Copyright by tettytanoyo. Powered by Blogger.
Showing posts with label Kifah. Show all posts

Pertanyaan Kifah #Part-7 Ada-ada Aja


Alohaaaa.

Udah lama banget rasanya gak update cerita recehan anak ini, anak yang sekarang udah naik ke kelas dua SD. Alhamdulillah, udah makin gede dan makin bisa aja ngeles kalau disuruh-suruh sama Emaknya.

Sebelumnya, yang belum pernah baca series 'Pertanyaan Kifah' bisa baca Part #6 dan Part sebelumnya di postingan ini yaa.



64. Nama E-Commerce

Kifah: "Ummi, kalau beli barang-barang suka dimana?"

Ummi: " Ya kadang langsung, kadang on line."

Kifah: "Tuh, Mi. Beli aja di sana (sambil nunjuk iklan E-Commerce di TV)."

Ummi: "Dimana?"

Kifah: "Itu, di Lazanda."

Ummi: "LAZADAAA KIFAH LAZADAAAA."


65. Percakapan di warung

Ibu Warung: "Bu, Kifah sakit?"

Ummi: "Enggak, ah, sehat."

Ibu Warung: "Kok kemarin beli tolak angin anak?"

Ummi: " Ah, masa?"

Ibu Warung: "Malah sebelumnya mau beli Neo Entronstop anak."

Ummi: "Hah?"

Ibu Warung: "Saya tanya aja, emang Kifah diare? Dia bilang nggak, yaudah saya kasih aja tolak angin anak."

Ketika di rumah.

Ummi: "Kifah, katanya kemarin beli tolak angin anak? emang Kifah sakit?"

Kifah: "Nggak."

Ummi: "Kok beli tolak angin anak? Malah katanya mau beli Neo Entronstop anak?"

Kifah: (dengan muka datar) "Kata Ummi kan aku gak boleh jajan sembarangan, gak boleh yang aneh-aneh, karena aku alergi sama asma, jadi ya aku beli weh tolak angin sama Neo Entronstop anak, soalnya rasanya enak."

Ummi: "Yaeelaahhh Kifaahh, gak Neo Entronstop anak juga keleeueesssss T_____T"


66. Gak Mirip

Kifah: (sambil marah-marah) "Ummi aku gak mau, ah."

Ummi: "Gak mau apaan?"

Kifah: "Itu kata orang-orang."

Ummi: "Kata orang-orang, apaan?"

Kifah: "Aku dibilang mirip Aldebaran. Pokoknya aku gak mau dibilang mirip Aldebaran."

(Karena Kakak gak mau disama-samain sama adek, eeeaaaaaa)


67. Ganti Nama


Kifah: "Mi, aku mau ganti nama."

Ummi: "Ganti nama? emang kenapa mau ganti nama segala?"

Kifah: "Ya gak apa-apa."

Ummi: "Emang mau ganti nama jadi apa?"

Kifah: "Isrofil."

Ummi: -________-


68. Anggap Aja Rezeki

(Waktu bertamu ke rumah temen Ummi, pas udah mau pulang).

Tanteu X: "Kifah udah mau pulang ya? Nanti main lagi ya."

Kifah: "Iya."

Tante X: "Ini buat Kifah jajan." (sambil ngasih Kifah selembar sepuluh ribuan).

Ummi: "Ih, gak usah. Ngerepotin aja."

Tante X: "Gak apa-apa, orang buat jajan." (Maksa banget ngasih uang ke Kifah).

Waktu udah di luar dan pamit pulang.

Ummi: "Kifah mau aja dikasih uang sama Tante, kan gak enak dikasih uang segala."

Kifah: "Ya gak apa-apa, Mi. Anggap aja rezeki."

Hastagaaa, ini anak.


69. Naik Kereta


Kifah: "Mah, mau naik kereta sama aku gak?"

Mamah: "Gak mau ah, capek."

Mamah itu sebutan buat Nenek yang di Parung.

Kifah: "Ih Mamah. Kalau kita naik kereta, yang capek bukan Mamah. Tapi masinis."

Mamah: %$^%&^&*$^T_T


70. Coca Cola

Abbiy lagi benerin motor di depan rumah.

Abbiy: "Kif, ke warung gih, beli Coca Cola."

Kifah: "Iya."

Sepulang dari warung.

Abbiy: "Mana Kif, Coca Cola nya?"

Kifah: "Ini."

Abbiy: "Lah, ini mah bukan Coca Cola."

Kifah: "Iya tadi Coca Colanya gak ada, adanya teh pucuk harum."

Abbiy: "Kifaahhh, Coca Colanya bukan buat diminum, tapi buat ngilangin karat motor T____T"



70. Nilai Bahasa Arab


Kifah abis UTS

Abbiy: "Kifah, kok nilai Bahasa Arabnya kecil."

Kifah: "Aku gak bisa Bahasa Arab."

Abbiy: "Ya kan belajar."

Kifah: "Yaiya atuh Abbiy, aku mah gak bisa Bahasa Arab. Aku mah bisanya Bahasa Sunda, kan Aku orang Sundaaaaa, bukan orang Araaaabbbb."


71. Allah Maha Melindungi


Kifah: "Ummi kenapa naik motornya lama banget?"

Ummi: "Jalannya jelek."

Kifah: "Ya emang kenapa kalau jalannya jelek jadi pelan-pelan?"

