Mau Berbisnis di Usia Muda? Gampang, Sekarang Ada Ralali.com yang Bisa Bantuin Kamu!

| On
October 27, 2016
memulai usaha di usia muda


“Halo, bisa bicara dengan Kang Ijang Permana Sidik?”
seseorang bersuara maskulin berbicara dari sebrang telepon.

“Ya, saya sendiri” jawab suami saya.

“Bisakah besok kita bertemu? Saya wartawan Pikiran Rakyat, ingin wawancara dengan Kang Ijang”

Obrolan singkat di telepon memecah suasana. Musik degung yang sedang mengalun di aula Mesjid Al Furqon Universitas Pendidikan Indonesia mendadak tak terdengar di telinga kami saking kagetnya. Kebetulan hari itu kami sedang melaksanakan walimatul ursy Kakak kedua. Saya dan suami baru saja menerima telepon dari seorang wartawan Pikiran Rakyat,tepatnya dari rubrik Kampus yang meminta waktu untuk wawancara.

“Mau wawancara apa, Bi?” tanya Saya.

“Katanya tentang nikah sambil kuliah” Jawab Abbiy.

memulai usaha di usia muda
Antara norak sama seneng, koran dipigurain.


Menurut pengakuan sang wartawan, ada seorang teman yang merekomendasikan kami untuk diwawancarai ketika Koran Pikiran Rakyat sedang mencari narasumber untuk mengisi rubrik ‘kampus’ yang temanya mengenai “menikah saat kuliah”

Singkat cerita, kisah “nikah muda” kami berhasil mengisi rubrik kampus Koran Pikiran Rakyat bersama dengan cerita kang Surya Kresnanda (yang saat ini berprofesi menjadi trainner) dan istri, yang sama sama menikah saat kuliah juga dong pastinya.

Dalam kutipan wawancara, salah satu yang disoroti adalah mengenai “tanggungan nafkah keluarga” mengingat kami ini masih kuliah semua. Jangankan punya pemasukan, yang ada malah pengeluaran terus terusan, ya namanya juga kuliah, butuh biaya banyak.


The Power of Kepepet

Menikah pun memerlukan banyak biaya, gak cukup modal cinta aja ya sist. Maka dari itu kami memutuskan untuk berwirausaha. Nah, salah satu kesamaan kami dan pasangan Kang Surya dan istri, selain sama sama nikah muda adalah sama sama berwirausaha untuk menyambung hidup agar dapur tetap ngebul.

Kala itu, saya dan Abbiy memilih untuk berwirausaha dibidang kuliner. Walaupun sebelumnya kami melakoni berbagai bisnis lainnya. Seperti bisnis kaos anak, pakaian, properti, hingga bisnis hijab.

Omong-omong soal wirausaha, “Kalau tidak menikah, mungkin saya tidak akan memikirkan bikin usaha, bisa jadi nyantei saja dengan modal ijazah dan alhamdulillah saya start jauh lebih cepat,” kata Abbiy waktu diwawancarai oleh Pikiran Rakyat.

Mengapa harus berbisnis di usia muda?

Jawaban: mengapa menunggu tua. Hahaha.

Selain karena menikah saat kuliah tadi, sebenarnya banyak alasan untuk anak muda harus memulai bisnisnya lebih awal. Jangan karena bosan jadi pegawai, akhirnya memutuskan jadi pengusaha. Jatuhnya kan jadi “gimana nanti, ya kalau bosan jadi pegawai, wirausaha aja”

Sah-sah saja memang, tapi mungkin passion yang dibangun akan berbeda dengan yang berniat berwirausaha sejak awal.

Usia Produktif

Anak muda yang berusia 20-an memiliki semangat yang sangat tinggi untuk mencapai sesuatu yang diimpikannya. Malah menurut saya, inilah “golden age” dimana seseorang mati matian, jatuh bangun, berani mencoba, tak takut gagal, untuk mendapatkan sebuah achievement.

Saya jadi ingat, kalau dipikir pikir dulu saya dan Abbiy bulak-balik ke pasar setiap pagi. Beli es batu dan buah untuk jualan jus. Beli roti, sayur, dan daging untuk jualan burger. Panas panasan naik motor, keringetan, capek, kita lakukan setiap hari.

