My Bigger Dream, Ikigai dan Connecting Mama

| On
June 30, 2021

 

review laptop asus


 

“If You can Dream it, You can do it”


Salah satu hal yang saya pikirkan Ketika berada di dalam rumah menjadi ibu rumah tangga adalah, apa yang bisa saya lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya?


Karena yang saya rasakan, setelah menjadi ibu rumah tangga yang setiap hari di rumah saja, mimpi-mimpi yang saya jaga selama ini seperti berangsur-angsur meredup. Dalam hati selalu terucap:


 “Ah, udahlah, gak usah mimpi tinggi-tinggi, udah jadi ibu rumah tangga, udah ‘berumur’ juga”


review laptop asus



Jujur, terkadang, saya patah hati, ketika melihat teman-teman yang ‘karirnya’ melesat, misalkan bekerja untuk bisa mengabdi kepada negara dan masyarakat, atau bisa belajar dan mencari ilmu pengetahuan hingga jenjang yang tinggi. Tentu, rasa ingin bisa melakukan hal yang sama, kadang terbersit dan membuat diri ini menjadi ‘Insecure’.


Memang, hal yang paling sulit itu adalah menyemangati diri sendiri, setuju, gak? Mungkin kalau orang lain meminta semangat, kita bisa memberikannya, tapi ketika diri sendiri yang sedang down, hmmm butuh kerja keras untuk bangkit kembali.

 

Pertama Kali Ngeblog

 

Tahun 2014 adalah tahun pertama kalinya saya membuat blog dengan domain www.tettytanoyo.blogspot.com. Sebelumnya memang  saya sudah memiliki blog, namun hanya blog seorang mahasiswa yang isinya hanyalah sekumpulan tugas-tugas kuliah.


Ketika saya menjadi ibu rumah tangga yang setiap hari full time di rumah, saya baru ingat, kalau ada platform yang bisa saya gunakan untuk menulis dan menuangkan ide-ide saya, yaitu blogspot. Segera saya membuat akun blog, dan mulai mengisinya dengan konten-konten curhat, opini, ide, dan lain sebagainya. Dan waktu itu, saya hanya blogger yang sendirian saja, belum tau kalau ada orang lain yang juga hobi ngeblog, terutama ibu rumah tangga seperti saya ini.

 

Hingga pada suatu saat, saya menemukan sebuah Komunitas Emak Blogger, bergabung di dalamnya dan akhirnya menjadi bagian Emak-emak yang hobi menuangkan ide dan kreativitas lewat blognya. Pada saat itu, kami saling blogwalking atau saling berkunjung ke blog masing-masing, dan disanalah saya melihat blog-blog yang keren, baik dari segi tulisan maupun lay out blog itu sendiri.

 

The Ikigai

 

“Teteh suka seneng kalau habis ngerajut, walau tengah malam sedang lelah, dengan menjahit atau merajut, teteh senang dan bahagia.” Seorang kakak tingkat saya bercerita tentang hobi menjahit dan merajutnya.

“Kalau Tetty apa yang bikin Tetty bahagia?” Kemudian ia bertanya.

“Saya paling suka ngeblog, Teh. Kalau udah nulis blog, rasanya plong, walaupun dalam kondisi capek sekalipun, justru blog lah yang memberi energi baru.”

 

Sejak saat itu, hingga saat ini, saya benar-benar suka dunia blog dan media sosial. Kemudian saya bertanya-tanya, apa ngeblog dan sosial media ini menjadi ‘IKIGAI’ saya? Yang harus saya rawat dan tumbuhkan setiap harinya.


Setelah saya pahami, semakin lama terjun di dunia digital, ternyata memiliki sebuah blog, hampir sama seperti memiliki anak. Ia harus kita rawat dengan baik, diberikan sentuhan yang baik, dan kita jaga sebagaimana merawat seorang anak dengan penuh kasih sayang. Entahlah, bagi saya rasanya benar-benar seperti itu.


Pernah suatu saat, saya lama meninggalkan blog karena hamil dan melahirkan, namun perasaan ingin kembali terus hadir, saya rindu merawat dan berinteraksi dengan blog saya itu. Walau hanya menambahkan foto, mengganti header, atau membaca/membalas komentar pembaca.


Ya, ternyata memang sesayang itulah saya dengan dunia digital khususnya blog, dan saya merasa, menulis dan merawat blog adalah Ikigai saya selama ini.


