LRT City: Solusi Mengembalikan Quality Time yang Hilang

| On
August 16, 2017
review LRT City PT Adhi Karya

"Home is Where Your Story Begins" Anonymous

“Mi, tahu ga? Si Kang itu, kasihan deh. Anaknya katanya gak kenal loh sama dia, sama Bapaknya sendiri.” Abbiy berkisah suatu hari.

“Wamasa? Kok bisa?” Saya menjawab kaget.

“Iya. Katanya dia setiap hari pergi pagi buta, sebelum anaknya bangun. Dan pulang udah larut malam, pas anaknya udah tidur.”

T_____T

Dalam hati, saya bersyukur karena Abbiy gak begitu “jungkir balik” untuk bekerja, masih bisa mengantar kifah ke sekolah, dan masih bisa main sama anak-anak sebelum tidur.

Lain lagi cerita tetangga saya dulu. Setiap hari, sebelum adzan Shubuh berkumandang, suara motor sudah meraung di teras rumah.

“Bu, kok Bapak pergi kerjanya pagi banget, jam 4?” Saya beranikan diri untuk bertanya.

“Iya, Mi. Soalnya kalau telat 5 menit aja naik keretanya, bakal telat berjam-jam nyampe kantor.”

“Sholat Shubuhnya gimana?” Tanya saya lagi.

“Bapak sholat Shubuh di stasiun.”

*Speechless

Satu lagi, ketika sambutan ketua RW di lingkungan tempat saya tinggal dulu ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Mohon maaf Bapak dan Ibu warga sekalian, saya seringnya tidak bisa sholat Shubuh berjamaah di Mushola, karena saya harus berangkat kerja sebelum Shubuh, jadinya ya saya sholat Shubuh di jalan.” Ucap Bapak RW.

“Sholat kok di jalan? Di mushola atau mesjid, Pak. Nanti ketabrak loh Sholat di jalan begitu.” Seorang Ustadz menimpali.

Gelak tawa memenuhi mushola yang dipenuhi jamaah.

Pak RW juga ikut tertawa.



Tertawa getir.

...

Macet dan Kebiasaan ‘hidup susah’

Sudah jadi makanan sehari-hari lah ya macet di ibu kota Jakarta. Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pada tahun 2016, jumlah kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ke DKI Jakarta sekitar 1,4 Juta/hari.

Dengan detail:

423.000 unit (31%) dari Tangerang
426.000 unit (31%) dari Bogor
571.000 unit (38%) dari Bekasi

Ayo, warga Tangerang, Bogor, Bekasi, mana suaraanyaaa?

Jakarta makin macet karena jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta makin banyak setiap harinya. Menghempaskan segala keruwetan yang menyertainya juga.

review LRT City PT Adhi Karya
Kiri ke Kanan. Mas Setya Adji Pramana perwakilan PT. Adhi Karya, Mbak Nuniek Tirta Life Style Blogger, dan Bunda Tika Bisono, Psikolog.

Secara ekonomi, kerugian akibat kemacetan di Jakarta itu mencapai Rp. 28,1 triliun per tahun. Mbak Nuniek Tirta Ardianto, seorang ibu dua anak, pengusaha, juga seorang Life Style Blogger mengakui bahwa kemacetan di Jakarta memang sangat menguras energi dan merugikan.

Selain kerugian secara ekonomi, kemacetan juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat yang setiap harinya menghabiskan waktu rata-rata 5 jam di jalan raya.

“Pengaturan lalu lintas, infrastruktur di Jakarta memang belum tertata dengan baik. Sehingga membuat masyarakat seakan ‘terbiasa’ dengan kemacetan.” Ucap Tika Bisono.

Ya, saya sepakat.

Kita ini terlalu terbiasa ‘hidup susah’, ketika macet yaudah pasrah, mau gimana lagi. Mau ngeluh gak enak, nggak ngeluh ya stres juga sepanjang jalan pergi dan pulang kantor.

Macet dan Hilangnya Quality Time

Quality time, family time, me time, dan time lainnya.

Time yang begitu berharga ini kadang menguap begitu saja, dan parahnya menguap di jalan raya hampir SETIAP HARI.

Jika rata-rata seseorang bekerja dimulai dari usia 25 tahun hingga usia pensiun 50 tahun, berarti total lama bekerja itu sekitar 25 tahun ya. Menghadapi macet dengan rata-rata 5 jam perhari berarti menghadapi macet 1.825 jam per tahun. Dan jika dikonversi dengan rentang lamanya kerja yaitu 25 tahun, maka kita menghadapi macet selama 45.625 jam atau setara dengan 5,2 tahun.

Wow!

Berarti usia produktif bekerja kita rata-rata hanya 20 tahun, sisanya yaitu sekitar 5 tahun dihabiskan untuk menghadapi macet di jalan. 5 tahun, macet mencuri Quality time kita dengan keluarga.

Apa akibatnya jika seseorang terus menerus menghadapi kemacetan?

