tips menjadi travel blogger ala marischka prudence
Foto diambil dari Blog Kak Pru

Menjadi seorang travel blogger adalah impian dan cita-cita aku banget. Dan mungkin jadi impian dan cita-cita temen blogger lainnya yang memang interest dengan dunia jalan-jalan, menjelajah ke tempat yang baru, mencicipi kuliner, dan yang terpenting adalah memenuhi hasrat akan pengalaman dan petualangan baru dalam hidup.

Secara  aku pribadi si golongan darah B yang memang haus petualangan, cinta kebebasan, dan senang bertemu orang-orang dan suasana baru memang merasa bahwa menjadi travel blogger akan menjadi sebuah nafas tersendiri untuk menghidupkan passion dan menikmati hidup yang menyenangkan.

Baca juga: 11 Cara Menghadapi Istri Bergolongan Darah B


Mengingat usia yang sudah berkepala dua, dua hal yang aku sadari. 

1. Aku udah makin dewasa #menolaktua 
2. Dan aku sudah jauh meninggalkan masa kecil

Ya, dulu aku pernah jadi anak kecil, gak ujug-ujug segede begini. Dan kalau ingat masa kecil dikala sendirian, mata dan bibir gantian bergerak. Berkaca-kaca dan kadang senyum-senyum sendiri.

Sebelumnya aku pernah komentarin tulisan orang lain tentang inner child. Dimana kita sebagai orang dewasa ternyata punya sosok anak kecil yang ada di dalam diri kita ini. Sosok anak yang entah bahagia atau justru menyimpan kemarahan.

pengalaman melancarkan produksi asi

Menikah dan memiliki dua orang anak, membuat saya banyak belajar. Ternyata menjadi seorang ibu itu tidak mudah dan harus mahir menyelesaikan masalah demi masalah terkait dengan anak. Salah satunya masalah terkait pemenuhan gizi bayi dan balita yakni pemberian ASI ekslusif. 

Jika pernah membaca tulisan saya terkait ASI, disitu saya cerita kalau dulu itu saya gak tahu sama sekali tentang pemberian ASI ekslusif hingga bayi berusia 2 tahun. Bahkan hingga menjelang melahirkan, saya baru belajar mengenai ASI dari berbagai forum di facebook. 

Boro-boro tahu tentang seluk beluk pemberian ASI ekslusif, “ngeh” nya aja telat. Duhh jangan dicontoh ya para calon ibu. Mulai dari kehamilan terdeteksi, langsung deh belajar tentang per-ASI-an dan lika-likunya.
pengalaman mengatasi ruam popok pada bayi tips jitu mengatasi ruam popok


Yeyeyey welcome back to mommy diary again

Hwuzzzzzz, setelah postingan yang mungkin kurang nuansa “Mommy” nya di blog ini beberapa waktu yang lalu, hari ini aku come back again mau berbagi seputar ruam popok pada bayi. 

Emang pengalaman ya Bu? Iya dong. Belom apdol kayaknya kalau punya bayi, kalau belum pernah “kena masalah” aduh jangan ditiru ini pemikiran sesat sekali. Hahaha. 

Bukan gitu deng maksudnya, semoga yang baca tulisan ini gak ngalamin apa yang dirasain sama aku, disekitar area genital bayi timbul bercak kemerahan alias ruam. Tapi kalau sudah terlanjur kena, aku mau berbagi tips menghilangkannya dalam waktu yang insya Alloh gak terlalu lama. 

Karena kalau liat bayi ruam popok itu kasihan ya, hiks. Kulitnya merah, kalau pipis atau kena celana nangis kejer dan keliatannya emang perih banget.
cara menghadapi istri bergolongan darah B


Pernah membaca buku atau komik tentang menganalisa karakter orang melalui tipe atau golongan darah? 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca buku dan komiknya, entah lupa itu pinjem atau beli, atau bahkan numpang baca di Gramedia. Hahaha.

Tapi pas baca buku/komik itu, saya jadi ngangguk-ngangguk sendiri dan berkata di dalam hati: 

“Wes, iya nih gue banget” 

“Loh kok tau sih?” 

“Ih kok bener banget ini” 

Edenbrei, edenbrei. 

Baca buku itu emang bikin kita jadi nginget-nginget memori, kejadian, respon atau suasana hati kita dalam kondisi dan situasi tertentu.