Ummi: "Ya takut jatoh atuh, Kif."

Kifah: "Ih Ummi, kan Allah Maha Melindungi."

Ummi: -_____-


72. Sayang Binatang

Ada kucing lewat, masuk ke dalam rumah.

Kifah: "Mi, kalau kita harus sayang binatang?"

Ummi: "Iya."

Kifah "Kucing juga?"

Ummi: "Iya, termasuk kucing."

Kifah: "Mi, kalau kita sayang sama kucing berarti kita menyembah kucing?"

Ummi: "Ya enggak atuh, Kif."

Kifah: "Kan kalau kita sayang sama Alloh, berarti kita menyembah Alloh."

Ummi: "Iya, tapi kalau sama kucing mah, nggak."

Kifah: (muka bingung) "ih, Ummi, mah."

**Butuh berulang-ulang emang ngejelasin konsep Ketuhanan ke anak-anak


73. Kiamat

Kifah: "Mi, kiamat itu kapan, si?"

Ummi: "Gak tau Kif, gak ada yang tau kecuali Alloh."

Kifah:"Trus nanti kalau Kiamat ngapain aja? Foto-foto?"

Ummi: *nangis darah*


74. Niru Iklan

Kifah: (lagi niru iklan makanan yang gak bikin gemuk di TV) "Mau langsing, malah ngomel terus."

Ummi: "NGEMIILLL KIF, BUKAN NGOMELLL."


75. Malaikat Munkar Nakir

Kifah pulang sekolah, capek abis ujian hafalan.

Kifah: "Mi, kalau kita mati nanti Malaikat Munkar Nakir nanyain hafalan surat apa sih?"

Ummi: *&(*^&%$^&*)+_+


76. Penjajah

Kifah: "Bi, dulu penjajah ngapain sih ke Indonesia?"

Abbiy: "Menjajah."

Kifah: "Emang mereka mau apaan?"

Abbiy: "Mau rempah-rempah dari Indonesia."

Kifah: "Kenapa mereka gak minta baik-baik aja?"

Abbiy: "Iya juga sih, Kif."



77. Gua Jepang

Abbiy: "Kif, ini namanya Gua Jepang."

Kifah: "Siapa yang bikin, Bi?"

Abbiy: "Yang bikin orang Indonesia."

Kifah: "Oh, aku tau. Sekarang Jepang sama Indonesia udah temenan kan?"

Abbiy: "Iya, udah."

Kifah: "Iya, soalnya udah dibantuin dibikinin Gua sama orang Indonesia."

Abbiy: "Kumaha kamu, weh."



78. Ayat-Ayat Cinta

Kifah lagi nonton Ayat-Ayat Cinta 2 di TV, waktu libur lebaran kemarin.

(adegan Fahri dikasih tempe Mendoan sama Hulya)

Fahri: "Dari sekian makanan ini, aku paling kangen nih sama Tempe Mendoan."

Hulya: "Tempe Mendoan ini spesial aku bikinin buat kamu, Fahri."


Kifah: "Pasti abis ini iklan bumbu racik tempe."


Abbiy dan Ummi: *ngakak guling-guling*



79. Hore, Aku Laki-Laki



Kifah: "Ummi, lagi hamil ya?"

Ummi: "Iya."

Kifah: "Waktu ngelahirin sakit?"

Ummi: "Ya sakit."

Kifah: "Horeee, asiikkk. Untung aku laki-laki, jadinya nanti kalau udah gede aku gak hamil."

Ummi: -________- pikasebeuleun



80. Gak Sopan!


Kifah: "Abbiy, aku sebel!."

Abbiy: "Sebel kenapa?"

Kifah: "Itu di bawah, waktu aku jualan ada yang gak sopan sama aku."

Abbiy: "Gak sopan gimana?"

Kifah: "Masa, aku dipanggil, Dek."

Abbiy: "Ya bagus atuh, sopan itu, mah."

Kifah: "Masalahnya, yang manggil Dek ke aku itu anak TK. Kan aku udah SD."

Abbiy: WKWKWKWKWKWKWKWK



Sampai jumpa diseries berikutnyaa yaaaaa :D

Tahap Perkembangan Anak Dimulai Dari Stimulasi Otak



“Jika kau sentuh aku dengan lemah lembut
Jika kau memandangku dan tersenyum
Jika kay berbicara dan mendengarkanku
Ku akan tumbuh,
Benar-benar tumbuh” –Anonim-

Assalamu’alaikum.

Aloha Mak, kali ini saya akan menulis post mengenai stimulasi untuk perkembangan anak. Bicara soal stimulasi, beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca artikel dan buku tumbuh kembang anak, yaitu mengenai cara menstimulasi otak anak, yang manfaatnya sungguh luar biasa.

Stimulasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi dapat diberikan oleh siapa saja yang berinteraksi dengan anak. Baik itu orang tua, guru, pengasuh, anggota keluarga, dan masyarakat lainnya di lingkungan rumah masing-masing.

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi yang rutin sedini mungkin dan terus menerus. Kurangnya stimulasi tentunya akan berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi meliputi aspek perkembangan:

1.Perkembangan motorik anak (Motorik halus dan kasar)
2.Perkembangan bahasa anak
4.Perkembangan sosial anak dan kemandirian.