Mungkin itu ya yang dinamakan “urat malunya sudah putus” jadi ya cuek dan seneng aja bisa boncengan bareng ke pasar buat beli keperluan dagang. Bahkan di pasar pun kita sudah punya langganan, nambah jaringan dan silaturahmi.

Kalau sekarang?

Mungkin bisa mikir lagi untuk “se-struggle” itu. Jujur aja, makin tua umur seseorang makin banyak keluhannya, makin tinggi gengsinya, ya kecuali memang urat malunya udah putus total dan gak bisa disambung lagi, hehehe.

Maka dari itu, anak muda selalu punya energi. Anak muda selalu bisa meningkatkan produktifitas, anak muda selalu punya PASSION, apalagi dengan modal bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia, dimana usia produktifnya banyak, harusnya semangat untuk berwirausaha dan semangat untuk berkarya makin menggebu.

Kesempatan

Kesempatan itu kadang datang gak disangka, dan jarang datang dua kali, tapi kesempatan itu juga bisa kita ciptakan sendiri.

Bagaimana kita menciptakan peluang untuk diri sendiri?

Kembali ke cerita nikah saat kuliah. Waktu itu saya bingung mau bisnis apa untuk mendapatkan penghasilan sehari hari. Mau bisnis pakaian, terkendala modal. Mau bisnis kripik (waktu itu populer banget ya kripik level-levelan), pasti banyak saingan.

Kami mencari cari informasi mengenai kesempatan membuka usaha makanan. Mulai dari pencarian ide makanan yang sedang digemari, makanan yang unik, sampai makanan yang jadi makanan pokok (sempet kepikiran buka kios beras). Semuanya kami cari informasinya via internet, kenalan, teman , dan saudara.

Hingga suatu hari, kami menemukan tempat usaha yang cocok (berkat informasi dari teman SMA Abbiy) sebuah kantin di salah satu kampus di Bandung yang memang sedang membutuhkan partner bisnis makanan yang lebih variatif, karena saat itu di kantin tersebut hanya ada beberapa kedai makanan yang makananya belum bervariasi.

Bermodalkan sebuah gerobak hasil custom, peralatan masak, dan blender, kami membuka kedai burger dan jus buah. Ya, kesempatan harus dicari, bahkan sampai lubang semut sekalipun.

Mental Baja dan Kekuatan Fisik

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, usia muda memiliki gairah atau passion yang tinggi terhadap sesuatu yang diimpikan. Anak muda lebih cenderung bermental baja dan pantang menyerah. Anak muda lebih bersemangat untuk jatuh bangun memulai bisnisnya dibanding dengan orang yang lebih “berumur” yang biasanya ingin berbisnis yang sangat minim resiko, atau lebih cenderung dengan nuansa investasi bisnis.

Anak muda lain! Semangat untuk membangun bisnis sedang tinggi tingginya, maka dari itu manfaatkanlah selagi muda.

Kekuatan fisik anak muda juga terbilang lebih prima. Masih sanggup begadang untuk memikirkan ide dan sistemasi bisnisnya (walaupun begadang itu gak baik ya buat kesehatan). Masih punya kekuatan fisik untuk mengeksplor sesuatu yang menunjang untuk karir bisnisnya.

Beda ya kalau udah “gedean” dikit. Sebentar sebentar masuk angin, sebentar sebentar sakit pinggang, hehehe.

Anak muda beda! Masih punya kesehatan prima, masih punya tenaga untuk mencari dan membangun bisnis dengan mental sekuat baja.

Kapan Seharusnya Memulai Usaha? Haruskah Menunggu Modal Terkumpul?

Sesuai dengan pengalaman saya sendiri, memiliki MODAL BESAR justru MELENAKAN. Kita malah kebingungan menggunakan modal itu, ujung-ujungnya modal tersebut kita belanjakan barang yang tidak terlalu diperlukan untuk kebutuhan usaha kita.

Back to the story.

Saat sudah menemukan ide bisnis untuk berjualan burger dan minuman, saya dan Abbiy membeli peralatan untuk menjalankan bisnis tersebut. Karena waktu itu kami mempunyai modal yang bisa dikatakan cukup besar, kami malah kalap belanja. Suwer!

Berbekal buku “Berbisnis Kedai Burger” yang kami beli di toko buku, kami membeli berbagai peralatan untuk memasak dan lain lain. Salah satunya beli panci untuk menggoreng kentang, sesuai petunjuk buku tersebut.

