Mommy Diary: Tips Memilih Sekolah TK untuk Anak

| On
May 11, 2016
Tips memilih sekolah TK untuk anak


Apa kabar Mommy semua?

Yaps, sebentar lagi kita akan menghadapi Tahun ajaran baru untuk sekolah. Bagi Mommy yang punya anak usia 3,4, dan 5 tahun pasti sedang galau mau menyekolahkan anak dimana tahun ini. 

Ada beberapa tips nih yang mau saya bagikan seputar pemilihan sekolah PAUD atau TK untuk anak usia 3 sampai 5 tahun.

Simak yuk!

1. Perhatikan Kesiapan Anak

Apabila Mommy berencana menyekolahkan anak tahun ini, jangan lupa perhatikan kesiapan anak ya. Jangan sampai, niat untuk menyekolahkan anak adalah obsesi orang tua semata.

Coba lihat dan amati. Apakah anak sudah suka belajar? apakah anak masih senang bermain dengan bebas? 

Kenapa kita harus amati dengan jelas, karena saat sekolah nanti, akan ada aturan yang harus ditaati oleh anak. Apabila anak masih senang bermain dengan bebas, belum bisa fokus atau konsentrasi dengan satu hal. Seperti belajar menggambar, mewarnai, membuat bentuk, lebih baik anak bermain dulu di rumah. Karena mogok sekolah akan membuat orang tua cenderung lebih stres di kemudian hari.


2. Ajak Anak Melihat Beberapa Sekolah

Ketika memutuskan untuk mencari sekolah PAUD atau TK, libatkan juga anak dalam memilih sekolah. Biasanya sih anak lebih suka melihat sekolah yang luas, rapi, berwarna warni, dan memiliki banyak permainan.

Libatkan anak dalam memilih sekolah, jangan sampai semua keputusan hanya ada di tangan orang tua saja.

Ada loh kejadian anak yang memilih sekolah yang kurang disukai oleh orang tuanya. Anaknya ingin sekolah di TK A tapi orang tua lebih suka dengan TK B karena faktor lain. 


Biasanya kalau dipaksakan mengikuti kehendak orang tua, nantinya anak juga akan mogok ke sekolah. 

Sebagai orang tua, ada baiknya kita memberikan pilihan kepada anak dan memberikan alasan yang "logis" kelebihan yang akan anak terima jika belajar di sekolah A, B, atau C.


3. Tanyakan Kurikulum dan Program Sekolah

Setiap sekolah pasti punya banyak program, selain program yang memang diwajibkan oleh pemerintah. Jangan malas bertanya ketika kita sedang survey ke beberapa sekolah ya Mommy.

Pengalaman saya kemarin, ketika menanyakan kurikulum dan program sekolah ada beberapa program yang kurang saya setujui. 

Misalnya, program membaca sebelum belajar. 

Anak diminta datang lebih pagi untuk "privat membaca" sebelum pembelajaran yang sebenarnya dimulai. Jujur saja saya kurang setuju. 

Pertama, anak akan merasa terbebani. Kedua, anak usia dini jangan diajarkan membaca secara intens, perkenalan huruf saja sudah cukup. Walaupun sekolah berdalih program ini adalah tuntutan orang tua murid yang lain karena nanti ketika masuk sekolah dasar diwajibkan bisa membaca dengan lancar. 

Tapi, tetap dong saya kurang setuju. Dan akhirnya ada tawar menawar dengan pihak sekolah.

Saya meminta agar anak saya dikenalkan huruf/membaca jika ia mau saja. Jika ia menolak, jangan pernah dipaksa. Jika tidak muncul minat membaca, biarkan saja. Dan jangan ada perbandingan dengan murid yang lain. 

Hingga akhirnya pihak sekolah sepakat untuk tidak mewajibkan program privat membaca ini kepada anak saya.

4. Pertimbangkan Biaya

Sebenarnya ini kembali kepada kebutuhan orang tua akan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh anak. Biasanya sih, semakin mahal biaya pendidikan di PAUD atau TK, maka semakin banyak pengalaman belajar dan program sekolah yang diberikan. Kita tidak bisa menafikkan bahwa biaya belajar diperlukan oleh sebuah sekolah. Semakin banyak program, ya berarti biaya yang dikeluarkan semakin tinggi. Dan semua dibebankan kepada orang tua murid.

Caranya, analisis program apa saja yang sekiranya diperlukan oleh anak. Biasanya program sekolah terdapat pada brosur atau leaflet yang diberikan oleh sekolah. Atau wawancara langsung dengan pihak sekolah ketika survey.

Apabila program sekolah cukup relevan, maka kita bisa memberikan persetujuan untuk membayar uang sekolah yang ditawarkan, tapi jika tidak ya jangan ambil pusing. Kita bisa menskip sekolah tersebut.

Misalnya, setiap bulan ada program outing. Atau ada biaya untuk ekstrakulikuler di luar jam sekolah. Kalau memang dirasa baik dan logis, kita bisa menyetujuinya. JIka tidak, ya lebih baik dipikirkan lagi.