Sumber: klikdokter.com

Sementara itu, pada buku yang ditulis oleh Jackie Silberg mengenai Brain Games for Toddler, ia mengatakan bahwa saat memasuki perkembangan anak 3 tahun, otaknya telah membentuk sekitar 1.000 triliun jaringan koneksi. Jumlah tersebut dua kali lebih banyak dari yang dimiliki oleh orang dewasa. Otak bayi sangat padat, dan akan tetap seperti itu selama dasawarsa pertama hidupnya.

Mulai usia 11 tahun, otak anak memangkas jaringan hubungan dan secara bertahap mulai membentuk susunan teratur dari sekumpulan jaringan hubungan yang begitu rumit.

Bagaimana otak menentukan jaringan hubungan mana yang harus dipertahankan?

Disinilah pengalaman awal yang diperoleh oleh si kecil berperan penting. Melalui pengulangan, jaringan hubungan otak menjadi permanen. Sebaliknya jaringan yang tidak digunakan sama sekali, atau tidak cukup sering digunakan, kemungkinan tidak akan bertahan.

Misalkan, seorang anak yang sejak lahir diajak berbicara, tentunya akan menstimulasi perkembangan bahasa anak dengan baik. Anak yang sering diajak bermain bersama, akan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Sinaps-sinaps yang tidak digunakan berulang kali akan mati, sedangkan yang lainnya akan bertahan.

“Anak yang belajar bermain piano akan membentuk jaringan hubungan tersebut, dan 20 tahun kemudian, akan belajar bermain lagi dengan lebih mudah dibanding orang yang tidak pernah belajar sama sekali.” Kata Harry Chugani, ahli neuron di Children’s Hospital and Wayne State University. Detroits.

Sumber: Jackie Silberg, 125 Brain Games for Toddler. Permainan Sederhana untuk Menunjang Perkembangan Awal Otak pada Anak Balita.

Menstimulasi Otak Anak di Rumah

Anak saya ada dua, dua-duanya berjenis kelamin laki-laki. Kifah yang bersusia 6 tahun, dan Aldebaran berusia 23 bulan.


Dua-duanya tentunya memiliki kecenderungan yang berbeda dan tahapan usia yang berbeda pula, disinilah tantangan saya untuk menstimulasi otak mereka sesuai dengan usia dan minat serta bakat mereka masing-masing. Tahapan perkembangan anak yang saya stimulasi pun berbeda antara Kifah dan Aldebaran.


Kifah lebih dominan kinestetik, tidak bisa diam, maunya geraaakk terus. Untuk itu, saya biasanya memberikannya lebih banyak aktivitas fisik, seperti bermain bola, sepeda, dan di sekolah pun Kifah mengikuti ekstrakulikuler Karate dan Marawis. Saya yakin, dengan memberikannya aktivitas fisik, maka perkembangan motorik anak pun akan makin terlatih.

Sedangkan adiknya, Aldebaran, lebih cenderung senang belajar dengan gambar visual, lebih mudah fokus, lebih suka membaca buku bergambar. Maka dari itu, untuk Aldebaran, saya lebih suka membelikannya buku cerita anak, atau buku mengenai kosa kata, karena Aldebaran memang sedang belajar bicara. Dan bagi saya, membacakan buku bergambar seperti ini adalah salah satu cara mengajari anak bicara yang cukup efektif.

Unntuk menstimulasi kecerdasan sosial, daya tanggap, dan rasa pedulinya sendiri. Biasanya saya suka meminta tolong kepada Kifah untuk memberikan makanan ataupun barang kepada tetangga atau temannya. Ia merasa senang sekali jika dimintai tolong untuk membagikan makanan kepada teman-temannya itu.

Sampai pernah loh, hampir aja seisi kulkas Kifah bagikan ke teman-temannya, hehehe. Selain itu, saya juga menstimulasi kecerdasan sosial anak dengan cara sharing mainan, bermain bergantian, dan lainnya. Terutama Aldebaran, yang ‘Ego’nya masih tinggi sekali. Kifah sendiri alhamdulillah, sudah mulai mengerti pentingnya berbagi dengan orang lain.


Apalagi sebentar lagi mau Ramadhan ya, insya alloh menjadi moment yang tepat untuk mengajarkan pentingnya berbagi dan menstimulasi kecerdasan sosial anak.

Stimulasi dari Ibu dan Gizi yang Lengkap adalah Paduan yang Sempurna

Setelah menstimulasi otak anak dengan berbagai permainan ataupun kegiatan, nutrisi otak untuk anak sendiri jangan sampai dilupakan ya, Mak. Apa saja sih nutrisi otak? Cari tahu di Pentingnya Omega 3 dan 6 Sebagai NutrisiOtak Anak. Mak juga bisa loh mendapatkan lebih banyak lagi pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak dengan tanggap yang lengkap dengan berkunjung ke website Bebelac.

Yuk, Pilih yang Bernutrisi untuk Bekal Si Anak Aktif


“Aduh, meuni teu daek cicing.”

Artinyaaa, “Aduh, gak bisa diem.”

Hayoo Mak, siapa yang suka denger ocehan dari orang lain kalau anak kita gak bisa diem? Ayo tunjuk tangan rame-rame.

Sempet viral juga ya, tentang anak yang gak bisa diem alias anak aktif di tempat umum atau di keramaian. Loncat sana, loncat sini, lari sana, lari sini, ibunya sibuk ngejar-ngejar sama ngomel-ngomel, dan orang lain sibuk memandangi sambil sedikit komat-kamit. Mwahaha.

