[Railway Adventure] Wisata Kereta Api Commuterline Jabodetabek

| On
February 15, 2015
Minggu ini bener-bener minggu perjuangan saya sebagai EMAKNYA KIFAH. Hampir tiap hari Kifah nangis pengen pergi ke stasiun, dan akhirnya tiap hari saya harus ke stasiun buat naik kereta commuter line Jabodetabek.


Untung aja ongkosnya murah, cuman dua ribu rupiah untuk 5 stasiun pertama dan 500 rupiah untuk 3 stasiun berikutnya. Dan karena Kifah udah 3 tahun keatas (tingginya udah 90 cm), jadi udah harus punya tiket sendiri.

Rumah kita sekarang emang diantara dua stasiun (Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Citayam). Untuk berangkat ke stasiun, kita harus naik ojeg ke depan jalan yang dilewati angkutan umum, dan naik angkutan umum sekitar 15 menit (karena macet dan suka ngetem)

commuter line, kereta api,





Kita naik dari stasiun Bojong Gede ke Stasiun Bogor. 


kereta api, commuter line


Stasiun Bogor sekarang jauh lebih asri dan hijau. Beda banget sama waktu saya masih SMA (pertama kalinya naik kereta dar stasiun Bogor), waktu itu masih jaman KRD yang rangkaiannya masih belum senyaman sekarang. Masih ada penumpang yang duduk di atap kereta dan duduk di lantai rangkaian kereta api dan juga banyak copet yang berkeliaran di dalam KRD. Alhamdulillah sekarang kereta api jauh lebih baik, sehingga kalau buat jalan-jalan/wisata kereta api cukup nyaman dan aman untuk ibu-ibu macem saya yang bawa anak kecil.


wisata commuter line jabodetabek, kereta api




commuter line jabodetabek, kereta api


Stasiun BOGOR. (udah lumayan nyaman sekarang)


commuter line jabodetabek, kereta api



kereta api, commuter line


Di seberang stasiun Bogor ada rel mati (tidak digunakan), jadi Kifah pengen foto-foto di rel deh. 


Berikut TIPS Wisata Kereta Api Commuter Line berdasarkan pengalaman saya seminggu ini:

1. TIKET. Untuk tiket biasa (tidak setiap hari menggunakan KRL) kita bisa membeli tiket berdasarkan stasiun tujuan. Contohnya, saya berangkat dari stasiun Bojong Gede ke Stasiun Bogor, maka saya membei tiket untuk tujuan ke stasiun Bogor untuk 2 orang (saya dan Kifah). Tapi, kalau kita cuman mau jalan-jalan naik KRL aja (gak akan keluar stasiun) maka cara yang kami lakukan adalah membeli tiket dari Stasiun Bojong Gede ke Stasiun Citayam (jadi rencana kami memang akan turun di stasiun Citayam). Tapi sebelum exit stasiun Citayam, kita jalan-jalan dulu ke stasiun Bogor atau stasiun lainnya yang lebih jauh, asal kita tidak melalui pintu exit, otomatis kita tidak akan dikenakan ongkos perjalanan lagi kan? jadi kita benar-benar menjelajahi stasiun-stasiun yang ada, setelah puas berkelana baru kita turun di stasiun yang memang menjadi tujuan akhir.

(kalau dipikir-pikir, gak ada kerjaan banget ya cuman bulak-balik di dalam KRL. Hehe.. tapi ya namanya juga demi anak, apapun dijabanin)

Untuk tiket: 

Kartu (Rp.5000/orang) 
Perjalanan 5 stasiun pertama Rp.2,000,-
Perjalanan 3 stasiun berikutnya Rp. 500,-

Jadi total pengeluaran ongkos kami berdua adalah Rp.14,000 (2 kartu seharga Rp.10,000,- +2 ongkos perjalanan seharga Rp.4,000,-)

Untuk kartu sendiri, bisa ditukar kembali dengan uang tunai di loket stasiun tujuan terakhir kita setelah melalui pintu exit otomatis ya. Jadi total pengeluaran yang sebenarnya ya cuma Rp.4,000,-


2. TEMPAT DUDUK. Jangan khawatir gak kebagian tempat duduk ya bu-ibu. Karena kalau kita naik KRL di bukan jam berangkat dan pulang kerja, kita akan selamat dari serbuan penumpang. Bisa dibilang, banyak kursi yang kosong, Dan, kalaupun rangkaian sedang penuh, kita bisa mendapatkan tempat duduk prioritas. Yaitu tempat duduk yang dikhususkan untuk ibu hamil, lansia, orang berkebutuhan khusus, dan ibu dengan membawa balita. 

Emang sih suka ada aja oknum "nakal" yang pura-pura tidur dan pakai ear phone disitu, tapi jangan khawatir, petugas KRL yang berpakaian semacam satpam akan menegur dan mempersilakan orang yang berhak mendapatkan prioritas tersebut untuk duduk. 

Ada juga gerbong khusus perempuan yang ada dirangkaian awal dan akhir, rangkaian ini dikhususkan untuk penumpang perempuan saja, jadi cukup aman dan nyaman untuk ibu-ibu gini. 




Ini adalah jalur kereta api Commuter Line yang saya dapat langsung dari web PT KAI sebagai bahan referensi untuk wisata KRL. 


3. PERBEKALAN. Untuk perbekalan selama perjalanan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita dan anak-anak. Karena di dalam rangkaian itu ber-AC atau minimal kipas angin, jadi gak akan terlalu haus, malah bikin ngantuk. Untuk ibu-ibu yang masih punya balita mungkin harus bawa gendongan, khawatir harus turun dari rangkaian sementara anak masih tidur, karena KRL berhenti di setiap stasiun dengan cepat, jadi kita harus cekatan untuk turun dan naik KRL di setiap stasiun. 

Biar gampang, enaknya kita sebagai ibu yang bawa anak balita pake backpack alias tas punggung aja, soalnya saya pernah coba pake tas ala ibu-ibu, dan itu ternyata ribet banget kalau sambil bawa anak. Jadi, kalo saya lebih nyaman pake tas punggung.


Segitu dulu nyak, mata udah gak karuan merem-melek dari tadi.. selamat mencobaaa :)








2 comments on "[Railway Adventure] Wisata Kereta Api Commuterline Jabodetabek"
  1. wahhh bagus banget stasiun Bogor sekarang....udah lama banget ga ke sana...menyenangkan ya mbak jadinya beriwisata commuterline..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, alhamdulillah sekarang KRL jadi nyaman termasuk suasana stasiunnya, Jadi nyaman kalau bawa anak-anak. Dijamin pangling deh, saya juga terakhir kesana masih belum ada tanaman yg ijo-ijo ky sekarang. :)

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D