Tapi, setelah usaha dijalankan, ternyata panci untuk menggoreng kentang tersebut tidak berfungsi secara optimal, malah ujung ujungnya kami menggunakan wajan biasa untuk menggoreng kentang.

Hingga akhirnya, panci kentang yang mengeluarkan budget tidak sedikit ini malah teronggok hingga karatan. Tak terpakai, mubadzir.

BESAR KECILNYA MODAL BUKANLAH HAL YANG UTAMA, MODAL YANG PALING BERHARGA JUSTRU DIRI KITA SENDIRI.

Sungguh sayang sekali, jika ada barang yang awalnya akan dijadikan modal malah tidak produktif. Semua itu karena kami (pada saat itu) terlalu gegabah membeli banyak peralatan untuk modal. Lebih baik membeli barang untuk dijadikan modal sambil menjalankan bisnis itu sendiri. Ketimbang menumpuk barang diawal sebagai modal, ujung-ujungnya tak terpakai sama sekali, rugi!

Apakah Harus Membangun Relasi Bisnis agar Mampu Berkembang?

Justru itu, selagi muda, selagi urat malu mudah putus begitu saja, rajin rajinlah membangun jaringan.

Kenapa?

Karena teman dekat masih sangat mudah dihubungi, orang tua, guru, teman sekolah, teman kuliah masih sangat mudah untuk diajak bekerja sama.

Berbeda jika usia semakin bertambah, boro-boro meminta bantuan teman, ngobrol via sosial media pun sudah paling beruntung. Karena pada hakikatnya, makin tua usia seseorang, jalinan pertemanan semakin mengerucut, semakin sempit, dan semakin sedikit. Berbeda pada saat muda, yang masih mampu bertemu, berorganisasi, dan berkomunitas.

Membangun jaringan sangat penting dalam sebuah bisnis, karena silaturahmi adalah salah satu pintu rezeki. Makin sering silaturahmi, makin banyak rezeki, makin banyak kesempatan untuk merintis sebuah bisnis di usia muda.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis di Usia Muda?

Mulailah dari Niat

Sulit dipungkiri, niat memegang peran penting. Niat diibaratkan bahan bakar yang siap dinyalakan. Ketika kita loyo dalam membangun bisnis, niat bisa menjadi api semangat yang tidak pernah padam. Dengan mengingat kembali niat, biasanya semangat yang luntur berangsur membaik.

Niat adalah pondasi dalam membangun bisnis. Untuk uang kah? Untuk meraih pahala kah? Untuk menebar manfaat kah? Untuk menghajikan orang tua, membiayai kuliah adik, dan lainnya. Begitu beragam niat seseorang untuk berbisnis.

Sekarang, apa niatmu dalam membangun bisnis? Silakan ditanamankan dalam hati dengan sejujur jujurnya.

Mampu Melihat Peluang

Seorang pebisnis adalah orang yang mampu melihat kesempatan dalam kesempitan. Jiwanya selalu kreatif dalam melihat berbagai problematika kehidupan bermasyarakat. Berapa banyak enterpreuner muda yang bisnisnya mampu memberikan solusi bagi permasalahan hidup seseorang?

Karena pada hakikatnya, agar mampu diterima pasar, bisnis harus menjawab salah satu dari ketiga hal ini:

DREAM (Sebisa mungkin value dari bisnis kita bisa membantu mereka mencapai impian mereka).

NEED(Sebisa mungkin value dari bisnis kita bisa memenuhi kebutuhan kebutuhan mereka).

PAIN (Sebisa mungkin value dari bisnis kita dapat menyelesaikan masalah, penderitaan, dan rasa sakit mereka).

Kira kira, bisnismu akan menjawab tantangan pasar yang mana ya?

Memiliki Ilmu

Beberapa tahun ke belakang, kajian tentang wirausaha sangat booming di Indonesia. Berapa banyak seminar, workshop, trainning, yang membahas tentang wirausaha? Berapa banyak pameran wirausaha dibuat setiap tahun? Bahkan setiap bulan. 

Jutaan buku tentang wirausaha laku terjual di pasaran. Bahkan ratusan karyawan berbondong bondong resign dari kantornya masing masing karena terkena euphoria wirausaha yang menjanjikan hal yang mereka impikan.

Apakah mereka memiliki ilmu dalam berbisnis? Bisa jadi iya bisa jadi tidak!