Saya banget itu dulu kalau lagi makan di luar bareng Kifah. Ada aja kejadian jus tumpah, centong nasi jatoh, atau nasi yang berhamburan.

Waktu itu sih saya cuma ngelus dada, sambil ngomel juga di dalam hati, hehehe. Abis kalau ngomel-ngomel di depan umum kan malu yaaa. Ngeliat tingkahnya Kifah yang memang gak bisa duduk manis barang semeniiittt aja. Badannya pasti bergerak, pasti ada aja yang dipegang.

Baca juga: Jangan Katakan 7 Hal Ini Kepada Ibu dengan Anak Aktif

Duh, bener kata orang. Punya anak itu baru berasa tuh anak udah bisa jalan. Dan memang beneran, dulu waktu Kifah balita, berat badan saya gak pernah menyentuh angka 50 kg, karena tiap hari sibuk ‘olah raga’ hahaha.

Punya Anak Aktif, Jangan Sedih Dulu

Yaps, saya lumayan sempet desperado juga menghadapi Kifah. Kewalahan sama tingkahnya. Tapi mungkin dasar sayanya aja kali ya yang kurang ilmu, belum paham bagaimana caranya menghadapi anak yang dominan kinestetiknya.

Beberapa artikel yang saya baca justru memberikan wacana baru, bahwa sesungguhnya anak yang tidak bisa diam alias anak yang aktif, memiliki kecerdasan kinestetik yang sangat tinggi. Jika disalurkan dengan baik, maka minat dan bakatnya akan terasah sedari kecil.

Dilansir dari Republika.co.id, jangan khawatir ketika anak tak bisa diam, sebab gerakan-gerakan anak justru mengasah kecerdasannya, makin banyak bergerak, anak pun bisa semakin cerdas.

Pendapat ini diutarakan oleh konsultan neuroscience terapan Smart Brain Energy, Anne Gracia. Menurutnya, semakin banyak bergerak, anak akan makin cerdas, karena gerakan dapat membuat anak terlatih. Dan semakin sering dilatih, maka fungsi otak pun akan semakin berkembang.

Selain itu, Dr.dr.Yetti Ramli SpSK dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM menambahkan, perkembangan kinestetik anak kemudian bisa memengaruhi perkembangan otak anak. Anak yang gerakan motoriknya mencapai kemampuan maksimal, akan memengaruhi perkembangan otak selanjutnya, termasuk kognitifnya.

Anak Gak Bisa Diam? Lebih Baik disalurkan Bakatnya.

Dulu, waktu saya masih kuliah di kampus UPI, saya ikut seminar tentang pendidikan anak, salah satu pembicaranya berkata, kalau memang anak gak bisa diam, sangat aktif kinestetiknya, maka ya sudah, jangan dilarang. Lebih baik disalurkan saja bakat dan minatnya itu.

Dari pada dia berantem dengan temannya, karena hobi memukul, melompat, dan lainnya. Arahkan saja anak kepada kegiatan yang mengasah keterampilan kinestetiknya itu, seperti olah raga misalnya.

Saya pun akhirnya mengikuti saran tersebut, setelah Kifah sekolah dasar sekarang, saya sengaja mengikutsertakan Kifah dalam ekskul Karate, dan sekarang ditambah lagi Marawis, karena katanya Kifah seneng mukul-mukul gendang/alat musik.


Karate jadi olah raga favorit Kifah sekarang
Alhamdulillah, sampai saat ini Kifah asyik ikut Karate dan Marawis di sekolahnya. Bahkan, pernah Kifah mogok sekolah, dan dia bilang “Aku masuknya pas latihan karate sama marawis aja, pokoknya.”

Pilih yang Bernutrisi untuk Bekal Si Anak Aktif

Di usia 3 tahun, si kecil memang sudah mulai melakukan banyak kegiatan, termasuk untuk anak aktif, dia mulai tak bisa duduk diam dan terus bergerak  tanpa mengenal kata lelah. Untuk itu, pemenuhan energi dan nutrisi sangat penting.

Alhamdulillah Kifah setiap hari mampu bersekolah hingga pukul 13.30 WIB setiap harinya. Selain memberikan sarapan di pagi hari, saya juga membekali Kifah dengan makanan untuk makan di jam istirahat, dan susu UHT serta cemilan untuk istirahat siang sebelum sholat Dzuhur.


Bekal susu UHT Bebelac GO! untuk sekolah dan ekstrakulikuler

Karena istirahat siang waktunya tidak terlalu lama, maka dari itu saya lebih sering membekali Kifah dengan susu UHT. Praktis, enak, dan cukup mengenyangkan.

Susu UHT yang saya pilih adalah yang mampu memenuhi nutrisi si kecil dimanapun dibutuhkan, seperti produk susu UHT terbaru dari Bebelac yaitu Bebelac GO!

Dan alhamdulillahnya lagi, varian rasa susu kesukaan Kifah, yaitu coklat, ada di susu UHT Bebelac GO! Ini. Selain rasa coklat, ada juga varian rasa Vanila.

Apa yang saya suka dari Bebelac GO!