Dalam tulisannya, The Book of Ikigai, Ken Mogi, Ph.D, menuliskan apa itu Ikigai dan bagaimana kita melihat sesuatu sebagai sebuah Ikigai atau Passion. Ikigai sendiri bisa dikatakan passion, atau hal yang membuat kita bahagia, dan dengan senang hati kita lakukan setiap hari tanpa keluhan. Konsep Ikigai ini lahir di Jepang, dan dituangkan ke dalam sebuah buku yang di tulis oleh Ken Mogi, Ph.D.


review laptop asus



Berikut adalah 5 Pilar Ikigai, buah pemikiran Ken Mogi, yakni:


1.    1. Diawali dari hal-hal kecil. Menemukan sebuah Ikigai atau Passion ternyata bukan hal yang rumit, cukup dengan mulai mengamati dan memulai hal kecil yang sering kita lakukan dan membuat kita bahagia. Kebahagiaan bukanlah sebuah kerumitan, kebahagiaan justru diawali dari hal yang kecil dan sederhana.

 

2.   2. Bebaskan dirimu. Banyak orang yang tidak mampu atau mau membebaskan diri. Banyak orang yang justru terkekang karena menjalani hidup atas pilihan, perkataan, atau pandangan orang lain. Mereka tidak mampu mengejar Ikigai atau Passion mereka sendiri karena terbelenggu oleh pikiran-pikiran mereka sendiri.

 

3. Keselarasan dan kesinambungan. Konsep Ikigai datang dari negeri matahari terbit, yakni Jepang. Masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi keselarasan kehidupan manusia dengan alam, atau lingkungan. Maka dari itu mereka sangat menghormati terbitnya Matahari setiap pagi, dan menjadi “Morning Person” yang siap bersinergi dengan alam. Dan kebiasaan baik yang mereka lakukan setiap hari, dilakukan secara berkesinambungan dan menjadikannya sebuah Ikigai atau passion

 

4.   4. Ikigai adalah kegembiraan dengan melakukan hal-hal kecil. Orang mampu mendapatkan kepuasan hidup dengan melakukan hal-hal yang dilihat orang lain merupakan hal yang kecil dan tak berarti. Dalam The Book of Ikigai, diceritakan bagaimana seseorang bisa bekerja, ‘hanya’ menjadi seorang koki, pesumo, namun memiliki kebahagiaan hidup yang sangat baik.

 

 

5.   5. Hadir di tempat dan waktu sekarang. Ikigai atau Passion ini hadir di waktu sekarang, dimana kita sedang menjalani hidup. Ikigai hadir untuk menjadikan hari-hari kita lebih bersemangat dan lebih bahagia.

 

Setelah membaca ‘Konsep Ikigai’ saya semakin yakin, bahwa dunia digital khususnya blog adalah salah satu Ikigai atau Passion yang membuat saya bersemangat dan lebih bahagia menjadi diri saya sendiri.

 

Menginisiasi Komunitas Mama Digital, Connecting Mama

 

review laptop asus


Ketika dunia digital ini telah memberi saya banyak hal yang sangat positif, saya ingin sekali memberikan atau berbagi perasaan yang sama kepada orang lain, terutama bagi ibu rumah tangga yang sekarang lebih senang saya sebut dengan sebutan ‘Mama Digital’. Karena Ibu rumah tangga saat ini, sudah sangat ‘melek’ dengan dunia digital dan pasti bisa memanfaatkannya dengan baik.


Mom War yang menyebalkan dan menjadi biang keladi kegaduhan yang terjadi antar Mama atau Ibu ini menjadi salah satu alasan saya berinisiasi membuat Komunitas Mama Digital Connecting Mama bersama rekan-rekan Blogger yang sama-sama mencintai dunia digital.


Mungkin kita sering mendengar, perdebatan antara Ibu bekerja dan Ibu yang memilih tidak bekerja/di rumah saja. Saya pikir, kenapa pertanyaannya tidak diubah saja, menjadi “Sekarang berkarya dimana?” bukan dengan pertanyaan “Sekarang bekerja dimana?”

 

Karena berkarya bisa dilakukan dimana saja, berkarya bisa melalui ranah publik atau pun dari dalam rumah. Berkarya itu tanpa batasan, sedangkan konteks bekerja, biasanya harus berkantor dan memiliki jam kerja tertentu.


Komunitas Mama Digital, Connecting Mama yang saya inisiasi bersama rekan-rekan blogger, saya harap menjadi sebuah jembatan akan itu semua. Tidak ada perbedaan antara ibu bekerja di kantor ataupun ibu dirumah. Karena dimanapun kita berada, karya kita lah yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Daripada berdebat dan bertengkar membela diri, lebih baik kita sama-sama bersinergi untuk saling menguatkan satu sama lain.

 

My Bigger Dream

 

Salah satu mimpi yang saya ingin wujudkan adalah membuat Connecting Mama ini menjadi Komunitas Mama Digital yang bisa bersinergi dengan banyak pihak. Agar para Mama Digital bisa terus produktif dan berkarya khususnya di ranah digital.