“Walaupun terlihat sabar, setiap orang pasti memerlukan ‘sesuatu’ untuk menyalurkan emosi. Penyaluran emosi itu biasanya terlihat di tempat seseorang itu berada, di kantor misalnya. Dan yang paling fatal, jika orang rumah terkena imbas oleh emosi di jalan raya.” Lanjut Tika.

Mas Adji pun menambahkan, "Sebenarnya, jika kita tinggal di titik nol kilometer dari stasiun LRT dan tidak terjebak dalam kemacetan, "ongkos" hidup kita akan lebih hemat dan kita bisa berinvestasi baik secara materi atau pun waktu bersama keluarga untuk jangka panjang."

Adhi Karya Hadirkan LRT City

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City, persembahan PT. Adhi Karya (tbk) untuk masyarakat urban Jakarta

Bicara tentang kota Jakarta, kita sebagai masyarakat tentunya menginginkan adanya tata kota yang nyaman, hunian yang ‘layak’, transportasi yang cepat dan mengakomodir kebutuhan masyarakatnya.

PT. Adhi Karya (tbk), sebagai pengembang properti yang sudah ikut serta membangun bangsa selama puluhan tahun ini memiliki sebuah gagasan yang unik dan menjadi solusi kemacetan kota Jakarta.

Layaknya sebagai kota megapolitan, Jakarta membutuhkan Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi bagi kemacetan yang ada. Dengan adanya kawasan TOD, masyarakat akan memiliki tata kehidupan yang baru, dimana kawasan hunian atau komersil akan terintegrasi dengan sistem transportasi masal.

Konsep TOD yang di usung oleh PT. Adhi Karya ini merupakan solusi penataan kota yang tepat bagi masyarakat Jakarta sebagai solusi jangka panjang atas masalah lalu lintas selama ini. Dengan konsep yang mengedepankan Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify dan Cycle, kawasan TOD akan menjadi solusi baru untuk masyarakat Jakarta.

LRT City merupakan sebuah upaya PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Untuk memberikan tata kehidupan baru bagi kaum urban di Jakarta, dimana hunian dan wilayah komersil akan terintegrasi langsung dengan stasiun LRT (Light Rail Transit) di Jabodebek.

FYI: PT. Adhi Karya (tbk) merupakan perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk membangun proyek kereta api ringan atau LRT Jabodebek sesuai dengan Peraturan Presiden No 65 tahun 2016, yang akan dijadwalkan rampung pembangunannya pada tahun 2018.


Nol Kilometer

Posisi LRT City ini akan terkoneksi langsung dengan stasiun LRT. Cukup berjalan atau naik sepeda ke stasiun LRT. Selain menghemat waktu dan menepis kemacetan kota, cara ini juga akan membuat gaya hidup kita semakin sehat bukan?

Dimana saja akan dibangun LRT City?

Ada 5 lahan yang akan dibangun oleh PT. Adhi Karya untuk mengembangkan konsep LRT City ini, yaitu LRT City Sentul, LRt City Bekasi, LRT City Jati Cempaka, LRT City Ciracas, dan LRT City MT Haryono.

1. LRT City Sentul yaitu Royal Sentul Park

Terletak di kawasan Sentul Kabupaten Bogor, berlokasi tidak jauh dari Sentul International Circuit.

Fasilitas:

Infinity Pool, Iconic Skylight Garden, Tematic Cafe, Green Connectivity, Butterfly Garden, Sky Lounge, Street Culinary, Ramp Garden, Family Play Ground, Bicyle and Segway Sport, Jogging Track, Multipurpose Room.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 22,7 meter persegi, 1 Bed Room: 33,00 meter persegi, 2 Bed Room: 52,0 meter persegi.

Marketing Gallery:

Exit Tol Sirkuit Sentul Km. 33 Jalan Sentul Raya, Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 021-82671111


2. LRT City Bekasi yaitu Eastren Green

Fasilitas:

LRT Station, Swimming Pool, Cinema, Mall, Commercial Area, Gym and Spa, Plaza/Landscape, Security Guard.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 27,21 meter persegi, 1 Bed Room: 38,43 meter persegi, 2 Bed Room: 50,51 meter persegi.

Marketing Gallery:

Jl. H.M. Joyomartono. Exit Tol Bekasi Timur Km. 16 Indonesia. 021-2908 5555.


3. LRT City Jaticempaka yaitu Gateway Park

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City Jati Cempaka Gateway Park


Fasilitas:

Function Room, Swimming Pool, Security, Mushola, Play Ground, Commercial Area, Convenience Store, Gym, Resto and Cafe, Stasiun LRT Jati cempaka.

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 24,50 meter persegi, 1 Bed Room: 36,75 meter persegi, 2 Bedroom 49,00 meter persegi.

Marketing Gallery:

Ruko Green Terrace No. 8i Jalan Raya Kalimalang, Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur. 021-82671010.