Bebelac GO! punya varian susu UHT baru lho, rasanya coklat dan vanila

Pertama, adalah kepraktisannya. Bagi anak aktif seperti Kifah, otomatis susu UHT lah yang paling cocok untuk bekal sekolahnya setiap hari.

Kedua, adalah kandungan nutrisinya. Bebelac GO! Mengandung omega 3 & 6, serat pangan inulin yang baik bagi saluran cerna si kecil, juga mengandung 10 vitamin dan 3 mineral yang baik bagi si kecil.

Ketiga, kadar gula yang rendah. Ini penting sekali, karena asupan gula yang dikonsumsi si kecil juga harus diperhatikan, jangan sampai si kecil mengkonsumsi gula berlebih setiap harinya.

Bagi ibu yang memiliki anak aktif seperti saya ini, pemberian susu UHT Bebelac GO! Ini sangat pas sekali, karena rasa susu UHTnya enak, nutrisinya lengkap, dan praktis untuk bekal keseharian si kecil.

Dan saat ini, mengkonsumsi susu UHT Bebelac GO! Menjadi pilihan yang tepat bagi saya, untuk membekali Kifah dengan nutrisi yang baik setiap harinya.

Beli Bebelac GO! Bisa Dapet Hadiah

Asyiknya lagi, ternyata pembelian Bebelac GO! Kita bisa mendapatkan BebeReward, dan bisa kita tukarkan dengan hadiah loh. Caranya yaitu dengan mengupload struk di website, kemudian tukarkan point kita dengan hadiahnya.

Caranya klik: www.bebeclub.co.id/beberewards

Cara mendapatkan Bebelac GO! Juga udah gampang banget, banyak sekali tersedia di mini market terdekat atau di e-commerce pun sudah banyak tersedia. So, gampang belinya, upload struknya, tukar pointnya, dapetin deh hadiahnya.

Selain itu, kita juga bisa melihat informasi lengkap di leaflet “Buku Kegiatan Anak Hebat” dari Bebelac GO! Atau bisa mengunjungi:

Facebook: https://www.facebook.com/BebeclubIndonesia/
Website: https://bebeclub.co.id/

Jangan Pernah Menyerah dalam Membersamai Anak Aktif

Walaupun kadang saya merasa lelah dan mau menyerah ketika anak saya gak bisa diam dan aktif bergerak, nampaknya saya harus terus membekali diri dan ilmu pengetahuan untuk membersamai tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak.

Mulai dari pemenuhan nutrisnya, psikologisnya, dan juga cara mengarahkan minat dan bakatnya. Dan sampai saat ini saya percaya bahwa nutrisi yang baik bagi anak, apalagi dengan kondisi yang dominan kinestetiknya, harus dipenuhi dengan baik dan benar, agar ia bisa tumbuh baik dan optimal.


Ini Dia Pentingnya Mengapresiasi Prestasi Harian Anak di Rumah



“Anak yang dididik untuk perfeksionis. Maka ia takkan pernah hidup di dalam kebahagiaan.” Anna Surti, Psikolog Anak dan Keluarga. 
Pernah gak sih Mak, baper-in masalah anak? Misal pas baru aja anak brojol ke dunia, komentar mirip siapa, bentuk mukanya, berat badannya, udah mulai berdatangan. Belum lagi kalau anak udah gedean dikit, ada yang nanya-nanya “Bb-nya berapa?” “udah bisa apa?” “Kok belum tumbuh gigi?” “ Kok belum bisa jalan?”

And many more, yang membuat kita sedikit banyak baper tentang tumbuh kembang anak kita sendiri. Ya begitulah hidup, kita yang menjalani, orang lain yang mengomentari.

Bahwasanya mereka paling mengerti dengan apa yang terjadi dalam hidup kita, padahal mah, ikut nemenin begadang aja kaga ya, atau minimal ngasih stok diapers tiap bulan begitcu, mwahaha.

Oke, back to the point sesuai dengan quotes yang aku kutip di atas.

Lingkungan memang seakan menuntut ksempurnaan bagi tumbuh kembang anak kita, padahal sebagai ibunya, kita cukup selow, menerima apa adanya. Dan ternyata, anak yang terlalu dituntut ini itu, harus perfect, harus perfeksionis, justru membuat anak hidup dalam ketidakbahagiaan.

Inget gak cerita kasus ibu yang membunuh 3 anaknya dulu?

Konon katanya, setelah diselidiki dan digali informasi mengenai kehidupan pribadinya oleh psikolog, ibu itu berasal dari kaum akademisi alias terpelajar, ekonominya pun tidak berada dilevel bawah, tapi nyatanya ia membunuh 3 orang putranya karena saking frustasinya menghadapi kehidupan. Ia takut bahwa anak-anaknya nanti tidak akan sanggup menerima beban hidup di masa depan, jadi lebih baik ia membuat anaknya meninggal saja. Naudzubillah ya.

Usut punya usut, ternyata ia dibesarkan oleh ibu yang perfeksionis!

Bahkan ketika ia berhasil meraih prestasi akademiknya, alih-alih memuji, ibunya malah membandingkannya dengan orang lain, seakan tidak pernah puas dengan pencapaian putrinya tersebut.

And what! Ternyata pola pengasuhan tersebut sangat berdampak pada mental dan kepribadian anak tersebut, bahkan hingga ia berumah tangga dan memiliki keturunan.

Premium Moment Together, Apresiasi Anak adalah Hal Penting.