Selain itu, kita sebagai orang tua juga harus bersikap bijaksana untuk menghindari sifat israf atau berlebih lebihan dalam membelanjakan harta, termasuk untuk urusan pendidikan.

Baca juga: Orang Tua Sempurna

5. Jarak dari Rumah ke Sekolah

Ini juga hal yang penting untuk dipertimbangkan. Jika orang tua menemukan sekolah yang bagus untuk anak tapi jaraknya jauh dari rumah lebih baik dipikir ulang.

Saran saya sih lebih baik cari sekolah yang dekat atau terjangkau maksimal setengah jam dari rumah.

Kenapa?

Pertama, memudahkan antar jemput sekolah. 

Karena anak PAUD atau TK pasti masih harus diantar dan dijemput oleh orang tua, jarang sekali anak PAUD atau TK yang berani pergi dan pulang sekolah sendiri. Walaupun ada beberapa anak yang memang sudah berani dan orang tuanya yang membiasakan. Dan mungkin memang jarak antara rumah dan sekolah sangat dekat.

Kedua, menghindari anak bangun tidur dan berangkat sekolah terlalu pagi. 

Jika anak masuk sekolah jam 7 pagi, bisa dibayangkan ia harus berangkat ke sekolah pagi pagi sekali jika jarak sekolahnya jauh. Anak usia dini kadang sulit untuk dibangunkan pagi, dan biasanya ada drama ngambek sebelum berangkat sekolah.

Mulai dari susah bangun, malas mandi, malas sarapan, dan lain lain.

Kalau setiap hari anak harus bangun terlalu pagi, maka kemungkinan besar anak akan mogok ke sekolah. Jadi menurut saya sih, lebih baik orang tua menyekolahkan anak ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah. 

Selain menghindari anak yang mogok sekolah. Hal ini juga menghindari orang tua khususnya ibu mengalami stres di pagi hari. 

Stres kenapa?

Ya stres karena anaknya mogok sekolah.

........

Nah, itu dia tips singkat dari saya. Mommy punya tips tambahan? 



SHARE YUK!


11 comments on "Mommy Diary: Tips Memilih Sekolah TK untuk Anak"
  1. Aku mau nyekolahin kok galau mak. Umur yg cucok untuk masuk sekolah berapa ya ya? Trus juga akunya belom siap nyuruh si anak terpaksa belajar baca tulis gitu. Gimana baiknya ya mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo anakku kmrn umur 4 thn masuk paud yg sekolahnya 3x seminggu, soalnya takut ga mau sekolah kalau setiap hari. Karena pindah rumah, masuk ke tk a di smstr duanya, sekolahnya setiap hari. Dan memang suka mogok sekolah jadinya, bosen dan capek juga kyknya. Skrg 5 tahun, mau tk B. Kalo soal calistung, sy komunikasi ke sekolah, belajarnya gimana. Kalo tipe drill semacam bimbel baca atau kum*n gitu sy gak mau. Di TK tujuannya untuk bisa bersosialisasi, disiplin, tau aturan, tata tertib, sama asah kreatifitas aja mak. Calistung nnti aja dipikirin lagi, hihi

      Delete
  2. Pertimbangan melihat kesiapan anak lebih penting daripada ego kita sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, nahan ego jd orang tua itu memang sesuatu banget di jaman kek skrg ini..

      Delete
  3. Mima tahun ini kayanya masuk tk *lalalayeyeye
    Emaknya elus elus dompet

    ReplyDelete
  4. Saya utama lihat kematangan anak, kebetulan anak mau 3 th tetapi masih belum terlihat mandiri daripada panas melihat sodara maupun teman yang menyekolahkan anak di usia dini lebih baik saya tidak paksain yang nantinya jadi boomerang buat saya sendiri. Nice share mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak,melihat anak orang lain kadang jd greget ke anak sndiri, tapi kalau dipaksakan juga ga bagus buat anak dan org tuanya juga

      Delete
  5. Sama biasanya aku lihat juga jarak toilet sama ruang kelas dan nanya kalau anak belum lancar ke toilet sendiri, apakah akan ada guru/caretaker yang bantuin. Good tips, Mak Tetty :)

    ReplyDelete
  6. Ponakanku pernah mau mogok sekolah karena sang guru kurang perhatian padanya.. Maklumlah ketyika TK anak muridnya dibatasi 20 rang per kelas, dengan 2 orang guru untuk masing2 kelompok murid berjumlah 10 orang.. Ketika masuk SD muridnya ada 40 orang dalam kelas.. Tentun saja ibu gurunya gak bisa memberi perhatian ekstra kepaqda murid sebanyak itu.. Rupanya ponakanku pengen kayak TK dulu diperhatikan dan disayangi gurunya, haha..

    ReplyDelete
  7. Anakku baru 1,5 tahun
    tapi liat anak-anak TK di tempat kerja, jadi enggak sabar pengen anaknya sekolah :)

    ReplyDelete
  8. Bolehlah tipsnya, Syukron ya Ukh.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D