4. LRT City Ciracas yaitu Urban Signature

review LRT City PT Adhi Karya
LRT City Ciracas Urban Signature


Fasilitas:

Function Room, Swimming Pool, Security, Mushola, Play Ground, Commercial Area, Convinience Store, Gym, Resto and Cafe, Surrounding Area (Stasiun LRT Ciracas, Taman Mini Indonesia Indah, RS. Jantung Bina Mulya, Jakarta International Korea School).

Tipe unit yang dipasarkan:

Studio: 24,5 meter persegi, 1 Bed Room: 36,75 meter persegi, 2 Bed Room: 49 meter persegi.

Marketing Gallery:

Jalan Pengantin Ali No. 88 Ciracas Jakarta Indonesia. 021-228 222 11.


Silakan kunjungi www.lrtcity.com  untuk mengakses informasi seputar LRT City, atau kamu bisa melihat lebih dekat proyek LRT City ini dengan mengunjungi Properti Expo di JCC Senayan Hall A tanggal 11-20 Agustus 2017 mendatang.

Psssttt, buat kamu yang datang ke Booth LRT City dan membeli unit di LRT City akan mendapatkan kesempatan hadiah langsung Motor Yamaha N Max, Mio Fino, dan hadiah menarik lainnya.

review LRT City PT Adhi Karya
Suasana Booth Departemen TOD PT. Adhi Karya, LRT City.


***
Tata kehidupan baru masyarakat urban Jakarta dan suburban kota penyangga Jakarta sudah di depan mata. 

Pilihan untuk menginvestasikan waktu lebih berkualitas bersama keluarga atau menghabiskannya sia-sia di jalan, ada di tangan kita masing-masing. Sudahkah kamu menentukan pilihan?



Yuk nonton video keseruan Blogger Gathering kemarin!






25 comments on "LRT City: Solusi Mengembalikan Quality Time yang Hilang"
  1. Wah.. depok ga ada, mba? ^_^
    Enak ya kalau tempat huni terhubung langsung sama transportasi umum.

    ReplyDelete
  2. Iya betul juga ya, banyak waktu terbuang di jalan karena macet.
    Syukurlah di kotaku jarang banget macet, masih lancar jaya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senangnya ga kena macet Mbak 😀😀😀

      Delete
  3. Tua di jalan banget kerja di ibukota ya..

    ReplyDelete
  4. wah lumayan jadi solusi buat kemacetan yaa

    ReplyDelete
  5. Tambah Keren ya,,, mdh2an bnr2 bis mnghindari kemacetan yg sdh luar biasa ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak, seneng bgt punya rumah pas di stasiun lrt, ga mesti kejebak macet di jalan raya

      Delete
  6. Ini emak2 yang baca pasti ada keinginan untuk membeli unitnya ya. Biar sering ketemu .

    ReplyDelete
  7. Aku senang kalau ada perumahan kece yang bisa dilewati LRT. Biar anti macet. Mauuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. berdo'a yuk, biar kita jadi elarti zen, trus tetanggaan, mwehehe

      Delete
  8. Kemacetan Jakarta membuat jarak yg dekat pun menjadi jauh krn lamanya waktu tempuh yang dicapai. Suamiku saja pergi pagi dan baru sampai rmh malam pas anak2nya sudah tidur. Memang diperlukan transportasi yg bebas macet dan membuat waktu perjalananan bisa efektif dan efisien. Apalagi klo ada apartemen yg terintegrasi dgn transportasi umum spt LRT

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bgt, jarak tempuh sm waktu tempuh jd ga sebanding ya:(

      Delete
  9. Rumah saya agak jauh dari transportasi umum. Makanya saya suka kalau lagi nginep di rumah mertua. Gampang transportasinya, gak harus sellau mengandalkan mobil :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak Mira, terintegrasi dengan transportasi umum itu emang menyenangkan bgt ya, ga mobilan terus kalau mau kemana2

      Delete
  10. Tadi sore aku nglewatin yg proyek LRT MT Haryono, emang mepet LRT banget. Udah gtu, dekat akses KRL pula. Beruntung bgt Kyke yg tinggal dsana Ntr :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, hayu ah kita berdo'a supaya bisa punya unit disana, amiinnnn

      Delete
  11. Macet emang beneran bikin waktu sama keluarga berkurang... Mgkn itu jg kali ya yang bikin banyak orang di jalanan Jakarta pada pendek sumbunya. Kurang qualit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, makin sering di jalan makin sering emosi jiwa yaaaa

      Delete
  12. Wah huniannya menyenangkan dan bisa bermanfaat

    ReplyDelete
  13. Suka sedih kalau denger cerita anak yang sampe gak kenal orang tuanya karena kerja yang berangkat dari subuh. Semoga LRT City bisa jadi solusi yang tepat.

    ReplyDelete
  14. Dari dulu suami lebih suka bawa motor kalau ke kantor. Nyetir mobil bakal mahal BBM dam gak tahan macet. Naik kendaraan umum, mahal di ongkos.

    Semoga kalau transportasi umumnya udah semakin bagus bisa jadi salah satu solusi juga. Kadang bawa motor kan juga bikin pegal punggung dan pinggang

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D