Kiri ke kanan: Mbak Oci Maharani, Carrisa Puteri, Mbak Anna Surti

Hari Minggu tanggal 15 April 2017 lalu, bertempat di Harlequin Bistro di bilangan Kemang Jakarta Selatan, Lotte Choco Pie mengadakan Blogger Gathering bersama 30 orang Mom Blogger untuk membahas pentingnya Premium Moment Together antara ibu dan anak.

Hadir di acara itu Carrisa Puteri dan putranya Quenzino yang didapuk sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie Indonesia, Mbak Oci Maharani, Brand Manager Lotte Choco Pie, serta Psikolog Anak dan Keluarga Mbak Anna Surti.

Mbka Oci menjelaskan, “Kampanye Lotte Choco Pie kali ini bertemakan tentang apresiasi kita sebagai ibu terhadap pencapaian harian anak, sekecil apapun itu. Karena tantangan Ibu zaman now, baik itu ibu bekerja atau ibu di rumah adalah sulitnya membagi waktu kebersamaan bersama anak. Dan aktivitas kebersamaan tersebut bisa kita sebut sebagai Premium Moment Together. Sambil bercengkrama dengan anak, kita juga bisa melakukan aktivitas snacking yang menyenangkan.”

Ibu Bekerja dan Ibu di Rumah, Sama Saja.


Ya, baik ibu bekerja dan ibu di rumah sama saja kewajibannya, yaitu menyediakan waktu berkualitas bagi anak-anaknya.

Karena bukan hanya ibu bekerja, yang jelas-jelas banyak menghabiskan waktu di luar rumah, ibu yang full time di rumah pun kadang memiliki kesibukan sendiri. Punya usaha misalnya, blogging, atau sekedar chit chat di media sosial. Sehingga kadang lupa menyediakan waktu yang berkualitas bersama anak.

Saya sendiri, yang nyambi sebagai blogger rumahan pun merasa demikian. Kesibukan mengkonsep, menulis, memproduksi dan mengedit foto, membuat waktu saya kian sedikit, padahal kerjanya di dalam rumah. Anak-anak pun kadang asik sendiri bermain, dan tidak sempat bercengkrama dengan saya karena mereka terlanjur kelelahan dan ketiduran.

Apresiasi Sederhana


Seperti disebut oleh mbak Oci sebelumnya. Kampanye Lotte Choco Pie #PremiumMomenttogether saat ini concern pada apresiasi terhadap prestasi harian anak.

“Apresiasi itu penting loh, bukan hanya ketika anak mendapatkan prestasi besar saja. Prestasi kecil semisal anak mampu membereskan mainan sendiri, anak mau menghabiskan makanannya, atau anak mau membantu pekerjaan rumah, itu pun wajib kita apresiasi.” Jelas Mbak Anna.

“Selain itu, cara mengapresiasi juga harus benar ya, bu ibu. Lihat ke dalam mata anak, tatap wajahnya, fokus pada ucapannya, hentikan dulu aktivitas kita sejenak, peluk anak, dan berikan perhatian penuh untuknya. Jangan sampai mengapresiasi anak tapi ibunya sambil main HP, coba siapa yang begitu?” Tambahnya.

Para Mom Blogger pun tertawa riuh, termasuk saya. Hehehe. Iya kadang kalau menjawab atau memuji anak itu suka gak fokus, gak sepenuh hati, mulai sekarang tobat deh tobat.

Dan menurut Mbak Anna Surti, anak yang sering diapresiasi akan merasa disayangi, sehingga akan muncul kepribadian yang positif dan percaya diri pada anak.

Begitu pula Carrisa Puteri yang sekarang memiliki putra berusia 4 tahun yaitu Quenzino atau akrab disapa Q. Q yang sudah mulai bersekolah di PAUD ini tentunya memiliki prestasi-prestasi harian yang wajib diapresiasi. Misalkan sudah bisa menyebutkan huruf, berhitung, menggambar, dan lainnya.

“Disela kesibukan saya, saya menyempatkan untuk menemani Q. Biasanya sih di malam hari. Kami berdua membahas pelajaran di sekolah, dan lain-lain sebelum pergi ke tempat tidur.” Carrisa bercerita tentang aktivitasnya bersama Q.




Sebagai ibu saya juga sebenernya tertampar lewat acara ini. Karena bisa dibilang cukup jarang punya waktu yang saya luangkan khusus untuk ngobrol bareng anak-anak. Apalagi Kifah yang udah sekolah, malam harinya udah capek aja mau bobo.

Waktu paling memungkinkan adalah pulang sekolah, karena ada waktu ngobrol saat saya menjemputnya ke sekolah.

Saya rasa manusiawi juga seorang ibu kadang saking sibuk dan mumetnya ngurus ini itu di rumah atau di kantor, bisa lupa untuk berkomunikasi dari hati ke hati dan mengapresiasi prestasi anak. Nah, dengan ingat Lotte Choco Pie si soft cake coklat dengan marshmallow ini, mudah-mudahan kita jadi teringat untuk selalu mengapresiasi prestasi harian anak-anak sambil bersnacking ria bersama.

Lomba Vote Video Berhadiah Liburan ke Jepang

Lotte Choco Pie mengajak kita untuk memilih atau memvote salah satu video yang ada di www.lottechocopieindonesia/activity dan mendapatkan trip ke Jepang bagi voters yang beruntung. Dan 500 pemenang yang ebruntung akan mendapatkan voucher belanja juga. Huwaaaa.