Saya pun berharap, Connecting Mama menjadi rumah yang nyaman untuk para Mama Digital saling memberdayakan dan saling mensupport satu sama lain. Karena tidak ada kesuksesan sebuah karya tanpa support dari orang lain.


Connecting Mama sendiri sudah menyelenggarakan beberapa pelatihan dan sharing session, diantaranya:


1.       Pelatihan menulis novel online

2.       Strategi membuat konten instagram

3.       Public Speaking

4.       Food Photography untuk pemula

5.       Podcast untuk pemula

6.       Sukses membangun personal branding

7.       Tips and Trick membuat foto flatlay

 

Wujudkan Bigger Dream jadi Nyata


Mimpi yang hanya didiamkan begitu saja ketika mata terpejam, hanya akan menjadi mimpi semata. Sedangkan mimpi yang diusahakan, diubah menjadi sebuah visi dan misi, insya alloh suatu saat akan menjadi kenyataan. Itulah prinsip yang saya pegang sejak dulu.

 

Punya mimpi? Jangan takut gagal! Wujudkan!

 

Mimpi saya untuk membesarkan Komunitas Mama Digital Connecting Mama membuat saya banyak mengubah gaya hidup, kebiasaan, bahkan ‘peralatan tempur’ saya sebagai blogger dan Mama Digital. Seperti kedisiplinan untuk membuat konten digital, personal branding, berkomunikasi dengan para member komunitas, upgrade ilmu pengetahuan, upgrade kamera, gadget, hingga laptop atau PC.

 

Kenapa?

 

Karena saya pikir, untuk Go Extra Miles mewujudkan My Bigger Dream, saya juga harus memiliki kebiasaan dan ‘peralatan tempur’ ekstra juga, dong.

 

review laptop asus


Bicara soal ‘alat tempurnya’ seorang Blogger atau Mama Digital, laptop, PC atau Personal Computer ini jadi alat tempur yang paling utama. Karena memang melalui kecanggihan laptop atau PC itulah, karya-karya akan lahir dari seorang Blogger atau Mama Digita. Setuju?


Salah satu laptop yang menurut saya pas untuk kebutuhan saya yaitu laptop ASUS VivoBook 15 A516. Keistimewaan laptop ini salah satunya adalah layar yang lebar dan luas yaitu 15.6 inci dengan 178 degree wide viewing angle.


review laptop asus



Kelebihan ASUS VivoBook 15 A516 lainnya adalah:


Menggunakan Windows 10 Home - ASUS recommends Windows 10 Pro for business.


Up to 10th gen Intel® Core™ i5 processor.


Up to NVIDIA® GeForce® MX330.


Up to 8 GB memory.


Up to 1 TB HDD + 256 GB SSD. Wow, ekstra besar juga untuk penyimpanannya, ya.


Up to 15.6” FHD NanoEdge display. Layar yang lebih luas, memungkinkan mata lebih nyaman ketika bekerja menggunakan ASUS VivoBook 15 A516.


Optional fingerprint sensor.


Stylish with multiple color options, yakni Transparent Silver dan Slate Grey yang mempesona.


review laptop asus



Beratnya hanya 1,8 Kg. Ringan dan mudah dibawa bepergian.


review laptop asus


Selain itu, layar yang lebih luas atau wider ini memang sedang menjadi tren tersendiri, karena memang sesuai dengan kebutuhan digital di masa kini, terutama di masa Pandemi Covid-19 diaman semua pekerjaan dilakukan secara digital atau daring/online.


“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”


“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap –

PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap

(Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan

diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat

memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai.

Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus

mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program

dan data Anda.”


“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen

series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang

tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan

produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga

memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”


Bigger Dream, Wider Screen

 

Memiliki mimpi besar tentu harus juga memiliki 'pandangan yang luas'. Bukan hanya soal layar gadget atau laptop yang harus luas agar kita semakin nyaman berkarya, tapi kita pun harus mampu memandang segala sesuatu lebih luas lagi. Untuk apa? Untuk memetakan strategi, mengembangkan jaringan, dan membuat step-step untuk mewujudkan segala mimpi-mimpi kita.


review laptop asus


 

Sekali lagi, mimpi saya adalah menjalani Ikigai dan Passion saya dalam dunia digital khsusunya Blogging. Kemudian, menjadikan Komunitas Mama Digital Connecting Mama menjadi sebuah komunitas atau rumah bagi para Mama Digital di seluruh Indonesia bahkan dunia, nyaman untuk berkarya, berdaya, dan bersinergi satu sama lain.

 

When I have a Bigger Dream, So I will have ‘a wider screen’ to see and found the biggest chance to get a better life for me and the others.

 

So, whats your Bigger Dream?

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS - 15 Inch Modern PC.     Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition bersama dewirieka.com”.

 



Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D