Dear Pak Jokowi

| On
May 13, 2015


Dear Pak Jokowi


Biar saya kenalkan siapa saya sebelumnya

Saya bukan pendukung Bapak
Karena jika saya mendukung Bapak 
Saya akan dicap sebagai Jasmev 
Kemudian dibully habis-habisan
Saya juga bukan haters Bapak
Karena nanti dibilang gagal Move On
Anggota barisan sakit hati

Saya hanya perempuan biasa
Seorang ibu, istri, perempuan 
yang sering melihat peristiwa sehari-hari
Langsung, lewat sosmed, atau berita




Saya hanya mau tanya Pak
Negara kita ini mau dibawa kemana?
Tatanan hidup seperti apa yang Bapak rencanakan
Untuk kami-kami ini
Kami, perempuan Indonesia, 
Kami, para istri
Kami, para ibu
Kami, yang katanya tiang negara

Saya baru lihat Pak
Ada ibu yang tega 
Menyewakan bayinya kepada pengemis
Supaya dapat uang, 
Supaya bisa makan, 
Bayinya dibius Pak,
Agar tertidur pulas
Dijadikan pemikat rasa iba
Para pengguna jalan ibu kota
Ngeri sungguh, Pak

Saya juga baca berita Pak
Ada suami dihajar istri dan mertuanya
Sampai babak belur
Katanya,
Nafkah yang diberikan kurang
Tak cukup buat kebutuhan
Tak cukup buat makan
Karena emosi
Kalap langsung keroyokan 

Saya bertemu langsung Pak
Anak kecil usia 4 tahun
Dikurung di kamar mandi
Supaya tak melihat
Ibunya mau ke Saudi
Mengadu nasib jadi TKI
Supaya bisa bawa pulang
Rupiah yang dimimpi-mimpi

Saya liat sendiri Pak
Para suami membersihkan rumah
Mencuci pakaian
Mengasuh balita
Lantaran istrinya
Pergi ke luar negeri
Cari penghidupan layak 
Buat keluarga, katanya

Ini juga kisah nyata Pak
Ibu rumah tangga
Sana sini jadi pembantu 
Suami tak bekerja
Anak masih butuh biaya
Untuk sekolah
Untuk membeli cita-cita
Untuk merubah nasib keluarga
Kelak


Ada juga istri yang mengadu
Membuat surat terbuka
Bahwa keluarganya tercemar narkoba
Suaminya di penjara
Keluarganya hancur, 
Porak poranda


Pak, saya selalu gusar
Bagaimana kami ini bisa berkarya
Layaknya perempuan
Layaknya istri
Layaknya ibu

Menikmati menyusui bayi
Tanpa kekhawatiran akan rasa lapar
Menikmati eksplorasi kuliner di dapur
Tanpa rasa rakut akan dibunuh orang
Menikmati mengantar anak sekolah
Tanpa mimpi buruk dieksekusi mati
di Tanah rantau

Bagaimana pak kami ini menikmati peran?
Karena suara perut terkadang mengalahkan suara ayat suci
Yang memerintahkan kami menjadi madrasah
Bagi buah hati kami 

Pak, 
Tatanan hidup seperti apa yang harus kami jalani?
Bahkan kami pun tak sempat mengiba pada diri sendiri
Kami hanya menjalani tuntutan demi tuntutan
Tekanan demi tekanan
Adakah bapak berencana untuk memperbaiki hati kami yang membiru
Karena terlalu lama lebam terhantam kerasnya batu kehidupan


Pak,
Sungguh saya, kami, menginginkan ketenangan dalam menjalankan peran
Sebagai ibu, sebagai istri, sebagai perempuan
yang katanya tiang negara
yang katanya tonggak perubahan
yang katanya sekolah kehidupan
yang katanya pahlawan belakang layar
Bisakah kami hidup berdampingan dengan bahagia?
Dengan setulusnya cinta yang jarang sekali
Terlihat wujudnya


Pak, 
Jangan biarkan sisa hidup kami ini
Terus-menerus didesikasikan untuk perut yang lapar
Jangan biarkan kami mati dalam hidup
Dan hidup untuk kematian


Pak,
Kelak Bapak akan mendapatkan pertanyaan panjang
Di yaumil hisab sebagai seorang pemimpin

Tentang bayi yang dibius
Tentang anak yang tak bertemu ibunya
Tentang suami yang ditinggalkan
Tentang anak yang tak menerima haknya
Tentang keluarga yang hancur karena narkoba


Dan ini benar-benar jadi urusan Bapak kelak,


Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan segala urusan 
yang menjadi bagian Bapak nanti.





Salam, 




Bojong Gede, Bogor

Diantara Deru Commuter Line 


2 comments on "Dear Pak Jokowi"
  1. Suratnya keyyyeeen Mak Tetty. Semoga didengar eh dibaca oleh para penguasa di 'atas sana ya. Semoga negeri kita jadi lebih baik lagi *ikut gemes bin mbrebes baca suratnya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, silakan tinggalkan komentar yang baik dan positif ya :D