Caranya gampang, pilih salah satu (dari 3 video yang ada) yang sangaattt mencerminkan bentuk apresiasi kita terhadap prestasi harian si kecil.


Saya sendiri, dan ke-30 Mom Blogger lainnya pun sudah ikutan loh. Saya memilih video berikut ini, yang mencerminkan bentuk prestasi harian yang dilakukan oleh anak-anak di rumah dan bagaimana saya mengapresiasinya.



Caranya mudah banget, kita tinggal buka web www.lottechocopieindonesia/activity jika kita sudah pernah registrasi, maka kita bisa langsung memilih ‘vote’ pada video yang pas dengan keseharian kita. Sedangkan bagi yang belum pernah meregistrasikan diri, kita tinggal memasukkan data diri dan email, kemudian klik tombol ‘vote’ Mudah bukan?

Periode votingnya sendiri dibuka sejak tanggal 12 April-13 Mei 2018. Masih panjang kan waktu votenya, jadi jangan sia-siakan waktu dan kesempatan ini yaaa. Siapa tau beruntung mendapatkan Trip ke Jepang atau voucher belanja.

***

Premium Moment Together dengan anak mau tidak mau memang kita sebagai ibu yang harus menciptakan, begitupun apresiasi bagi prestasi harian si kecil. Karena kalau bukan kita yang memberikan support bagi anak, maka siapa lagi yang akan mendukung prestasi dan kemajuan diri anak.

Karena penghargaan sekecil apapun, akan terasa sangat besar dan insya alloh akan terkenang di sepanjang kehidupannya kelak.

Bicara Tentang Tumbuh Kembang Anak, Apa Sih Definisi Anak Hebat






Assalamu’alaikum. Selamat pagi, Mak! Apa kabar semangatnya hari ini? Mudah-mudahan masih tetep ON ya untuk menjalani berbagai aktivitas di hari ini, termasuk menemani anak belajar, bermain, anter jemput sekolah, dan rutinitas lainnya. Semoga selalu SETRONG ya, Mak! *angkat galon*

Di blogpost kali ini, saya mau bercerita sedikit nih tentang tumbuh kembang anak, materi yang saya dapat dari event susu Bebelac Baru yang saya hadiri beberapa hari yang lalu.

Acaranya sendiri dihadiri oleh para Blogger, Selebriti Moms, Bebelac Moms dari facebook, dan gak lupa Brand Ambassador Bebelac yang baru Mommy Gisella Anastasia dan si imut nan menggemaskan Gempita Noura Marten.

Para narasumber dan Selebriti Moms

Saya datang ke event peluncuran Bebelac Baru ini bersama Kifah. Wah jangan ditanya, Kifah seneng luar biasa waktu tahu bakalan diajak ke event Bebelac ini. Karena Kifah sudah lumayan hafal nih, biasanya acara gathering bersama ibu dan anak itu selalu seru, ada play ground, games, dan banyak ketemu temen-temen yang baru.

Selain dihadiri oleh Mommy Gisel dan Gempi, acara launching Bebelac Baru juga diisi dengan talkshow yang menarik seputar parenting bersama dokter Nuril dan Psikolog yang sering wara-wiri di televisi yaitu Mbak Vera.

Mereka memberikan ilmu tentang perkembangan anak dari sisi kesehatan dan psikologis secara cuma-cuma kepada saya dan Moms yang lain, tentang bagaimana menumbuhkan anak yang hebat di zaman sekarang ini.

Kiri ke kanan: Mbak Andi Airin, Head of Brand Bebelac, Mama Gisella dan Gempi, Mbak Vera (psikolog), dokter Nuril, dan MC Mbak Melisa Karim.


“Anak zaman now, tidak boleh hanya memiliki satu kecerdasan anak saja, tetapi juga harus memiliki kecerdasan kognitif, kecerdasan sosial, mengelola emosi, dan memiliki rasa peduli.” Ungkap Mbak Vera.

Setujuuu Mbak, zaman sekarang IQ memang penting, tapi tidak kalah penting kecerdasan yang lain. Seperti EQ dan juga kecerdasan SQ.

“Kayaknya anak sekarang juga harus punya kecerdasan sosial dan emosional yang baik ya, gak hanya kecerdasan IQ aja, sebisa mungkin anak juga memiliki daya tanggap yang lengkap.” Mommy cantik Gisella Anastasia menambahkan.

The Multiple Inetelligence atau 9 Kecerdasan Anak


Buat para Mamak generasi 90an pasti pernah ngalamin deg-degan waktu bagi raport di sekolah? Deg-degan kita kebagian rangking berapa di sekolah?


Pendidikan zaman dulu memang belum se-fleksibel zaman sekarang ya. Dulu, rangking adalah segalanya.Ciri-ciri anak cerdas adalah anak yang selalu rangking 1 di kelas, selalu jadi bintang pelajar di sekolah. Bahkan ada orang tua yang sampai stres mencari cara agar anaknya masuk minimal 10 besar di kelas.

Tapi kini, zaman terus berubah. Sistem rangking seperti itu udah gak dipakai lagi. Kita tidak boleh membandingkan anak satu dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, atau lebih sering disebut The Multiple Intelligence.

