UPI? 

Karena yang saya tahu, UPI masih jadi penyedia program studi Pengembangan Kurikulum di jenjang pasca sarjana yang memiliki kualitas baik dan terakreditasi oleh BANPT.

Jadi ya fix lah, tes di UPI. Sesuai jurusan dan minat juga. Gak kepikiran untuk pindah atau lintas jurusan di kampus yang lain.

Baca juga: Mau Kuliah di Bandung? Baca Dulu Ulasan Lengkap Kost-kostan di Sekitar UPI Bandung Di sini. 

Dan semua biaya pendaftaran, biaya kuliah, dan lainnya ditanggung suami sepenuhnya, padahal sehari-hari abbiy sendirian di rumah, gak saya urusin. Huhuhu.

Feel guilty.

Kami berdua sudah mengestimasi waktu dan biaya tentunya, bagaimana nanti teknis bertemu. Apakah tiap akhir pekan? Saya yang ke Bogor atau suami yang ke Bandung? Naik apa kendaraannya? Bis, kereta, atau travel.

Pilihannya jatuh pada seminggu sekali Abbiy yang ke Bandung, tiap Jum'at malam naik travel setelah jam pulang kantor. Dan biasanya Abbiy start naik travel jam 8 atau 9 malam. Hingga bisa dipastikan nyampe ke Bandung itu tengah malam.

Awalnya Asik-asik Aja

Ya, awalnya emang asik-asik aja. Seminggu sekali ketemu, kangen-kangenan gimana gitu yaaaa. Bisa dinikmatin lah, tiap akhir minggu berdua bareng suami, makan malem bareng, jalan bareng, apalagi di Bandung. Banyak tempat nongkrong asik. 

Tapi lama kelamaan, kami berdua eh bertiga deng sama Kifah. TEPAR JUGA.


cerita long distance marriage




Suami Tepar

Abbiy tepar karena harus bulak-balik Bandung Bogor. Pulang kerja, capek, dan nyampe Bandung tengah malem pula. 

Besoknya, saya sama Kifah udah ngerengek aja buat diajak jalan-jalan.

Feel Guilty again, kalau inget. Hikz.

Saya Tepar

TERNYATA KULIAH DI PASCA SARJANA ITU BERAT PEMIRSAAAHHH.

Jam kuliahnya emang sedikit, tapi tugasnya itu astabjim. 

Resume buku, mending bahasa Indonesia. Ini bahasa Inggris zaman Issac Newton bro sist. Setengah budek saya bacanya.

Belum lagi makalah perorangan, makalah kelompok, persentasi, tugas pra UTS, UTS (yang udah kayak bikin makalah lagi), baca artikel di jurnal ilmiah minimal zepuluh zudul, tugas pra UAS, UAS, dan seterusnya dan seterusnya sampe tujuh keliling pala barbie.

Belum lagi tiap hari ke perpustakaan, baca buku, baca tesis orang, print out tugas, fotocopy, browsing artikel ilmiah, dan seterusnya dan seterusnya.

Berasa waktu 24 jam gak cukup buat ngerjain itu semua, dan bikin saya hilang stamina, pikiran juga gak tenang apalagi kalau tugas belum kelar. 

Hikz.

Kifah Ikut Tepar.

Dengan riwayat asma yang dia punya. Ikutan bulak-balik Bandung Bogor juga jadi dilema. Asmanya sering kambuh, kemudian batuk dan dilanjut demam tinggi.

Daaannn yang paling berat adalah ngurus anak sakit tanpa suami ditambah tugas kuliah yang maha dahsyat.

Aku lelah, benar- benar lelah waktu itu.

Baca juga: Batuk Pada Anak yang Tidak Kunjung Sembuh

Stamina Kurang Dijaga

Udah tahu resiko LDM begini dan begitu. Saya masih gak aware sama badan sendiri. 

Telat sarapan pagi, makan makanan terlalu pedas, dan berlemak pemicu si penyakit, diperparah dengan ritual begadang karena tugas. 

Tobat gusti. Itu fase hidup saya yang rempong serempong-rempongnya.

Padahal kalau stamina saya baik, mungkin saya gak akan se-desperate itu.

Hingga akhirnya saya memilih cuti kuliah dan akhirnya mengundurkan diri karena hamil anak kedua juga. Udah kebayang gak akan sanggup sama sekali buat LDM.

Stamina dan Cita-cita

Menurut saya, dua hal ini berkorelasi sempurna. Tanpa stamina baik, cita-cita juga makin jauh diraih. Apalagi emak-emak multitasking itu gak kebayang gusti. 

Di rumah ngerjain seabrek tugas domestik, digelayutin anak-anak, minta ditemenin, minta di empok-empok kalau mau bobo, stamina wajib banget kuat dan tahan banting buat ngurus itu semua.

Ya kan Mak?

Dan kalau saja ditambah dengan "membangun cita-cita" entah harus di-dopping dengan apa lagi tubuh mamak tercinta.

Perlu Penjaga Sistem Imun

Hal yang penting dijaga oleh para emak rumah tangga yang multitasking, selain tingkat "kewarasan" adalah imunitas tubuh.

Baca Juga: Hai Mom, Waraskan Dirimu Dengan Menulis!