Karena yang saya amati, dan mungkin menjangkiti saya juga, pola bisnis beberapa tahun belakangan adalah sekedar ikut ikutan, modal semangat yang penting action.

Duh, jangan deh. Lebih baik kita pelajari juga dasar dasar ilmu akuntansi, minimal tahu keadaan keuangan bisnis kita sendiri, sedang untung atau sedang buntung.

Manfaatkan Teknologi sebagai Key Partners

Tahu tentang teori bisnis model canvas?

Dalam teori bisnis model canvas ini, ada banyak bagian dalam menjalankan usaha [bisa dipelajari lagi sendiri ya] model ini cukup mudah dijadikan pegangan dalam membangun bisnis.  Saya bahas satu bagian saja yang dinamakan “Key Partner”.

memulai usaha di usia muda
Sumber: https://adityagumbira.files.wordpress.com/2015/02/business-model-canvas.jpg


Key Partners adalah orang atau relasi bisnis yang bisa memberikan bahan baku untuk menciptakan produk yang akan kita jual. Sederhananya begitu.

Saat ini sangat mudah bagi kita memanfaatkan media marketing sebagai Key Partners dalam berbisnis. Salah satunya Ralali B2B Market Place.

Mudahnya Berbisnis Hijab di Ralali.com

Back to the story, again.

Setelah makan asam garam pengalaman membangun berbagai usaha, banyak pelajaran yang saya dapatkan. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berbisnis hijab, dan terbukti cukup sukses.

Apa rahasianya?

Membina banyak Reseller. Yaps! Kita harus bertemu kembali dengan pelaku bisnis sejenis, jangan terpaku pada konsumen/end user saja. Maka dari itu bisnis ini berkembang salah satunya karena memanfaatkan kecanggihan dan kemudahan berteknologi sekarang ini.

Salah satu cara mendapatkan banyak reseller adalah dengan memanfaatkan website ralali.com.

Apa itu Ralali.com?

Ralali.com adalah salah satu platform market place terbesar di Indonesia, yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara online secara GROSIR. Fokus Ralali.com adalah setiap orang bisa memulai wirausaha dengan passion mereka dengan BERKULAKAN di Ralali.com

Cocok banget kan ya untuk anak muda yang suka berkreasi, misalnya mau bisnis kaos dengan konten visual yang kreatif, bisa banget ketemu sama pengusaha distro di Ralali.com

Apa itu B2B?

B2B adalah kependekan dari BUSINESS TO BUSINESS. Maksudnya adalah transaksi online yang mempertemukan antara satu pengusaha dengan pengusaha lainnya. Seperti yang saya contohkan di atas. Pengusaha kaos, bertemu dengan pengusaha distro.

Berbeda ya dengan market place lain yang hanya mempertemukan penjual dan pembeli (end user), kemudian bertransaksi secara on line.

Membuat Akun di Ralali.com

Membuat akun di ralali.com semudah membuat akun di media sosial. Kita hanya tinggal mengikuti instruksi yang disediakan oleh website ralali.com

START SELLING

memulai bisnis di usia muda
Tampilan Website Ralali.com 
memulai bisnis di usia muda
Kita diminta mengisi formulir registrasi sebagai penjual, isi biodata dengan lengkap ya
memulai bisnis di usia muda
Setelah mengisi form registrasi, kita sudah memiliki akun di ralali.com

 Setelah membuat akun di ralali.com, jangan lupa mengecek email kita ya. Karena akan ada link verifikasi yang dikirim oleh ralali.com

Setelah melakukan verifikasi, barulah kita bisa masuk ke akun kita di ralali.com

memulai bisnis di usia muda
Wah, akhirnya kita bisa punya toko sendiri di ralali.com

 
Kita bisa menambahkan/mengedit informasi diri kita di akun ralali.com. Seperti menambahkan alamat, scan KTP, dan lainnya.
memulai bisnis di usia muda
memulai bisnis di usia muda
Setelah memasukkan data diri, kita tinggal menunggu approval untuk membuka toko dari ralali.com

Gimana? Mudah Kan?

Nah, sambil menunggu proses approval, jangan lupa siapkan foto produk yang paling keren ya! Supaya toko kita jadi larisss manissss.


memulai usaha di usia muda

memulai usaha di usia muda

memulai usaha di usia muda



Credit:
Photo produk Hijabeez Fashion Muslimah
Photographer Annisa Robbani


Kenapa Harus Ralali.com?