Multiple Intelligence atau kecerdasan majemuk ini dipahami sebagai cerminan bahwa setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Yaitu kecerdasan Logis Matematis, Naturalis, Linguistik, Musikal, Kinestetis-Jasmani, Visual Spasial, Interpersonal, dan Intrapersonal.

Setiap anak pasti memiliki kecenderungan yang berbeda-beda, contohnya anak saya sendiri Kifah. Dia adalah anak yang dominan Kinestetik, dan Musikal. Dia sangat senang bergerak, beraktivitas, dibandingkan duduk diam membaca buku atau mengerjakan soal matematika, hehehe.

Kifah juga suka musik dan mudah menghafal lirik lagu dan bernyanyi sesuai nada, makanya sekarang Kifah ikut ekstrakulikuler Karate dan Marawis supaya kecerdasan kinestetik dan musiknya terus terasah.

Bagaimana menstimulasi kecerdasan anak?

Menurut Psikolog, Mbak Vera, salah satu tugas orang tua adalah menstimulasi kecerdasan anak-anak kita. Salah satu kecerdasan yang jangan lupa distimulasi adalah kecerdasan sosial dan emosi anak. Agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cepat tanggap terhadap temannya, lingkungan sosialnya, dan lingkungan masyarakat ketika kelak ia dewasa.

Misalkan, mengajarkan anak sharing mainan dengan temannya. Membiasakan anak untuk berbagi dengan lingkungan sosial, apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan, kita bisa memanfaatkan moment puasa Ramadhan untuk menstimulasi kecerdasan anak dalam lingkup sosial dan emosional dengan cara banyak bersedekah, berbagi menu buka puasa, dan lain sebagainya.

Sampai kapan kecerdasan sosial harus diasah? “SEUMUR HIDUP.” Jawab Mbak Vera. Yaps, setuju sekali. Berapa banyak orang yang cerdas secara IQ tapi minim sekali memiliki kecerdasan sosialnya. Terbukti masih banyak sekali orang yang terjerat kasus kolusi, korusi, dan nepotisme. Yang jelas-jelas merenggut kesejahteraan masyarakat banyak hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri.

*berat sekali pembicaraan hari ini*

Peran Gizi dan Nutrisi

Dokter Nuril yang juga turut hadir di acara launching Bebelac Baru kemarin juga memberikan penjelasan bahwa nutrisi dan gizi yang baik, yang mampu dicerna oleh anak akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan diri anak.

“Kecukupan gizi adalah hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua, bahkan semenjak di dalam kandungan. Karena itu lah modal bagi anak untuk menjadi anak yang cerdas dan tumbuh optimal.” Dokter Nuril menjelaskan.

Ketemu rekan bumil, pas banget mih materinya. Saatnya mempersiapkan nutrisi yang baik dari dalam kandungan
Salah satu gizi dan nutrisi yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak, khususnya nutrisi otak adalah minyak ikan, omega 3 dan 6, FOS GOS, berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.

Bebelac baru dengan Formula yang disempurnakan mengandung Minyak ikan Omega 6 yang ditingkatkan, omega 3, FOS:GOS 1:9, 13 vitamin dan 9 mineral bantu dukung pemenuhan gizi anak optimal.

Jujur, saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk datang di acara launching Bebelac Baru, karena saya mendapat banyak insight dan masukan dari Psikolog, dokter, dan pengalaman para Mama lainnya untuk terus bisa mengasuh dan memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah. Karena manusia kan tempatnya salah dan lupa, salah satunya saya ini. Jadi, harus sering-sering diingatkan oleh para expert dan orang tua lainnya dalam hal pengasuhan anak.

Termasuk dalam hal menstimulasi kecerdasan anak, yang kadang saya sendiri sebagai orang tua kadang ‘suka baper’ melihat perkembangan anak atau teman sebayanya Kifah. Saya harus terus belajar, bagaimana menstimulasi bakat dan kecerdasannya.

Selain itu, informasi seputar gizi yang baik untuk anak juga harus terus saya gali, mengingat Kifah ini anaknya ‘spesial’ dan ‘menantang’ dalam urusan makan di rumah. Saya harus punya solusi untuk memberikan dia gizi dan nutrisi yang tepat, sehingga dia menjadi anak yang cerdas, cepat tanggap, dan peduli akan lingkungan sosialnya.

Jadi, kesimpulannya, anak hebat itu bukan hanya cerdas secara IQ, tetapi EQ, dan SQnya juga. Anak hebat adalah anak yang tanggap memiliki rasa peduli dengan sekitar.

Anak hebat adalah anak yang memiliki daya tanggap yang lengkap, harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan otak, kecerdasan emosional, juga kecerdasan sosial. Sehingga, sangat penting bagi orang tua untuk mengembangkan dan menstimulasi ketiga aspek ini.

Terima kasih yaa Bebelac atas undangannyaaa.

Dan kalau mau sharing di kolom komentar juga boleh banget, biar kalau ada yang suka baper soal pengasuhan dan tumbuh kembang anak seperti diriku, bapernya bisa berjamaah *hwalaahh*

Makasih udah baca sampai siniiii.


*Salam sayang dari balik jemuran*

**Disclaimer: Saya pro ASI, dan susu formula/pertumbuhan saya berikan ketika anak saya sudah berusia 2 tahun.