Familiar dong sama quotes "Jadi emak gak boleh sakit

Soalnya kalau atit, sekeluarga bakal terbengkalai semuaaanyaaa. 

*kasih medali emas buat para emak*

Imunitas tubuh emak harus kuat, gak boleh kalah sama penyakit. Dan disini lah emak butuh “tameng” untuk memperkuat sistem imun tubuh.

Stimuno 

Kenal dong kenal sama stimuno. 

Iklannya udah sering wara wiri di tv, tapi mungkin lebih sering lihat iklan stimuno yang untuk anak-anak seperti ini ya.


review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh
Stimuno untuk anak berbentuk sirup rasa anggur

Sebenernya ada juga produk stimuno untuk orang dewasanya loh, namanya Stimuno Forte.

Bentuknya seperti ini:


review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh
Stimuno Forte dalam kemasan botol

review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh
Kapsulnya mungil, tidak pahit dan tidak berbau obat


Waktu kuliah sambil LDM-an kemarin sayang sekali saya belum mengkonsumsi stimuno secara rutin. Padahal manfaatnya banyak, yaitu:

1. Bekerja langsung pada sistem imun.

2. Fitofarmaka, teruji klinis, khasiat dan keamanannya.

3. Herbal, terbuat dari ekstrak tanaman meniran (Phillanthus niruri)

4. Tolerabilitas baik digunakan dalam jangka panjang, jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

5. Terbukti secara klinis membantu proses penyembuhan.


Tambahan mungkin ya, Fitofarmaka adalah standar tertinggi yang diberikan oleh BPOM untuk produk herbal yang sudah memenuhi standar proses dan kualitas sesuai dengan syarat dari BPOM.

Sertifikat fitofarmaka merupakan sertifikasi yang membuktikan bahwa stimuno telah teruji klinis pada manusia sehingga manfaatnya jelas dan dapat dibuktikan.


review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh
Stimuno dalam kemasan strip

review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh


Stimuno adalah imunomodulator yang berfungsi untuk memperbaiki sistem imun sehingga dapat mencegah sakit dan mempercepat proses penyembuhan. Terbuat dari ekstrak meniran yang telah teruji klini dan aman digunakan secara rutin dalam jangka panjang jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Jadi, stimuno ini bisa digunakan dalam kondisi sehat satu kali setelah makan atau dalam kondisi sakit untuk mempercepat proses penyembuhan dengan dosis 3 kali sehari.


Tambah Stamina Demi Cita-cita

Keputusan saya untuk tidak melanjutkan kuliah di pasca sarjana sudah melewati tahap pertimbangan antara saya dan abbiy. 

Agak kecewa memang, tapi tentunya ini demi kebaikan kami sekeluaga baik secara fisik maupun psikologis.

Tapi saya gak berhenti sampai disitu kok.

Namanya cita-cita harus tetap dibangun dari jalan manapun. Baik secara akademik atau non akademik.

Hingga akhirnya lahirlah blog ini. 

Hahahaha, pelampiasan nih ye.

Ah gak juga, ternyata saya makin sadar tentang passion saya dan bagaimana bisa mengembangkan diri sendiri.

Aktivitas blogging membuat saya merasa berkembang walau tidak berada di dalam sebuah proses perkuliahan. Bahkan sekarang saya mulai rutin beraktivitas keluar rumah demi menekuni hobi blogging yang saya cintai.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Menjangkiti Blogger

Seperti mengikuti sebuah event, mengikuti seminar, menambah pengetahuan dan skill dengan mengikuti pelatihan, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu otomatis menguras banyak tenaga dan membuat saya harus pintar menjaga kesehatan.

Dan yang paling penting sekarang adalah gak perlu lah tepar-tepar lagi kayak dulu. 

Tepar gegara stamina ngedrop sekarang bisa diatasi dengan mengkonsumsi stimuno. Apalagi anggota keluarga yang bertambah otomatis menambah "pekerjaan" emak di rumah. Apalagi cita-citanya masih bertengger 5 cm didepan dahi, gak boleh dong sering-sering tumbang.


review stimuno suplemen untuk daya tahan tubuh
Saya sering berpergian mengikuti event blogging menggunakan Commuter Line Jabodetabek


***

Terakhir, mwaa jadi panjang begini.

Cita-cita tinggi, ingin mengembangkan diri, ingin kuliah lagi, semua pasti bisa diraih asal ada kemauan keras. 

Prinsip saya sih "No Pain, No Gain"

Jadi capek itu adalah sebuah kepastian dalam rutinitas sehari-hari. 

Jangan sampai kelelahan dan keluhan kesehatan jadi hambatan untuk mengembangkan diri emak semaksimal mungkin.

Pilih dan pelihara tubuh dengan gizi dan suplemen yang tepat ya mak. Khususnya buat emak, si wanita otot kawat, tulang besi kebanggaan keluarga yes!

Emak harus cari bermacam cara menjaga kesehatan tubuh, bisa dengan mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan bergizi, meminum multivitamin, atau minum stimuno setiap hari agar daya tahan tubuh tetap dalam taraf maksimal.

Lebih lengkap tentang stimuno bisa dilihat di web Stimuno atau Stimuno Forte.

***
Nah, bagaimana pengalaman emak semua untuk menjaga daya tahan tubuh setiap hari?

Sharing yuk!