Ralali.com sudah memiliki 10.000 loyal customers, lebih dari 1.200 vendor, 75.000 produk dan 100.000 unique visitors setiap bulannya dari seluruh Indonesia.
memulai bisnis di usia muda
Kategori Bisnis yang Beragam 

memulai bisnis di usia muda
Kemudahan bertransaksi di ralali.com

Dan yang tak kalah penting, ralali.com ini juga didirikan oleh anak muda Indonesia pada tahun 2013, namanya Joseph Aditya.



Jadi, 
Siapa yang Bisa Memulai Usaha di Usia Muda?

Pastinya:

Kamu yang berusia produktif!

Kamu yang berani menaklukan diri sendiri!

Kamu yang cerdas melihat peluang!

Kamu yang selalu yakin dan berkeinginan kuat!

Kamu yang selalu yakin, bahwa kamu bisa sukses di usia muda!



Silakan klik Ralali.com
untuk memulai usahamu ya!


By the way, ada yang tau gak kira-kira maksud atau arti dari ralali.com? 
Katanya sih karena foundernya masih keturunan Jawa.

Tulis komentarmu di kolom komentar Yuk!


 ***




 Artikel ini diikutsertakan dalam "Ralali Blog Contest" bersama Ngeblog.Me

Yuk Ramaikan #ralalib2bmarketplace  #sumpahpemuda 



....

Sumber: 
7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula, Dewa Eka Prayoga

21 comments on "Mau Berbisnis di Usia Muda? Gampang, Sekarang Ada Ralali.com yang Bisa Bantuin Kamu!"
  1. segala sesuatunya memang lebih baik dikerjakan selagi dalam usia muda dan produktif yah Mba Tetty, salah satunya berbisnis ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, masih muda masih semangat buat ngerjainnya :)

      Delete
  2. Setuju, Mbak. :D Awal usaha dulu aku hanya bondo nekat. :) Tapi alhamdulillah, jalan dengan lancar. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus dilakuin ya mbak, dipikirin terus ya ga buka buka usahanya

      Delete
  3. Makin menua semamgat makin menurun ya mak hehe.... pengalaman pribadi ini...... 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, udah banyak pikiran ini itu ya.. haa samaaa

      Delete
  4. Wah.. kulakan ya sistemnya? ENtah kenapa kalau dneger kulakan itu padanan katanya murah.. jadi tertarik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah jual barang kulakan, dan memang banyak.peminatnya utk dijual lagi..

      Delete
  5. Senang banget ya Mba kalo melihat banyak anak muda yg kreatif dan produktif .. Bakalan sukses dihari tua tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, skrg anak muda banyak yg curi start duluan, omset miliaran.. keren

      Delete
  6. Cita-cita pengen banget punya toko bakery & pastry, sayangnya blm rejeki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mbak, insya alloh pasti bisa!

      Delete
  7. Cita-cita saya itu berbisnis di usia muda. Tapi, maju mundur melulu dan akhirnya batal *jangan ditiru :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa dilanjutkan sama keke atau nai ya mbak..

      Delete
  8. makin banyak anak muda memulai bisnis ecommerce nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya makin menjanjikan e commerce kedepannya.. seiring perkembangan teknologi

      Delete
  9. ralali = jangan lupa,, bahasa jawa masih terselamatkan (salfok). keren banget Mb Tetty sudah mulai bisnis sejak kuliah, pengalaman pasti udah bejibun nih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku juga mikirnya ralali itu artinya jangan lupa.. hehe

      Delete
  10. Pengusaha muda yang sukses lahir dari semangat yang tinggi dan berani mengambil resiko, dibarengi sama plan dan strategi yang matang. Thankyu kakak, infonya bermanfaat sekali. Jadi pengen coba bisnis sama ralali :D

    ReplyDelete
  11. Wah kelihatan sekali semangatnya, terlebih nikah saat kuliah dan dua duanya kuliah, masih disambi buka usaha,tapi kok sukses? bener bener perjuangan sekali pokonya. Btw sukses ya artikelnya :)

    ReplyDelete
  12. waw, keren ini artikelnya mbakk. Pengalaman makan asam garam kehidupan memang akan selalu jadi pelajaran ya. Setuju kl usia muda tuh "golden age" hehe. Nice info juga nih ralali :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D